
Sekitar pukul delapan pagi, Pak Haris memanggil Surya ke ruangannya. Dengan perasaan gugup, Surya segera memenuhi panggilan atasannya itu. Dia yakin, pasti pemanggilannya kali ini berhubungan dengan pengaduannya kemarin.
Sebelum menemui Pak Haris, Surya merapikan seragam OB nya terlebih dahulu agar terlihat lebih pantas. Karena hampir beberapa hari ini, Surya benar-benar tampak lusuh dan tak mengurus dirinya dengan baik. Surya mengetuk pintu ruangan atasannya kemudian terdengar Pak Haris mempersilahkannya masuk.
" Silahkan duduk Surya.." pinta Pak Haris sambil menunjuk kursi di depannya.
" Ini terkait pelaporan kamu kemarin." ucap Pak Haris to the point.
" Sudah ada beberapa temuan yang saya dapatkan. Dan ada beberapa hal yang sudah saya tindak lanjuti juga. Tapi saya minta, kamu harus menguatkan hati." kalimat dari Pak Haris terjeda. Surya semakin merasa gugup.
" Mengenai penyebaran email yang berisi foto kamu dan Bu Kalia, kami sudah menemukan pelakunya. Karena ternyata dia mengirim email kepada semua staf dengan akun pribadinya tapi tetap menggunakan komputer perusahaan. Hal itu lah yang membuat IP address komputernya dapat terlacak dengan cepat." belum selesai Pak Haris menyampaikan perkataannya, Surya langsung memotong.
" Siapa Pak? apa staf QA juga?" tanya Surya semakin tak sabar.
" Kok kamu bisa mengarah kesana?" tanya Pak Haris kaget ketika mendengar perkataan Surya.
" Sebelum Kalia terjatuh, saya memang sudah mencari data orang-orang yang keluar pada jam istirahat hari Rabu minggu kemarin, Pak. Ada tiga orang yang saya curigai. Dan ketiga orang tersebut adalah staf QA. Mereka mungkin pernah melihat saya jalan dengan Kalia beberapa kali, tapi saya sama sekali tidak menyangka bahwa mereka akan melakukan hal seperti itu." jelas Surya panjang lebar.
" Bukan tiga, tapi satu orang pelakunya. Nanti akan saya pertemukan dengan yang bersangkutan agar masalah ini cepat selesai. Tapi saya harap kamu dapat menahan emosi kamu. Jam 12 ini kembali ke ruangan saya ya.." ucap Pak Haris lagi.
" Kalau masalah kecelakaan istri saya bagaimana, Pak?" Surya masih belum puas.
" Kalau soal jatuhnya Bu Kalia, saya sudah memeriksa CCTV yang ada di dekat tangga dan juga mushola. Itu murni kecelakaan tunggal. Sepertinya Ibu Kalia terpeleset dan jatuh. Sebentar saya akan perlihatkan videonya pada kamu." Pak Haris kembali melihat layar laptopnya dan tak lama kemudian membalik laptop tersebut menghadap Surya. Surya memencet tombol play.
Di video tersebut, Surya melihat Kalia yang tengah berjalan mendekati tangga. Jalannya memang sudah terseok-seok, wajah Kalia tidak terlihat jelas tapi Surya bisa tahu kalau Kalia beberapa kali memijat keningnya sendiri sebelum meraih pegangan tangga. Tetapi kemudian, istrinya itu tergelincir dan menyebabkannya kehilangan keseimbangan.
__ADS_1
Surya memekik dan menutup mulutnya ketika dilihatnya Kalia beberapa kali terjungkal dan terbentur di bagian perut. Sebelum menyentuh lantai, keningnya mengenai teralis tangga terlebih dahulu hingga menyebabkan keningnya mendapatkan luka robek. Tangga menuju lantai satu itu memang memiliki banyak undakan dan cukup tinggi. Sehingga wajar saja bila Kalia terluka parah dan kehilangan bayinya. Kejadian yang tidak sampai lima menit tersebut ternyata bisa mengubah semua ritme kehidupannya.
Air mata Surya luruh sudah ketika menyaksikan video tersebut. Tak bisa dibayangkan betapa sakitnya Kalia saat itu ketika perutnya beberapa kali menghantam tangga. Surya menangis tergugu, pundaknya berguncang hebat.
" huwaaaa...Liaa..Liaaa...maafin akang, Liaa. Harusnya akang bisa jaga Lia dengan baik. Harusnya ayah bisa jaga Humairaa...maafin ayaah, nak..huwaaa.." Surya menangis kencang seraya memanggil-manggil nama istri dan anaknya. Dia sudah tidak peduli meski sedang berada di ruangan atasannya. Pemandangan video CCTV tersebut benar-benar telah menyayat hatinya. Dibenamkan wajahnya dalam kedua telapak tangan. Air mata terus saja mengalir tak tertahankan.
Pak Haris menepuk-nepuk pundak Surya mencoba menenangkan.
" Istighfar Surya, Yang sabar, kuatkan hati kamu.." ucap Pak Haris, dia merasa kebingungan untuk menghentikan tangis Surya yang terdengar begitu pilu.
Dalam keadaan masih bersimbah air mata, Surya mengangkat kepalanya dan menatap Pak Haris tajam ada amarah yang tergambar jelas di situ. Dia menggertakan giginya.
" Apa saya bisa bertemu dengan orang yang menyebarkan foto itu sekarang saja, Pak?" tanya Surya kemudian. Dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan orang yang sudah menyebarkan fotonya bersama Kalia. Dia ingin membalas perbuatan orang tersebut karena telah menghancurkan hidupnya dan Kalia hanya karena sebuah perbuatan konyol.
" Tapi karena foto itu lah istri saya sampai mengalami kecelakaan dan bahkan keguguran. Pikirannya pasti kalut, dia pasti malu Pak. Karena tidak biasanya istri saya menggunakan tangga jika hendak turun ke lantai 1. Biasanya Lia selalu menggunakan lift karena selama hamil jadi sering pegal dan merasa lelah. Mungkin dia malu bertemu dengan orang banyak dan lebih memilih menggunakan tangga untuk menghindari tatapan orang-orang terhadapnya. Dan ini semua karena foto itu, Pak. Karena kelakukan rendahan orang tersebut..!" jawab Surya dengan nada emosi.
" Saya mengerti kekalutan kamu, Surya. Tapi coba pikirkan baik-baik. Jangan sampai terbawa emosi." Pak Haris masih mencoba membujuk Surya.
"Jam 12 nanti kamu kembali ke ruangan saya. Kemudian kita bicarakan lagi nanti. Tenangkan dulu hati kamu sekarang." lanjutnya lagi.
Surya mengusap wajahnya dengan kasar, pada akhirnya dia menyetujui untuk bertemu dengan orang tersebut ketika waktu istirahat. Kemudian pamit keluar dari ruangan atasannya dengan perasaan yang tak karuan.
Selama menunggu sampai jam 12 siang, Surya tak bisa berkonsentrasi dalam bekerja. Dia hanya diam saja di lokernya, tak ada hasrat sedikitpun untuk melakukan hal lain. Teman-temannya pun tak ada yang berani mengganggunya. Mereka tahu jika Surya sedang benar-benar kacau. Terutama Ratna, dia bahkan menghindari untuk bertemu dengan Surya hari ini setelah perdebatan mereka kemarin. Tapi hal itu justru menguntungkan untuk Surya, karena membuatnya terhindar dari gangguan Ratna dan tidak akan membuat Surya tambah pusing lagi.
Surya kemudian mencoba menghubungi Ibu Rani beberapa kali. Tapi tak ada jawaban, sepertinya Ibu Rani sedang sibuk. Mungkin sedang merawat Kalia, begitu pikirnya.
__ADS_1
Dia begitu merindukan Kalia, tetapi dia baru sadar kalau selama beberapa bulan ini, Surya tak punya satu pun foto Kalia kecuali foto 2x3 yang tertempel di buku nikah mereka. Dia memang jarang mengabadikan moment apapun menggunakan kamera handphonenya. Dia malas mengambil foto, hanya memenuhi memori handphone saja, begitu pikirnya. Tapi hal tersebut langsung disesalinya sekarang. Ketika dia tak bisa bertemu dengan istrinya saat ini dan entah untuk berapa lama, harusnya Surya memiliki foto Kalia untuk sedikit meredakan rasa rindu yang kini menderanya.
" Akang rindu sama Lia..rinduuu sekali" ucap Surya lirih seraya mengusap layar handphonenya yang menampakkan nomor kontak Arum Dalu, nomor kontak Kalia.
Arum dalu adalah sejenis bunga yang termasuk ke dalam spesies Cestrum dan famili Solanaceae. Sesuai dengan namanya “arum dalu”, bunga ini berbau harum saat malam hari. Bunga arum dalu berasal dari West Indies, dan termasuk ke dalam tanaman perdu dengan tinggi dapat mencapai 4 meter. Bunga ini biasa juga disebut dengan night blooming jasmine, bunga sedap malam, atau bunga ratu malam.
Surya sangat menyukai bunga itu karena sedari Surya kecil, Ibu Ati selalu menghiasi rumahnya dengan bunga arum dalu bila di keluarga mereka sedang ada moment spesial yang harus dirayakan, seperti hari raya, atau syukuran. Itulah yang membuat bunga arum dalu begitu spesial untuk Surya.
Jadilah Surya menamai nomor kontak istrinya dengan nama Arum dalu juga, karena baginya Kalia adalah orang yang selalu spesial sampai kapanpun. Selalu menyebarkan wangi dalam kesehariannya dan akan selalu menjadi ratu dalam hatinya. Memiliki Kalia, benar-benar membuat Surya merasa istimewa. Kalia adalah candu, dan sampai kapanpun dia tak akan pernah bisa melepaskan Kalia dari hidupnya.
*
*
*
*
*
*
Semua hal yang terjadi dalam hidup kita itu ada sebab dan akibatnya. So..bijak dalam bertindak ya reader.
Selamat menikmati novel yang saya suguhkan. Maaf bila ceritanya kurang tertata dengan baik dan typo yang masih bertebaran. Mohon dukungannya yaa, jangan lupa like, komen, vote dan favoritkan novel ini jika reader menyukainya. Terimakasiiih...
__ADS_1