Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Kejadian itu terulang kembali


__ADS_3

Mike datang setelah melewati beberapa jam perjalanan. Dia mengira sesuatu hal terjadi disana. Polisi dan karyawan hotel tengah di buat sibuk karena hilangnya sosok gadis yang sangat berharga bagi Dave.


“Dave, apa yang terjadi?” Tanya Mike khawatir melihat ekspresi Dave yang gelisah.


“Mike, Kinan hilang. Firasatku mengatakan hal yang buruk telah terjadi” ucap Dave khawatir.


“Hilang? Apa maksudmu?”


“Ceritanya panjang, yang pasti telah terjadi kesalah pahaman sebelumnya. Kemudian Kinan pergi begitu saja. Aku sudah mencari kemanapun namun tak dapat menemukanya.


“Kau sudah mencari ke pantai?”


Dave mengangguk cepat “aku bahkan menyewa tim sar untuk menyusuri pantai”


“Kau sudah mencari ke lahan tua kosong?”


“Lahan tua kosong? Apa itu?” Dave baru pertama kali mendengar ini.

__ADS_1


“Tak ada waktu lagi, cepat ikuti aku” Mike berjalan lebih dulu dari pada sahatnya. Sementara dengan perasaan semakin cemas, Dave mengekor tak jauh dari Mike.


Dave memang tak seberapa mengenal tempat ini. Setiap datang kesini, dia hanya bercengkrama dengan foto di dalam kamar itu kemudian melangkahkan kakinya menuju pantai dan memandangi langit senja yang melepas sang surya hingga gelap malam datang menyapa. Dan setiap itu terjadi, Dave selalu ingat akan janjinya pada Kinan bahwa suatu saat dia akan membawa Kinan melihat matahari terbenam di pinggir pantai.


Itulah mengapa Dave membuat tempat ini tampak seperti surga yang di rancang khusus untuk Kinan.


***


Kinan meronta, berusaha melepaskan diri dari lilitan yang membelit tubuhnya. Namun sepertinya itu hal yang sia-sia. Tali itu sangat erat membelit tubuhnya. Gesekan dari tali menggores kulitnya yang putih. Rasa perih mulai dia rasankan.


“Hahahaha.... percuma saja, kau pikir itu dapat melepaskan lilitanmu em?” Ucap Clara kepada Kinan.


“Hahaha... tentu saja nona Clara” ucap Mark


“Jangan khawatir nona Clara, kau akan dapatkan film yang sangat memuaskan” sahut Jasper di antara tawanya.


“Tidak.... jangan... kumohon lepaskan aku” Kinan berteriak, dia meronta sekuat tenaga. Namun tali dan plester membuatnya tak berdaya. Air matanya mengalir membasahi kedua pipinya. Ketakutan muncul kembali. Bayangan yang pernah terjadi bersama Rico sebelumnya teringat lagi. Ketakutan semakin membuncah. Kinan semakin keras menangis..

__ADS_1


Kedua laki laki itu mulai berjalan mendekat, mereka melepaskan satu persatu baju yang mereka kenakan. Salah seorang diantaranya sudah mulai membelai wajah Kinan semntara Clara melihat dengan puas permainan yang akan mereka mulai.


Kinan semakin ketakutan, tubuhnya sedingin es, air matanya tak berhenti mengalir. Dia berteriak memanggil nama Dave berulang-ulang. Berharap Dave segera datang menyelamatkanya.


“Teriaklah.. teriaklah sekeras kau bisa. Ini adalah gedung tua yang sudah lama tidak berpenghuni. Tak seorangpun akan datang kesini” ucap salah satu lelaki itu menyeringai.


“Jangan terlalu banyak bicara kawan, ayo segera kita bersenang senang denganya saja” ucap lelaki lainya.


“Kau benar, dia sangat cantik dan memggairahkan”


Dua laki-laki itu sudah melepas hampir seluruhpakaian yang mereka kenakan, nafas mereka yang mulai memburu menandakan gejolak yang tidak di tahan lagi. Perlahan tapi pasti, mereka mendekati Kinan..


dan.....


****


Cukup sampai disini dulu cerita di bab ini ya readers.. nantikan adegan lebih menantang di bab berikutnya

__ADS_1


Jangan lupa like dan coment ya. Trimaksih 🥰


__ADS_2