
" Kang...hari ini jalan-jalan yuk." ajak Kalia ketika mereka sedang asyik menikmati teh hangat dan beberapa kerat roti di beranda rumah.
Kalia duduk di kursi kayu yang tertata manis di teras, sedangkan Surya sedang asyik memotong daun-daun kering yang ada di bonsainya. Mumpung hari minggu, tidak harus bersiap berangkat kerja karena hari sedang libur. Enaknya ya.. menghabiskan waktu dengan tanaman kesayangannya.
" Tapi akang harus ngecek baglog sama menyemai bibit anggrek nanti siang yang, udah banyak bibit anggrek yang belum dipindah dari botol karena kemarin media tanamnya belum siap. Nah hari ini sudah siap semua, makanya mau ditanam. Gimana atuh, mau nunggu sampai akang pulang?" jawab Surya sambil mengalihkan pandangannya dari si bonsai kesayangan menuju si bohai kesayangan.
" Lama ya?" tanya Kalia sambil cemberut.
" Nanti akang berangkat jam 8. Sekitar dzuhur lah baru pulang atau agak ngaret-ngaret dikit kalau banyak hal lain yang diurusin mah." Surya menjawab sambil nyengir. Karena pekerjaannya memang tidak bisa diprediksi, kadang ada saja hal-hal lain yang mesti dia cek langsung.
Seperti waktu itu, ketika sedang memeriksa kumbung di daerah Cisarua. Ada beberapa kumbung yang telat panen, setelah di teliti dengan membuka beberapa baglog ternyata banyak baglog yang busuk akibat terlalu basah. Mungkin saat penyemprotan tidak benar-benar diperhatikan oleh pekerja. Pada akhirnya, jamurnya jadi gagal tumbuh. Ya..hal-hal begitu bisa saja terjadi karena Surya kurang fokus akibat terlalu banyak memikul beban pada saat yang bersamaan.
" Kalau Lia ikut akang kerja aja gimana? Terus habis itu kita jalan-jalan. Lia bosan di rumah sendirian kang. Gak mau jauh-jauh." ucap Kalia polos sambil memanyunkan bibirnya tanda protes. Surya langsung tersenyum dan menghampiri istrinya yang mendadak sangat manja ini.
" Iya hayuk kalau mau ikut mah. Nanti akan sekalian kenalkan sama orang-orang yang bekerja sama akang. Biar mereka tahu kalau istri akang itu cantiknya kebangetan." ucap Surya sambil mencium pipi Kalia. Yang dicium langsung bersemu merah, suaminya ini memang selalu tahu untuk membuat hatinya tersentuh dengan perlakuan-perlakuan kecil.
" Dimakan lagi tuh roti bakarnya, mumpung masih hangat." pinta Surya. Kalia lalu mengambil sekerat roti dan menggigitnya kemudian menyuapi Surya setelah dirinya.
Remah-remah roti yang tersisa dipinggir bibir Surya, dia bersihkan dengan lembut kemudian tersenyum manis. Benar-benar pagi yang membahagiakan.
Sekitar pukul 8 pagi, baik Surya maupun Kalia sudah bersiap pergi. Ini baru pertama kalinya Kalia mengunjungi tempat kerja Surya. Bukan sebagai Surya si office boy, tapi Surya sang owner beberapa tempat usaha di bidang agribisnis. Ada perasaan bangga sekaligus kagum yang dirasakan Kalia melihat suaminya sekarang. Ternyata Surya berbeda jauh dengan perkiraannya di awal. Laki-laki ini sangat kompeten dan punya masa depan cerah.
Surya tersenyum manis melihat istrinya terus memandanginya yang sedang menyetir mobil. Dia kemudian mencubit pipi istrinya lembut.
__ADS_1
" Kenapa sih ngelihatin terus? jadi geer akang nih." ucap Surya.
Kalia tertawa.
" Gak kenapa-kenapa sih. Lagi mengagumi suami aja. Gak boleh emang?" jawab Kalia.
" Iih..gombal. Belajar dari mana sih bisa gombal begitu. Kalau akang terbang gimana ini?"
" Ya aku ikut.." jawab Kalia sambil nyengir. Surya tergelak. Dia baru tahu kalau ternyata istrinya ini jago juga menggombal seperti itu. Tidak seperti yang dia kira selama ini. Seorang manager yang kaku dan tegas.
" Sekarang kita kemana dulu?" tanya Kalia.
" Kita ke lab dulu untuk melihat penyemaian bibit anggrek." jawab Surya.
" Hah..lab? laboratorium maksudnya?" Kalia heran dengan ucapan Surya.
Kalia mengangguk mengerti. Dia serasa mendapatkan ilmu baru dari suaminya ini.
Sesampainya di tempat, Surya lalu mengenalkan Kalia pada beberapa karyawannya.
Surya mengajak Kalia untuk mengunjungi green house, nampak ratusan anggrek berbagai warna tersusun rapi berdasarkan jenisnya. Mulai dari anggrek bulan, anggrek dendrobium, anggrek hitam, anggrek kantong semar, anggrek vanda, hingga anggrek cattleya.
" Di tempat ini juga terdapat lab kultur jaringan tanaman anggrek, rumah budidaya jamur, dan ruang inkubasi untuk ribuan bibit anggrek. Semuanya akang kelola bersama karyawan secara profesional menggunakan teknologi. Agar ribuan bibit itu berhasil tumbuh dengan baik. Terus dibelakang green house akan ada kebun anggek yang masih dalam proses pembangunan,” tambah Surya.
__ADS_1
Kalia memperhatikan suaminya yang dengan semangat dan cekatan menjelaskan semua hal yang terdengar baru di telinga Kalia.
" Sebenarnya akang sudah koordinasi dengan dinas pertanian setempat agar dilakukan pelatihan untuk warga, jadi kedepannya warga masyarakat di sekitar sini juga semakin banyak yang mengetahui tentang tata cara pengembang biakan anggrek. Karena anggrek itu mempunyai komoditas mahal, neng." lanjut Surya.
" Gak takut banyak saingan nantinya kang?" tanya Kalia
" Rejeki gak akan tertukar neng, yang penting kita sudah menabung amal memberikan ilmu yang bermanfaat. Nantinya akan mengalir terus pahalanya buat kita." Surya menambahkan sambil tersenyum manis.
Kalia terkagum-kagum pada Surya. Suaminya ini benar-benar jempolan deh. Luruh sudah semua persepsi negatif yang sempat Kalia bangun di awal ketika mengenal Surya. Dia merasa bahagia memiliki suami yang pintar dan baik hati sepertinya.
" Habis ini kita kemana lagi?" tanya Kalia semakin antusias untuk mengetahui seluk beluk usaha Surya.
" Kita ke kumbung ya. Ada yang sedang panen sekarang. Nanti kita bawa sedikit ke rumah, untuk dibuat keripik jamur. Bisa disimpan di toples lumayan lama, jadi kalau Lia mau ngemil tinggal comot aja." ucap Surya sambil mencomot pipi Kalia.
Semua karyawan yang ada disana cuma senyum-senyum melihat Surya menggoda istrinya. Baru kali ini mereka melihat istri bosnya. Ternyata berparas cantik dan sangat menawan, pantas saja bos nya jatuh hati. Mereka ikut berbahagia melihat kebahagian yang terpancar dari sepasang suami istri ini. Banyak yang memberi selamat kepada Surya dan Kalia, serta mendoakan agar bayi dalam kandungan Kalia selalu sehat. Surya dan Kalia mengaminkan dengan suka cita.
Hampir beberapa jam lamanya, Kalia mendampingi Surya menyelesaikan beberapa pekerjaan. Dia semakin mengerti kesibukan Surya. Memang luar biasa suaminya ini. Di kantor, Surya juga terkenal sebagai OB yang rajin. Ternyata dibalik itu semua, dia juga orang yang sukses dengan usaha yang dirintisnya dengan susah payah bersama kedua orang tuanya.
" Jadi kita mau jalan-jalan kemana?" tanya Surya pada Kalia yang sudah tampak kelelahan.
" Mau ke rumah Mama aja deh. Gak jadi jalan-jalan ke tempat lain. Udah kangen juga sama Mama. Lagian masih pandemi gini, takut kalau ke tempat ramai." ucap Kalia dan menggamit lengan suaminya.
" Ya udah ke rumah mama aja lah ya. Sambil kasih bunga anggrek sama mama. Pasti mama seneng banget deh. Mama kan hobinya sama kayak akang."
__ADS_1
" Iya sealiran kalian mah, pantes aja waktu pertama kali ngobrol langsung akrab banget gitu. Ternyata satu frekuensi." ucap Kalia sambil tersenyum lebar.
Jadilah agenda hari ini mereka habiskan dengan mengunjungi rumah mama Rani. Melihat anak dan menantunya datang, Mama Rani sangat senang. Apalagi dengan buah tangan, sebuah anggrek kantung semar yang cantik membuat Mama Rani semakin tersenyum lebar.