My Office Boy

My Office Boy
71. Jadi punya Keluarga Besar


__ADS_3

Acara resepsi yang meriah selesai dilakukan. Sekitar pukul tiga sore mereka kembali ke villa yang sudah di booking oleh uwak Damar untuknya dan seluruh keluarga besarnya. Malam nanti sekitar pukul 7 akan diadakan barbeque party yang pastinya tak kalah meriah.


Kedua pasang pengantin beda zaman ini, kini telah beristirahat di kamar masing-masing. Mereka tampak kelelahan karena harus berdiri berjam-jam untuk menerima selamat dari semua tamu undangan.


" Yayang.." panggil uwak Damar genit.


" Akang ih..jangan panggil yayang-yayang begitu. Malu..kita mah udah ubanan."jawab Ibu Rani protes. Kini baju dan make up tebal yang tadi menghiasinya sudah dibersihkan oleh pihak MUA. Berganti dengan baju tunik yang lebih santai.


" Ya gak apa-apa atuh, da memang Rani mah yayang nya akang." jawab uwak Damar sambil merebahkan dirinya di tempat tidur.


" Sini atuh..buka aja kerudungnya, sekarang kan kita udah suami istri." ucap uwak Damar lagi sambil membuka kedua tangannya lebar-lebar agar Ibu Rani merebahkan dirinya disana.


" Nanti aja ah.." ucap Ibu Rani masih merasa malu. Waktu satu bulan ternyata belum bisa membuat Ibu Rani terbiasa dengan kehadiran Uwak Damar dalam hidupnya.


Uwak Damar bangkit dari tempat tidur kemudian menghampiri istrinya sambil mengendap-endap persis maling.


" Nanaonan sih kang? Jalannya sampai begitu banget." Ibu Rani jadi kebanyakan protes setelah mempunyai suami seperti uwak Damar. Kemudian..


HAP..


Uwak Damar memeluk ibu Rani dengan cepat, dan menghadiahinya sebuah kecupan manis di pipi.


" Makasih yah, udah mau terima akang jadi pendamping hidupnya yayang Rani." ucap uwak lembut di telinga Ibu Rani. Bulu kuduknya sampai meremang karena kegelian.


" Iya sama-sama, kang. Makasih juga karena sudah sangat baik sama saya." ucap Ibu Rani yang hanya bisa pasrah di peluk dengan erat oleh suaminya.


***


" Cape banget yang?" tanya Surya sambil memijit pundak Kalia dengan lembut. Kalia hanya mengangguk sambil memejamkan matanya menikmati pijatan Surya.


"Kok tadi berani banget sih nyanyi di atas panggung. Kayak bukan akang.." ucap Kalia masih memejamkan matanya.


"Tapi suka gak?" Surya malah balik bertanya. Kalia langsung berbalik menghadap suaminya.


"Sukaaa banget.." jawab Kalia sambil mencium bibir Surya lama sampai sesak.


" Hahaha..jadi sangar ya Lia sekarang. Main sosor aja gak pakai aba-aba. Jangan suka mancing-mancing lho, nanti nyesel sendiri." ucap Surya sambil mencondongkan tubuhnya lebih dekat.


" Akang gemesin hari ini, bikin pengen gigit, pengen cium, pengen ****..!" ucap Kalia sambil mencubit pipi suaminya gemas.

__ADS_1


" Nanti malam yah..habis acara barbeque party." pinta Surya sedikit memelas. Kalia hanya mengangguk patuh.


"Tapi main aman dulu ya, aku masih agak deg-deg an kalau hamil lagi dalam waktu dekat ini."


"Siaaap...laksanakan!!"


***


Acara barbeque party di mulai. Sekarang halaman belakang villa sudah disulap menjadi tempat yang sangat cantik. Hiasan bola lampu menjuntai indah, banyak obor menyala di setiap pojok halaman. Menampilkan warna temaram yang hangat dan menentramkan.


Disediakan juga tenda-tenda kecil yang nyaman untuk setiap pasangan. Dengan sofa bean bag teronggok dimana-mana, memungkinkan setiap orang untuk bersantai dan mengobrol dengan nyaman. Suasana memang dibuat seperti sedang berkemah agar terkesan lebih akrab dan kekeluargaan. Apalagi di tengah tenda dan bean bag tersebut, disediakan api unggun yang menyala-nyala untuk menghalau dinginnya udara Lembang.


Sedangkan untuk menu barbeque nya sendiri, sudah ditangani baik oleh pihak catering. Dua buah meja panjang tergelar mewah dengan semua menu barbeque lengkap yang sudah terhidang di meja. Jadi semua tamu undangan tinggal memilih menu barbeque mana yang ingin mereka santap sesuai selera.


Lagi-lagi hiburan musik menggema memenuhi tempat tersebut, membuat suasana semakin syahdu saja. Kedua pasang pengantin juga sudah mulai menikmati suasana. Mereka duduk di dua buah tenda yang berdekatan sambil menikmati hidangan dengan lahap.


Sesekali Kalia melempar senyum pada Surya, dia benar-benar bahagia malam ini. Dikelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya.


Kalia juga mulai mengakrabkan diri dengan kelima anak uwak Damar, ternyata kelima anaknya sama-sama ceria seperti uwak. Mereka sering kali menggoda abah mereka hingga membuat Ibu Rani bersemu merah, dan Kalia merasa sangat nyaman menjadi bagian dari keluarga ini.


Nama anak-anaknya uwak sedikit unik, semuanya diambil dari angka sansekerta. Jadi membuat Kalia mudah sekali menghapalnya. Eka, Dwi, Tri, Catur, dan Panca. Semua sudah menikah dan datang dengan keluarga masing-masing. Tidak tanggung-tanggung, kini Kalia memiliki sekaligus empat orang kakak dan satu adik perempuan karena usia Panca terpaut lima tahun dibawahnya. Apalagi kelima saudara sambungnya mudah sekali mengakrabkan diri hingga membuat Kalia tak sungkan bercanda dengan mereka.


"Iya..panggil abah aja, abah jenggot juga boleh." tambah Teh Catur sambil mengelus janggut abahnya yang memang tumbuh banyak memenuhi dagunya.


"Si abah mah jarang banget cukuran, kalau udah diomelin sama kita baru deh di cukur. Katanya jenggot itu teh peletnya. Kalau dicukur, abah bakal melemah kekuatannya. Gimana we kalau samson betawi dicukur bulu keteknya...tiba-tiba jadi letoy." Panca makin absurd menambahi. Kalia hanya nyengir saja.


" Ngaco ah kalian mah, abah gak mau cukur jenggot teh nanti jadi kelihatan muda. Dikiranya bukan abah kalian, tapi jadi kakak kalian. Mau emang?" bela uwak eh abah Damar sambil menggamit tangan Ibu Rani yang dari tadi senyum-senyum saja.


" Jenggot juga pesona abah, nih buktinya mamanya Kalia klepek-klepek sama abah." abah Damar makin pede. Disambut oleh cubitan di pinggangnya oleh Ibu Rani.


" Gak kebalik itu wak, eh bah.." ucap Surya menimpali. Dia masih kagok mengubah panggilannya kepada mertua barunya itu.


"Tong buka kartu, Sur..malu." ucap abah Damar sambil menepuk pundak Surya, yang lain jadi tertawa melihatnya.


" Oh iya, besok abah jadi pergi honeymoon sama mama?" tanya teh Dwi yang sedari tadi sibuk menyuapi anak laki-lakinya yang sedang anteng bermain gadget sambil duduk melesak diatas bean bag.


"Jadi atuh..mau nambahin adik buat kalian. Hahaha.." ucap abah Damar sambil tertawa puas.


" Iih..apa sih akang. Udah tua mah ngerawat cucu bukan ngerawat anak." Ibu Rani langsung protes. Abah Damar langsung tertawa dan mejawil pipi istrinya yang kini cemberut.

__ADS_1


" Oh iya, akang mau kenalin cucu-cucu akang nih. Udah banyak cucu akang mah, dari Eka ada dua namanya Sita dan Dara." Kedua anak gadis yang sudah berusia 12 dan 10 tahun ini menyalami Ibu Rani kemudian diberi amplop merah oleh abah Damar yang langsung membuat mereka berjingkrak kegirangan.


" Makasih eyaang.." teriak dua gadis cantik tersebut berbarengan.


" Dari Dwi baru satu, nih si jagoan neonnya eyang. Namanya Pandu. Tinggalnya di Malaysia mereka mah." ucap abah Damar, dan memberikan ampol lain untuk Pandu yang usianya tak jauh beda dengan cucu pertama abah Damar. Pandu tersenyum manis kemudian mencium punggung tangan Ibu Rani dengan santun.


" Nah..kalau dari Tri sesuai sama namanya. Akang punya tiga cucu, kembar! Hebat kan?! Yang ini Mika, Mita, sama Mina." tunjuk abah Damar pada ketiga cucu kembarnya.


"Salah abaah..yang ini Mika, ini Mita, yang ini baru Mina." ucap teh Tri sambil mengarahkan telunjuk abahnya pada ketiga anak kembarnya yang selalu tertukar dikenali oleh abah. Maklum saja, mereka memang kembar identik. Jadi kalau baru sekilas melihat atau jarang bertemu seperti abah Damar, pasti akan sering tertukar. Abah Damar hanya senyum-senyum saja.


"Maafin eyang ya, habis kalian cantik-cantik semua. Jadi eyang bingung." ucap Abah Damar mencari alasan sambil menyerahkan tiga amplop kepada cucu-cucunya. Ketiga anak kembar yang baru berusia 8 tahun itu menyalami Ibu Rani satu persatu.


" Nih..kalau ini anaknya teh Catur, the one and only alias baru satu-satunya. Namanya Kiara." ucap abah Damar sambil mengelus cucunya yang masih balita. Kemudian memberikan amplopnya pada Ibu nya.


" Dipegang sama Bunda aja ya Kia. Nanti takut diemut amplopnya." ucap Abah Damar kemudian mencium pipi cucunya yang gembil dan montok.


" Kalau Panca mah masih on going kayak Lia. Belum punya buntut, jadi sama abah kalian mah gak akan dikasih amplop." ucap abah sambil memeletkan lidahnya pada Panca.


" Yaah..abah mah, masa kita gak kebagian ya teh?" ucap Panca sambil memandang Kalia. Kalia hanya bisa tertawa melihat tingkah ayah sambungnya itu.


Ibu Rani menatap semua keluarga suaminya dengan tatapan haru.


" Duh jadi banyak gini ya keluarga mama sekarang. Langsung punya anak perempuan enam orang, anak menantu juga enam orang, ditambah bonusnya tujuh cucu yang cantik dan ganteng. Bahagia pisan mama sekarang." ucap Ibu Rani sambil menyeka air matanya.


Dalam waktu satu bulan saja, ternyata Allah langsung memberinya rezeki keluarga sebanyak itu. Dia menggamit tangan suaminya, merasa sangat bersyukur dengan semua yang sudah Allah berikan untuknya. Apalagi, kini Kalia sudah hidup berbahagia dengan Surya. Mereka hidup rukun bersama dan saling mencintai. Semoga saja Kalia dan Surya segera diberi momongan juga, agar luka hati Kalia benar-benar sembuh, batin Ibu Rani dalam hati.


*


*


*


*


*


Selamat berbahagia semuanyaaa. Selamat menempuh hidup baru juga. Hehehehe


Buat reader semua, semoga berbahagia juga ya. Selalu dukung saya untuk terus berkarya. Selamat malam dan selamat beristirahat..

__ADS_1


__ADS_2