Musim Semi Di Paris

Musim Semi Di Paris
Hanya satu wanita


__ADS_3

Dave masih terlihat marah, kejadian di supermarket itu membuatnya kehilangan kenyamanannya. Dia mengendarai mobil dengan tak sabaran. Dan itu jelas membuat Kinan merasa khawatir.


“Dave tepikan mobilnya!” ucap Kinan yang terdengar seperti sebuah perintah untuk Dave.


“Apa? Kenapa?”


“Aku bilang tepikan mobilnya atau aku akan loncat!” Ancam Kinan


“Tidak, tidak.. jangan.. baik aku menepi” ucap Dave menurut.


Dave menepikan mobilnya persis seperti perintah Kinan. Dia takut akan kemarahan gadis itu. Sementara Kinan menyadari bahwa Dave sangat menurut padanya. Dave tak tau kini Kinan sedang tertawa di dalam hatinya siapa yang bos siapa yang bawahan disini.. 🤭


Kinan menarik Dave keluar dari bangku kemudi, di gantikan olehnya. Dave hanya diam menurut persis seperti kerbau yang di cocok hidungnya.


Duapuluh menit berikutnya mereka sudah tiba di kantor. Mereka di sambut ramah oleh setiap pegawai yang ada di dalam Bangunan pencakar langit yang terlihat gagah dan mewah itu.


“Panggil Mike ke ruanganku sekarang” ucapnya pada seorang wanita di meja receptionist


“Baik pak” jawab wanita itu


Kinan sengaja mengekor beberapa langkah di belakang Dave untuk menghindari gosib. Namun Dave menyadari itu dan menghentikan langkahnya.


“Sayang, kenapa jauh sekali? Sini” Dave berjalan mendekati Kinan, dia menggandeng tangan Kinan dengan mesra.


“Dave, apa-apaan sih, malu tau di lihat orang” ucap Kinan yang merasa malu di perhatikan banyak mata di sana.


Dave tak menghiraukan ucapan Kinan, dia masih saja menggandeng Kinan menuju ke ruanganya.


“Pagi Dave, oh tidak.. siang Dave, aku heran kau jadi pemalas belakangan ini apa yang terjadi” sapa Mike begitu masuk ke dalam ruang kerja Dave.


Memang sudah tak pagi lagi, jam menunjukkan pukul 10.15. Sangat terlambat bagi seorang karyawan untuk masuk kantor. Namun beruntungnya Dave bukanlah seorang karyawan di kantor mewah itu.


“Ini, laporan keuangan yang kau minta kemaren. Oh ya, aku sudah mengurus pemecatan Clara. Dan merekomendasikan Albert sebagai pengganti posisinya” ucapnya pada Dave.

__ADS_1


“Kerja bagus”


“Apa? Di pecat? Jadi Clara di pecat?” Celetuk Kinan tiba tiba, membuat Mike menyadari ada keberadaan sosok lain di ruangan itu.


“Kinan?? Kau disini?? Oh maaf aku tak melihatmu tadi” Mike bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Kinan.


“Mike, kerjaanmu sudah selesei. Sekarang kau boleh keluar”


“Ayolah bos, baru saja aku mau menyapa Kinan..”


“Aku bilang keluar..!” Ucapnya tegas.


“Uhh... dasar over protektif!” Mike berlalu sembari memberi ucapan selamat tinggal pada Kinan”


“Dave, kenapa kau memecat Clara.”


“Sudahlah aku sedang tidak ingin membahasnya”


“Kinan, kau tidak tau seperti apa Clara itu”


“Oh ya, kalau begitu biarkan aku tau seperti apa Clara menurutmu” Kinan sengaja menggoda Dave..dia berjalan mendekat dan mengejek Dave laki-laki yang tidak punya hati itu.


“Dave, bukankah dia cantik, sexy, laki-laki mana coba yang tidak tertarik padanya?” goda Kinan lagi sambil mengerlingkan matanya, dia bergaya sok genit di depan Dave.


“Aku!” Jawab Dave singkat.


“Hahahaha..... iya, aku lupa bos ku adalah orang yang tak punya keinginan pada wanita hahaha...” Kinan terus menejek Dave sambil tertawa cekikikan.


“Kau salah Kinan, bukan aku tak punya keinginan pada wanita, tapi aku hanya tertarik pada satu wanita. Bagaimana, apa kau mau bukti?” Seringai Dave pada Kinan.


“Apa? Tidak tidak...” Kinan menghentikan langkahnya, baru saja menyadari godaanya akan berujung pada sesuatu hal yang di luar image seorang Dave.


Namun terlambat bagi Kinan, Dave sudah berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Kinan “ Kesini sayang, jangan kabur” ucapnya.

__ADS_1


“Tidak Dave jangan” Kinan menghindar.


“Mau kemana, ayo datanglah kesini.. aku akan memakanmu” Dave bergaya layaknya zombi dan itu membuat Kinan tertawa geli.


Kinan masih saja berusaha menghindar dari Dave yang mengajarnya. Detik berikutnya, mereka mirip seperti anak kecil. Berlarian di dalam ruangan itu.


Duk!! Badan Kinan sudah tak dapat bergerak lagi, dia tersandar pada dinding sementara Dave mengunci kedua tangannya dalam genggaman Dave tepat di sebelah kanan dan kiri kepala Kinan.


Mereka perpandangan sangat intens. Nafas keduanya saling bertabrakan satu sama lain. Hanya berjarak satu jengkal tangan saja, wajah Dave berada di hadapan Kinan. Jatung Kinan berdetak kencang, wajahnya bersemu merah. laki-laki yang entah sejak kapan itu selalu membuat hatinya berdebar-debar.


Tok tok tok..


suara ketukan pintu mengagetkan mereka.


“Ahh sial..!” Kesal Dave dalam hati


“Masuk!” Mereka bergegas membenahi diri.


“Ini adalah berkas-berkas pembangunan real estate yang anda minta kemaren Mr.David. Semua sudah di revisi” ucap seorang laki-laki yang bernama joshua. Dia adalah sekretaris Dave.


“Letakan saja di meja”


“Oui monsieur” (Baik tuan)dia segera pamit keluar setelah meletakkan tumpukan berkas itu di meja.


“Dave, bisakah kau pesankan aku taxi? Aku akan pulang dan menaruh belanjaan kita sebelum rusak.”


“Biarkan saja rusak” Dave bertingkah manja, dia tak ingin Kinan pergi bahkan dari ruanganya.


“Dave..” Kinan merengek.


“Ya ya baiklah... tapi masakanlah aku sesuatu yang enak ya, aku akan pulang lebih cepat”


Kinan tersenyum...

__ADS_1


__ADS_2