Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Menahan malu


__ADS_3

Sebuah kejadian yang tidak di sangka oleh Dave, gadis yang dapat menghancurkan pobhianya tiba tiba menghambur ke pelukanya, menyapanya dengan sebutan “suamiku” bayangkan berapa banyak bunga dan kupu kupu yang sedang beterbangan di kepala Dave kali ini.


Gadis manis yang mengusik tidurnya beberapa hari ini tiba tiba menawarkan dirinya untuk lebih dekat denganya. Bukankah ini hal yang sangat mengesankan..


Imajinasi Dave tlah berlayar kemana mana, mulai dari mendaki gunung lewati lembah.. (persis ninja hatori 😅)


Senyum Dave mengembang tanpa aba aba.. kedua tanganya memangku wajahnya yang tlah merona.. entah imajinasi apa saja yang sedang bermain main di kepalanya. Dia bahkan tak menyadari dirinya tengah di perhatikan oleh tiga orang yang sedari tadi bersamanya.


“Dave!!” Mike setengah berteriak


Suara Mike nyaris seperti halilintar, sekejap membuyarkan lamunanya.


“Iya?.... oh... maaf, maaf” Dave baru saja mendapati dirinya terlihat bodoh di hadapan relasi bisnisnya.


Dia baru saja tersadar lamunan itu membuatnya kikuk di hadapan Mr. Smith dan Mr. Thimson.


Mereka tertawa.. bukan, tepatnya menertawakan tingkah Dave.


“Sepertinya Mr.Dave sedang dalam kendali asmara” ucap Mr Thimson senyum senyum.


“Maklum lah, Mr. Dave masih muda dan semangat, tidak seperti kita yang sudah tua ini, apalagi dengan istri secantik itu, siapa yang tak segera ingin pulang” timpal Mr. Smith tak kalah menggoda Dave yang pipinya sudah bersemu merah.


Dave benar benar menahan malu saat ini. Bagaimana bisa seorang Dave yang terkenal cuek dingin dan kejam tiba tiba bertingkah seperti orang gila.

__ADS_1


“Maaf tuan tuan, bos saya ini memang lagi di landa kasmaran tingkat dewa..” ucap Mike asal


“Mike!!” Dave tak terima


“Maaf mr. Smith, Mr. Thimson.. mari kila lanjutkan lagi meetingnya” ucap Dave menyudahi kebodohanya..


“Sial, bagaimana bisa dia mengendalikan diriku. Apalagi di hadapan para relasi bisnisku... ahhh sialaaannn!!!” Rutuknya dalam hati.


***


Mike dan Dave sudah berada di Sebuah Bugatti La Voiture Noire hitam yang tengah melintas di jalanan beraspal..


mereka telah menyudahi pertemuan dengan relasi bisnisnya dengan kesepakatan yang tentu saja menguntungkan kedua belah pihak.


“Bukanya nanti jam 2 ada meeting di kantor?” Ingat Mike


“Batalkan saja, aku butuh berendam saat ini, sepertinya otak ku lagi kacau” ucap Dave mengusap kasar rambutnya, dia merasa hari ini benar benar memalukan.


“Oh boss, kau sedang dalam masalah sekarang” ucpa Mike tersenyum sambil mengerlingkan mata kepada Dave


“Dave, seingatku kau belum cerita tentang pernikahanmu?? Apa aku melewatkan sesuatu? Ohh sialan kau”


Pletakk..!

__ADS_1


Sebuah jitakan mendarat di kepala Mike


“Aduuhhh.. sakit bos”


“Nyetir ajah jangan cerewet!”


“Hihihi” Mike hanya tersenyum menanggapi. “Tapi Dave, bagaimana ceritanya tiba tiba dia mengakuimu sebagai suaminya? Lantas siapa laki laki tadi?”


“Bukanya tugasmu mencari rau tentang dia? Dasar kau!”


“Iya bos maap, pencarian informasi belum sampai tahap sana, hihihihi...”


Mike benar, siapa laki laki itu.. apa hubungannya dengan kinan. Sepertinya mereka cukup akrap. Dan... tunggu, laki laki itu mengatakan bahwa Kinan kabur dari rumah karena dirinya?? Benar, mengapa bisa melupakan hal penting itu, Dave baru saja menyadari ucapan mamanya sebelumnya.. sebuah kalimat yang menjelaskan bahwa Kinan adalah gadis manis dalam foto itu.


Senyuman Dave kian mengembang di pipinya.


“Bos, melihatmu terbebas dari penyakit kronismu, rasanya senang sekali, akhirnya aku bisa mati dengan tenang hahaha” ucap Mike asal


“Sialan, kau kira aku orang sekarat.. tapi tak apa jika kau ingin mati sekarang akan mengabulkan permintaanmu” seringainya


“Boossss.....” rengek Mike


Tak berapa lama, Dave pun tiba di rumahnya sementara Mike langsung menuju kantor.

__ADS_1


__ADS_2