My Office Boy

My Office Boy
70. Hari H


__ADS_3

Seminggu berlalu begitu cepat, hari ini adalah hari nya. Dimana Ibu Rani dan Kalia akan melangsungkan akad nikah sekaligus resepsi untuk kedua pasangan pengantin berbeda zaman ini.


Ibu Rani tampak cantik dengan balutan kebaya berwana putih gading dengan menggenakan kerudung senada berhiaskan siger sunda dan melati asli yang menguarkan wangi harum memenuhi seluruh ruangan.


Sedangkan Kalia menggunakan kebaya yang lebih sederhana dari yang dikenakan Ibu Rani. Kebaya itu hanya digunakan selama akad nikah mamanya saja, setelah itu mereka akan berganti baju dengan gaun untuk acara resepsi.


Akad nikah akan dilangsungkan pukul sembilan pagi, sedangkan resepsi akan digelar pukul sebelas siang. Sedangkan malam harinya, rencananya akan dilakukan malam keakraban dengan membuat barbeque party yang sengaja diselenggarakan hanya untuk keluarga terdekat serta kolega-kolega penting mereka saja.


Setelah selesai berhias, Ibu Rani keluar dari ruangan make up dengan digandeng oleh Kalia. Semua teman-teman PKK dan Ibu-ibu satu komplek yang diundang oleh Ibu Rani nampak terpesona melihat perubahan Ibu Rani yang tampil cantik akibat make up yang dilakukan oleh MUA kenamaan. Memang ada harga, ada kualitas.


Ibu Rani kemudian duduk di kursi yang sudah disediakan untuk mempelai wanita, sedangkan uwak Damar yang sudah tiba dari tadi tampak gagah dengan balutan jas berwarna senada dengan kebaya yang digunakan oleh Ibu Rani, calon istrinya.


Uwak Damar tampak terpana melihat calon istrinya, kemudian mengedipkan sebelah mata dengan genit. Tapi Ibu Rani malah memelototinya.


Sebelum dilakukan akad nikah, terlebih dahulu penghulu melakukan khutbah nikah yang didengarkan dengan khusyuk oleh Uwak Damar dan Ibu Rani. Perasaan cemas dan gugup mulai menguasai keduanya.


Kini proses ijab kabul akan dilakukan, wali hakim mulai menjabat tangan uwak Damar dengan kuat. Kemudian mengucapkan ijabnya.


" Saudara Damar Wiguna, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudari Rani Wulandari binti Somantri almarhum dengan seperangkat alat shalat dan logam mulia seberat 1 kilogram dibayar TUNAI..!" Ucap wali hakim tersebut dengan tegas dan menepuk tangan uwak Damar. Yang ditepuk malah terkejut dan berteriak..


" TUNAIII..!!" Teriak uwak Damar hingga membuat semua tamu undangan tertawa terbahak-bahak.


" Bukan bilang tunai, pak..tapi di lafadz kan kabulnya." ucap penghulu setelah puas tertawa. Uwak Damar hanya cengar-cengir saja. Wajahnya memerah karena malu sekaligus gugup. Kenapa dia bisa se-nervous ini, padahal dia pernah menikah sebelumnya.


"Saya ulangi ya.."


" Saudara Damar Wiguna, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Rani Wulandari binti Somantri almarhum, dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan logam mulia seberat 1 kilogram diba.." belum selesai wali hakim mengucapkan ijabnya, uwak Damar langsung main samber saja.


" Saya te.." ucap uwak Damar dengan tergesa.


" Eh..belum selesai pak, sabaarr. Udah gak kuat ingin tidur berdua ini mah kayaknya ya." goda si penghulu, dan sekali lagi tamu undangan tergelak mendengarnya. Termasuk Kalia dan Surya yang duduk dibelakang mereka. Saking puasnya tertawa, perutnya sampai terasa kram dan juga mengeluarkan air mata. Ayah sambungnya benar-benar kocak. Bahkan Ibu Rani sampai menepuk jidat saking frutasi dan malu. Badan boleh gagah dan sok keren, tapi masalah begini ternyata uwak Damar bisa merasa gugup juga.


" Sekali lagi ya.." ucap si penghulu.


" Saudara Damar Wiguna, saya nikahkan dan kawinkan engkau kepada Rani Wulandari binti Somantri Almarhum dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan logam mulia seberat 1 kilogram, dibayar TUNAI..!!" wali hakim menepuk tangan Uwak Damar, dan..


" Saya terima nikahnya dan kawinnya, Rani Wulandari binti Somantri almarhum, dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan logam mulia seberat 1 kilogram dibayar TUNAAAIIII...!!" Teriak uwak Damar dalam satu tarikan nafas, kemudian harap-harap cemas menunggu saksi berkata SAH..!


" Bagaimana para saksi? Sah?" tanya penghulu, dan semua yang ada disana berteriak.."SAAAAAH..!!!" Kemudian kembali tertawa. Setelah mendengar kata sah di teriakkan, uwak Damar langsung berdiri dan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi sambil berteriak..


" YEEESSSS....!!!!!" Sekali lagi para tamu undangan bersorak riuh rendah penuh euforia karena selebrasi yang dilakukan uwak Damar. Ibu Rani sampai harus menarik jas Uwak Damar agar kembali duduk disampingnya. Merasa malu dengan tingkah laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya itu.


Prosesi akad nikah ditutup dengan pembacaan doá bersama. Kebahagiaan dan keharuan bercampur menjadi satu. Setelah itu, semua keluarga dan tamu undangan memberi selamat kepada mempelai yang tengah berbahagia ini.


Kalia bahkan menangis tergugu ketika memeluk Ibu Rani. Dia bahagia, pada akhirnya mamanya memiliki seseorang yang bisa menjaganya dunia dan akhirat.


Begitupun dengan kelima anak perempuan Uwak Damar, mereka menyalami dan memeluk Uwak Damar dan Ibu Rani dengan perasaan haru bercampur bahagia. Merasa lega bahwa akhirnya setelah 23 tahun abahnya hidup sendiri, akhirnya abah mereka memiliki seorang istri yang dapat menjaganya di usia senja.


Selesai acara akad nikah, Ibu Rani dan Kalia kembali ke ruang make up untuk berganti baju karena resepsi akan segera dilaksanakan. Tamu undangan sudah mulai banyak yang berdatangan. Kiriman karangan bunga sebagai ucapan selamat dari semua kolega uwak Damar dan Surya pun sudah memenuhi tempat resepsi.


Kedua mempelai pengantin ini sudah mengganti pakaian mereka. Mereka begitu cantik dan tampan menggunakan baju pengantin yang di dominasi warna salem. Ibu Rani bahkan terlihat lebih muda dari usianya. Mereka benar-benar menjelma menjadi Raja dan Ratu satu hari. Adat sunda juga sangat kental terasa dalam upacara resepsi ini.


Mereka disambut dengan upacara lengser yang meriah, karpet merah sudah di gelar menuju pelaminan dengan kembang api yang menyala-nyala di sisi kiri dan kanannya. Tabuhan gendang makin membahana ketika kedua pasang mempelai memasuki aula villa dan menginjakan kaki di atas karpet merah yang tergelar.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada mereka, ada kekaguman ketika melihat mereka berjalan anggun di atas karpet tersebut. Bahkan semua pegawai PT. Sumber Farma yang hadir di acara tersebut, terlihat takjup dengan upacara pernikahan yang digelar megah dan meriah oleh Surya. Mereka tak tahu, bahwa Surya adalah seorang pebisnis sukses, terlihat dari banyaknya karangan bunga sebagai ucapan selamat yang berdatangan dari berbagai pihak untuknya dan Kalia. Pada akhirnya mereka tahu, bahwa Surya bukanlah OB sembarangan. Pantas saja Kalia mau menerimanya, begitu pikir mereka.


Buffet yang disediakan juga begitu lengkap. Karena memang uwak Damar sengaja membooking catering dari hotel bintang lima kenamaan di kota Bandung. Semua canapé tersaji lengkap, makanan berat tak kalah hebat, dari menu tradisional hingga modern tersaji penuh di empat meja panjang yang tergelar di halaman villa yang luas. Boot makanan tersedia lengkap dengan berbagai pilihan mengelilingi tempat resepsi. Selain itu juga disediakan boot foto gratis agar para tamu undangan bisa mengambil foto sebanyak yang mereka mau. Lebih unik nya lagi, souvenir yang mereka berikan kepada semua tamu undangan adalah bunga anggrek Bulan yang mekar dengan indah serta tersedia dalam bermacam warna yang berbeda.


Pesta pernikahan itu berlangsung meriah, apalagi diiiringi dengan alunan musik nan merdu yang berasal dari sebuah panggung yang berada dekat dengan pelaminan. Sekelompok wedding band sudah disewa oleh Uwak Damar untuk membuat pesta pernikahannya semakin terasa istimewa.


Semua terlarut dalam kebahagiaan, bahkan tanpa sungkan uwak Damar mengajak Ibu Rani untuk berdansa diatas panggung yang langsung mendapat respon antusias dari semuanya. Melihat uwaknya begitu keren, Surya tak mau kalah. Dia lalu berdiri dari pelaminannya dan menuju panggung. Kalia sempat heran melihatnya.


Surya lalu membisikkan sesuatu kepada pemain band kemudian meminta mereka untuk memainkan sebuah musik. Surya mengambil microphone yang tersedia.


" Tes..tes..Selamat siang semuanya. Maaf saya menganggu aktifitas makan anda sebentar. Pada kesempatan kali ini, saya ingin tampil keren juga di depan istri saya, tak mau kalah keren sama ayah mertua saya." Penoton langsung tertawa mendengar ucapan Surya.


" Saya akan menyanyikan sebuah lagu, khusus untuk istri saya tercinta yang berjudul bidadari tak bersayap.." semua tamu undangan langsung gemuruh bertepuk tangan bahkan ada yang bersuit ria.


Alunan musik langsung menggema. Surya menarik nafas panjang untuk menghalau kegugupan.


Kamu yang aku butuhkan


Untuk jadi teman hidupku


Bidadari tak bersayap datang padaku


Dikirim Tuhan dalam wujud wajah kamu


Dikirim Tuhan dalam wujud diri kamu


Sungguh tenang kurasa saat bersamamu


Sederhana namun indah kau mencintaiku


Sederhana namun indah kau mencintaiku


Sampai habis umurku


Maukah dirimu jadi teman hidupku?


Kaulah satu di hati


Kau yang teristimewa


Maukah dirimu hidup denganku?


Diam-diam aku memandangi wajahnya


Tuhan, kusayang sekali wanita ini


Tuhan, kusayang sekali wanita ini


Sampai habis nyawaku


Maukah dirimu jadi teman hidupku?


Kaulah satu di hati

__ADS_1


Kau yang teristimewa


Maukah dirimu hidup denganku?


Katakan "Yes I do"


Jadi teman hidupku


Du du-du-du-du


Du du-du-du-du du-du-du


Ho—o ...


Sampai habis umurku


Maukah dirimu jadi teman hidupku?


Kaulah satu di hati


Kau yang teristimewa


Maukah dirimu hidup denganku?


Katakan "Yes I do"


Jadi teman hidupku


Katakan "Yes I do"


Hiduplah denganku


Jadi teman hidupku


Suara Surya begitu indah, masuk dengan sopan ke gendang telinga. Semua bersorak ketika Surya selesai menyanyikan lagunya. Begitu terbius dengan penampilan Surya yang memesona. Surya kemudian kembali berbicara di microphone sambil menunjuk Kalia.


" Sayang, maukah jadi istri akang selamanya? sampai kita tua renta dan salah satu dari kita menutup usia kelak?" tanya Surya sambil memandang istrinya dari kejauhan. Kalia tampak menyeka air matanya kemudian berteriak lantang..


" AKU MAUUU..!!" teriak Kalia dan langsung disambut dengan tepukan yang riuh rendah oleh semua tamu undangan yang hadir.


*


*


*


*


*


Silahkan menikmati hidangan yang tersedia ya reader semuaa...antri..antrii..gak usah rebutan. Banyak kok makanannya.


Amplopnya mah like, komen dan vote nya aja yaaa...terimakasiiih

__ADS_1


__ADS_2