My Dangerous Bodyguard

My Dangerous Bodyguard
Bertemu Morgan


__ADS_3

Yuhu, jangan lupa Vote dan beri hadiah ya.. Hihi


Happy reading❤️❤️


Suasana hati Jovanka berubah seketika, dia tak lagi marah padahal sebelumnya dia sangat kesal pada Luke. Setelah puas ikut menangkap ikan, Jovanka dan Luke mengikuti pemilik penginapan ke pasar tradisional terdekat untuk menjual ikan hasil tangkapannya. Sebelum ke pasar,Jovanka mengambil sejuamlah uang, siapa tau dia ingin membeli sesuatu di pasar nanti.


"Ikan segar, ikan segar," teriak Jovanka membantu pemilik penginapan menjajahkan tangkapannya.


Wajah Jovanka yang begitu cantik serta tinggi badan yang begitu menjulang menarik perhatian orang-orang di pasar tradisional tersebut. Mereka mengerumuni Jovanka dan saling berbisik heran, mengapa gadis secantik Jovanka mau berjualan ikan di pasar tradisonal yang sedikit kotor dan becek.


"Ikannya sekilo berapa nona cantik?" tanya salah seorang warga.


"Hari ini ikannya gratis, tapi besok kalian harus langganan pada bapak ini ya," jawab Jovanka seraya menunjuk bapak pemilik penginapan. "Hari ini saya borong ikannya pak, boleh kan?" tanya Jovanka sambil berbisik, pemilik penginapan mengangguk dan sangat senang dengan kebaikan Jovanka.


Warga mulai antri mendapatkan ikan gratis tersebut, mereka bersyukur karena hari ini bisa menghemat uang belanja mereka. Karena ikan yang di tangkap pemilik penginapan tidak banyak, Jovanka juga memborong ikan milik penjual yang lain agar tidak terjadi kecemburuan sosial di antara mereka.


"Eh, bukannya nona cantik itu pemain film After Darkness ya?" ujar salah seorang warga yang mengenali Jovanka.


"Wah iya benar, itu Jovanka Janzsen. Wah dia lebih cantik di lihat secara langsung. Ayo kita minta foto!"


Luke mulai berjaga-jaga karena Jovanka mulai di kenali, tidak sedikit dari mereka yang mulai mengambil foto Jovanka.


"Nona Jovanka, apa kami boleh foto bersama anda?" tanya seorang gadis dengan tatapan kagum.


"Boleh, tapi harus tertib dan tidak boleh berdesakan ya!"


Jovanka mencari tempat yang lebih ramai, dengan senang hati Jovanka berfoto dengan warga lokal yang sudah berbaris memanjang menunggu antrean. Luke dan pemilik penginapan membantu warga agar tertib dan tidak membuat keributan. Pujian demi pujian Jovanka dapatkan atas aksi dermawannya yang memborong semua ikan milik nelayan dan membagikannya secara gratis kepada warga sekitar.


"Duh, sudah cantik. Ramah, baik hati, dermawan pula!"

__ADS_1


"Benar sekali, dia tidak sombong padahal artis terkenal. Mau blusukan ke pasar lagi."


"Katanya tadi dia juga ikut menangkap ikan!"


"Benar-benar seorang malaikat tanpa sayap!"


Setelah sesi foto selesai, Jovanka dan Luke kembali ke penginapan lebih dulu karena pemilik penginapan harus membereskan barang-barangnya. Namun di tengah jalan Jovanka mengeluh haus dan ingin makan ice cream. Luke menyuruh Jovanka menunggu, sementara dirinya mampir ke sebuah warung yang ada di seberang jarang.


Saat Jovanka sedang duduk, sebuah mobil berhenti di depannya. Seorang pria asing turun dari mobil dan menghampiri Jovanka, dia belakang pria itu ada lima pria lain yang Jovanka yakini sebagai pengawal dari pria asing tersebut.


"Excuse me," ucap pria itu dalam bahasa asing.


"Ya tuan," jawab Jovanka dengan ramah.


"Maaf nona, kami tersesat. Apa anda tau kemana arah menuju kota?" tanyanya dengan tatapan tajam.


"Maaf tuan, saya juga sedang berlibur. Saya kurang paham daerah sini!"


"Bagaimana kalau anda menunggu sebentar, kekasih saya pasti tau arah menuju kota," ujar Jovanka.


"Benarkah, dimana kekasih anda?" tanya pria itu dengan senyum.


"Itu dia," Jovanka menunjuk Luke yang baru saja keluar dari warung, pria itu membawa botol air mineral dan ice cream di tangannya. "Luke," teriak Jovanka seraya melambaikan tangannya. Luke mendungakan kepalanya dan tersenyum ke arah Jovanka, namun senyumnya pudar seketika saat melihat ke enam pria yang berada di samping Jovanka. Luke begitu terkejut saat menyadari jika salah satu dari pria itu adalah Morgan. Air mineral dan ice cream terlepas dari tangan Luke, pria itu segera berlari menghampiri Jovanka. Luke segera menarik Jovanka ke belakang tubuhnya, dia dan Morgan saling melempar tatapan yang mengerikan.


"Ada apa ini?" tanya Luke dengan panik.


"Tuan itu tersesat, dia ingin bertanya kemana arah menuju kota," jawab Jovanka.


"Oh jadi ini kekasih nona cantik itu," ujar Morgan dengan seringai di wajahnya. "Benar yang kekasih anda katakan, saya tersesat. Apa anda bersedia menunjukan jalan menuju kota kepada kami?"

__ADS_1


Luke menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, dia harus bersikap lebih tenang atau Jovanka akan curiga kepadanya. "Tentu saja. Anda terus berjalan lurus, sekitar dua kilometer dari sini anda akan menemukan pertigaan, belok kanan dan terus lurus, ikuti jalan tersebut dan anda akan menemukan jalan besar. Dari sana banyak petunjuk jalan!" jelas Luke panjang lebar.


"Baiklah. Terima kasih atas kebaikan anda tuan. Semoga kita bisa bertemu lagi di kota," ujar Morgan dengan senyum mengerikan. "Terima kasih banyak nona cantik!"


Morgan dan anak buahnya lalu pergi. Luke segera berbalik dan memeriksa tubuh Jovanka. "Kau tidak terluka kan? Mereka tidak menyakitimu kan?"


Jovanka mengerutkan dahinya, dia bingung kenapa Luke bersikap demikian. "Aku baik-baik saja. Ada apa Luke?"


"Jangan pernah bicara pada orang asing lagi. Kau tidak tau apa niat mereka sebenarnya. Kau mengerti?" ujar Luke dengan wajah begitu serius.


Jovanka menganggukan kepalanya dengan pelan. "Ya, aku mengerti!"


"Good girl," Luke lalu memeluk Jovanka dengan perasaan lega. Jantungnya hampir saja berhenti saat melihat Morgan berada di dekat Jovanka. Sepertinya Luke tidak boleh lengah, Morgan mulai mendekati orang-orang terdekat Luke.


Jovanka melepaskan diri dari peluka Luke, dia merasa gerah karena Luke memeluknya dengan erat. "Mana ice creamku?" tagih Jovanka.


"Ice cream?" ulang Luke. Pria itu lalu menepuk keningnya sendiri saat mengingat jika ice cream dan air mineralnya di buang di tengah jalan. "Aku sangat panik, jadi aku membuangnya. Ayo kita beli lagi!"


Jovanka tersenyum senang, dia sangat bahagia karena Luke sangat mengkhawatirkannya. Meski Luke belum pernah mengatakan cinta, namun dari setiap tindakan Luke kepadanya, Jovanka yakin jika Luke juga mencintainya.


"Ayo," Jovanka meraih tangan Luke, keduanya membeli ice cream dan beberapa cemilan sebelum pulang ke penginapan.


Setelah bertemu Morga, Luke menjadi tidak tenang. Setelah istirahat, malamnya dia mengajak Jovanka pulang dengan alasan Desy menelfonnya agar membawa Jovanka pulang karena berita mengenai keberadaan Jovanka di dekat pantai viral di media sosial. Desy dan Luke khawatir, fans Jovanka akan menyusul mereka ke pantai. Meski masih betah berada di pantai, namun Jovanka harus menuruti Desy karena semua itu demi kebaikannya.


Sebelum pergi Jovanka berpamitan kepada pemilik penginapan. "Terima kasih atas bantuan bapak selama saya di sini, semoga bapak tidak kapok saya menginap di tempat bapak," ucap Jovanka berpamitan.


'Saya justru senang nona dan tuan mau menginap di tempat saya. Jika kalian datang lagi silahkan singgah di tempat kami lagi, pintu rumah kami terbuka lebar untuk non Jovanka dan tuan Luke!"


Setelah berpamitan Jovanka lalu masuk ke dalam mobil. Namun siapa sangka, kepergian Jovanka di antarkan oleh warga kampung yang tadi pagi di belikan ikan oleh Jovanka. Mereka serempak melambaikan tangan, membuat Jovanka terharu.

__ADS_1


"Silahkan datang lagi nona Jovanka!" teriak mereka bersamaan. Jovanka mengangguk dengan senyum bahagia. Jovanka juga melambaikan tangannya sebelum mobilnya menghilang di tengah kegelapan.


BERSAMBUNG...


__ADS_2