My Office Boy

My Office Boy
28. Ciuman Pertama


__ADS_3

Suasana di rumah masih sama menegangkannya dengan di kantor. Kalia terus merajuk. Dia malas makan, hingga Surya harus membujuknya ekstra. Kalaupun makan, meja makan jadi seperti arena perang. Kalia makan dengan tak santai. Menyimpan piring dengan keras atau menyuap dengan emosi sambil memelototi Surya bila diam-diam mencuri pandang pada Kalia dan pandangan mereka berserobok. Suara dentingan sendok dan garpu pun begitu terdengar nyaring karena Kalia menyendok nasinya dengan kesal. Tatapan matanya seperti mau menerkam Surya. Surya menciut di kursinya. Takut mellihat ibu - ibu hamil yang lagi emosi.


Selesai makan, Kalia langsung mengurung dirinya di kamar. Melihat hal itu, Surya menjadi khawatir. Dia memberanikan diri untuk mengetuk kamar Kalia dan ijin masuk.


Dilihatnya Kalia sedang merengut di tempat tidur.


" Lia kok marah - marah terus sih? Akang salah sekali ya hari ini? Maaf atuh ya kalau akang udah bikin Lia kesal terus."


Surya coba mengelus pangkal lengan Kalia dengan lembut. Kalia tak menolak, syukurlah.


" Mungkin akang sudah keterlaluan bersikap terhadap Ratna, jadi Ratna seberani itu sama akang. Akang akan belajar untuk lebih menghargai hubungan yang sedang kita jaga ini. Kalau Kalia ngerasa akang salah, tolong kasih tau. Biar akang bisa belajar dari kesalahan, terkadang diam itu gak bisa menyelesaikan masalah. Justru akan membuatnya semakin besar, akan membuat kesalahpahaman tanpa akhir." Kini Surya mengelus punggung tangan Kalia.


" Akang tahu, hubungan kita tidak akan lama. Hanya akan bertahan selama Lia hamil saja. Akang harusnya lebih bisa membuat Lia bahagia. Lia pasti berat menjalani ini semua. Harus hidup bersama akang yang banyak kurangnya."


Mata Kalia berkaca-kaca. Mengapa ucapan Surya baru saja, membuat hati Kalia sakit. Benarkah dia mulai mengharapkan hubungan yang lebih dengan laki-laki ini. Bahwa dia menginginkan Surya dalam kehidupannya secara utuh dan selamanya.


Kalia tak dapat membendung air matanya. Dia menangis.


" Jangan nangis, hati akang jadi semakin sakin lihatnya. Maafin akang ya." ucap Surya sambil menggenggam tangan Kalia dengan erat. Kalia semakin tergugu. Dia makin menyadari perasaanya. Kalia semakin terbiasa dengan adanya Surya. Dia ingin memilikinya dan ingin menjadi satu-satunya milik Surya. Makanya dia merasa cemburu ketika Ratna memegang tangan Surya. Kalia ingin tangan kekar itu hanya untuknya, hanya akan melindunginya.


Surya menyeka air mata Kalia yang terus saja menganak sungai di pipinya.

__ADS_1


" A..aku gak suka lihat akang dipegang perempuan lain. Rasanya hati aku marah melihatnya. Aku juga gak suka ada orang lain yang masuk dalam hubungan kita. Kesal aja lihatnya ketika perempuan itu gelayutan seperti monyet di lengan akang dan semakin kesal ketika akang hanya membiarkan hal itu terjadi." Kalia semakin terisak. Isi hatinya tumpah sudah, dia tak peduli bila akhirnya Surya menyadari perasaannya.


" Maaf bila itu buat Lia marah. Kedepannya akang akan lebih jaga perasaan Kalia dan juga hubungan kita." Surya mengusap lembut kepala Kalia.


" Da akang teh sayang pisan sama Lia, bukan hanya sekarang aja ketika Lia sudah jadi istri akang. Tapi jauh sebelum itu, akang sudah sayang, sudah kagum."


Kalia memandang Surya heran.


"Srook..srook.." Kalia menarik ingusnya yang hampir jatuh. Surya membersihkan hidung Kalia dengan lembut, Kalia terlihat lucu dengan hidung yang meler dan memerah.


" Sejak kapan?" tanya Kalia dengan suara agak serak.


Kalia terdiam mencoba mencerna ucapan suaminya. Jadi selama ini Surya sudah sering memperhatikannya tapi kenapa dia tak pernah mengenali Surya?


" Buat akang, mendapatkan Kalia itu sudah seperti keajaiban yang tidak terhingga. Tidak terhitung. Akang sangat bahagia. Maaf kalau Lia kesusahan karena akang. Meski kita cuma akan sama - sama selama 9 bulan saja. Tapi akang sudah merasa sangat bersyukur. Lia itu berharga." Mata Surya berkaca-kaca.


Kalia memadang Surya lekat, entah kenapa bibir Surya terlihat begitu menggoda. Dan tanpa berpikir lama, dia menempelkan bibirnya pada bibir Surya. Kalia menciumnya halus, segala kesal dihatinya seketika terasa hilang. Berganti perasaan ringan dan bahagia yang memenuhi rongga dada.


Surya tampak terkejut tetapi kemudian membalas ciuman Kalia dengan lembut dan tanpa menuntut. Surya merasa tubuhnya melayang seperti tak menapaki bumi. Mereka saling berpagut lembut, mengabsen deretan gigi masing-masing. Bertukar saliva.


Sejenak, kesenjangan diantara mereka seolah terangkat. Kalia tidak peduli lagi meski Surya hanyalah seorang OB. Dia hanya ingin memiliki lelaki ini saat ini, memadu kasih denganya, merasakan semua perhatiannya. Hanya untuknya.

__ADS_1


Lama mereka dalam keadaan itu, saling mendekap dengan erat seakan tak ingin terlepas. Kalia menikmati ciumannya bersama Surya. Ciuman yang penuh kasih tanpa tuntutan nafsu yang menggebu-gebu. Surya benar-benar laki-laki yang sopan. Dia benar-benar menghadirkan rasa nyaman pada Kalia.


Semalaman Kalia dan Surya saling memeluk seperti tak bisa terpisahkan. Kalia meminta Surya untuk tidur bersamanya. Dan Surya dengan senang hati melakukannya. Tanpa meminta lebih. Dia hanya ingin Kalia merasa nyaman bersamanya.


Kini kebencian dalam hati Kalia musnah seluruhnya. Berganti dengan perasaan cinta. Hatinya hangat, dia takluk oleh pesona Surya yang lembut dan penuh perhatian.


" Jangan biarin Ratna gelayutan kayak gitu lagi ya. Aku gak suka." Kalia cemberut tapi kini malah terlihat lucu, bukan menakutkan.


" Iya, gak akan pernah. Tangan akang, tubuh akang, hati akang semuanya punya Lia. Gak mungkin akang bagi dengan yang lain. Terima kasih ya sudah mau menerima akang." Surya mencium kening Kalia lembut kemudian merapikan anak rambutnya.


Kalia mengangguk lucu kemudian menggigit bibir Surya sedikit kencang. Surya mengaduh.


" Ini karena akang udah buat aku kesal ya. Kalau kayak gitu lagi, aku akan gigit bibir akang lebih kencang bahkan sampai putus sekalian."


Surya tertawa dan memeluk tubuh istrinya dengan sayang.


" Kalau akang kayak gitu lagi, bukan hanya bibir aja yang boleh Lia gigit. Tapi ini, ini dan ini juga boleh." Surya menunjuk hidung, telinga dan si udin nya dengan tampang menggemaskan.


" Iiiih..porno. Aku gak mau...hahaha.." Kalia tertawa-tawa dan membenamkan wajahnya pada dada bidang Surya.


Jadilah malam itu menjadi malam yang indah untuk mereka berdua. Surya merasa bahagia karena ternyata perasaannya telah disambut dengan baik oleh Kalia. Pun Kalia, kini dia merasa beruntung karena telah memiliki Surya disampingnya. Laki-laki baik yang mencintainya sepenuh hati dan ayah dari anak yang ada dalam kandungannya. Kini Kalia benar-benar mencintai mereka berdua. Surya dan bayinya. Berharap hingga kapanpun mereka bertiga tidak akan terpisahkan.

__ADS_1


__ADS_2