
Jenderal Wilson Barrow, salah seorang petinggi kemiliteran Amerika yang cukup berpengaruh. Namun kini namanya begitu terkenal karena adanya bukti yang membongkar semua kejahatannya selama ini. Sesaat setelah berita tersebut tersebar, penyelidikan besar-besaran mulai di lakukan. Pemerintah Amerika meyakini jika Wilson tidak melakukannya seorang diri. Kini Wilson menjadi burunonan negara, bahkan FBI pun turut membantu melacak keberadaan Wilson.
Setelah mendapat info dari anak buahnya, Wilson segera pergi dari rumahnya. Pria itu datang ke kastil tempat dia menyekap Luke tanpa mengetahui fakta jika anak buah Andrew sudah mengepung tempat itu.
"Andrew, hubungi FBI dan katakan Wilson berada di tempat ini. Semakin banyak yang menangkapnya maka semakin besar harapan kita untuk menyelamatkan Luke!" titah Josh begitu melihat Wilson dan anak buahnya datang ke kastil.
"Baik tuan!"
Wilson masuk ke dalam kastil dengan amarah yang meledak-ledak, dia akan membuat perhitungan pada Luke karena mantan anah buahnya itu sudah mempermainkannya. Wilson tidak akan hancur sendirian, jika dia harus mati maka Luke juga akan mati bersamanya.
Kedatangan Wilson tentu saja bukan hal mengejutkan untuk Luke, pria itu menyeringai melihat kemaran di wajah Wilson.
"Buka!" titah Wilson dan anak buahnya segera membuka pintu sel yang mengurung Luke dan ibunya.
Anak buah Wilson menyerat Luke dan Martha keluar dari tahanan dengan sangat kasar. Keduanya lalu di dorong dengan keras sehingga ibu dan anak itu berlutut di bawah kaki Wilson. Luke mendungakan kepalanya dan menatap Wilson dengan tatapan meremehkan, hal tersebut tentu saja mebuat Wilson marah dan melayangkan sebuah pukulan di wajah Luke.
"Cih," Luke meludah, air liurnya kini berganti darah. Namun hal itu tidak membuat pria itu beringsut, dia tak takut pada apapun lagi karena dia berhasil membongkat kejahatan mantan atasannya.
"Kau pikir semua ini telah berakhir?" tanya Wilson dengan seringai di wajahnya. "Akan ku pastikan kau menangis darah dan memohon agar aku membunuhmu badjingan kecil!" sambung Wilson bernada ancaman. "Bawa dia kemari!" titahnya pada anak buah.
Tak lama setelah itu, kedua anak buah Wilson datang menyeret seseorang. Mata Luke membelalak sempurna setelah dia melihat dengan jelas siapa pria yang di seret oleh anak buah Wilson.
"Charli," pekik Luke dan Martha bersamaan. Mereka benar-benar tak menyangka jika Charli masih hidup dan berada di tangan Wilson.
__ADS_1
Tak berbeda dengan Luke, Charli juga tampak terkejut melihat adik dan ibunya masih hidup, selama ini dia bepikir juja mereka telah tiada sehingga dia pasrah saat Wilson menangkapnya dan memenjarakannya. "Mom, Luke," ucap Charli penuh haru, dia bersyukur karena keluarganya masih hidup, namun dia juga khawatir Wilson akan melakukan hal buruk pada mereka.
"Siksa dia sampai mati!" titah Wilson tanpa belas kasih. Dalam sekejap mata anak buah Wilson mulai memukul dan menendang Charli tanpa ampun. Charli yang tak memiliki banyak tenaga hanya bisa pasrah dan meringkuk di lantai saat pukulan demi pukulan mengenai tubuhnya.
"Cukup!" teriak Luke dengan mata memanas, dia merangkak menghampiri sang kakak dan mencoba menghalau pukulan tersebut.
"Tolong hentikan Tuan Wilson, tolong lepaskan anak-anak saya!" pinta Martha dengan memohon, ibu mana yang tega melihat anak-anaknya di pukuli tepat di depan matanyaa.
"Hentikan? Hahaha, aku akan membunuhnya karena dia telah berani menipuku!" jawab Wilson dengan tatapan penuh kemarahan. "Seret Luke menjauh dan siksa kakaknya lagi. Aku ingin melihat dia menangis darah melihat satu persatu keluarganya matiii!"
Luke memberontak saat mereka menyeretnya menjauh, namun dia tak bisa berbuat apapun karena tangannya terikat. Setelah itu mereka kembali memukuli Charli hingga pria itu tak berdaya, tubuhnya di penuhi luka dan beberapa titik di wajahnya mengeluarkan darah segar.
"Hentikan!" Luke berteriak sambik berusaha melepas ikatan di tangannya, sementara itu Martha menangis histeris melihat putra pertamanya terkulai tak berdaya.
Amarah, kebencian dan rasa sakit seolah memberi kekuatan pada Luke, pria itu berhasil melepaskan tali yang menjerat tangannya. Dalam waktu yang begitu singkat dia berhasil merampas pistoll milik anak buah Wilson dan menembak beberapa anak buah Wilson hingga mereka terkapar. Luke mengarahkan pistol ke arah Wilson, dia lalu melepaskan ikatan tangan sang ibu dengan satu tangannya. Setelah ikatan Martha terlepas, mereka berdua melindungi Charli yang sudah tak sadarkan diri.
Luke menelan ludahnya dengan kasar, dia sedang memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Jika dia menembak Wilson, sudah dapat di pastikan dia dan keluarganya akan di tembak oleh anak buah Wilson yang kini sedang mengepung mereka dan mengarahkan pistol kepada mereka. "Berpikirlah Luke," batin Luke.
"Wilson Barrow, meyerahlah tempat ini sudah di kepung. Turunkan senjata kalian!" ucap seorang pria menggunakan pengeras suara, tak lama setelah itu beberapa pasukan bersenjata masuk ke dalam ruang bawah tanah dan mengepung Wilson dan anak buahnya. "Letakan senjata kalian dan angkat tangan!"
Satu persatu anak buah Wilson mulai meletakan pistol mereka dan mengangkat tangan. Pasukan bersenjata tersebut dengan sigap meringkus anak buah Wilson.
"Angkat tanganmu Tuan Wilson!" ujar salah satu pasukan bersenjata tersebut.
__ADS_1
Wilson menatap Luke penuh kebencian, pria itu lalu mengangkat kedua tangannya dan pasukan bersenjata tersebut segera meringkusnya.
Di saat yang bersamaan, Josh dan Andrew masuk ke dalam ruang bawah tanah. Mereka segera membantu Luke dan ibunya.
"Luke, kau baik-baik saja kan?" tanya Josh dengan cemas.
"Josh, tolong selamatkan kakakku!" pinta Luke.
"Aku akan menyelamatkan kalian!" Josh lalu menyuruh anak buahnya untuk membawa Charli keluar dari ruangan itu. Josh dan Andrew membantu Luke dan Martha berdiri.
"Terima kasih Josh," ucap Luke dengan tulus.
"Lakukan itu nanti. Ayo kita keluar!" ujar Josh.
Luke menuntun sang ibu keluar, saat melewati Wilson, Luke berhenti dan menatap Wilson dengan tajam. "Akan ku pastikan kau membusuk di penjara Jenderal!" ucap Luke penuh kebencian.
Wilson tak terima jika hanya dia yang menderita, saat pasukan bersenjata tampak lengah, pria paruh baya itu tiba-tiba melawan dan berhasil mengalahkan dua orang yang meringkusnya. Wilson bahkan tak takut apapun lagi, hidupnya telah hancur dan sebelum dia mati dia ingin Luke mati bersamanya.
Tampa mereka duga, rupanya Wilson menyimpan pistol di balik pakaiannya. "Matilah kau Luke!" teriak Wilson seraya menarik pelatuk pistolllnya.
Dorrr....
"Luke!!!
__ADS_1
Dor...dorr...dorr...
BERSAMBUNG...