My Dangerous Bodyguard

My Dangerous Bodyguard
Kisah masa lalu


__ADS_3

Gays, mohon bantuannya ya.. Tolong kasih bintang lima di novel aku yang One Night Stand with Doctor buat naikin popularitas, terima kasih..


Happy Reading...


Hanya dalam waktu semalam, Lucas kehilangan ayah dan keempat rekan kerjanya. Lucas melihat dengan jelas bagaimana kelima orang itu di bunuh tepat di depan matanya. Sayangnya penderitaan Lucas tak sampai di sana. Keesokan hariny, saat dia tersadar, dia di tuduh menjadi seorang pengkhianat negara dan di fitnah telah membunuh ayah serta keempat anak buahnya. Dalam waktu singkat, sang kapten pasukan khusus berubah menjadi tersangka pembunuhan.


"Kapten Lucas, anda di tangkap atas tuduhan pembunuhan!"


"Aku tidak melakukannya," tegas Lucas membela diri.


"Semua barang bukti mengarah kepada anda, kami juga memiliki saksi yang kuat!"


Lucas lalu di masukan ke dalam penjara militer dan di perlakukan dengan tidak adil. Kapten yang dulunya menjadi kebanggaan negara, kini berubah menjadi sampah yang tak berguna. Tentu saja hal tersebut membuat Wilson senang, dia menganggap selama Lucas berada di dalam penjara maka semua kejahatannya tidak akan terbongkar.


"Mom, kau dimana?" gumam Lucas seraya memeluk kakinya, pria yang dahulu selalu gagah berani kini terkulai tak berdaya. Setiap hari dia di siksa. Terkadang diam-diam Wilson mendatanginya dan menyiksanya agar Lucas mau memberi tahu dimana bukti yang di simpan oleh Anderson.


Sebulan sudah sejak Lucas di penjara, tubuhnya yang kekar kini hanya tersisa tulang. Selain di siksa, Lucas juga jarang di beri makan. Dia seperti hidup di neraka, bahkan Lucas berharap dia segera mati.


Suatu pagi, seorang prajurit memanggilnya dengan cara berbisik. Prajurit itu memberikan surat untuk Lucas.


Bertahanlah Luke. Pulihkan tenagamu. Lima hari dari sekarang, aku akan membebaskanmu!


^^^Charly..^^^


Lucas memiliki secercah harapan, dia lalu memakan surat dari Charli agar tidak ada yang mengetahuinya. Lucas sedikit lega karena artinya Charli masih hidup. Dan entah apa yang sudah Charli lakukan, selama lima hari Lucas di beri makanan yang sehat dan bergizi. Lucas juga di beri obat agar lukanya cepat sembuh dan tenaganya segera pulih. Lucas tak mengenal prajurit yang membantunya, tapi dia sangat berterima kasih pada prajurit itu.


Selama lima hari kondisi Lucas mulai membaik, tenaganya berangsur pulih. Saat tengah malam, prajurit yang selama lima hari ini membantunya kembali datang dan membangunkannya.


"Kapten," panggilnya seraya berbisik.


Lucas segera bangun dan mendekat. "Minum ini!" ucap prajurit itu seraya memberikan obat kepada Lucas.


"Obat apa ini?"


"Saya tidak tau. Anda hanya harus meminumnya, setelah obat itu bereaksi anda akan di bawa ke rumah sakit militer, saat anda keluar Charli akan menolong anda!"


"Terima kasih!"


"Semoga anda bisa selamat Kapten!"


"Terima kasih!"


Lucas lalu meminum obat itu, tak lama setelah itu dia mulai mual muntah dan kejang-kejang. Prajurit penjaga mulai panik dan mereka membuka sel penjara dan mengeluarkan Lucas.


"Cepat bawa ke rumah sakit!"

__ADS_1


Entah obat apa yang Charli berikan, meski kejang-kejang namun Lucas tak kehilangan kesadarannya. Dia lalu di masukan ke dalam ambulan dan di bawa ke rumah sakit militer.


Di tengah perjalanan, Lucas merasa mobil ambulan yang membawanya berhenti. Tak lama setelah itu terdengar suara baku hantam dan beberapa suara tembakan.


"Luke bangun!"


Lucas membuka matanya saat mendengar suara Charli. "Kak," pekiknya dengan lemas. "Minum penawar racun ini!"


"Racun!" ya, yang Charli berikan adalah racun yang tak terlalu berbahaya. Lucas segera meminum penawar itu dan Charli segera membawanya keluar dari ambulan.


Berita mengenai penyerangan yang di lakukan Charli telah sampai di markas militer, beberapa prajurit datang dan mengepung mobil Charli sebelum mereka sempat pergi.


"Turunkan aku dan cepat pergi dari sini kak!" ucap Lucas seraya menatap Charli.


"Tidak. Kita harus pergi bersama-sama dan menyelamatkan momy!" tolak Charly, dia tidak mungkin meninggalkan adiknya dan menyelamatkan diri sendiri.


"Pergilah kak, selamat momy. Kita akan mati bersama kalau kakak tetap di sini!"


"Dengarkan kakak Luke. Kakak tau kau ingin menjadi dokter, tapi kau terpaksa masuk militer demi menggantikanku. Selama ini kau telah berkorban untukku. Jadi biarkan aku membalasmu. Pergilah dan selamatkan momy. Kakak menyimpan uang di tempat rahasia kita, pergilah dari negara ini dan jangan kembali sebelum kau memiliki kekuatan untuk membalas dendam! Kakak meyayangimu Luke"


Setelah mengatakan kalimat itu Charli keluar dari mobil dan menyerahkan diri. Postur tubuh Charli dan Lucas begitu mirip sehingga mereka mengira jika yang keluar adalah Lucas.


"Kak," teriak Lucas frustrasi.


"Tembak!" teriak Charli.


Lucas terkejut, rupanya Charli tak hanya sendiri. Dia membawa pasukan penembak yang telah bersiaga. Lucas melompat ke kursi kemudi dan mengamati keadaan sekitar.


"Sekarang! Go!" teriak Charli memberi aba-aba.


Pasukan penembak yang Charli bawa melindungi mobil yang Luke kemudikan sehingga Luke bisa pergi dari tempat itu.


Dor...


"Kakak," Lucas berteriak histeris saat melihat Charli tertembak, namun Lucas tidak bisa kembali karena Charli sudah berkorban untuknya. Lucas hanya bisa menatap kakaknya ambruk dari kaca spion. Hari ini dia kembali melihat orang terkasihnya meregang nyawa.


Lucas menghentikan mobilnya di tempat sepi, dia mengganti baju tahananya dengan baju baru yang sudah Charli siapkan di dalam mobil. Lucas diam-diam pergi ke tempat rahasia yang Charli katakan, dia mengambil ransel berisi uang dan membawanya pergi dari negara ini.


Lucas menjadi imigran gelap dan berlabuh di Spanyol. Selama beberapa hari hidupnya terlontang-lantung sampai akhirnya dia bertemu dengan kelompok Mafia dan bekerja sebagai tentara bayaran yang membantu kelompok Mafia itu melakukan transaksi ilegal.


Setahun lamanya Lucas bekerja untuk kelompok Mafia yang di ketuai oleh Morgan. Selama setahun Lucas melupakan hati nuraninya dan melakukan pekerjaan kotor. Baginya Lucas telah mati, kini hanya ada Luke, seorang tentara bayaran yang akan melakukan apa saja demi uang. Luke bertekad mengumpulkan uang dan kekuatan sebanyak mungkin agar dia berhasil membalas dendam?


Lalu bagaimana dengan bukti yang ayahnya tinggalkan?


Luke sudah mencarinya ke semua tempat, namun dia tak menemukan apapun

__ADS_1


Namun rupanya keberadaan Luke terendus oleh Wilson. Tanpa Luke sadari, Wilson datang ke tempat Morgan dan membuat kesepakatan bersama. Wilson akan membantu Morgan menyelundupkan senjata dan narkoba ke Amerika asal Morgan mau menyerahkan Luke untuknya.


"Luke, cepat lari dari sini!"


"Ada apa Tom?" tanya Luke penasaran.Tom adalah salah satu anak buah Morgan yang dekat dengannya.


"Ada seseorang yang datang mencarimu. Tuan Morgan sepakat memberikanmu kepada orang itu dengan imbalan besar!"


"Wilson!" geram Luke seraya mengepalkan kedua tangannya.


Luke merasa di khianati, sebelum pergi dia mencuri beberapa emas dan barang-barang penting milik Morgan. Luke kembali melakukan pelarian dan menjadi imigran gelap di Asia Tenggara, lebih tepatnya Indonesia.


"Dan di sinilah saya sekarang," ucap Luke mengakhiri cerita panjangnya.


Katherine bahkan menangis mendengar cerita Luke yang begitu menyedihkan. Wanita itu menghampiri Luke yang masih berlutut di lantai. Katherine membantu Luke berdiri lalu memeluknya. "Malangnya nasib mu Luke! Selama ini kau menderita sendirian nak!"


"Saya baik-baik saja nyonya!".


"Kau tidak baik-baik saja Luke!"


"Lalu bagaimana dengan ibumu?" tanya Freesia setelah Katherine melepaskan pelukannya.


"Entah, aku tidak tau dimana Wilson menyembunyikan ibuku!"


"Lalu bagaimana dengan Tuan Reth?" kini Andrew bertanya setelah ingat Luke tidak menceritakan tentang Mafia dari negeri Kenya.


"Saya bertemu dengannya saat saya berkerja untuk Tuan Danish. Setelah kontrak saya selesai, Tuan Reth menghubungi saya dan meminta saya bekerja dengannya. Dan saat Morgan berhasil menemukan saya di Kenya, tuan Reth kembali mengirim saya kemari!"


"Kau tidak berencana pulang ke Amerika dan mencari bukti yang ayahmu tinggalkan?" tanya Jimmy, sejak tadi dia hanya diam dan mendengarkan kisah Luke.


"Saya pernah mencarinya, tapi nihil!"


"Berikan alamatmu. Lusa aku akan terbang ke Amerika, aku akan menyuruh anak buahku mencari bukti tersebut. Sementara itu, untuk sementara waktu kau tidak boleh keluar dari mansion ini. Jika kau barani keluar, aku tidak bisa membantumu lagi!"


Semua orang terkejut dengan keputusan Jimmy, mereka pikir Jimmy akan marah dan mengusir Luke. Namun rupanya, pria tua itu malah menerima Luke dan bersedia membantunya.


"Tapi dad, keluarga kita akan berada di dalam bahaya!' tolak Josh terang-terangan.


"Apa kau mau adikmu hamil tanpa memiliki suami?"


Josh bungkam seketika, dia melirik Jovanka dan terpaksa menerima Luke di rumah ini.


"Tetapkan tanggal pernikahan kalian sebelum perutmu membesar!"


"Eh...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2