My Dangerous Bodyguard

My Dangerous Bodyguard
Pernikahan


__ADS_3

Bahagia, sebuah kata singkat namun memiliki sejuta makna. Hal itu tengah di rasakan Jovanka sekarang, pasalnya dia berhasil mendapatkan pria yang selama ini dia cintai. Perjalanan cintanya berakhir sudah, selusin pria yang pernah dia pacari nyatanya kalah dengan seorang pria misterius yang kini tengah berdiri di altar bersamanya.


Meski hanya pernikahan sederhana, namun Jovanka dan Luke terlihat begitu bahagia. Keduanya mengucapkan sumpah pernikahan di hadapan keluarga Janzsen dan Zantman. Tak ada tamu undangan, tak ada sorotan kamera, pernikahan berjalan khidmat dan penuh haru. Mereka sengaja merahasiakan pernikahan mereka dari media karena mereka harus melindungi identitas Luke.


Luke mencium bibir Jovanka sebagai tanda mereka telah resmi menjadi suami istri. Tepuk tangan memeriahkan momen bahagia tersebut. Satu persatu anggota keluarga mulai berdiri dan mengucapkan selamat kepada mempelai. Di antara dua keluarga itu, hanya Josh yang nampak tidak rela melihat Luke menikahi adiknya.


"Senyum Josh," bisik Frey saat mereka melakukan sesi foto. Josh terpaksa menarik sudut bibirnya karena Frey memaksa dan mencubit pinggangnya.


Setelah acara pernikahan usai, Luke dan Jovanka serta anggota keluarga mereka kembali ke mansion. Mereka akan makan malam bersama untuk merayakan pernikahan Jovanka dan Luke.


Setelah makan malam, Jimmy mengajak Luke ke ruangan kerjanya. Jimmy juga mengajak Josh dan Jo serta Andrew untuk mendiskusikan masalah Luke. Menurut Jimmy semakin cepat mereka menyelesaikannya maka akan semakin baik. Jimmy ingin melihat Jovanka hidup bahagia tanpa gangguan dari siapapun.


"Anak buahku sudah menggeledah tempat yang kau katakan, tapi mereka tak menemukan apapun? Kay yakin ayahmu menyimpannya di tempat itu?" tanya Jimmy, beberapa hari yang lalu saat dia terbang ke Amerika dia dan anak buahnya menyempatkan diri untuk singgah di rumah orang tua Luke yang mencari bukti yang di tinggalka oleh Anderson.


"Saya juga tidak yakin tuan, tapi dady mengatakan jika dia menyimpannya di tempat rahasia kami, dan gudang bawah tanah itu adalah tempat rahasia kami," jawab Luke tak yakin, dia juga pernah mencari namun tak menemukan apapun.


"Kita harus segera menemukan bukti itu sebelum Wilson menemukanmu di sini!" ujar Jimmy. Dia lalu menatap Josh yang sejak tadi memasang wajah muram. "Josh, apa kau mau membantu?" tanya Jimmy pada putranya.


"Aku sibuk dad!" tolak Josh terang-terangan.


"Andrew, bisakah kau menyelidiki tentang Wilson, mungkin saja kira akan menemukan kelemahannya!"


Andrew mengangguk, sebelumnya Maggie juga sudah memerintahnya untuk membantu Luke. "Baik tuan!"


"Kalian boleh keluar!"

__ADS_1


Josh dan Jo serta Andrew segera keluar, namun Luke memilih tinggal karena dia ingin mengatakan sesuaru kepada Jimmy.


"Ada apa Luke?" tanya Jimmy.


"Sebelumnya saya ingin minta maaf tuan, saya lancang karena berani menyentuh putri anda. Yang kedua saya ingin berterima kasih kepada anda karena anda sudi menerima saya dan mau membantu masalah saya," ucap Luke dengan kepala menunduk.


"Sebenarnya aku sangat marah Luke, tapi karena Jovanka sangat mencintaimu jadi aku mencoba memaafkanmu. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk Jovanka, aku sedang berusaha menebus kesalahanku pada putriku!"


"Saya berjanji akan menjaga Jovanka dan selalu menemaninya tuan!"


"Aku pegang janjimu Luke!"


Luke lalu kembali ke kamarnya, atau lebih tepat ke kamar Jovanka karena sejak beberapa hari yang lalu Luke pindah ke kamar Jovanka. Luke tersenyum melihat istrinya terlelap. Luke duduk di tepi tempat tidur dan menatap wajah istrinya yang terlihat begitu damai.


Luke membelai wajah Jovanka penuh kasih sayang, pria itu lalu mengecup kening Jovanka. Namun hal itu justru membangunkan Jovanka. Gadis itu tersenyum begitu membuka matanya, bagaimana tidak, orang yang pertama kali dia lihat adalah pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya.


"Hem, apa aku mengganggumu?" jawab Luke seraya tersenyum.


Jovanka menggeleng pelan. "Tidak. Apa yang dady bicarakan? Josh tidak mengganggumu kan?"


"Dady hanya ingin informasi lebih rinci tentang rumahku, dia bilang anak buahnya sudah menggeledah rumahku dan belum menemukan barang itu!" jelas Luke, kali ini dia ingin terbuka dengan istrinya, dia tak ingin merahasiakan apapun lagi dari sang istri.


"Kau yakin dady mu menyimpannya di sana?" tanya Jovanka penasaran, karena mereka belum juga menemukan bukti itu.


"Hanya itu tempat rahasia di rumah kami! Sudahlah, jangan pikirkan itu, aku pasti akan menemukannya!"

__ADS_1


"Ya, kau pasti akan menemukannya!"


Jovanka lalu bangun dan memeluk suaminya. Sebelumnya tak pernah dia bermimpi bisa memeluk Luke dengan seerat ini, dia juga tidak menyangka Luke akan menjadi suaminya.


"Bagaimana dengan bayi kita? Apa dia menyulitkanmu?" tanya Luke seraya mengusap perut istrinya yang masih rata.


"Hem, sejauh ini aku belum merasa mual dan muntah. Hanya saja nafsu makanku semakin bertambah. Berat badanku juga naik Luke!" jawab Jovanka.


"Apa kau tidak takut kalau nanti kau gemuk dan tidak bisa menjadi model lagi?"


Jovanka melepas pelukannya dan menatap wajah Luke dengan serius. "Kenapa harus takut. Selama kau mencintaiku aku tidak keberatan jika harus berhenti menjadi model. Mimpiku sekarang adalah memiliki keluarga kecil yang bahagia. Aku akan merawatmu dan anak kita dengan cinta dan kasih sayang!"


"Terima kasih karena telah mencintaiku dengan tulus," ujar Luke penuh syukur, entah apa yang terjadi sekarang jika dia tidak bertemu dengan Jovanka dan jatuh cinta pada wanita konyol itu.


"Jangan pernah pergi lagi ya!" pinta Jovanka dengan manja.


"Ya , aku janji!"


Keduanya saling memeluk, mencurahkan segenap cinta yang mereka miliki.


"Apa ini malam pertama kita?" ucap Luke dengan suara menggoda.


"Mm, kenapa memangnya?" jawab Jov pura-pura polos.


"Aku menginginkannya!"

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2