
“Hai Ric, kau disini?” Sapa seorang pria bule kepada Rico seraya menepuk pundaknya dari belakang.
“Oh, Alex? Hai..” jawab Rico kaget.
Alex adalah teman Rico ketika mereka masih kuliah. Namun pada semester ke-3 Alex terpaksa meninggalkan Jakarta dan melanjutkan meneruskan bangku kuliahnya di tempat kelahiranya (Paris), di tahun berikutnya. Alasanya karena, ketika itu perusahaan papanya di Likuidasi oleh pesaingnya. Dan perekonomian keluarga Alex mendadak hancur berantakan. Untunglah, di saat terpuruk Ayahnya mendapat pinjaman dana dari seorang teman lama dan perlahan memulai bisnisnya kembali.
Sekarang, meskipun tak sejaya perusahaannya dulu, perusahaan keluarganya sudah bergerak dengan cepat. Itu semua tak luput dari banyaknya para relasi yang pernah bekerja sama dengan keluarganya dulu..
“Apa kabar sob” ucap Rico mengawali percakapan. Mereka hi five.
“Seperti yang kau lihat..” jawabnya Alex santai.
Rico menuangkan calvados ke gelas Alex, di susul dengan gelasnya sendiri. Mereka tos kemudian meneguknya habis dalam sekali tegukan.
“Apa yang terjadi, sepertinya kau tidak dalam suasana yang senang?” Alex menyelidik, dia melihat beberapa botol yang telah kosong di atas meja.
Rico melihat ke arah Alex. Disana, seorang perempuan berambut coklat mengenakan pakaian super sexy dengan tato di tengkuknya, tengah menggelayut di pelukan Alex. Di tangannya terselip rokok yang sesekali dia hisap dan hembuskan sembarangan.
“Ahh.. kau masih saja belum berubah sejak terakhir kita bertemu” ucap Rico tersenyum simpul.
__ADS_1
Rico masih ingat saat dirinya selalu menolak ajakan Alex untuk klubing dan mengencani gadis-gadis cantik di lantai dansa ketika mereka masih kuliah dulu.
“Hahaha...Ini kesenangan kawan” Alex menghentikan kalimatnya sebelum melanjutkan kalimat berikutnya
“Dan ku lihat kau banyak berubah.. lagi ada masalah ya?”
Rico menghabiskan isi botol itu, “aku di campak kan..” ucapnya tanpa memandang ke arah Alex.
“Apa? di campak kan? Hahaha...” Alex tertawa
“apakah itu gadis yang pernah kau ceritakan padaku dulu?”
Sudah sejak lama Rico mencintai Kinan, dan Alex selalu jadi tempatnya berbagi cerita. Alex sungguh tak menyangka, setelah sekian tahun perasaan Rico masih saja untuk gadis itu.
“Wow, ku aku tak terkejut sama sekali, kau memang tipe orang yang setia”
“Aku menemuinya disini.” Kata Rico
“Apa? Disini? Di Paris?”
__ADS_1
Rico mengangguk. Semntara Alex justru tidak tahu apa hal yang terjadi.
Rico mulai bercerita tentang antusiasnya datang kemari, maksud dan tujuannya. Namun pada pada akhirnya, dia harus menelan kekecewaan karena kehadiran laki-laki lain yang tiba tiba datang dan menghancurkan semua rencanaya.
“Siapa? Siapa kau bilang? Dave? David McLaughlin?” Alex seolah terkejut mendengar nama itu. Sebuah nama yang tak asing di telinganya
“Apa kau menenalnya?” Rico memicingkan matanya.
“Tidak, bukan hanya sekedar mengenalnya, kami memiliki dendam yang tak pernah kami lupakan, dan keluarga McLaughlin harus membayar semuanya”
“Apa yang terjadi?” Rico penasaran siapa Dave bagi keluarga Alex.
“Huuh... itu terjadi beberapa tahun yang lalu, ketika aku harus berhenti kuliah dan pulang ke sini.”Alex mulai bercerita.
Dia mengatakan, bahwa kehancuran perusahaan keluarganya adalah karena ulah keluarga McLaughlin. Perusahaan keluarga Alex “Emerald” dan SUN Corporatian milik keluarga Dave terlibat dalam sebuah kompetisi bisnis yang sengit. SUN Corporation dengan modal dan relasi bisnisnya yang banyak keluar memenangkan tender yang mereka perebutkan. Sehingga Emerald mendapatkan banyak kerugian.
Tak hanya itu, Tak lama, berita tentang kecurangan-kecurangan yang di lakukan oleh Emerald menjadi mecuat ke publik. Orang tua Alex bahkan menerima telephon , bahwa Ternyata biang dari kejadian tersebut adalah SUN Corporation.
Rico dapat melihat dengan jelas, ada kemarahan yang di tujukan kepada Dave dan keluarganya atas semua insedent yang Alex dan keluarganya hadapi beberapa tahun lalu.
__ADS_1
****