My Dangerous Bodyguard

My Dangerous Bodyguard
Kembali bekerja


__ADS_3

Sudah beberapa hari sejak Jovanka kembali ke Indonesia, dia mulai di sibukkan kembali dengan pekerjaannya yang sempat tertunda hampir dua bulan lamanya. Pagi ini Jovanka akan ke kantor agency karena Desy terus saja mengomel sejak kepergian Jovanka ke Amerika secara mendadak. Jovanka tidak pergi sendiri karena Luke akan mengantarnya sebelum pria itu pergi ke J&J Company untuk melakukan interview.


Ya, Luke memilih memulainya dari awal. Dia tidak ingin menimbulkan prasangka buruk, dia juga tidak ingin para pemengang saham yang lain menilai Jimmy dengan sebelah mata, dia tidak ingin orang-orang menjadikannya bahan gunjingan karena memiliki mertua konglomerat dan langsung memiliki jabatan tinggi di kantor. Meski tidak meiliki latar pendidikan di bidang bisnis, namun Luke yakin dia mampu belajar.


Kedatangan Jovanka di kantor agency membuat gaduh, pasalnya wanita hamil itu terlihat lebih berisi dan perut yang sedikit membuncit. Dan yang lebih membuat mereka heboh adalah ketika Jovanka berjalan sambil menggandeng mesra tangan Luke.


Desy menatap tangan Jovanka yang melingkar mesra di lengan Luke. Desy bahkan sampai tidak berkedip melihat pemandangan aneh tersebut. Seorang artis dan bodyguardnya bergandengan mesra.


"Apa ini Jov?" tanya Desy dengan tatapan penuh tanya.


"Ah. Perkenalkan. Dia Lucas Robbert Anderson, suamiku!" ucap Jovanka penuh percaya diri.


Plukkk....


Pena yang berada di tangan Desy terlepas begitu saja, wanita itu sangat terkejut mendengar pengakuan artisnya. Setelah hampir dua bulan menghilang dan mengacaukan semua jadwal pekerjaan, kini tiba-tiba Jovanka kembali membawa kabar yang mengejutkan. Desy mencoba menenangkan diri, dia meraih cangkir berisi kopi dan meminumnya.


"Dan aku sedang hamil 4 bulan!" aku Jovanka dengan bangganya.


Uhuk...uhuk...


Desy menyemburkan kopi dari mulutnya, dua kejutan besar membuatnya hampir jantungan pagi ini.


"Dan aku...


"Tunggu sebentar Jov, biarkan aku bernafas sejenak," potong Desy sebelum Jovanka mengatakan kejutan yang ketiga. Desy harus mempersiapkan diri agar jantungnya tetap baik-baik saja saat mendengar pengumuman selanjutnya. Desy menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, setelah merasa lebih tenang, dia menatap Jovanka kesal. "Jelaskan apa yang terjadi? Bagaimana kalian bisa menikah? Tidak, tidak! Kapan kalian menikah? Dan kenapa kau harus hamil sekarang!!" cecar Desy dengan banyaknya pertanyaan yang ada di kepalanya.


Jovanka tersenyum tanpa rasa bersalah sedikitpun. "Aku akan menjawabnya satu persatu Des. Yang pertama kami menikah karena kami saling cinta. Yang kedua kami menikah sekitar 3 bulan yang lalu. Dan apa salahnya aku hamil sekarang Desy," jawab Jovanka dengan runtut.

__ADS_1


"Wait, wait!" Desy memijat pangkal hidungnya. "Kau bilang usia kandunganmu empat bulan?" tanya Desy dan Jovanka hanya mengangguk. "Dan kau bilang kau menikah tiga bulan yang lalu?" Jovanka kembali mengangguk menjawab pertanyaan Desy. "Jadi kau hamil sebelum menikah?" terka Desy dengan wajah syok.


Luke memilih diam dan menunduk, dia benar-benar tidak menyangka Jovanka akan membongkar aib mereka di depan Desy.


Sementara itu Jovanka tersenyum malu-malu seraya mengusap perutnya. "Bukankah itu hal yang umum Des, kau terlalu kuno!"


Desy memutar bola matanya jengah, entah kejahatan seperti apa yang sudah dia lakukan sehingga harus menjadi manager Jovanka yang aneh dan sangat konyol. "Lalu sekarang bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Desy putus asa. Sebelumnya dia sudah di buat pusing karena Jovanka membatalkan beberapa pekerjaannya. Untung saja Jovanka kaya sehingga dia bisa mengganti rugi.


"Aku akan mengambil beberapa pekerjaan saja. Setelah perutku membesar aku akan istirahat sampai bayiku lahir! Kau tidak marah kan Des?" Jovanka mengatakan kalimat itu dengan wajah sok imut untuk menghindari amukan dari managernya


"Tapi Jov, banyak sekali iklan dan pemotetran sampai beberapa bulan ke depan," ujar Desy dengan wajah sedih.


"Aku akan ganti rugi karena pembatalan kontrak!" jawab Jovanka dengan santai.


"Bukan masalah itu Jov. Aku tau kau kaya, tapi bagaimana jika reputasimu di pertaruhkan. Namamu baru saja naik dan sekarang kau membuat banyak masalah!"


"Aku akan menyelesaikan masalah yang aku buat setelah melahirkan! Kau tidak perlu cemas, agency ini tidak akan bangkrut hanya karena aku tidak bekerja!"


"Bos?" sela Luke yang tiba-tiba merasa aneh mendengar Desy memanggil istrinya dengan sebutan bos.


"Ya, meskipun dia artisku tapi dia adalah bosku Luke. Kau pasti tidak tau kalau kantor agency ini milik Jovanka kan?"


Luke menoleh dan menatap istrinya penuh tanya, kenapa selama ini Jovanka tidak pernah mengatakan apapun soal ini. "Apa benar Jov?" tanyanya dengan ekspresi yang sukar di jelaskan.


"Hem. Maaf, aku tidak mengatakan apapun padamu!" jawab Jov dengan perasaan bersalah. Sejak awal dia sengaja menyembunyikannya karena takut Luke akan semakin menjauhinya.


"It's okay!" sahut Luke dengan senyum.

__ADS_1


"Thanks baby!"


Desy bergidik ngeri mendengar Jovanka memanggil Luke dengan sebutan baby. Sangat menggelikan.


"Oh ya Des. Umumkan pernikahanku. Tapi jangan sampai foto suamiku yang tampan ini tersebar di media. Kau cukup menuliskan jika model sekaligus artis papan atas Jovanka Janzsen mengumumkan pernikahannya dengan seorang pria asing. Itu saja, thanks Desy. Kami harus pergi. Bye-bye, semoga harimu tidak pusing!"


Jovanka lalu keluar dari ruangan Desy karena dia akan mengantarkan Luke interview di kantor Jimmy.


"Kenapa fotoku tidak boleh di rilis?" tanya Luke begitu mereka berada di dalam mobil.


"Aku tidak mau kau menjadi sorotan media. Lihatlah wajah tampanmu, aku tidak rela berbagi dengan wanita di luar sana. Cukup aku yang memiliki dan menikmati wajah tampan ino setiap hari," jawab Jovanka seraya mengusap wajah Luke dengan gerakan sensual.


"Baiklah nyonya, saya mengerti. Wajah tampan ini hanya untukmu seorang!"


Jovanka tersenyum senang, rasanya dia sangat hari ini. Namun senyumnya hilang seketika saat Luke melarangnya ikut ke dalam J&J Company dengan alasan Luke harus merahasiakan identitasnya.


Bukan Jovanka namanya jika dia menurut begitu saja, setelah Luke masuk ke dalam gedung, diam-diam Jovanka mengikuti suaminya masuk. Jovanka memakai kacamata hitam yang ukurannya hampir memenuhi wajahnya. Jovanka menarik kacamatanya sampai di atas hidung, wanita itu meradang saat melihat Luke menjadi pusat perhatian begitu pria itu masuk ke dalam gedung J&J Company.


"Aish, sial. Seharusnya aku membiarkannya menganggur saja di rumah," gerutu Jovanka dalam hati. Dia kembali mengikuti Luke sampai pria itu masuk ke dalam ruangan khusus untuk calon karyawan yang akan melakukan interview.


"Bagaimana ini? Bagaimana kalau dia di goda wanita cantik di dalam sana? Tarik nafas Jov, tenangkan dirimu. Di tempat ini tidak ada yang lebih cantik darimu. Biarkan Luke interview dengan tenang Jov. Pergilah Jov, ayo kita tunggu di mobil!" mulut Jovanka komat kamit agar pikiran negatifnya hilang dari kepalanya. Dia lalu memutuskan keluar dan menunggu di mobil.


Namun sialnya, saat berada di lobby Jovanka berpapasan dengan beberapa pria yang tak asing baginya.


"Jovanka," ucap mereka bebarengan.


"Jovi, Nathan, Kriss, Morgan, Adam, Smitt, Hardin, Arian!" eja Jovanka dengan mata membola.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Hayo siapa yang inget siapa mereka?


__ADS_2