Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Terjebak di dalam kamar mandi


__ADS_3

“Jadi, disini kau bekerja?” Kinan memerhatikan gedung pencakar langit nan megah di hadapan nya. Gedung yang sangat hebat. Sebuah nama tercetak besar disana “SUN Corporation” ucapnya dalam hati.


Mereka mulai melangkahkan kaki memasuki bangunan yang tinggi menjulang itu.


Kinan bertanya tanya dalam hatinya, sepertinya Dave punya jabatan penting di kantor ini. Kinan melihat bagaimana pemandangan para pegawai yang selalu menyapa dan memberi hormat pada Dave. Namun berbeda dengan Dave, dia hanya diam tanpa mempedulikan mereka yang tersenyum ramah padanya.


“Sepertinya kau punya jabatan disini?” Ucap Kinan padanya


Dave meliriknya, dia hanya tersenyum manis dan mengacak lembut rambut Kinan. Dave sama sekali tidak menyadari, akibat ulahnya itu dia menjadi perbincangan para pegawai wanita di kantornya.


“Oh my God, who is she?” Ucap salah satu pegawai wanita kepada teman nya yang juga pegawai di kantor itu.


“Tidak... ini tidak mungkin.. bos kita tidak pernah terlibat dengan seorang gadis sebelumnya”


“Benar, jangankan menyentuh, melihat ke arah wanita saja itu sudah keajaiban”


“Apa dia kekasih hatinya?”


“Mustahil... siapa yang tak tau siapa itu Mr. Dave” mereka sedang membicarakan phobia yang di alami Dave. Yah.. itu bukan rahasia lagi.


“Lagipula Mr. Dave idola kita, tak kan ku biarkan gadis itu tiba tiba datang dan mendahului kita”


“Tunggu, akan ku buat perhitungan dengan gadis itu”


Mereka memfoto Dave dan Kinan secara sembunyi sembunyi. Mereka mengunggah foto itu pada sebuah media sosial yang pengikutnya sebagian besar adalah para wanita pegawai kantor itu.


Benar, tanpa sepengetahuan Dave, para wanita gila yang terobsesi dengan dirinya diam diam membuat jaringan di media sosial. Meng-upload foto foto Dave dalam setiap kesempatan. Dan menyelipkan kata-kata yang memuja Dave bagai seorang Dewa. Bukan Hanya itu, mereka kerap mengunggah ke beberapa medsos lain dan selalu mengundang para wanita di luaran sana ikut menjadi fans berat Dave yang terkenal dingin, dan kejam.


Tak lama, foto itu sudah banyak mendapatkan tanggapan dari para wanita-wanita pemuja Dave. Beragam komentar pedas di tujukan pada gadis misterius yang tak lain adalah Kinan. Dave bahkan tak pernah tau, seorang gadis psykopat tengah memainkan pisau dan menyeringai saat melihat unggahan itu.


***


Dave dan Kinan sudah berada di ruangan nya sekarang. Ruangan yang cukup luas, rapi dan terkesan maskulin. Kinan duduk di sebuah sofa bernuansa abu abu. Tangannya memainkan bandul yang ada di meja kecil di sisi sofa tempatnya duduk.


“Kau mau minum?” Dave tak membutuhkan jawaban dari Kinan. Dia memencet tombol di intercom nya kemudian memerintahkan seseorang di seberang sana segera memberitahukan ke pantry bahwa dia menginginkan croissant, macaron dan jus pear.


Kinan hanya melihatnya sekilas.


“Kau bilang butuh bantuanku? Jadi apa yang bisa ku bantu?”


Dave tersenyum, sebenarnya Dave tidak membutuhkan bantuan Kinan, Dave hanya ingin bekerja di temani Kinan, melihat wajah Kinan membuatnya sangat bahagia. Namun Dave tak mungkin mengatakanya.. jadi dia hanya membuat alasan saat mengatakan bahwa dirinya sedang membutuhkan bantuan Kinan.


“Tak apa, santailah dulu nikmati macaron mu, nanti saat aku butuh bantuan akan ku beri tahu” ucapnya lembut, saat pintu di ketuk dan seorang mengantarkan pesanan Dave dan meletak kan nya di atas meja.

__ADS_1


Kinan hanya mengangguk. Dia memerhatikan setiap inci ruangan ini, desain disini tak jauh beda dengan rumahnya.. meski rapi namun terkesan dingin.. apa Dave orang yang berhati dingin?? Tidak mungkin, sejauh ini Dave selalu ramah dan lembut padanya.


Tak sadar, Kinan mulai mengamati Dave dari tempat duduknya saat ini. Dave sedang konsentrasi di meja nya dengan setumpuk berkas-berkas yang harus dia periksa dengan teliti. Wajah yang tampan, bibir sexy, bahkan dengan balutan kemeja putih ototnya yang kekar masih dapat di bayangkannya. Mendadak wajah Kinan bersemu merah.


“Dave, dimana letak kamar mandi nya?”


Dave meletak kan pekerjaanya “aku akan mengantarmu” ucapnya lembut


“Stop!!!” Kinan berteriak membuat Dave terkaget “aku bisa sendiri, kamu hanya perlu menunjukan di mana letaknya” Kinan merasa trauma dengan kejadian kamar mandi, wajahnya semakin bersemu merah.


“Oh baiklah” Dave tersenyum “kamu bisa masuk kamar pribadiku di sebelah sana... oh, maksudku di dalam kamar itu ada kamar mandinya” Dave menunjuk sebuah ruangan di dalam ruang kantornya “masuklah, aku janji tidak akan mengikutimu” Dave berusaha meyakinkan Kinan.


***


Kinan merasakan sakit di bagian perutnya.. rasanya begitu nyeri, dia merasa ada yang salah. Dan benar saja, dia baru menyadari saat ini adalah fase dimana seorang wanita mendapatkan tamu setiap bulanya.


“Oh, lagi lagi.. Bagaimana aku bisa sesial ini.. kenapa setiap bersama Dave selalu ada saja kejadian yang mengesalkan. aku bahkan lupa membawa pembalut”


Kinan bingung tak tau harus berbuat apa.. dia tak mungkin keluar kamar mandi dalam keadaan seperti ini. Mendadak dia panik.


“Mama, tolong anak mu ini ma...” dia merengek sendirian di dalam kamar mandi. Dia hanya terduduk di closet.. tak berani keluar. Dan tak tau harus bagaimana.


***


Dave melanjutkan pekerjaanya. Namun Bibir Dave tak henti hentinya tersenyum. Ada perasaan bahagia di hatinya saat ini. Kinan ada disini dan dia bisa melihatnya setiap saat.


Tok tok tok... “Kinan, apa kau tak apa” tanya Dave dari balik pintu kamar mandi


“Dave...” suara kinan terdengar seperti seorang yang sedang kebingungan.


“Kinan kau kenapa?”


“Dave, aku...aku....”


“Kinan mundurlah, aku akan mendobraknya..” Dave semakin panik mendengar kalimat Kinan yang terputus putus.


“Stooppp!! Kenapa sih selalu saja dobrak...” teriak Kinan dari dalam


“dari pada itu, lebih baik kau belikan aku pembalut!” Ups... spontan kinan mengucapkan kalimat dan membuatnya merasa malu tak tertahankan.


“Apa pembalut?” Oh tentu.. apa??? Pem..pemba..lut?? Aku, kamu...?? Ohh.....” Dave baru tersadar hal apa yang baru saja dia sanggupi. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Pem..pembalut katanya... matilah aku” Dave merasa jauh lebih panik dari sebelumnya.

__ADS_1


“Buruan aku sudah tidak tahan berada di sini” teriak Kinan sekali lagi..


Kinan merasa tak berdaya, hanya Dave yang bisa menyelamatkanya kali ini..


“ohhh... sialnya aku” rutuk Kinan pada dirinya sendiri.


“Ahh baik.. baiklah.. tunggu aku disini, aku.. aku segera kembali” ucap Dave masih dalam mode bingungnya.


Antara bingung, cemas, panik semua perasaan itu campur aduk jadi satu. Ini adalah pengalaman pertamanya membeli barang yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya.


Dave berlari sekencang angin, dalam pikiran nya Kinan saat ini sedang menderita kehabisan banyak dar*h dan harus segera di berikan pertolongan. Saking paniknya dia beberapa kali menabrak para pegawai di kantornya dan itu membuat mereka bertanya-tanya.


“Apa baru saja terjadi gempa?”


“Ku rasa tidak”


Beberapa Pertanyaan seperti itu keluar dari mulut para pegawai yang kebingungan dengan tingkah Dave yang tak seperti biasanya. Dave bukanlah orang yang suka berlarian dan kebingungan. Mereka melihat Dave lebih mirip pak tua yang sedang kebakaran jenggotnya.


Tak lama Dave kembali memasuki gedung pencakar langit itu setelah berlarian ke toserba di seberang jalan.


Masih berlari, Dave tak menyadari bahwa dirinya jadi pusat perhatian saat ini. Dengan kantong plastik putih yang tak cukup tebal, setiap orang dapat melihat dengan jelas apa isi nya.


“Bukankan itu pembalut wanita?”


“Apa Mr. Dave Menyembunyikan wanita di kantornya?”


“Apa wanita itu adalah wanita misterius yang baru saja di unggah ke medsos?”


“Beruntung sekali dia?”


“Huhh... itu pastilah gadis yang menggoda Mr. Dave karena hartanya”


“Dasar wanita sialan, akan ku jambak kau kalau ketahuan”


Bisik bisik para pegawai semakin santer ketika mereka mengunggah insedent itu ke medsos mereka.


***


Maaf apabila author nulisnya masih belepotan.. dan suka ga jelas. Up nya juga susah di presiksi.


Tapi nanti pasti akan lebih cepet up nya.. karena kesibukan sudah mulai berkurang..


Selamat membaca.. 😊

__ADS_1


**


**


__ADS_2