My Office Boy

My Office Boy
35. Gosip antar Kubikel


__ADS_3

Sri yang sudah mengantongi banyak informasi dari penyelidikannya kemarin langsung ingin membagikan berita tersebut pada Listi tetangga kubikelnya.


" Lis..tahu gak, kemarin aku udah ikutin Bu Kalia lho. Dan tau gak apa yang aku dapet kemaren? Ini sih bakalan bikin heboh se kantor". ucap Sri ketika dia baru sampai di kubikelnya, bahkan tas nya pun masih tersampir di pundaknya.


" Kenapa? suami bu Kalia ganteng ya?" tanya Listi tak kalah antusiasnya.


Sri langsung menahan tawa.


" Ganteng apaan..gak level banget tahu gak! Hahaha.." Sri langsung terbahak. Membayangkan lagi adegan kemarin yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.


" Kamu tahu yang namanya Surya gak? OB yang sering anterin minum ke bu manager kita yang budiman?" tanya Sri semakin nyinyir.


" Heem..kenapa emang?"


" Pasti kamu bakalan terkejut deh Lis..kemaren aku lihat Bu Kalia jemput si OB itu di pinggir jalan terus cium-cium kening segala lagi tuh OB sama Bu Kalia. Habis itu karena aku penasaran banget, jadilah aku buntutin mereka. Ternyata mereka berhenti di sebuah tempat makan dan gandengan tangan dooong, udah kayak mau nyebrang. Gak lepas itu tangan selama makan, dikekepin terus. Ah pokoknya parah lah.."


Listi kaget dengan penjelasan Sri yang begitu mengebu-gebu.


" Salah lihat kali kamu tuh Sri. Mirip aja mungkin sama A Surya. Masa iya suami Bu Kalia OB sih, secara dia manager paling perfeksionis di perusahaan kita."


" Iiih..nggak, Lis. Gak mungkin salah. Entar deh ya, aku fotoin kalau mereka lagi jalan bareng. Aku mah curiga si Surya itu selingkuhan Bu Kalia, di dukunin kali makanya Bu Kalia mau." asumsi Sri makin ngawur.


" Ssstt..sembarangan kamu ah. Jangan ngomong yang macem-macem deh. Kalau kedengaran orang dan ternyata kamu salah, jatuhnya jadi fitnah." Listi memberi isyarat dengan telunjuknya agar Sri bicara pelan saja.


" Bakal aku buktiin, Lis..dan kalau bener, bakal heboh ini mah, serius."


Melihat Sri dan Listi yang sedang bicara serius di kubikel Listi. Intan yang baru saja datang langsung menghampiri mereka.


" Pagi-pagi udah gosip loe, Sri." Intan menepuk pundak teman kerjanya yang masih asyik berbisik-bisik.

__ADS_1


" Bukan gosip ini mah..faktaaa.." jelas Sri terlihat sombong karena mempunyai bahan gosip yang mumpuni untuk dia bagikan kepada teman-temannya.


" Apaan emang?" Intan jadi penasaran.


" Katanya pagi-pagi udah gosip aja...tapi penasaran juga kan?" Sri mencebikkan bibirnya.


" Habis kalian berdua kayak serius banget dari tadi, sampai gak sadar kalau gue udah masuk. Cepetan cerita ada apaan?"


Sri sudah bersiap-siap akan meluncurkan sejuta informasi yang diketahuinya kemarin, tetapi terhenti seketika saat Kalia datang dengan senyum cerah dan masuk ruangannya setelah mengucapkan selamat pagi pada stafnya yang sudah datang lebih dulu.


" Eh..udah yuk..kerja dulu. Ntar aku ceritain pas istirahat. Seru banget ini mah, Tan". ucap Sri mencoba promosi sambil berjalan menuju kubikelnya.


Intan memandang Listi dan bertanya ada apa tapi hanya dengan gerak bibir saja tanpa suara. Dan Listi hanya mengendikan bahunya dan menyuruh Intan kembali ke mejanya.


***


Waktu istirahat tiba. Kalia memberitahu Intan bahwa dia akan makan siang bersama staf direksi dan menitipkan pesan bila ada bagian lain yang mencarinya untuk menunggunya sampai jam 2 siang nanti karena makan siang kali ini akan dillanjutkan dengan meeting mingguan.


" Sekarang cerita sama gue, ada apaan sih?" tanya Intan sambil menyandarkan punggungnya di kubikel Sri.


" Masih penasaran rupanya ibu sekretaris nih." ucap Sri sambil cekikikan.


" Sambil makan siang aja yuk. Ajak si Listi tuh sekalian." Sri langsung menggamit tangan Intan. Kemudian mendatangi kubikel Listi.


" Beb..bu sekretaris masih penasaran nih. Hayuk kita berbagi cerita."


" Eeh..bukan dari aku ya sumbernya, si Sri tuh yang tahu. Aku ogah kebawa-bawa ah kalau ada apa-apa."


" Ah cemen banget kamu tuh. Ini tuh fakta, bukan gosip murahan. Hayuk lah makan dulu, biar ceritanya makin semangat." Sri langsung mendahului kedua temannya menuju kantin.

__ADS_1


Di kantin..


" Jadi, kemarin kan aku bilang tuh mau ikutin Bu Kalia karena penasaran sama suaminya. Nah ternyata..di pertigaan jalan yang menuju jalan raya itu, aku lihat Bu Kalia menjemput seseorang dan mereka tuh mesra banget. Si cowoknya sampai cium kening Bu Kalia terus si Ibu kayak malu-malu kucing gitu. Hihihi.." ucap Sri sambil cekikikan kemudian menyesap jus jeruknya.


" Ya bagus dong, berarti mereka pasangan yang mesra. Terus salahnya dimana??" potong Intan.


" Jangan dipotong dulu dong, Tan. Baru mulai iniii..." ucap Sri.


" Kamu tahu gak siapa yang dijemput Bu Kalia?? Si Surya..OB yang biasa anterin minum buat Bu Kalia."


Intan langsung tersedak mendengar penjelasan Sri.


" Bohong banget loe, gak mungkinlah."


" Aku juga mikirnya gitu, Tan. Gak mungkin banget lah Bu Kalia sama A Surya. Salah lihat kali kamu tuh Sri. Awas lho, bahaya kalau kedengeran orang lain dan jadi tersebar fitnah." ucap Listi menimpali omongan Intan.


Sri memutar bola matanya, merasa susah sekali meyakinkan kedua temannya ini.


" Aku tuh ngikutin mereka sampai 1 jam lebih. Masa iya salah lihat sampai satu jam. Mereka pergi makan dan gandengan tangan terus. Si Surya tuh sampai berani ngelus-ngelus perut Bu Kalia. Gak mungkin kalau mereka gak ada hubungan apa-apa. Kalau memang bukan suaminya, ya berarti dia itu selingkuhannya. Tapi masa iya sih selera Bu Kalia begitu amat. Office Boy gitu lho.." Sri makin nyinyir.


" Emangnya kenapa kalau OB? Gak apa-apa dong." Intan menyanggah ucapan Sri.


" Ya secara Bu Kalia tuh atasan paling perfeksionis, Tan. Kalau kerja aja segitu detailnya, masa iya punya pasangan yang levelnya jauh dibawah dia. Jangan-jangan mereka ada apa-apa nya. Main dukun kali ya si Surya sampai bikin Bu Kalia klepek-klepek gitu."


Intan langsung mengetuk jidat Sri pelan. Mencoba menyadarkan temannya dari pikiran-pikiran yang absurd.


" Istighfar, Sri. Ngomong loe tuh ngalor ngidul gak jelas gini. No pict berarti hoax. Gue gak akan percaya."


" Oke..aku bakalan ambil foto mereka dan kasih lihat ke kalian biar kalian percaya kalau aku tuh gak bohong."

__ADS_1


Listi dan Intan saling beradu pandang melihat keantusiasan Sri pada masalah pribadi Kalia. Benar-benar biang gosip dia ini.


Acara makan siang mereka pun akhirnya disponsori oleh ghibah tentang hubungan Surya dan manager mereka. Tak ayal, Intan dan Listi pun jadi curiga dengan hubungan Kalia dan si OB yang memang sering menemui Kalia di ruangannya itu. Entah untuk mengantarkan teh camomile atau teh jahe kesukaan Kalia. Tapi memang intensitasnya paling sering bila dibandingkan deng OB atau OG lain.


__ADS_2