
Dave, menahan air liurnya seketika... seorang perempuan sexy berada tepat di depannya.
Sekali lagi dia mengerjapkan mata dan barulah muncul kesadaranya.
Ada rasa kasihan menyelimuti dirinya,Dave dengan sigap segera menolong gadis itu. Dia menyaksikan bahwa gadis yang ada di depanya tengah kewalahan menahan laju air dari kran yang jebol dengan kedua tangan mulusnya itu..
Sesaat berikutnya “Beres” ucap Dave sembari menggesekan kedua tanganya sendiri seolah-olah telah melakukan perbuatan besar.
“Aku akan menghubungi petugas hotel dan katakan ada kerusakan pada kran nya, jadi krannya bisa segera di ganti” katanya kepada gadis itu.
“Haii.... aku adalah laki-laki yang kau perlakukan dengan sopan saat di telefon tadi” ucapnya pada gadis di depanya itu sembari menyodorkan tanganya hendak berjabat tangan.
Yahh... sebenarnya ada bagian dimana gadis itu mengumpat kesal terhadapnya.
__ADS_1
“Kinan” gadis itu menjabat uluran tangan Dave.
Mereka tengah berhadapan saat ini, Dave telah menyadari bahwa gadis ini adalah pemilik benda yang membuatnya tiba-tiba berimajinasi tadi..
Tapi kali ini justru bukan hanya imajinasi
“Sungguh menggoda”
Dave terus mengamati tubuh gadis itu hingga tanpa sadar dia menelan air liurnya.. imajinasinya menjadi semakin dan semakin liar dari sebelumnya. Rambutnya yang basah tergerai kian membuat jantungnya berdetak kencang.
“Ok trimakasih bantuanya.. dan bisakah kamu memberikan bajuku.. aku akan mengganti pakaian. Kamu boleh duduk di sana dulu” kata gadis itu menunjuk arah sofa berwarna biru yang berada di ruangan itu.
Ucapan gadis itu seketika membuyarkan imajinasinya.
__ADS_1
Sambil setengah berlari, gadis manis itu membawa tas yang di rasa adalah miliknya.
Dave hanya terpaku melihatnya berlalu dari hadapanya tanpa berkata.
Senyum mengembang dari wajah Dave, wajahnya merona karena melihat pemandangan yang menyilaukan matanya. Dave benar-benar tak habis pikir, dia merasa tak keberatan jika bersentuhan dengan gadis itu..
Ini adalah kali pertama dia tidak merasa risih ketika bersentuhan kulit dengan seorang gadis. Padahal sebelum-sebelumnya saat ada wanita yang mencoba menyentuh nya, maka secara reflek dia akan menyemprotkan handsanitiser pada tubuhnya.
Terlihat lebay memang, namun begitulah Dave, dia mengalami sindrom kepada para wanita terkecuali mamanya. Bahkan makananpun harus di masak khusus oleh seorang koki laki-laki. Mungkin Itulah yang membuat Dave bahkan tidak memiliki pacar hingga saat ini. Dan itu pula yang menjadikan alasan bahwa kedua orang tuanya selalu menjadwalkan kencan buta untuknya.
Dave menyandarkan punggungnya pada sofa yang di tunjuk oleh gadis itu sebelum berlari menyelamatkan diri dari pendangan mesum Dave tadi. Dia melihat sekeliling ruangan itu, seluruh dekorasi dan fasilitas di ruangan itu tak liput dari pengelihatanya.
“Sweet room” ucapnya tersenyum.. siapa dia??” Dave mulai penasaran pada gadis itu.
__ADS_1