
" Kapan-kapan mama nginep atuh di Lembang. Jangan ngurusin arisan ibu-ibu komplek aja. Mentang-mentang Lia udah nikah, jadi bebas meet up sama ibu-ibu komplek nih. Awas ghibah melulu." ucap Kalia sambil membantu mama Rani membuat keripik jamur pemberian Surya.
" Iya, ma..nginep disana yuk. Nanti Surya ajarin mama cara mengokulasi Adenium deh. Biar warna bunganya jadi macem-macem terus batangnya jadi bisa dikepang gitu, Mah." lanjut Surya sambil mencomot keripik jamur yang sudah matang dan sedang ditiriskan diatas nampan yang sudah dialasi tisue masak untuk menyerap minyak bekas menggoreng.
Mata mama Rani langsung berbinar-binar.
" Serius Aa bisa gitu juga? bisa bikin batang adenium jadi meliuk-liuk gitu? kayak dikepang?" tanya Mama Rani sangat antusias. Surya mengangguk dan mengambil lagi setangkup keripik jamur.
" Iisshh..omongan Lia gak ditanggepin. Kalau soal bunga aja langsung gercep." Kalia manyun.
Mama Rani langsung menjejalkan keripik jamur ke mulut Kalia agar berhenti manyun.
" Lagian kamu bilang mama suka ghibah sama ibu komplek kalau lagi kumpul. Ya nggak atuh, siapa juga yang mau ngemil bangkai? Mending ngemil keripik jamur nih, enak." ucap Mama dan pergi mengambil toples. Perlu diamankan ini keripik, pikirnya. Baru selesai goreng langsung habis saja dicemili menantunya. Gorengnya lama, eh habisnya cepet bener.
" Minggu depan atuh ya jemput mama. Hari sabtu kan Lia pulang jam 2, kesini dulu jemput mama terus mama nginep deh disana sampai minggu."
" Kok sebentar amat nginepnya? yang lamaan aja Mah. Kan mama gak ada kegiatan juga." ucap Kalia sambil membantu memasukkan keripik yang sudah kering kedalam toples.
" Enak aja gak ada kegiatan. Mama tuh sibuk meskipun gak kerja juga. Ada pengajian ibu-ibu setiap senin sama kamis. Arisan ibu-ibu komplek yang hits banget, kegiatan sosial sama ibu-ibu PKK, dan olah raga juga. Banyak pokoknya mah." jelas Mama Rani mengabsen setiap kegiatannya yang begitu padat selama satu minggu.
Kalia tertawa.
" Bener-bener ya mama..pantes aja suka lama balasnya kalau Lia kirim whatsapp teh. Sibuk sama acara ibu-ibu ternyata."
Surya juga ikut tertawa.
Sekitar pukul 8 malam, Kalia dan Surya baru pulang dari rumah mama Rani. Mereka tidak bisa menginap karena esok hari masih harus bekerja dan tidak membawa perbekalan untuk menginap.
Didalam mobil, Kalia sudah kelelahan dan tak berapa lama langsung terlelap. Baru setelah sampai rumah, Surya mencoba membangunkannya tapi Kalia masih sedikit pusing dan mengantuk.
" Aku masih ngantuk dan agak pusing kang." ucap Kalia dengan suara serak.
" Gendoong.." lanjut Kalia lagi, kali ini dengan nada manja.
Jadilah Surya menggendong Kalia untuk masuk kedalam rumah dan menidurkannya di dalam kamar. Kalia sebetulnya bisa saja jalan sendiri, tapi dia ingin menikmati kasih sayang suaminya itu seharian ini, dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi.
__ADS_1
Bahkan untuk berganti baju dengan baju tidur pun, Lia tak mau. Dia ingin Surya yang membantu menggantikannya. Benar-benar menggoda iman, pikir Surya. Setelah berganti baju, Surya pun merebahkan badannya disamping Kalia. Badannya sangat lelah dan pegal-pegal. Tak perlu waktu lama, keduanya sudah terlelap.
***
Pagi harinya, seperti biasa Surya akan berangkat terlebih dahulu karena jadwal masuk kantor yang berbeda dengan Kalia. Satu jam kemudian, Kalia baru berangkat menggunakan mobilnya.
Di kantor, baik Intan, Listi maupun Sri jadi lebih memperhatikan gerak-gerik Kalia. Apalagi Listi dan Sri yang notabene kubikelnya bersebelahan menjadi lebih intens berkomunikasi, bila Kalia sedang bertelepon ria dengan entah siapa dan kelihatan tertawa-tawa mereka berdua langsung kasak-kusuk menduga-duga tentang apa dan siapa yang sedang menelepon Kalia hingga membuat atasannya tertawa seperti itu. Penyakit ghibah ini benar-benar bahaya, etos kerja pun bisa menurun karenanya.
" Hari ini aku bakal buntutin mereka lagi ah..biar kalian makin percaya sama apa yang aku omongin. Kan si Intan bilang tuh, no pict is hoax. Tunggu aja besok, pasti ada berita terupdate." ungkap Sri sambil cekikikan.
Listi yang awalnya tak ingin terlalu ikut campur pada akhirnya mulai terpancing juga.
" Aku mau nanya tetangga aku ah. Dia juga OG disini, siapa tahu si Ratna bisa kasih informasi tambahan."
Sri mengangguk antusias.
" Iya, Lis. Coba tanyain sama tetangga kamu tuh. Apa bener si Surya ada main sama Bu telunjuk sakti." ucap Sri makin bersemangat.
Tak berselang lama, ketika dua manusia tukang gosip itu masih dengan aktifitas mereka yang unfaedah. Surya mengetuk pintu ruangan QA dan ijin masuk sambil membawa secangkir teh hangat diatas nampan untuk Kalia. Setelah itu mengetuk pintu ruangan Kalia dan masuk kedalamnya.
Sontak saja Sri, Listi dan Intan langsung saling pandang kemudian Sri memberi isyarat dengan menaikan alis dan menunjuk ruangan Kalia. Intan yang meja nya paling dekat dengan ruangan Kalia langsung menajamkan pendengarannya, barangkali ada percakapan-percakapan Surya dan Kalia yang bisa dia dengar. Tapi nihil, dia tak bisa mendengar apa-apa.
Setengah hari ini berjalan lancar, tak ada pekerjaan yang terlalu urgent. Hanya beberapa training GMP yang laporannya harus diperiksa Kalia. Dia memanggil Intan dari dalam ruangannya. Tanpa berlama-lama Intan langsung masuk ke ruangan atasannya.
" Iya, Bu. Ada yang bisa saya bantu?"
" Hari ini saya mau makan siang di luar ya, Tan. Jadi tidak perlu dipesankan catering. Terus saya mau nanya sesuatu dong, kira-kira kamu tahu gak toko kue yang bisa pesan birthday cake tapi langsung bisa selesai hari ini juga. Saya mau pesan cake, tapi gak mau yang dipajang di display. Pengennya yang fresh tapi bisa selesai hari ini."
" Hemm..ada sih, Bu. Teman saya ada yang jual cake. Dia online gitu jualannya, ada di instagram. Biasanya kalau pesan siang ini, sore atau malamnya sudah beres. Mau saya pesankan, Bu?" tawar Intan, Kalia langsung tersenyum senang.
" Boleh, kalau kamu gak keberatan." jawab Kalia.
" Nggak dong, Bu. Masa keberatan sih, ibu kan atasan saya." balas Intan.
" Ya..ini kan tugas pribadi. Diluar pekerjaan kantor. Saya gak mau memaksa anak buah saya untuk mengerjakan hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan kantor."
__ADS_1
Intan tersenyum.
" Untuk siapa kalau boleh tahu Bu?" tanya Intan lagi.
" Untuk suami saya. Dia berulang tahun hari ini." ucap Kalia membuat Intan ber-oh-ria tanda mengerti tapi tak urung hatinya bertanya-tanya apakah orang itu adalah Surya atau bukan?
" Tolong pesankan tiramisu cake aja ya, Tan. Diberi ucapan juga diatasnya, Happy Birthday Akang. Nanti kamu kasih tahu saya berapa biayanya. Biar saya transfer setelah itu." pinta Kalia. Setelah itu Intan pamit untuk kembali ke mejanya untuk membuat pemesanan cake yang Kalia inginkan dan dibalas anggukan oleh Kalia.
***
Ketika waktunya istirahat, Listi mengitarkan pandangannya ke seluruh kantin, dia mencari keberadaan Ratna yang ternyata adalah tetangganya. Dia menemukan Ratna sedang mengantre untuk mengambil makanan, dengan cepat Listi menemuinya dan menepuk pundak Ratna...
" Ratna..kalau sudah pesan makanan, duduk sama aku dulu ya disana, ada yang mau aku tanyain." ucap Listi sambil menunjuk bangku paling belakang dimana sudah menunggu Sri disana. Sri melambaikan tangannya.
" Ada apa mbak Listi? Duh saya meuni jadi takut gini kayak mau di sidang." ucap Ratna sambil tersenyum khawatir.
" Nggak lah, ngaco kamu mah. Ada yg mau aku tanyain. Kalau udah, langsung kesana aja ya." perintah Listi lagi.
Setelah selesai, Ratna memenuhi permintaan Listi untuk bergabung duduk dengannya. Listi yang melihat kedatangan Ratna langsung menggeser duduknya mempersilahkan Ratna untuk duduk di sampingnya.
" Oh iya, kenalkan ini teman Mbak Listi. Sambil dimakan aja, Rat. Kita sambil ngobrol-ngobrol." pinta Listi. Sri langsung menjulurkan tangan dan menyebutkan namanya.
" Rat, kamu kenal yang namanya Surya gak?" tanya Listi tanpa basa-basi.
" Kenal atuh, mbak. Kenapa memangnya?" tanya Ratna lagi, rasa laparnya langsung sedikit berkurang ketika nama Surya disebut oleh Listi.
" Dia udah nikah apa belum sih?" tanya Sri menimpali.
" Belum lah, A Surya mah masih single. Kenapa? mbak Listi atau mbak Sri suka sama A Surya ya?" Ratna langsung memandang Listi dan Sri bergantian dengan tatapan sinis. Pasalnya Surya adalah gebetan sejatinya. Tiba-tiba saja ada dua perempuan yang menanyakan Surya padanya, tentu saja dia menjadi waspada.
" Nggak lah, kita gak ada yang suka sama Surya. Kita tuh nanyain dia karena ingin memastikan aja kalau dia itu single ataukah udah nikah? Soalnya dia kayak ada hubungan gitu sama salah seorang yang bekerja di bagian QA." Listi langsung menjelaskan duduk perkara tapi tak menyebutkan bahwa yang ada hubungan dengan Surya adalah atasannya.
" Serius mbak? Pantesan aja.." ucap Ratna tapi tak dilanjutkannya. Mimik mukanya langsung berubah kesal.
" Pantesan apa??" tanya Sri menjadi penasaran.
__ADS_1
" Sejujurnya, aku tuh suka sama A Surya udah dari lama dan sikap A Surya akhir-akhir ini memang kayak menghindari aku. Dia gak mau dekat-dekat, gak mau aku ajak ngobrol lama-lama. Padahal biasanya kita tuh akrab aja . Dulu aku sempat lihat whatsapp nya dia, ada wa dari perempuan namanya Arum Daru dan dia bilang makasih soal bekal makan gitu. Kayaknya A Surya sering bikinkan bekal buat dia."
Listi dan Sri saling pandang kemudian menggumamkan nama Arum Daru tanpa suara. Mencoba berpikir, akankah Arum Daru adalah nama panggilan Surya untuk Kalia?