
Di sebuah gazebo tak jauh dari keramaian pesta, Kinan dan dua sahabatnya bersenda gurau. Tawa renyah terdengar dari ketiganya.
“Gila lo, tiba-tiba aja kabur eh tau-tau malah dapet cowo keren. Gue ngiri tau sama lo!” Celoteh Intan yang suka ngasal
“Dih lo tan, kalo gue sih sedih di tinggal sama bidadari gue!” Jawab Dika tak kalah ngasal
“Dasar kalian berdua emang kutu ya!” Jawab Kinan di sambut tawa mereka lagi. Saat bersama sahabatnya, Kinan biasa menggunakan bahasa yang lebih santai.
“Eh ceritain dong sama kita, kenapa pas waktu itu lo tiba-tiba ajah kabur dan gak kasih tau kita sama sekali?” Tanya intan sementara Dika men-iya kan.
“Gue di jidohin!” Jawabnya tanpa basa basi
“Di jidohin??!” Ucap mereka serempak.
“Sama siapa?!”
“Dave” ucapanya menyeringai
“Maksud lo?” Ucap Dika
“Gimana sih bikin pusing ajah” tambah intan
“Udah deh.. kapan-kapan aja gue ceritain ama kalian. Males kale, hari penuh bunga begini malah gue di suruh-suruh jadi tukang cerita”
“Dih.. sombong lo ya udah punya suami keren”
“Bukan suami gila, baru juga tunangan!” Elak Kinan
“Beda tipis sayang...”
__ADS_1
“Serah kalian deh..”
Mereka saling bercanda ria setelah beberapa bulan ini tak pernah bertemu sekalipun. Bahkan berkirim kabar dari dunia maya pun tidak. Bukanya tak ingin, Kinan hanya menghindari kejaran orang tuanya tanpa dia tau ternyata Adrian dan William sudah bekerja sama.
Disana, tampak seorang wanita menggunakan gaun yang indah datang menghampiri Kinan dan kedua temanya.
“Bonsoir” sapa wanita itu tersenyum ramah kepada mereka bertiga.
“Je m’appelle Nicole”
(Nama saya Nicole) ucapnya mengingatkan Kinan.
Kedua sahabatnya memperhatikan wanita itu. Sebuah pertanyaan terbesit di hati mereka, siapa dia?
“ca va Nicole”
(Bagaimana kabarmu Nicole) ucap Kinan menyambut uluran tangan Nicole
( ini berjalan sangat baik. Trimakasih. Dan kau?) ucapnya tersenyum
Kinan mengangguk, senyum di wajahnya mewakili ucapanya.
Nicole, adalah seorang wanita penolong yang datang di waktu yang tepat. Betapa Kinan sangat berhutang padanya, namun di hati kecil Kinan memendam sebuah ketakutan yang tak dapt di jelaskan. Kinan merasa Nicole datang dengan niat tersembunyi.
“Musim semi telah usai” ucap Nicole membuka percakapan. Meraka berada di gazebo sementara kedua sahabat Kinan telah menerikan ruang bagi mereka.
Kinan tersenyum ragu, dia tak tau apa yang sedang dimaksudkan Nicole di balik kalimatnya.
“Musim semi telah usai, namun tidak berarti kita tak dapat menjumpainya kembali” ucap Kinan memandang langit cerah penuh cahanya bintang yang saling berpendar.
__ADS_1
“Kau benar nona Kinan, tetapi saat musim panas tiba, dia akan menjadi penghangat yang akan selalu di rindukan.
DEG... ! Kinan merasa ada yang tak benar dengan ucapan Nicole. Dia merasa sesuatu yang buruk akan segera terjadi.
“Oh ya Nicole, kau belum mengambil hadiahmu setelah tranfusi darah itu.” Ucap Kinan
Nicole tersenyum “aku tak menginginkan uang itu Nona, orang tuaku cukup mampu untuk menghasilkan uang sebanyak itu” jawabnya santai.
Memang, dari jenis gaun malam yang dia kenakan yang merupakan salah satu rancangan desainer terkenal. Pantaslah dia tidak menginginkan sejumlah uang yang di tawarkan oleh Mike.
Kinan hanya tersenyum. “Biar bagaimanapun, aku berhutang trimakasih padamau” jawab Kinan.
“Jangan khawatir nona Kinan, kau tak perlu merasa bersalah. Tak lama lagi, akannku ambil sendiri hadiahku” ucap Nicole penuh teka teki
“Baiklah sudah malam, aku harus segera pulang. Bonne nuit, a l’heure”
(Selamat malam, kita akan bertemu dalam waktu dekat)
Ucapnya berpamitan.
Kinan hanya memandangi punggung Nicole yang berjalan menjauh darinya. Dari tempatnya saat ini, dia masih dapat melihat Nicole menghampiri Dave, dia menyapanya dengan genit. Bahkan Dave tak keberatan berjabat tangan padany. Dan itu membuat hati Kinan merasa panas. Sementara Nicole justru mengedipkan sebelah matanya kepada Kinan dari kejauhan.
***
Yuk kenalan sama tokoh yang baru saja muncul
Nama : Nicole Lawrence
__ADS_1
Keponakan kesayangan pembisnis kaya dan licik dari Roma-Italy
Jangan lupa like dan coment ya 🥰🥰