
Mereka memasuki sebuah kamar tidur yang hangat dengan ventilasi udara yang selalu terjaga. Kamar itu tampak nyaman. Tirai tirai putih di biarkan tergerai, berayun seiring hembusan angin laut.
Disana, ada sebuah ranjang terbuat dari kayu dengan ukiran khas dari Indonesia. Disamping kanan dan kirinya terdapat nakas dengan warna dan bahan yang senada dengan ranjang tersebut. Sebuah almari kayu dengan banyak ukiran berada di sisi kiri,menghadap ranjang berukuran king size itu.
Kinan mengedarkan pandangannya ke segala arah, mencari-cari sesuatu yang mungkin berada di dalam kamar itu.
“Dave... tak ada siapapun di kamar ini” ucap Kinan ragu
“Ada.... sini” Dave berjalan, kemudian duduk di atas ranjang dengan bed cover putih menyelimuti kasur itu.
“Sini, duduklah di sini” ucapnya kemudian sambil menepuk-nepuk kasur di sebelahnya. Mengisyaratkan kepada Kinan untuk duduk di sebelahnya.
“Jangan main main lagi” Kinan merasa kesal di permainkan.
“Duduklah dulu, akan ku ceritakan sebuah kisah untukmu” Dave tampak serius kali ini.
Kinan menurut, meski di dalam hati kecilnya dia siap untuk sakit hati.
Setelah cerita ini Kinan akan pergi, mungkin lebih baik begitu. Dave terlihat masih sangat mencintai gadis itu. Dan ruangan ini, di rancang khusus untuknya. Sementara Kinan merasa dirinya bukanlah siapa-siapa di antara keduanya.
Kinan duduk di samping Dave dengan muka masam. Dave tersenyum melihatnya, rasanya menyenangkan menggoda gadis yang di cintainya seperti ini.
“Lihatlah sebuah foto yang ada di atas nakas itu” pinta Dave pada Kinan.
Dengan malas Kinan melihat sebuah frame berwarna biru muda di atas nakas. Dia tak menyadari ada sebuah foto seorang gadis kecil disana sebelumnya. Kinan mengambilnya perlahan.. seorang gadis kecil berambut coklat sedang mengenakan jumsuit pendek berwarna biru, di tangan kanannya memegang setangkai bunga anggrek bulan berwarna putih. Bibirnya tersenyum ceria. Di belakangnya terdapat banyak anggrek berwarna warni. Itu terlihat seperti sebuah taman yang sejuk. Di samping berdiri seorang anak laki-laki yang usianya lebih tua beberapa tahun dari gadis itu. Laki-laki bule dengan mata biru nya.
Kinan memandangnya tak percaya, dia menutup mulutnya dengan sebelah tangannya, sementara tangannya yang lain masih memegangi foto itu... dia benar-benar mengenal gadis dalam foto itu..
“Dave...” ucapnya lirih.
“Ku kenalkan padamu Kinan, dia adalah seorang gadis yang ada dalam hatiku ketika aku masih sangat muda. Dia bahkan selalu mengisi hatiku ketika aku tumbuh dewasa. Tak sekalipun aku mengganti posisinya dengan gadis lain.
“Gadis itu bernama Kinan Anastasya.., dia..adalah dirimu beberapa tahun yang lalu” ucap Dave dengan mata berbinar.
__ADS_1
Tak terasa air mata Kinan menetes, perasaanya campur aduk menjadi satu. Tapi lebih tepatnya.. dia bahagia.
Benar, gadis kecil dalam foto itu adalah dirinya . Kala itu dirinya masih menjadi seorang gadis kecil yang manis. Kinan masih sangat jelas mengingatnya, beberapa tahun yang lalu seorang anak laki-laki berkebangsaan asing pernah tinggal di Indonesia bersama keluarganya. Mereka tinggal tak jauh dari rumahnya saat itu. Mereka sangat akrap, terlebih orang tua mereka adalah sahabat ketika masih kuliah.
Saat itu terjadi cinta monyet yang tak pernah terungkapkan, karena tiba-tiba anak laki-laki itu hilang tanpa jejak. Dia meninggalkan Kinan sebelum tau perasaan mereka masing-masing. Kinan merasa sangat kehilangan saat itu. Kedua orang tua Kinan sudah membujuk dengan banyak rayuan namun Kinan tetap merajuk. Tak di sangka ternyata anak itu telah tumbuh dewasa dan berada tepat di hadapanya saat ini.
“Dave..” Ucapan Kinan terdengar bergetar. Dia mengangkat tanganya.. menyentuh lembut pipi Dave.
“Dave, itu kau? Apakah itu dirimu?” Alisnya berkerut, senyumnya tertahan di antara tangis dan tawa.
“Aku merindukanmu Kinan, aku merindukanmu sangat banyak.” Dave memegangi jemari Kinan yang masih berada di wajah Dave.
“Taukah kamu, betapa bahagianya aku ketika tau bahwa kau adalah gadis kecil itu”
“Dave...” air mata Kinan menetes kembali “kamu jahat, kamu tak tau aku sangat kehilanganmu saat itu. Aku merasa kau laki-laki paling jahat. Aku membencimu” Isak tangis bahagia dan kemarahan yang terpendam seketika tertumpah begitu saja.
Dave menarik Kinan, memeluknya dalam dekapanya “maafkan aku Kinan, aku yang salah. Seharusnya aku mencarimu lebih cepat” Dave menyadari kesalahanya
“Kenapa tak kau lakukan? Kenapa justru aku yang mencarimu!” Kinan setengah berteriak.
Mereka terdiam.
“Maukah kau memaafkanku? Bisakah kita kembali seperti dulu? Aku sangat mencintaimu Kinan, aku sangat mencintaimu”
Butiran air mata itu akhirnya metetes juga dari kelopak Data Dave. Begitu bahagianya dia saat ini. Gadis dalam kenangan masa kecilnya berada dalam pelukannya.
“Kamu jahat Dave.. kamu jahat..” ucap Kinan masih dalam tangis.
Dave melepaskan pelukannya, dia memandang wajah penuh air mata itu, mengusapnya dengan penuh cinta. Mereka berpandangan dalam diam. Sejuta kerinduan tentang masa kecil mereka memenuhi imajinasi keduanya. Sekarang mereka telah sama-sama menjadi dewasa. Dan cinta yang tertinggal di masa lalu kini seakan menyeruak seperti harumnya bunga musim semi..
“Je t’aime Dave....”
(Aku mencintaimu Dave...) ucap Kinan saat itu.
__ADS_1
Sebuah senyum memgembang di wajah laki-laki tampan itu. Matanya berbinar, dan hatinya berbunga-bunga. “Aku tau, sayang” ucap Dave bahagia
Dave mencium mesra kening Kinan. Dia mencium kedua pipinya.. jantung Kinan berdebar-debar.. dia sangat bahagia, begitu pula Dave. Entah siapa yang mengawali kali ini, bibir mereka sudah saling berpagut.. mereka berciuman di antara keindahan musim semi. Mereka saling melepas kerinduan yang dalam.
“Aku berjanji, akan selalu di sisimu selamanya. Melindungimu dengan nyawaku” ucap Dave.
Mendengar hal itu, Kinan tak kuasa menahan gejolak di dadanya. Dia segera ******* kembali bibir Dave, dia benar-benar merasa Dave adalah miliknya yang pernah hilang. Mereka merciuman cukup lama dan panas, nafas mereka semakin memburu. Dave membaringnkan Kinan pada ranjang putih itu. Menindih Kinan sambil terus menciumi bibirnya.
Adegan ciuman yang begitu bergejolak membuat bagian lain seorang pria menjadi tegak menantang. Dave tak kuasa menahan ledakan hasratnya. Satu-persatu Dave membuka kancing baju Kinan. Dia terus menciuminya, bibirnya menyentuh area sensitif Kinan di bagian telinga dan lehernya hingga ke gundukan bukit kembarnya. Erangan kecil dari bibir Kinan membuat hasratnya makin terpacu.
Tok tok tok...
Suara ketukan dari luar menghentikan aktifitas mereka.
“Masuklah” ucap Dave dari dalam kamar dengan perasaan kecewa.
Seorang pelayan restaurant datang menginformasikan bahwa makan malam sudah mereka siapkan.
“Maaf tuan, makan malam sudah siap, apakah anda akan ke sana atau kami membawanya kesini?” Ucap pelayan itu. Seperti kata Dave, dia tak ingin di ganggu sampai jam makan malam tiba. Dia melirik jam digital di atas nakas, pukul tujuh lebih lima menit.
“Baiklah kami akan segera kesana” ucap Dave membenahi diri, sementara kinan masih berada di dalam kamar itu.
Dave kembali ke kamar, mengecup lembut pucuk kepala Kinan.
“Yuk, kita makan malam dulu” ucapnya
Kinan tersenyum mengangguk “aku akan bersiap”
****
Hayooo....
Yang sudah nunggu adegan dewasa lebih lanjut terpaksa pending dulu ya.... lagi lagi pengganggu datang 😅
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca novel ini ya... trimakasih readers 🥰🥰