
"Jovi, Nathan, Kriss, Morgan, Adam, Smitt, Hardin, Arian!" eja Jovanka dengan mata membola. "Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Jovanka masih dalam kondisi terkejut, bagaimana bisa delapan orang mantannya bisa bersama dan bertemu dengannya.
"Kami mau bertemu dengan seseorang?" jawab salah satu dari mereka.
"Apa kabarmu Jov?" tanya yang lainnya.
"Aku baik, bagaimana denganmu Morgan?" tanya Jovanka.
"Aku Hardin, bukan Morgan!" protes pria yang tadi menanyakan kabar pada Jovanka.
"Ah, iya maaf. Kalian sangat mirip soalnya," kilah Jovanka. "Aku masih ada pekerjaan, aku pergi dulu ya!" Jovanka mengeluarkan jurus si Kancil maling timun, wanita itu berlari secepat kancil dan lupa jika dia sedang hamil. Jovanka bisa bernafas lega setelah dia sampai di parkiran, dia lalu masuk ke dalam mobil dan mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. "Aish, sial. Apa yang mereka lakukan disini?" umpat Jovanka seraya meraih ponselnya karena dia baru saja mendapat pesan.
'Bagaimana rasanya reuni bersama delapan mantanmu Jov?'
Mata Jovanka melotot saat membaca pesan yang Josh kirim. "Badjingaaan kau Josh, awas kau!" maki Jovanka dengan kesal.
Sementara di tempat lain, Josh tertawa terpingkal-pingkal melihat adiknya kalang kabut saat melarikan diri dari delapan mantannya. Josh memang sengaja mengundang mantan Jovanka ke kantor dan mempertemukan mereka karena Josh masih sangat kesal masalah emas batangan milik Luke yang di simpan oleh Jovanka. Josh juga ingin memberi pelajaran pada adiknya agar kedepannya dia tidak boleh mempermainkan hati pria.
Josh menghentikan tawanya saat sang adik sudah berdiri di sampingnya dan menatapnya penuh kekesalan.. Josh menyeka air di sudut matanya dan berusaha bersikap tenang meski sebenarnya dia takut akan mendapatkan amukan dari adiknya.
"Bagaimana Jov, seru kan?" ujar Josh dengan senyum tertahan.
"Ya sangat seru Joshua Janzsen. Bagaimana kalau aku membuat sesuatu yang lebih seru?" tanya Jovanka dengan bibir menyeringai.
"Apa itu?" tanya Josh yang mulai merasa tak nyaman.
"Bagaimana kalau kakak iparku yang cantik melihat ini," Jov menunjukan ponselnya, di sana terlihat jelas sebuah vidio yang menampakan Josh yang sedang asyik dugem bersama beberapa wanita berpakaian sexiii.
Josh membelalakan matanya, bagaimana bisa Jovanka memiliki vidio tersebut, padahal vidio tersebut di ambil jauh jauh hari sebelum dia san Frey menikah, tapi jika Frey melihatnya sudah di pastikan perang dunia ke tiga akan segera di mulai.
"Itu vidio lama, Frey tidak akan terpengaruh!" ujar Josh berharap Jovanka akan membatalkan rencananya.
"Aku tinggal mengarang cerita jika vidio ini aku ambil sebelum kau ke Amerika! Bagaimana kakakku yang tampan?"
Seketika wajah Josh menegang, rupanya dia memilih musuh yang salah. Niat hati ingin mengerjai adiknya eh malah dia kena batunya sendiri.
"Adikku yang cantik dan baik hati. Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan asal kau hapus vidio laknat itu," bujuk Josh dengan suara selembut kapas dan semanis madu hitam.
__ADS_1
"Apapun?" ulang Jovanka memastikan
"Ya, apapun!"
Jovanka tersenyum penuh kemenangan. "Baiklah. Hal pertama yang harus kau lakukan adalah, pastikan Luke di terima di perusahaan ini," ucap Jovanka dengan nada memerintah.
"Tanpa kau suruh aku akan melakukannya. Kau pikir untuk apa aku kemari kalau bukan untuk membantu Luke?" jawab Josh lega karena permintaan Jovanka sangat mudah baginya.
"Ck, tapi kau datang kemari karena ingin mempertemukanku dengan delapan mantanku lan?"
"Hehe, maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi!"
"Kali ini aku maafkan, tapi tidak dengan lain kali!"
"Baik nyonya!"
Setelah berhasil mengancam kakaknya, Jovanka kembali ke mobil karena sebentar lagi Luke pasti akan datang. Dan benar saja, tak lama berselang Luke kembali ke mobil dengan wajah cerah.
"Bagaimana sayang?" tanya Jovanka dengan mesra.
"Aku di terima. Lusa aku sudah mulai bekerja," Luke menjawabnya dengan semangat.
.
.
.
Berita mengenai pernikahan Jovanka Janzsen berhasil menjadi trending topik di sosial media dan jagat maya. Artis yang terkenal berkat film perdananya berjudul After Darkness menjadi sorotan karena memilih menikah di saat karirnya sedang melambung. Nitizen juga di buat penasaran dengan sosok suami model sekaligus artis cantik tersebut. Pasalnya pihak agency yang menaungi Jovanka merahasiakan identitas pria beruntung tersebut.
Melihat bagaimana chemistry Jovanka dan Steve di film After Darkness, tidak sedikit dari netizen yang mengira jika Steve lah yang menjadi pria beruntung itu. Apalagi hubungan masa lalu mereka terendus media sehingga makin banyak orang yang yakin jika Jovanka menikahi Steve yang perna menjadi mantan kekasihnya.
"Ck, kenap harus badjingan itu yang mereka kira menjadi suamimu," protes Luke dengan wajah kesal.
"Sabar Luke, aku melakukannya untuk melindungimu!"
"Tetap saja aku tidak suka melihat berita itu!"
__ADS_1
"Untuk beberapa hari ini jangan nonton televisi dan jangan buka medis sosial, kau mengerti honey!"
"Ya!" jawab Luke dengan terpaksa.
.
.
Luke bangun lebih awal karena hari ini adalah hari pertamanya kerja di kantor sang mertua. Luke sedikit gugup, untungnya Jovanka selalu berhasil membuatnya tenang. Wanita hamil itu sengaja mengantar suaminya ke kantor dan memberi semangat serta dukungan.
"Ingat sayang. Fokus kerja. Kalau kau berani melirik gadis lain aku tidak akan segan-segan untuk mencongkel matamu itu!" ucap Jovanka sebelum Luke turun dari mobil.
"Ya Jov, kau sudah mengatakannya sebanyak 15 kali! Aku turun ya. Ingat, hati-hati saat pulang!"
Luke mengecup kening Jovanka lalu turun dari mobil. Jovanka memperhatikan punggung suaminya hingga menghilang di tengah keramaian. Jovanka berharap Luke akan segera menyesuaikan diri dengan pekerjaannya meski sebenarnya Jovanka sedikit cemas saat Luke bekerja di perusahaan milik suaminya.
Untuk itulah Jovanka berusaha merahasiakan identitas Luke, dia takut jika orang-orang akan menganggap Luke hanya memanfaatkan kekayaannya dan Jovanka tidak mau Luke terluka karena itu.
Setelah mengantarkan suaminya, Jovanka pergi ke kantor agencynya karena hari ini dia memiliki banyak pemotretan majalah dan syuting iklan.
Dan sialnya dia harus bertemu lagi dengan Steve dalam sebuah iklan kosmetik. Meski sangat membenci Steve, namun Jovanka harus bersikap profesional.
"Bagaimana kabarmu Jov?" tanya Steve seramah mungkin.
"Baik!" Jovanka menjawabnua sesingkat mungkin.
"Aku dengar kau sudah menikah? Selamat ya," ucap Steve seraya mengulurkan tangannya ke hadapan Javanka.
"Ya, terima kasih," jawab Jovanka dengan cuek, dia juga mengacuhkan tangan Steve yang menggantung di udara.
"Apa pria itu Luke?" tebak Steve.
"Bukan urusanmu!" hardik Jovanka dengan tegas.
"Rupanya seleramu sangat rendah Jov. Kau menolakku demi menikahi pengawalmu yang miskin itu. Aku yakin dia tidak mencintaimu, dia hanya mencintai uangmu!"
Jovanka tak mampu menahan diri lagi, dia tak terima Steve merendahkan suaminya. Karena marah, Jovanka lepas kendali dan menampar wajah Steve dengan keras. "Jangan pernah mencampuri hidup orang lain atau kau akan menyesal!" ucap Jovanka bernada ancaman.
__ADS_1
"Kau yang akan menyesal karena menikahi pria seperti dia!"
BERSAMBUNG...