My Dangerous Bodyguard

My Dangerous Bodyguard
Apa kau menyukainya?


__ADS_3

Setibanya di mansion utama, Jovanka langsung di peluk oleh Katherine, wanita paruh baya itu langsung pergi ke mansion setelah mendengar kabar jika putrinya di culik. Katherine begitu takut terjadi sesuatu pada putri bungsunya.


"Apa kau terluka?" tanya Katherine setelah melepaskan pelukannya, wanita itu memeriksa satu persatu tangan Jovanka, dia begitu sakit melihat bekas ikatan di tangan dan kaki putrinya.


"Aku baik-baik saja mom, tapi Luke terluka. Punggungnya tersiram air keras karena menyelematkanku," adu Jovanka seraya melirik Luke yang tak jauh darinya.


"Oh astaga Luke, kau baik-baik saja kan? Jov sudah membawamu ke rumah sakit kan?" tanya Katherine dengan cemas, namun di sisi lain Katherine bersyukur karena Jovanka memiliki pengawal yang sigap seperti Luke.


"Saya baik-baik saja nyonya, luka saya sudah di obati," jawab Luke bohong, padahal dia serang menahan rasa perih dan terbakar di punggungnya.


"Oh syukurlah Luke, aku berhutang nyawa padamu. Terima kasih banyak karena kau telah menyelamatkan Jovanka," ucap Katherine dengan tulus.


"Siapa yang melakuka hal itu Jov, kenapa kau sampi di culik?" tanya Freesia.


Jovanka menatap Josh yang hanya diam di samping istrinya, Jovanka yakin Freesia tidak tau apa yang sudah di lakukan Josh di belakangnya.


"Ah, dia orang yang iri padaku Frey. Kau tak perlu khawatir karena dia sudah di bawa ke kantor polisi. Iya kan Luke?" Jovanka menoleh pada Luke untuk memastikannya.

__ADS_1


Luke menatap Josh, pria itu menganggukan kepala seolah memberi kode pada Luke. "Benar nona," jawab Luke menyetujui.


Melihat wajah pucat Jovanka, Kantherine dan Freesia mengajak wanita cantik itu ke kamarnya untuk beristirahat. Jovanka pasti sangat terkejut dan ketakutan. Sementara itu di ruang keluarga tinggal tersisa Luke, Josh dan Andrew.


"Ikut aku," titah Josh dengan wajah sangar, Andrew dan Luke mengikuti Josh masukke dalam salah satu ruangan di rumah besar itu. Josh duduk sambil melipat kakinya, pria itu menatap Luke dengan sorot yang sulit di tebak.


"Apa kau menyukai adikku?" tanya Josh tiba-tiba.


"Apa maksud anda?" jawab Luke sedikit terkejut.


"Kau pasti tau apa maksudku Luke. Kau menggila saat Jovanka hilang dan kau mengorbankan punggungmu untuk menyelamatkan Jovanka!"


"Apa ucapanmu bisa aku percaya?"


Luke hanya mengangguk meski hatinya terasa tak tenang.


"Baguslah. Dan aku harap selamanya kau akan bersikap profesional. Perlu kau ingat Luke, aku tau siapa dirimu yang sebenarnya!" Josh berusaha menggertak Luke karena dia benar-benar takut Jovanka akan terseret dalam kehidupan Luke. Sementara itu Luke mengatupkan rahangnya, meski dia hanya seorang pengawal namun dia tak suka mendapat gertakan dari orang lain. Namun Luke hanya bisa menahan amarahnya karena dia membutuhkan pekerjaan ini.

__ADS_1


"Baik tuan," jawab Luke pada akhirnya.


"Kau boleh pergi!"


Luke menundukan kepalanya lalu keluar dari ruangan tersebut. Luke kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Namun Luke begitu terkjeut melihat Jovanka berada di dalam kamarnya.


"Kenapa nona di sini?" tanya Luke.


"Obatmu!" jawab Jovanka seraya memberikan plastik berisi salep dan antibiotik.


"Terima kasih nona!"


"Hem. Istirahatlah. Aku permisi!"


Luke menatap kepergian Jovanka. dia merasa sedikit aneh karena Jovanka begitu kalem hari ini. Mungkin wanita itu masih terkejut dengan kejadian hari ini. Luke lalu duduk tepi ranjang, pria itu lalu mengeluarkan dompetnya dan menatap selembar foto seorang wanita. Luke tersenyum menatap foto tersebut, baginya foto itu adalah kekuatan terbesar untuknya.


"Semuanya akan baik-baik saja!" ucapnya lalu mencium foto tersebut.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


yang belum Vote jangan lupa di vote ya heheh


__ADS_2