My Dangerous Bodyguard

My Dangerous Bodyguard
Luke pergi


__ADS_3

kebohongan yang Luke lakukan berdampak besar pada hubungannya dengan Jovanka. Sudah hampir sebulan Jovanka menghindarinya, bahkan dia juga jarang bertemu sang istri meski mereka tinggal di bawah atap yang sama.


Keyakinan untuk membujuk Jovanka mulai terkikis, segala macam cara sudah Luke lakukan untuk membujuk istrinya. Luke mulai merasa jika dia memang tidak pantas untuk Jovanka. Selain masa lalunya yang kelam, dia juga tidak memiliki kekuasaan dan kekayaan seperti istrinya. Luke mulai merasa rendah diri dan minder berada di tengah keluarga konglomerat itu.


Seharusnya sejak awal memang Luke sadar diri, seharusnya dia bisa menahan gejolak hatinya karena pada akhirnya keegoisannya hanya melukai Jovanka.


Pagi ini Luke datang ke perusahaan, namun bukan untuk bekerja melainkan untuk menyerahkan surat pengunduran diri. Dia merasa malu bekerja di perusahaan milik keluarga istrinya. Kini Luke kembali berada di fase terendah, dimana dia menganggap dirinya sendiri remeh dan tak sebanding dengan Jovanka.


Luke masih memiliki waktu dua minggu di perusahaan. Selama waktu itu Luke berharap bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.


Kabar tentang Luke mengundurkan diri sudah sampai di telinga Jovanka, wanita hamil itu bertanya-tanya mengapa Luke memutuskan untuk berhenti bekerja.


Hampir larut malam Luke baru pulang ke mansion, pria itu langsung ke kamarnya dan berkemas. Luke memutuskan untuk meninggalkan mansion utama setelah mengontrak sebuah rumah kecil di pinggiran kota. Setelah pekerjaannya di J&J Company berakhir, Luke berencana untuk fokus menjadi penulis.

__ADS_1


Luke menggendong ransel di pungungnya, pria itu menatap sekeliling kamar yang penuh kenangan. Luke lalu naik ke lantai atas dan mengetuk pintu kamar istrinya.


"Jov, apa kau sudah tidur?" tanya Luke di balik pintu. "Jov, kesalahanku memang tidak pantas di maafkan. Aku akan menerima semua kebencianmu. Aku akan pergi dari rumah ini jika kehadiranku membuatmu tak nyaman. Jaga dirimu dan bayi kita dengan baik. Maaf karena aku tidak bisa menjadi suami yang baik untukmu!" ucap Luke dengan hati tercabik. Dia terpaksa harus meninggalkan istrinya dalam keadaan mengandung. Sangat berat bagi Luke untuk pergi, namun di mansion besar ini dia seolah tak memiliki siapapun semenjak Jovanka marah kepadanya.


Setelah berpamitan Luke pergi dari mansion utama secara diam-diam, dia tak membawa apapun selain baju di dalam ranselnya. Luke juga meninggalkan mobil yang di belinya beberapa saat yang lalu, dia pergi membawa kenangan membahagiakan bersama istrinya.


Sementara di dalam kamar Jovanka menangis tersedu-sedu, bukan ini yang dia inginkan, dia hanya ingin menenangkan diri namun Luke justru menyerah untuk membujuknya. Jovanka lalu mengintip di balik tirai, hatinya begitu sakit bak tertikam belati saat melihat Luke melangkahkan kakinya keluar dari gerbang utama.


"Kenapa kau menyerah begitu saja Luke?" tanyanya pada dinding yang dingin.


"Turunkan egomu Jov. kami tau Luke bersalah karena membohongimu, tapi dia sudah berusaha memperbaiki kesalahannya. Dia bahkan memohon pada kedua kakakmu agar membantunya membujukmu," ucap Lynda memberi nasehat kepadas cucunya.


"Benar kata Granny Jov. Lagi pula kesalahan Luke juga tak terlalu fatal. Dia hanya kurang berani untuk jujur padamu. Seharusnya kau bangga karena dia mencintaimu lebih dulu!" sahut Frey.

__ADS_1


"Jangan sampai dia pergi jauh Jov. Dady dengar dia akan pergi ke luar kota setelah pekerjaannya selesai," Jimmy yang biasanya cuek pun turun menasehati putrinya, dia tidak ingin Jovanka merasakan penyesalan yang sama dengannya, yaitu di tinggal oleh orang yang benar mencintainya. Dan lagi Jimmy mulai menyukai Luke, pria muda itu begitu gigih dan pekerja keras, pekerjaannya bagus dan sangat teliti.


Jovanka hanya diam mendengar nasehat keluarganya. Hati dan pikirannya kini berkecamuk, di sisi lain dia masih marah dan ingin Luke membujuknya lebih lama lagi, namun dia tidak ingin Luke pergi meninggalkannya.


Sore hari Jovanka memutuskan ke kantor untuk menemui Luke, namun egonya masih begitu besar sehingga dia memilih tetap di dalam mobil. Hingga saat jam pulang kantor dia melihat Luke keluar dari dalam gedung. Pria itu tampak lelah dan terlihat lebih kurus. Wajah tampannya begitu tirus dengan lingkar hitam di bawah matanya.


"Kenapa kau kurus sekali?" gumam Jovanka dengan perasaan sedih dan tidak tega melihat kondisi sang suami. Dada Jovanka semakin sesak saat melihat Luke menaiki ojek online, Jovanka lalu mengikuti Luke karena ingin tau dimana suaminya tinggal.


Jovanka memarkirkan mobilny di tepi jalan karena motor yang Luke naiki masuk ke dalam gang. Jovanka lalu turun dan masuk ke dalam gang sempit yang hanya bisa di lalui oleh motor. Setelah beberapa menit berjalan, dari kejauhan Jovanka melihat suaminya masuk ke dalam kontrakan sederhana.


"Kenapa kau memilih tinggal di tempat kumuh seperti ini?" tanya Jovanka bermonolog.


Tak lama kemudian Luke kembali keluar dari kontrakannya. Jovanka segera kembali ke mobilnya dan kembali mengikuti Luke yang berjalan ke sebuah warung makan. Hati Jovanka begitu teriris melihat suaminya makan di warung sederhana tersebut, dia merasa bersalah karena terlalu lama marah pada sang suami.

__ADS_1


"Pulanglah Luke. Memohonlah sekali lagi. Aku akan memaafkanmu!"


BERSAMBUNG...


__ADS_2