Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Rico berusaha menodai Kinan


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar di hotel X. Seorang gadis cantik tengah di rebahkan di atas kasur yang nyaman oleh seorang laki-laki dewasa. Laki-laki yang begitu lama mendamba kehadiran gadis itu di dalam hari-harinya.


“Kinan, taukah kamu bahwa aku mencintaimu sejak lama” ucapnya pada gadis yang tertidur pulas di bawah pengaruh obat bius itu.


“Kinan, aku kesini dengan membawa harapan besar untuk kita, tapi kau justru mengecewakanku” ucapnya membelai pipinya yang lembut, menepikan anak rambut yang menutupi wajah cantik itu. Ada kekecewaan terlihat jelas di raut wajahnya yang tampan.


Rico tak henti-hentinya memandangi wajah Kinan. Sesekali mengecup keningnya dengan lembut.


Kinan perlahan membuka matanya, mencoba mengingat apa yang terjadi. Dia mengamati sekeliling ruangan itu, tak satupun benda yang dia kenali disana.


“Dimana aku” ucapnya sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing


“Kinan kau sudah sadar?” Tanya Rico khawatir.


“Kak Rico?? Apa yang terjadi?” Kinan terperanjat, seketika dia mengingat kejadian di taman itu. Dia merasa takut.


“Kak Rico, apa yang kau lakukan!!” Kinan menjadi gusar, Kinan baru menyadari dirinya berada di pelukan Rico di atas tempat tidur itu. Dia mendorong Rico sekuat tenaga, namun sialnya Rico adalah seorang laki-laki yang tidak lemah. Dia semakin mendekap tubuh Kinan ke dalam pelukanya.


Kinan mencoba meronta, namun Mendadak Rico seperti seorang yang sedang kehilangan kesadaran. Matanya menjadi gelap. Nafasnya memburu. Cengkeramanya semakin kuat. Dia menciumi seluruh wajah Kinan. ******* bibir Kinan dengan paksa.


“Kak Rico hentikan!” Kinan semakin ketakutan. Ini bukan Rico yang biasanya


“Tolong kak jangan... tolong...!!”


Rico sama sekali tak menggubris teriakan Kinan yang ketakutan. Dia justru semakin menjadi-jadi.


“Kinan, kau harus jadi milikku!!” ucapnya Kasar pada Kinan yang sudah berada di bawah tubuhnya.


Rico menindih Kinan, dan dengan paksa dia merobek baju Kinan.


Kinan menjerit sekuat tenaga, berteriak meminta tolong.. namun tak seorangpun mendengarnya.


Dengan beringas Rico menciumi Wajah dan leher Kinan, atasan berwarna putih itu sudah tersingkap dan memperlihatkan dada yang terbungkus bra berwarna hitam. Kinan menjerit-jerit berusaha melepaskan dirinya. Air matanya mengalir membasahi kedua pipinya.

__ADS_1


“Kak... ku mohon, hentikan... lepaskan aku! Lepaskan!!”


Kinan tak dapat menggerakkan anggota tubuhnya. Rico mengunci tubuh Kinan di bawah tubuhnya yang kekar. Dia terus melancarkan serangan yang bertubi-tubi di bagian dada Kinan. Nafasnya kian memburu. Gejolaknya sebagai laki-laki normal tak dapat di tahan lagi.


BRAK!!!


Suara keras berasal dari pintu kamar yang di buka paksa dari luar. Seorang laki-laki dengan wajah di penuhi kemarahan muncul dari balik pintu.


“Kinan?!” Teriaknya panik.


Pemandangan yang sama sekali tak ingin dilihatnya justru tersaji di hadapanya. Dia berlari mendekati Pria yang tepat berada di atas tubuh wanita yang di cintainya. Jantungnya terpacu, emosinyaa semakin tersulut. Dan detik berikutnya Rico sudah tersungkur di atas karpet. Pukulan yang keras menghantam tepat di wajah Rico.


“Kurang ajar kau, berani sekali menyentuh Kinan!!”


Dave sangat marah. Dia memukul dan menendang Rico bertubi-tubi membuat Rico jatuh tersungkur di lantai berkali-kali hingga Rico tak mampu berdiri kembali. Dave bahkan tidak memberikan kesempatan kepada Rico untuk memberi perlawanan. Darah segar menucur dari hidung dan mulut Rico.


“Kinan, apa kau tak apa?”


“Lepaskan, lepaskan aku.. jangan mendekat!!” Kinan berteriak histeris, dia mengalami shock seketika. Wajahnya tertunduk di antara kedua lututnya.


“Dave?” Kinan mengankat wajahnya. Suaranya terdengar lirih. Dia masih ter isak di dalam tangisnya.


“Iya, tenanglah” Dave memeluk Kinan yang sedang ketakutan


“Dave, tolong aku. Bawa aku pergi. Aku takut” Kinan menangis histeris dalam pelukan Dave..


“Kinan, tenangkan dirimu yah, kau sudah aman. Aku akan membawamu pulang”


Rasa marah Dave masih belum reda bahkan saat melihat Rico yang tersungkur tak berdaya disana. Namun Kinan sedang membutuhkan dirinya saat ini.


Dia melepaskan kemejanya kemudian menutupi tubuh kinan kemudian menggendong Kinan pergi dari ruangan itu. Petugas yang beru saja datang tergesa-gesa hanya di buat melongo. Manager itu pun datang bersamanya.


“Bersihkan kekacauan ini, dan pecat kedua receptionis tadi”

__ADS_1


“Ba.. baik tuan David” ucap manager itu tak berdaya.


Mereka sungguh tak tau dengan siapa meraka berurusan sekarang.. benar, David McLaughlin adalah CEO muda Sun Corporatian. Pembisnis handal di bidang properti, perhotelan dan restaurant yang tersebar hampir di penjuru dunia, termasuk hotel itu. Dan kedua receptionis itu sangat bodoh karena tak tau siapa laki-laki yang di tolaknya di lobi tadi.


Dave melangkahkan kakinya keluar hotel itu dengan bertelanjang dada, sementara di kedua tanganya menopang tubuh seorang gadis berbalut kemejanya. Pemandangan itu sontak membuat gaduh seisi hotel. Tak jarang beberapa dari mereka mengabadikan moment itu.


“Wow... bukankan itu Si pemilik Sun Corporation?”


“Benar, itu Dave!”


“Dia terlihat jauh lebih tampan dari pada di tv”


“Apa kau melihat betapa menggodanya otot kekar Dave itu? tapi tunggu.. siapa gadis dalam gendonganya??”


“Apa yang mereka lakukan, kenapa keluar hotel dengan pakaian seperti itu?”


“Bukankah media pernah menginformasikan bahwa Dave mengidap semacam sindrom terhadap wanita?”


“Benar, aku juga mendengarnya”


“Lantas apa ini??”


Para wanita berbisik-bisik di belakang mereka. Namun detik berikutnya scurity membubarkan kerumunan orang itu.


***


## Ini dia visual dari Rico Abimanyu



Karena Rico orang asia tulen, jadi Author ambil visualnya dari member K-Pop yah...


Coba tebak siapa dia... 🤭🤭

__ADS_1


Jangan lupa Like coment nya ya.. trimakasih


__ADS_2