
Malam makin larut, Surya dan Kalia kembali ke kamar setelah selesai makan malam bersama Ibu Rani dan suami barunya.
Begitu sampai di kamar, mereka membersihkan diri terlebih dahulu. Kemudian mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat isya berjamaah. Sebelum menjadi imam shalat. Surya membalikkan badannya menghadap Kalia.
" Sayang, setelah shalat isya nanti, kita shalat sunnah malam pertama ya." ucap Surya sambil mengusap kepala istrinya yang sudah berbalut mukena.
" Sebetulnya shalat ini terlambat kita lakukan, karena kita pernah melakukannya dulu dalam keadaan penuh dosa." Surya menghentikan perkataannya sambil memandang Kalia dengan intens. Seperti berhati-hati ketika menyampaikannya, takut Kalia tersinggung.
" Tapi malam ini, akang ingin membuka semuanya dengan lembaran baru. Kita memohon ampun pada Allah atas semua dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan dulu. Malam ini kita lakukan shalat sunnah malam pertama yang tertunda itu ya? Semoga pernikahan kita akan selalu diberkahi, dan diberikan keturunan yang shaleh dan shaliha." lanjut Surya lagi. Kalia terdiam sejenak, menelaah semua perkataan Surya.
" Aku yakin bahwa Allah itu Maha Pemaaf, kang. Semoga Allah bisa menilai kesungguhan kita dan memberi kebahagiaan dalam pernikahan kita ini." ucap Kalia. Surya mengaminkan dengan serius.
Entah kenapa suasana berubah haru. Ada rasa syukur yang membuncah dalam hati sepasang suami istri ini. Mungkin awalnya, mereka memang dipersatukan dalam suatu hubungan yang terlarang, melewati begitu banyak ujian dan cobaan. Tapi seiring berjalannya waktu, semua semakin membaik hingga mereka berdua bisa berada di titik ini. Dimana keduanya sudah saling mencintai karena Allah.
Surya mulai mengimami shalat. Dengan khusyuk mereka melaksanakan shalat tersebut. Hanya terdengar lantunan suara Surya saja saat mengimami, terdengar begitu menyentuh di hati Kalia. Tak terasa air mata Kalia luruh sudah. Mereka larut dalam sujud panjang disertai beribu do'a yang terucap.
Pun Surya, selesai shalat dia mengangkat kedua tangannya seraya berdo'a dengan perasaan haru biru.
" Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah dirinya dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku karena dirinya, dan berikanlah rezeki kepada istriku lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami berdua dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami berdua dalam kebaikan pula. Aamiin." ucap Surya lirih.
Dia kemudian berbalik memandang istrinya yang sudah bersimbah air mata. Surya memegang kepala Kalia dengan lembut dan membacakan do'a diatas pucuk kepala Kalia.
"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”
" Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya." lanjut Surya kemudian meniup pucuk kepala Kalia yang terselimuti mukena dan menciumnya dengan lembut.
Kalia semakin tergugu dalam pelukan Surya. Beruntung rasanya memiliki suami yang begitu menyayanginya dengan tulus. Selalu berkorban dalam hal apapun. Selalu mencoba mengerti semua sifatnya yang kadang egois dan menyebalkan.
Surya adalah laki-laki terbaik yang dipilihkan Allah untuknya. Dan mulai saat ini, Kalia berjanji dalam hatinya. Dia akan mengabdikan dirinya untuk menjadi istri yang baik untuk Surya. Mencintainya dengan sepenuh rasa dan berharap hanya maut lah yang akan memisahkan mereka.
Selesai shalat, Surya bertanya pada istrinya.
" Sayang tahu do'a sebelum berhubungan badan?" tanya Surya sambil mengelus pipi Kalia. Kalia hanya menggeleng pelan.
" Ajari aku, kang. Bimbing aku yang masih banyak ketidaktahuan ini." ucap Kalia merasa malu.
__ADS_1
" Ikuti akang ya.." ucap Surya kemudian membacakan do'a tersebut kata perkata dan diikuti Kalia.
" Bismillahi Allahumma jannibnaassyyaithoona wa jannibi syaithoona maarozaqtanaa".
" Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."
Selesai membacakan do'a, masih dalam balutan mukena. Surya mengangkat istrinya dengan gaya bridal style kemudian membaringkan Kalia di tempat tidur. Perlahan tapi pasti, dia membuka mukena yang dikenakan Kalia.
Setelah mukenanya terlepas, Surya mulai membuka baju tidur Kalia juga dengan pelan-pelan. Kebetulan saat itu Kalia memakai baju tidur pendek dengan gambar bunga-bunga kecil, hingga membuat paha mulusnya sedikit terekspose.
Hati Surya berdesir ketika dia mulai meraba paha mulus Kalia. Kemudian menciumi leher istrinya dengan lembut. Kalia melenguh, mendesah, mengerang. Membuat tubuh Surya semakin menegang.
Surya kemudian membisikkan kata-kata yang membuat bulu kuduk Kalia meremang sempurna.
" I love you.." bisik Surya kemudian menciumi telinga Kalia dengan sembarang.
Kalia sudah tak bisa menahannya lagi, inti tubuhnya sudah basah. Dia menangkup wajah Surya kemudian mencium bibirnya dengan gerilya. Memberi akses agar Surya bisa mengeksplore keseluruhan bibir dan mulutnya. Lidah mereka seperti bersilat dalam artian yang sebenar-benarnya.
Nafas Surya dan Kalia semakin memburu. Turun naik tak beraturan. Surya tak mampu lagi menahan gelegak hebat di perut bawahnya. Ada sesuatu yang sudah tak tahan ingin keluar dan bersarang dalam goa hangat milik Kalia.
Dia lepaskan semua atribut pakaian yang terpasang di tubuh Kalia hingga menampakkan keseluruhan tubuh mulus yang Kalia miliki. Kalia merasa malu tapi tak urung mengikuti permainan Surya. Dia pun melepas semua pakaian yang dipakai Surya kemudian menarik selimut putih guna menutupi tubuh mereka yang sudah bertelanj*ng sempurna.
Ada sesuatu yang melesak masuk kedalam tubuh Kalia, membuat dia menahan rasa sakitnya dengan menggigit bibir bagian bawah.
" Aagghh.." erangnya ketika sesuatu tersebut sudah mulai bergerak seirama, keluar masuk dengan sempurna. Desahan Kalia bersahutan dengan Surya. Kalia merasakan sakit yang teramat sangat, karena sejujurnya ini adalah kali kedua mereka berhubungan intim. Dan jarak dari hubungan pertama dengan kedua, terpaut cukup jauh sampai berbulan-bulan lamanya. Wajar saja bila tubuh Kalia belum terbiasa dengan hal itu.
Surya membisikkan sesuatu lagi.
" Akang keluarkan di dalam aja ya." ucap Surya sedikit terengah. Kalia hanya mengangguk pasrah. Jika pun Allah menghendaki bila hubungan intim yang mereka lakukan saat ini membuahkan benih dalam rahimnya, Kalia akan sangat bersyukur. Dia tak terlalu peduli dengan anjuran dokter yang harus menunda kehamilan minimal sampai enam bulan. Toh bukan dokter yang menentukan nasib seseorang, tapi Allah. Kalia sekarang meyakini itu.
" Lia ikuti akang ya.." Lagi-lagi Surya berbisik.
" Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah."
" Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang shaleh." ucap Surya terbata-bata.
__ADS_1
Gerakan Surya semakin cepat membuat tubuh Kalia menggelinjang dan mengerang tak jelas. Kalia mencoba mengikuti irama gerakan Surya hingga dia merasakan ada sesuatu yang menjalar hebat dari alat intinya, menuju perut hingga mencapai klimaksnya, terasa sampai kepala. Begitupun Surya. Dia melenguh tertahan, wajahnya berubah merah. Peluh membanjiri tubuh telanj*ng mereka.
Kalia merasakan ada sesuatu yang hangat menyembur dalam dirinya. Sensasi yang baru dirasakannya dalam keadaan sadar dan bahagia.
Tubuh Surya seketika lemas dan memeluk Kalia dengan posisi diatas. Kemudian menciumi istrinya bertubi-tubi dan kembali berucap do'a.
"Alhamdulillaahiladzii khalaqa minal maa i basyaraa. Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia." ucap Surya kemudian kembali menghujani Kalia dengan ciumannya.
" Terimakasih ya sayang." ucap Surya kemudian memeluk pinggang Kalia dari belakang. Dia menelusupkan wajahnya malu-malu di tengkuk dan rambut Kalia. Meringkuk seperti bocah kecil lugu yang kelelahan bermain dengan mainan istimewanya.
Begitu banyak do'a yang harus diucapkan Surya dalam sekali berhubungan badan. Kalia tersenyum sendiri tetapi juga merasa kagum pada suaminya. Surya benar-benar telah mengajarkan banyak hal dalam hidupnya. Terutama soal agama yang selama ini terlampau dinomor sekiankan. Tapi setelah memiliki Surya, Kalia jadi banyak berubah. Kearah yang lebih baik tentunya.
Kini Surya dan Kalia telah melebur menjadi satu dalam ikatan pernikahan yang diberkahi. Mereka telah menutup lembaran kelam dalam kehidupannya yang telah lalu dan berharap akan selalu mendapatkan bahagia dalam perjalanan rumah tangganya.
Mereka tahu, di depan sana..kehidupan tidak akan melulu berjalan mulus. Pasti akan ada saja kerikil-kerikil tajam atau bahkan bongkahan batu besar yang akan menghadang mereka. Tapi mereka juga yakin, selama niat mereka baik dan didasari cinta karena Allah, maka Allah juga lah yang akan membantu mereka melewati semuanya. Mereka hanya berharap bahwa mereka berdua dapat menjadi jodoh sehidup sesyurga.
T A M A T
*
*
*
*
*
Sekian novel pertama saya. Semoga berkenan di hati reader semua. Dan maaf bila masih banyak typo yang bertebaran di mana-mana serta kekurangan dalam segi cerita. Saya sengaja tidak membuat cerita ini semakin ngalor ngidul, hanya ingin fokus pada permasalahan inti saja. Tidak ingin terlalu mengembangkannya hingga membuat permasalahan awalnya jadi mengabur. Karena judulnya my office boy, dan sekarang Surya sudah tidak jadi office boy lagi, jadi ceritanya saya akhiri saja, tetapi dengan happy ending tentunya. Hehehe..
Semoga karya saya ini bisa dijadikan pelajaran oleh semua, khususnya oleh saya sendiri sebagai penulis.
Terimakasih untuk semua apresiasi yang sudah diberikan reader selama ini hingga membuat saya dapat menyelesaikan novel ini dengan semua keterbatasan yang saya miliki.
Kalau berkenan, silahkan nikmati karya saya yang lain. Dan ditunggu kritik serta sarannya agar saya semakin semangat untuk menulis dan berkarya.
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih yaa...stay happy, stay safe, and stay healthy, gaeesss..!!
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh 😊