
Di Showcase, sebuah klub malam yang cukup mewah, terletak di dekat sungai seine, Disana Rico sedang menenggelamkan diri bersama para wanita malam dan botol-botol beer yang sudah kosong. Dentuman musik dan irama lampu disco membuatnya hanyut dalam suasana.
Rico menikmati pertunjukan para penari striptis di atas panggung pertunjukan. gerakannya meliuk-liuk menciptakan sensasi tersendiri bagi para lelaki hidung belang.
Tampak salah satu penari menunjuk ke arahnya, menawarkan padanya untuk naik ke atas panggung bersamanya. Tak perlu banyak pikir lagi, Rico pun segera naik dan ikut ambil bagian.
Penari itu menyambutnya dengan hangat di sertai gerakan-gerakan erotis.
Rico memeluk erat penari itu dari belakang, dengan posisi seperti itu keduanya bergoyang mengikuti irama musik techno hingga menciptakan gerakan gerakan yang mengandung syahwat.
Setelah puas dengan gerakan itu penari berputar menghadapnya, membuat Rico memempelkan mukanya ke belahan dada penari itu sementara si penari melilitkan kakinya di pinggang Rico. Dalam suasana erotis itu, Rico selalu meneriakkan nama seorang gadis yang ada dalam ingatanya “Kinan”
Yah, Riico benar-benar berada di bawah kendali alkohol saat ini..
***
Flashback on
__ADS_1
Di kamar hotel tempat Rico menginap.
“Pak Adrian” sapa Rico kepada Adrian dari sambungan telephon
“Oh, ya Rico. Kebetulan sekali baru saja aku akan menelephonmu” jawab Adrian
“Maaf, saya tidak dapat membawa nona Kinan kembali” ucapnya penuh penyesalan.
“Hahahaha..... tak apa Rico, sudah tak perlu lagi. Biarkan saja Kinan”
Apa yang terjadi? Kenapa orang tua Kinan sudah tak mempermasalahkanya lagi? Apa yang terjadi sebenarnya.
“Benar, Kinan sudah aman sekarang. Dia berada di rumah suaminya. Tak apa tenang saja. Kinan sudah aman”
JLEB..!!
Suami? Apa yang di maksud adalah laki-laki tempo hari yang bertemu dengannya saat di cafe kala itu.
__ADS_1
“Pak, apa maksud anda... suami Nona Kinan bernama... Da..vid?” Rico sedikit ragu
“Oh ya, benar. Jadi kau sudah tau? Hahaha... ini kejutan bukan? Ok Rico, maaf dan trimakasih kau sudah repot-repot kesana, sekarang Kinan sudah tak apa. Jadi kau bisa segera pulang ke Indonesia dan mengurus beberapa pekerjaan, karena aku harus pergi ke Jepang dalam dua hari ke depan”
Rico seakan tak percaya, pengakuan tentang pernikahan Kinan bersama laki-laki bule itu nyatanya memang benar. Bukan hanya itu, tampaknya orang tua Kinan pun sangat menyukai kabar itu. Bukankah seharusnya Kinan akan di jodohkan dengan laki-laki pilihan orang tuanya? Rico benar-benar tidak mengerti. Namun satu hal yang pasti, Rico kecewa semakin dalam.. rasa kecewanya bahkan melebihi sebelumnya.
PRANG!
Suara nyaring pecahan gelas memenuhi seluruh ruangan. Lantai granit yang bernuansa putih ke abu-abuan sekarang berubah menjadi hitam. Noda gelap dari secangkir kopi yang tiba-tiba di lemparkan begitu saja oleh Rico bahkan ikut menghias dinding hotel itu.
Gelisah, marah, kecewa semua bercampur aduk menjadi satu. Rico telah kehilangan ketenanganya setelah bertemu dengan Kinan tempo hari, di tambah lagi orang tua Kinan baru saja membenarkan tentang hubungan Kinan dengan David. Dia sangat frustasi kali ini, tak ada yang dapat dia lakukan kecuali meratapi masibnya.
Rico duduk tersungkur dan terus meneriakkan nama Kinan.
Flashback off
****
__ADS_1
Dentuman suara musik masih terus menggema, aroma minuman keras dan asap rokok bercampur menjadi satu. Lantai dansa sesak oleh lautan para muda-mudi yang berpesta pora, menari mengikuti irama musik yang keras. Semakin malam, semakin ramai pengunjung yang datang.