Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Gadis pirang


__ADS_3

Cuaca pagi di musim semi sungguh memanjakan mata.. bunga- bunga bermekaran di sepanjang jalan. Aroma musim semi menyeruak terbawa semilir angin hingga masuk ke dalam celah-celah mobil baru Dave.


Yah, benar benar baru. Entah bagaimana usaha Mike kali ini untuk mendapatkan Mobil mewah seperti yang dininginkan Dave. Namun kenyataanya Mike memang dapat di andalkan. Meskipun sebenarnya Dave tau malam itu adalah malam yang melelahkan bagi Mike.


“Dave, bisakah kita mampir ke supermarket? Aku perlu membeli beberapa hal” ucap Kinan kepada Dave


“Tentu sayang” jawabnya tersenyum ramah.


“Sayang, sayang... aku bukan pacarmu tau!”


“Oh ya? Bukankah kita sudah tinggal serumah?” Dave memasang wajah memelas.


“Aku cuma art!” Jawab Kinan tegas


“Kita juga sudah beberapa kali berciuman?”


“Itu karena kau mesum?”


“Tapi ku pikir kau juga menginginkanku?”


“Huh... mimpi siapa yang kau pinjam Dave!”


“Kalau gitu, gimana kalau kita pacaran saja?”


“Apa??!” Astaga, laki-laki gila ini. Apa yang sebenarnya dia inginkan? SelidiknKinan dalam hati.


“Pacaran... gimana kalau kita pacaran, dengan begitu aku bisa panggil kamu sayangku tiap hari” kata Dave dengan senyum super mengembangnya.


Entah sejak kapan Dave mulai memanggilnya seperti itu, Kinan selalu memasang muka masam ketika mendengar Dave memanggilnya dengan ucapan itu, namun nyatanya ada rasa yang tak bisa di kelaskan saat mendengar Dave memanggilnya begitu.

__ADS_1


Dave adalah laki-laki yang mempesona.. tak jarang Kinan menatap nya secara sembunyi-sembunyi. Dia mengakui bahwa senyum Dave kadangkala mampu membuat jantungnya berdebar. Namun dia sadar bahwa dirinya hanya seorang pelarian, dan Dave adalah tuannya sekarang.


“Apa kau sedang mengagumi ketampananku em?” Dave tersenyum, menyadari dirinya di perhatikan Kinan sedari tadi.


“Tidak.. aku... tidak kog” Kinan tergagap


“Hahaha.... aku tau aku tampan sayang” ucap Dave


“Baiklah, kita sudah sampai. Tunggu sebentar, akan ku bukakan pintu untukmu” sambung nya


Kinan turun dari mobil setelah Dave membukakan pintu untuknya. Mereka memasuki sebuah supermarket dan mulai berbelanja semua kebutuhan rumah tangga.


Sesekali Kinan tersenyum dalam hati, selain dengan kakak laki lakinya, ini pertama kalinya Kinan berbelanja dengan seorang pria.


Satu jam berlalu dan troli yang di bawa Dave sudah penuh dengan barang belanjaan. Ketika itu Dave sudah berjalan menuju kasir, namun pandangan Kinan tertuju pada sepasang cangkir berwarna pink dan tosca yang masing masing bergambar belahan hati. Apabila di rapatkan maka akan terlihat gambar hati secara penuh. Saat Kinan baru saja akan meraihnya tiba- tiba terdengar suara berisik dari arah...


“Dave?” Ucap Kinan ragu “Ada apa?” Tanyanya pelan kepada Dave. Dia melihat seorang wanita berambut pirang berada tak jauh dari sisi Dave


Dave melepas jas yang dia kenakan dan menyerahkanya pada Kinan


“ Sayang, tolong kau buang itu, aku tak sudi memakainya lagi.. Dan ini, (Dave menyerahkan dompet nya yang berisi uang tunai, beberapa ATM, kartu kredit, kartu debit dan sebagainya kepada Kinan) tolong kau bayarkan belanjaanya, aku akan menunggumu di mobil” Dave baru saja akan berlalu namun dia urungkan sesaat


“Dan nona, maaf saya tidak mengenal anda sama sekali, jadi tolong jangan dekat dekat apalagi menyentuh saya!” Ucapnya tegas pada gadis berambut pirang itu, kemudian pergi begitu saja.


Beberapa pasang mata melihat ke arah Dave. Banyak pertanyaan terlihat di wajah mereka. Apa dia David? Sombong sekali dia, orang macam apa dia?, dan sebagainya. Namun tak sedikit pula dari mereka yang berbisik-bisik mengagumi Dave, terutama para gadis. Tak heran jika sebagian banyak orang mengenal sosok David McLaughlin. Sementara Kinan hanya menghela nafas kasar, memang Dave sedikit keterlaluan, namun dia juga tak menyalahkan Dave, dia memang tak bisa berdekatan dengan seorang gadis.


***


Flashback on

__ADS_1


Seorang gadis berambut pirang bermata biru itu sedari tadi sudah memperhatikan Dave, dia adalah salah satu orang yang tergila gila dengan Dave. Laki-laki muda tampan dan mapan.


“Bonjour Mr. David kenalkan nama saya Mandy” ucap wanita itu yang tiba tiba ada di hadapan Dave sambil mengulurkan tangan nya.


“Apa kita pernah bertemu, nona?” Jawab Dave dengan raut wajah kurang bersahabat.


“ tentu Mr. David.. oh, maksud saya.. tidak secara langsung. Terus terang saya sangat mengagumi anda, bisa di bilang saya sangat mencintai anda. Bisakah kita kenal lebih dekat?” Ucap mandy tanpa bada basi


Dave mengernyitkan dahinya


“Oh maaf nona anda pasti salah orang”


“Tidak, saya sangat yakin” ucapnya tersenyum genit


“Maaf, saya harus pergi. kekasih saya sudah menunggu”


“Maksud anda wanita di sebelah sana? Ayolah, kita bisa mengawali dengan pertemanan terlebih dulu” ucap Mandy memaksa, dia bahkan maju selangkah demi selangkah hingga mencapai Dave dan menggandeng mesra tangan Dave”


Braaakk!!


“Jangan sentuh saya!!” Dave membentak Mandy


Dave mulai kehilangan kesabaran. Dia benar-benar tidak mengijinkan seorang wanita menyentuhnya. Dan suara ribut itu menjadi perhatian banyak orang.


Flashback off


***


“Nona, sekedar saran dari saya, sebaiknya anda jangan mendekatinya.” Ucap Kinan pada wanita itu

__ADS_1


“Heh, siapa kau berani mengguruiku.. kau hanyalah gadis ingusan yang berusaha mendapatkan uangnya kan?” Ucap Mandy dengan kasar kemudian berlalu begitu saja dari sana.


“Huff...” Kinan hanya menghela nafas kasar. Tak mau terlalu pusing memikirkan ucapan gadis pirang itu.


__ADS_2