My Dangerous Bodyguard

My Dangerous Bodyguard
Ancaman Luke


__ADS_3

Luke, pria misterius yang tak pernah menunjukan ekspresi wajahnya di depan siapapun. Namun berbeda dengan hari terakhir syuting, Luke menunjukan wajah garang di depan umum untuk yang pertama kalinya. Setiap orang yang berpapasan dengannya bergidik ngeri, pria tampan itu memiliki aura dingin dan tatapan elangnya begitu mengintimidasi.


Luke menghampiri Steve yang baru saja menyelesaikan syutingnya. Steve tersenyum mengejek melihat Luke berdiri di hadapannya. "Oh wow, ada apa tuan bodyguard?" tanya Steve dengan nada meremehkan.


"Hapus vidio itu atau anda akan menyesalinya!" ancam Luke dengan tatapan yang begitu mematikan, Steve bahkan bersusah payah menelan ludahnya karena takut dengan tatapan Luke.


"Vidio apa yang kau maksud?" jawab Steve pura-pura bodoh.


Luke menyingkap jas bagian bawahnya sehingga Steve dapat melihat jelas sebuah pistolll yang terselip di celananya. "Hapus atau kau akan menyesal!" bisik Luke dengan garang.


"Ah, maksudmu vidio saat kalian berciumannnn. Oh oyalah Luke, aku hanya bercanda saja," kilah Steve, sekujur tubuhnya gemetaran dan keringat dingin mulai menetes di pelipisnya.


"Vidio ciumannn?Jadi vidio itu yang membuat Jovanka takut," batin Luke, sebenarnya dia memang belum tau vidio apa yang Steve miliki sehingga pria itu bisa mengancam Jovanka. Kini jelas sudah, Luke tak bisa menyalahkan Jovanka karena jika vidio itu tersebar sudah dapat di pastikan karir Jovanka akan hancur.


"Cepat hapus atau aku akan melubangi kepalamu!"


"A-aku akan menghapusnya!" Steve meraih ponselnya dengan tangan bergetar, sungguh ini kali pertama dia melihat pistol dengan jarak begitu dekat. Dia tak ingin mati sia-sia, jadi lebih baik menghapus rekaman itu saja. "Sudah, sudah aku hapus," lanjutnya seraya menunjukan ponsel ke arah Luke.

__ADS_1


"Kau tidak punya salinannya kan?" tanya Luke dengan tegas.


"Tidak!" jawab Steve dengan cepat.


"Bagus. Ingat satu hal, jika kau berani mengganggu nona Jovanka, maka pistollll ini yang akan memberimu pelajaran!"


"Aku tidak akan mengganggunya lagi!"


Luke mengangkat ujung bibirnya, menciptakan sebuah seringai yang menakutkan di wajah tampannya. Setelah berhasil menghapus vidio tersebut, Luke segera pergi ke mobil karena Jovanka pasti sudah menunggunya.


Benar saja, wanita cantik itu sedang menunggunya sambil bermain ponsel.


Jovanka menaruh ponselnya ke dalam tas dan menatap Luke sekilas. "Mampir ke restoran dulu, aku lapar!"


"Baik nona!"


Luke membukakan pintu untuk Jovanka, setelah wanita itu masuk ke dalam mobil Luke lalu menyusulnya. Namun sebelum masuk, Luke membuang pistolnya ke semak belukar.

__ADS_1


"Apa yang kau buang Luke?" tanya Jovanka penasaran.


"Ah, hanya pistolll mainan," jawab Luke santai.


"Pistolll.mainan? Kenapa kau memiliki itu?"


"Untuk menakuti tikus sawah!"


"Apa di sini ada tikus Luke?"


"Ada seekor dan itu membuat saya jengkel!"


Jovanka menatap Luke dengan kening mengekerut, dia tak mengerti apa yang sedang Luke bicarakan sebenarnya. Di tempat seperti ini mana mungkin ada tikus sawah yang berkeliaran.


Setelah makan malam Jovanka kembali ke mansion, hari ini dia sangat lelah namun perjuangannya berakhir sudah karena syuting telah selesai. Kini dia bisa lebih bersantai dan tak perlu bangun pagi lagi, dan yang lebih menyenangkan dia tak perlu bertemu Steve setiap hari.


"Ah, aku sangat lelah. Apa aku pensiun saja ya, lalu aku menikah agar ada yang menafkahiku," gumam Jovanka seraya menatap langit-langit kamarnya. "Astaga, cintamu saja di tolak terus, bagaimana kau akan menikah Jovanka. Sadarlah!"

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2