My Office Boy

My Office Boy
08. Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Ada perasaan yang berkecamuk dalam hati Surya dan Kalia. Surya tahu dengan pasti bahwa Kalia sangat membencinya, dia juga tahu bahwa wanita yang tengah hamil di luar pernikahan tidak boleh langsung dinikahi sebelum bayi itu lahir, tapi yang dia pikirkan sekarang adalah bagaimana melindungi bayinya agar tidak digugurkan oleh Kalia.


Walau bagaimanapun, karena kesalahannyalah janin itu kini ada dalam rahim Kalia.


Dia merasa tidak tega bila harus membiarkan janin itu tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah.


Begitupun Kalia, dia sebenarnya merasa enggan untuk menikahi Surya. Bagaimana mungkin dia bisa hidup dengan laki-laki rendahan yang sudah menodainya. Tapi bila melihat ibu nya akan begitu malu dan terluka bila dia hamil tanpa seorang suami, membuat Kalia terpaksa menerima Surya untuk menjadi suaminya. Toh dia pikir setelah dia melahirkan, bayi itu akan dia serahkan kepada Surya. Dia tidak mau repot-repot membesarkan anak dari laki-laki yang dia benci. Hanya butuh waktu 9 bulan untuk bertahan. Setelah itu, semuanya akan kembali normal.


Dua minggu kemudian, pernikahan antara Surya dan Kalia pun akan dilaksanakan. Pernikahan sederhana yang tidak pernah terlintas dalam benak Kalia.


Mereka melangsungkan pernikahan di kantor urusan agama dengan hanya dihadiri oleh kedua keluarga saja. Tak ada pesta, tak ada tamu undangan, tak ada jamuan makan besar-besaran apalagi upacara adat pernikahan.


Kalia hanya memakai kebaya sederhana yang dia miliki. Dan Surya memakai jas berwarna hitam dengan kemeja putih polos didalamnya dan peci senada dengan warna jas nya.


Semua berlangsung cepat dan rahasia. Karena Kalia sudah tidak memiliki ayah dan juga saudara laki-laki, maka yang menikahkannya saat itu adalah wali hakim.


Ketika wali hakim mengucapkan ijab. Lalu dilanjutkan dengan ucapan kabul oleh Surya. Kalimat yang akan membuat tanggung jawab membimbing Kalia dunia dan akhirat menjadi berpindah kepada pundak Surya. Disaksikan oleh kedua keluarga, Surya berhasil mengucapkan kalimat tersebut dengan satu tarikan nafas.


" Saya terima nikah dan kawinnya, Kalia Indrawan binti Rusman Indrawan almarhum dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang sebesar lima puluh juta rupiah dibayar tunai."


Setelah selesai mengucapkan kabul. Semua riuh mengucapkan kata "sah". Dan Surya pun menyerahkan mahar kepada Kalia berupa peralatan shalat dan uang tunai sebanyak 50 juta dalam sebuah tas kecil.


Kalia terhenyak, mahar yang diterimanya dari Surya yang hanya seorang office boy adalah 50 juta?? Tentu jumlah itu bukanlah jumlah uang yang sedikit apalagi dengan pekerjaan Surya saat ini. Dari mana dia dapat uang sebanyak itu? mencuri?? merampok?? Kenapa Surya dan keluarganya bisa menyiapkan mahar sebesar itu dalam waktu yang relatif singkat? Ah..sudahlah. Nanti saja ditanyakan..pikirnya. Yang penting pernikahan ini cepat berlangsung agar cepat berakhir juga.


***

__ADS_1


Siang itu, setelah selesai melangsungkan acara pernikahan. Kalia dan Surya sepakat akan tinggal di rumah Kalia terlebih dulu karena mama Kalia hanya tinggal seorang diri. Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Surya pun mengikuti Kalia yang kini sudah berstatus sebagai istrinya untuk tinggal bersamanya sementara waktu sampai mereka memutuskan akan menetap dimana.


Di dalam kamar, Surya duduk dengan canggung di bibir tempat tidur. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa dalam waktu satu bulan saja, dia bisa menjadi suami dari seorang atasan yang dia kagumi. Ada perasaan bahagia pun kecemasan dalam dadanya sekarang. Bagaimana pernikahan ini akan berlangsung nantinya? Bagaimana Kalia akan memperlakukannya? Lamunannya seketika buyar ketika mendengar Kalia memulai pembicaraan. Kalia sudah selesai mandi dan berganti pakaian dengan pakaian yang lebih santai. Wajahnya masih tampak pucat.


" Sekarang kita harus menetapkan aturan yang jelas dalam pernikahan ini."


Surya mengangguk pasrah.


" Saya hanya akan bertahan dalam pernikahan ini selama saya hamil. Setelah melahirkan, saya akan berikan anak ini sama kamu. Dan kita secepatnya bercerai. Kemudian tidak perlu saling mengenal lagi selamanya." Jawab Kalia dingin.


" Kita tidak perlu saling mencampuri urusan masing-masing. Gak perlu ada yang tahu kalau kita menikah. Saya sudah bilang pada teman-teman saya, kalau saya sudah menikah dengan orang lain dan bukan kamu." Kalia sengaja menekankan kata "kamu" agar Surya tahu diri.


" Sengaja tidak mengundang mereka karena kondisi sekarang yang sedang mewabah virus Corona. Lumayan ampuh juga alasan itu, jadi gak ada yang bertanya-tanya kenapa saya menikah cepat dan kenapa tidak menyebar undangan. Baguslah.." lanjut Kalia lagi sambil tersenyum sinis.


" Oh ya..dan satu hal lagi. Saya gak mau kita tidur satu kasur. Kamu tidur aja di karpet malam ini."


Surya tahu hal ini akan terjadi, bahwa mungkin dia akan menerima banyak perlakuan buruk dari Kalia. Wajar saja, Kalia begitu membencinya. Tidak mungkin juga Kalia akan memperlakukannya dengan baik setelah semua yang terjadi diantara mereka. Tetapi Surya menerima hal itu, sebagai hukuman atas apa yang sudah dilakukannya.


" Saya terima semuanya, Bu. Tidak ada masalah untuk sayah. Sayah juga harus tahu diri." ucap Surya pelan.


" Kalau begitu, sayah ijin bersih-bersih dulu." Kalia mengangguk malas.


" Oh satu hal lagi. Di rumah kamu boleh memanggilku dengan nama, gak usah panggil Ibu. Tapi kalau dikantor, jangan berani-berani kamu mengatakan itu."


" Iya." jawab Surya pendek kemudian segera membersihkan diri.

__ADS_1


Tak berapa lama, terdengar suara ketukan dari luar kamar. Kemudian mama Rani memanggil anak dan menantunya untuk keluar kamar, ada yang mau dibicarakan ucapnya.


Dengan enggan, Kalia keluar kamar diikuti Surya dibelakangnya.


" Ada yang mau mama bicarakan sama kalian. Duduk sini.." mama menepuk sofa di sebelahnya untuk mempersilahkan anak dan menantunya duduk di tempat itu.


" Sekarang, kalian berdua sudah menikah. Sudah menjadi suami dan istri. Terlepas dari hal apapun yang sudah terjadi, dimata Allah dan negara kalian sudah sah menjadi sepasang suami istri. Jangan menambah murka Allah pada kalian. Jagalah hubungan ini dengan baik. Jaga bayi dalam kandungan kamu dengan baik juga. Jadi lah suami yang baik untuk Lia, ya Surya." Surya mengangguk santun. Dalam hati, dia bersyukur bahwa ibu mertuanya dapat menerimanya dengan baik meskipun Surya hanya seorang office boy.


" Kamu juga, jadilah istri yang baik. Sekarang tanggung jawab mama untuk menjaga kamu sudah tidak ada. Semuanya sudah berpindah pada Surya." mata mama berkaca-kaca.


" Jangan bilang gitu, ma. Selamanya Kalia akan tetap jadi anak mama yang manja. Gak akan pernah tinggalin mama."


Mama Rani mengusap punggung anak kesayangannya dengan lembut kemudian tersenyum.


" Setelah ini, kira-kira kalian akan tinggal dimana?" tanya mama Rani kemudian.


" Kalau boleh, Ma. Saya ingin membawa Kalia untuk tinggal sama sayah di Lembang. Kebetulan, sayah punya rumah disana. Ya..meskipun kecil tapi InsyaAllah nyaman untuk ditinggali berdua."


Kalia langsung menatap Surya tajam. Bagaimana mungkin dia akan tinggal hanya berdua saja dengan si OB ini? yang ditatap malah balik terseyum.


" Oh, Surya sudah punya rumah sendiri? Bukan tinggal dengan orang tua?" tanya mama Rani masih heran dengan menantunya ini, meski pekerjaannya hanya seorang office boy tapi Surya sudah begitu mapan. Bahkan mahar yang diberikan kepada anaknya pun cukup besar.


" Alhamdulillah sudah, Ma. Memang baru selesai sekitar dua bulan lalu. Jadi belum banyak perabotan. Dan sayah juga kadang-kadang masih tidur di rumah orang tua kalau kesepian. Tapi karena sekarang sayah sudah punya keluarga sendiri, lebih baik rumah itu ditinggali sajah. Kalau soal perabotan bisa menyicil sedikit demi sedikit."


Mama Rani tersenyum puas.

__ADS_1


" Bagus kalau begitu, jadi kalian bisa belajar berumah tangga dengan baik. Kapan mau pindah kesana?"


" Kalau boleh, besok saja Ma." Kali ini Kalia melotot tanda protes tapi lagi-lagi Surya hanya nyengir.


__ADS_2