My Office Boy

My Office Boy
20. Akan Kedatangan Tamu


__ADS_3

" Maaf yaa..sini, aku obatin." bujuk Kalia sambil membantu Surya berdiri. Kalia masih merasa bersalah tapi juga ingin tertawa melihat ekspresi Surya yang kebingungan sekaligus kesakitan.


" Udah gak apa-apa. Akang mau shalat subuh aja." ucap Surya sambil berjalan pincang menuju kamar mandi.


Kalia menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Dia merasa bersalah.


Selesai shalat subuh, mereka duduk-duduk di teras sambil menikmati goreng singkong dan teh hangat yang disuguhkan oleh Bu Ati. Suasana pagi itu begitu damai dan tenang. Bahkan rasa mual yang biasa menyerang Kalia bila pagi hari datang, saat itu pergi entah kemana.


Setelah memakan beberapa potong singkong, Surya lalu membantu bapaknya membuat baglog di kubung. Kalia ikut bersama Surya dan ayahnya. Dia baru tahu bahwa ternyata Pak Asep memiliki lebih dari 10 kubung. Ada diantaranya yang sudah siap panen, tapi harga jamur tiram sedang tidak setinggi biasanya. Jadi rupiah yang diperoleh pun tidak sebanyak biasa.


Siang hari Kalia dan Surya berpamitan. Sebelum pulang, mereka berencana untuk mengambil mobil Kalia yang sudah selesai di perbaiki di bengkel milik saudara Surya.


Ketika pulang ke rumah, Kalia membawa mobilnya yang sudah kembali cantik dan Surya menggunakan motor kesayangannya.


Sesampainya di rumah, Kalia merebahkan tubuhnya di kasur. Badannya pegal-pegal padahal dia tidak melakukan apapun. Kehamilan ini benar-benar melelahkan pikirnya.


Tiba-tiba ketika Kalia sedang berbaring nyaman, handphone nya berdering. Mama Rani meneleponnya. Dia lalu menekan tombol hijau di layar.


" Assalamualaikum, Mah.."


" Waalaikumsalam. Lia..sehat neng?" tanya Mama lembut.


" Alhamdulillah sehat, Ma. Mama juga sehat kan?"


" Iya mama sehat, cuma kesepian aja di rumah gak ada kamu."


" Hemmm..Mamaa..jangan ngomong gitu atuh, Lia jadi sedih." mata Kalia berkaca-kaca.


" Nanti Lia jemput Mama deh ya, biar bisa main kesini."


" Iya atuh, nanti kabari aja kalau Lia mau jemput biar Mama bisa siap-siap."


Mama terdiam beberapa saat seperti ragu-ragu untuk melanjutkan pembicaraan.


" Ehm..Li. Tadi pagi teman-teman kamu datang ke rumah." ucap Mama.

__ADS_1


" Mama sempat marah sama mereka karena kejadian yang menimpa kamu tempo hari. Mama menyayangkan sikap mereka. Amel sama Ira nangis-nangis, Mama jadi gak tega lihatnya. Ya udah we sama Mama teh dimaafin, mereka sampai nangis kejer gitu." terang Mama kemudian terdengar menghela nafas. Kalia hanya terdiam.


" Eh kamu dengerin gak ini teh?" Tanya Mama karena Kalia tak menanggapi apapun.


" Dengerin kok Mah, terus gimana?"


" Yaa..Mama bilang sama mereka, itu udah jadi takdirnya kamu. Semuanya udah terjadi, mau gimana lagi. Cuma Mamah kasih peringatan sama mereka untuk nggak lakuin hal kayak gitu lagi. Biarin ah mereka tersinggung juga da memang salah yang mereka lakukan tuh."


" Terus mama kasih tau mereka kalau sekarang Lia udah nikah sama Surya? Mama kasih tau gak kerjaan Surya apa?"


" Mereka sih tadi sempat tanya gimana keadaan kamu, ya Mama bilang aja kalau kamu hamil dan udah menikah dengan Surya. Tapi Mama gak bilang soal kerjaan Surya sih. Gak penting juga kata Mama mah dibilangin ke mereka. Yang penting kerjaan Surya itu halal, gak dapet nyuri, gak dapet nyolong."


Kalia bernafas lega, syukurlah bila Ira dan Amel tak tahu soal pekerjaan Surya. Kalia belum siap bila kedua sahabatnya mengetahui itu.


" Terus mereka pengen ketemu kamu ceunah, mau kasih ucapan selamat secara langsung."


Kalia terdiam, dia sebetulnya malas untuk menemui kedua sahabatnya. Rasa marah di hatinya belum sepenuhnya pulih. Apalagi, Kalia juga malas untuk mengenalkan Surya pada Amel dan Ira.


" Kalau kata Mama sih ada baiknya kalian ketemu, maafin aja temen kamu itu. Tapi kalau dirasa mereka bawa pengaruh buruk lagi, gak usah bergaul terlalu akrab. Sewajarnya aja. Sekedar menjaga hubungan baik." saran Mama Rani.


" Ya udah atuh ya..mama mau siap-siap dulu ah. Ada arisan komplek sebentar lagi di rumah Bu RT. Salam buat Surya ya. Bilangin, kapan-kapan Mama main kesitu gituh. Mau minta diajarin cara bikin bonsai. Hehehe.."


" Iya Ma..nanti Lia sampein sama kang Surya."


" Eh..udah manggil akang geuning sekarang mah yaa..bagus atuh. Yang akur yaah..jangan marah-marah terus sama Surya teh, kasihan bisi jantungan." Mama Rani terkikik.


" Ya udah ya..Mama tutup dulu teleponnya. Assalamualaikum".


" Waalaikumsalam.." jawab Kalia.


Selesai bertelepon ria, Kalia tercenung. Apa yang harus dia lakukan bila sahabatnya itu benar-benar akan datang ke rumah ini. Sepertinya dia harus sedikit mengubah penampilan Surya agar lebih modis dan nggak malu-maluin. Maklum lah, kedua sahabat Kalia ini memang memiliki taste yang tinggi soal lawan jenis. Jika mereka mengetahui bahwa Surya cuma seorang office boy, pasti Kalia akan merasa malu menghadapi kedua sahabatnya itu.


Tak berselang lama, ada pesan masuk di handphone Kalia. Dari Ira.


Liaaaa, gila lu ya nikah gak undang-undang temen sendiri. Gue sama Amel pengen ketemu banget sama lu. Bisa ya? Please.

__ADS_1


Kalia membaca pesan itu berulang-ulang, kepalanya berdenyut. Dia bingung harus membalas apa..


Lu kan tau background pernikahan gue itu karena apa. Kayaknya gak mungkin juga gue undang orang banyak buat hadir di acara pernikahan gue. Gue ngerasa malu aja.


Tampak Ira mengetik...


Jangan ngomong gitu dong, Li. Gue ngerasa bersalah banget. Maafin gue dan Amel ya.


Hemm..bisa kita ketemu gak? Gue sama Amel mau ucapin selamat sama lu dan suami.


Kalia bingung, Ira dan Amel benar-benar akan datang. Apakah dia harus menolaknya. Tapi ucapan Mama terus saja terngiang di telinga bahwa Kalia harus bisa memaafkan kedua sahabatnya dan menganggap bahwa kejadian yang dialaminya tempo hari adalah bagian dari takdir yang harus Kalia jalani.


Datang aja, nanti gue kirim alamatnya. Kapan rencananya akan datang? tanya Kalia penasaran.


Sore ini bisa gak? mumpung kita lagi free nih.


Kalia kaget..dia tidak menyangka bahwa kedua sahabatnya akan datang secepat itu sementara dia belum menyiapkan apa-apa


Tenang aja, kita gak lama-lama kok soalnya setelah dari rumah lu, gue mau langsung pulang ke jakarta. Ada acara keluarga.


Kalia berpikir lama, kemudian mengetik..


Ya udah..lu kesini aja.


Ada yang lagi mau lu makan gak? biar gue beliin. Gue gak rela kalau ponakan gue ileran kalau ngidam ibu nya gak keturutan. hehehe..


Pesan masuk lagi dari Amel.


Gak usah, kalian berdua datang aja. Gak perlu bawa apa-apa. Kalia membalas


Oke deh, wait for us ya darl. See u


Kalia akhirnya berpikir untuk mengundang mereka hari ini. Semakin cepat mereka bertemu, maka semakin cepat pula masalah Kalia selesai. Dia tak ingin terus menerus diiterograsi oleh kedua sahabatnya mengenai kelanjutan hidupnya setelah kejadian nahas malam itu.


Kalia mengirim alamat rumahnya pada Ira. Dan segera mencari Surya untuk mengatur strategi ketika kedua sahabatnya datang menemui mereka.

__ADS_1


__ADS_2