My Dangerous Bodyguard

My Dangerous Bodyguard
Keluar kota


__ADS_3

Jovanka akan pergi ke luar kota karena dia memiliki pekerjaan di sana. Awalnya Jovanka menolak tawaran pekerjaan tersebut, namun setelah Luke menjadi bodyguardnya, dia menyuruh managernya untuk menerima pekerjaan tersebut, kapan lagi pergi ke luar kota dengan di temani pujaan hatinya.


Pagi-pagi sekali Jovanka sudah bersiap, seperti biasa wanita cantik itu terlihat begitu sexiiii, Jovanka memakai celana jeans super pendek dan baju model corp top sehingga piercing di pusarnya terlihat.


"Jovanka Janzsen," teriak Josh begitu Jovanka turun dari kamarnya, Josh begitu risih melihat penampilan Jovanka yang begitu terbuka, apalagi bagian pusarnya yang baru-batu ini di tindik.


"Apa kak?" jawab Jovank santai, padahal dia sudah mendapatkan tatapan penuh amarah dari Josh.


"Ganti bajumu. Kau terlihat seperti wanita malam," hardik Josh.


Jovanka memutar bola matanya kesal. "Oh my gosh. Kak, kau terlalu kuno, penampilan seperti ini sedang trend sekarang!"


"Persetan dengan trend Jovanka. Kau ini wanita baik-baik, tunjukan kualitas dirimu dari cara berpakaianmu. Dengan baju yang terbuka seperti itu orang akan menganggap kau muraahaan!"


Frey yang mendengar keributan segera menghampiri kakak beradik itu, Frey juga terkejut melihat penampilan Jovanka yang begitu berani. "Astaga Jov, bajumu," pekik Frey seraya melirik suaminya yang terlihat begitu kesal.


"Ini sedang trend kakak ipar!" tegas Jovanka lagi.


"Tapi apa tidak terlalu terbuka. Kau akan pergi ke luar kota, bagaimana kalau nanti kau masuk angin?" Frey mencoba membujuk Jovanka dengan pelan, berharap adik iparnya akan mendengarkan saran darinya.

__ADS_1


"Tidak akan, tubuhku sudah kebal kakak ipar!"


Di saat yang sama Luke masuk ke dalam rumah karena Jovanka tidak keluar-keluar. "Nona kita sudah ter...." Luke menggantungkan kalimatnya, pria itu menatap Jovanka dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sebagai pria normal, Luke tentu saja terpesona melihat kulit tubuh Jovanka yang begitu putih dan mulus.


"Kondisikan matamu Luke!" hardik Josh saat menyadari Luke menatap Jovanka dengan tatapan mesyuuum.


"Maaf tuan. Nona Jov, kita sudah telat. Kita harus berangkat sekarang!" Luke salah tingkah karena tertangkap basah Josh sedang menatap Jovanka. pria itu segera keluar karena sekujur tubuhnya terasa panas.


"Ganti bajumu Jovanka!" titah Josh sekali lagi, setelah melihat tatapan Luke, Josh semakin takut Jovanka keluar dengan pakaian terbuka.


"Tidak kak, bye!" tolak Jovanka seraya tersenyum, wanita itu lalu melangkahkan kakinya seolah sedang fasion show.


"Ayo lanjutkan masaknya sayang," ajak Frey dengan manja,mereka memang sedang memasak tadi. Josh melirik istrinya, seketika hatinya luluh dan amarahnya mereda setelah melihat senyuman manis sang istri.


"Oke," ucapnya setuju, keduanya lalu kembali ke dapur meski mereka tetap mengkhawatirkan Jovanka.


.


.

__ADS_1


Selama perjalanan ke luar kota, Luke tidak bisa fokus pada kemudinya. Matanya terus saja melirik ke samping dimana Jovanka berada. Oh ayolah, paha putih mulus milik Jovanka membuatnya meneguk ludah berkali-kali.


"Sial," umpat Luke dalam hati, rasanya dia ingin segera sampai di tempat tujuan agar panas di tubuhnya segera mereda.


"Kenapa Luke?" tanya Jovanka dengan senyum penuh kemenangan, sejak awal rencananya memang untuk mengusik Luke dan sepertinya berhasil.


"Tidak nona," jawab Luke mencoba tenang.


"Kenapa wajahmu sangat merah?"


"Ah, saya demam!"


Mendengar kata demam, Jovanka reflek menempelkan punggung tangannya di kening Luke. "Tidak demam kok," ujarnya sambil tersenyum.


Luke tidak menjawab lagi, atau lebih tepatnya dia tidak memiliki jawaban lagi karena ketahuan berbohong.


"Tahan Luke, tahan!"


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2