
Surya masih menerka-nerka, siapa kah yang sudah mengambil dan menyebarkan foto dia dan isterinya. Rasa-rasanya, tak sekalipun Surya menceritakan perihal hubungannya dengan Kalia. Semua rekan kerjanya bahkan tak ada yang tahu bahwa Surya sudah menikah.
Status perkawinannya saja dirahasiakan, bagaimana mungkin sampai ada yang mengetahui bahwa dia ada hubungan dengan Kalia. Akankah ada orang-orang yang tak menyukai istrinya kemudian mengikuti mereka ketika mereka pergi untuk makan siang di luar? Karena kalau dilihat lagi, foto itu menampilkan sebuah pemandangan restoran. Kalia juga masih memakai blouse kerjanya, jadi bisa dipastikan bahwa foto itu memang sengaja diambil ketika mereka tengah makan siang bersama. Sepertinya ada yang diam-diam mengambil foto mereka, atau memang sengaja membuntutinya.
Saat itu Surya mengenakan kemeja berwarna marun. Surya mengingat-ingat lagi, kapan terakhir kali dia memakai kemeja itu? karena bila tak ada janji makan siang di luar, biasanya Surya tak akan membawa baju ganti dari rumah. Kemudian Surya ingat, dia memakai baju itu sekitar dua hari yang lalu. Di foto juga tampak bahwa dirinya dan Kalia tengah menikmati makanan sunda, mereka duduk lesehan. Ya.. dua hari kemarin, Kalia memang ngidam makan makanan sunda. Dia ingin karedok. Ya, Surya ingat betul karena Kalia terus saja merengek ingin makan itu sehari sebelumnya.
Dua hari kemarin, artinya hari Rabu. Dia merasa mendapat ide. Beruntung perusahaannya ini selalu mewajibkan karyawan yang ingin makan di luar kantor untuk membuat surat ijin keluar dan mengisi buku catatan bila ingin keluar dari kantor ketika jam istirahat dan surat tersebut harus diserahkan di gerbang depan kepada security.
Hal tersebut sengaja diberlakukan agar siapa saja yang keluar dari kantor ketika jam istirahat bisa diketahui, jadi kalau terjadi apa-apa, pihak perusahaan mempunyai catatannya.
Surya berpikir, itu cara yang tepat untuk bisa mengetahui siapa saja yang ijin keluar pada hari Rabu. Dia bisa meminta security untuk memperlihatkan buku catatan karyawan yang keluar dan masuk kantor lagi pada jam istirahat. Mungkin saja ada seseorang yang dicurigainya.
Dengan tergesa Surya menemui security kantornya yang siang ini sedang bertugas. Kebetulan yang kebagian menjaga pos security siang ini adalah Pak Rahmat. Surya lumayan dekat dengan Pak Rahmat, jadi dia bisa dengan mudah meminta tolong.
Semua pekerjaannya memang sudah selesai. Tinggal menunggu waktu istirahat saja. Dan berharap dalam waktu 1 jam, dia bisa mendapatkan sesuatu.
Sesampainya di pos security, Surya menemui Pak Rahmat yang sedang asyik menyesap rokoknya sambil duduk santai.
" Pak..waah kebetulan lagi ngudud (ngeroko). Nikmat kitu, Pak?" ucap Surya basa-basi.
__ADS_1
" Enya, Sur. Keur kieu we (Lagi gini aja) santai heula (dulu). Mumpung kerjaan udah terkendali. Sebentar lagi mah riweuh ieu teh (sibuk ini tuh), sok banyak yang ijin keluar." jelas Pak Rahmat sambil menyesap rokoknya lebih dalam.
" Naon (Apa) Sur..mau keluar juga?" Tanya Pak Rahmat.
" Henteu, Pak. Aya peryogi abdi teh ka Bapak. Hoyong nyuhunkeun tulung." ( Nggak, Pak. Ada perlu saya tuh sama Bapak. Mau minta tolong). ucap Surya kemudian.
" Naon?" tanya Pak Rahmat sambil menegakkan posisi duduknya. Raut wajahnya berubah serius.
" Ini, Pak. Saya perlu lihat data orang-orang yang keluar waktu istirahat hari Rabu kemarin. Bisa gak pak?" tanya Surya penuh harap.
" Nya bisa wae sih. Emang aya naon kitu?" ( Iya bisa aja sih. Emang ada apa gitu?) tanya Pak Rahmat lagi.
" Mencari informasi Pak, ada yang fitnah saya sama Bu Kalia. Dibilangnya saya selingkuhan Bu Kalia. Waktu saya keluar sama Bu Kalia hari Rabu kemarin, sepertinya ada yang membuntuti kami dan mengambil foto diam-diam, terus disebarkan ke semua orang di kantor ini. Keterlaluan pisan, Pak. " Surya akhirnya memilih jujur. Setelah kejadian dulu, Surya memang serius ingin mengubah semua sikap buruknya sedikit demi sedikit.
" Maenya, Sur? Nya sok atuh teangan. Sugan we aya nu mencurigakan. Tapi naha kamu bisa keluar jeung Bu Kalia?" ( Masa, Sur? Ya silahkan kalau begitu, dicari aja. Barangkali ada yang mencurigakan. Tapi kenapa kamu bisa keluar sama Bu Kalia?) Pak Rahmat jadi penasaran.
" Panjang, Pak ceritanya. Nanti lah saya ceritain sama Bapak. Sekarang saya mau cari informasi dulu siapa yang keluar hari Rabu."
Pak Rahmat mengangguk, kemudian mengeluarkan buku catatannya dan membantu Surya mencari tahu siapa saja yang ijin keluar hari tersebut. Beruntung tidak terlalu banyak orang yang keluar. Selain dirinya dan Kalia, ada 12 orang lagi yang keluar hari itu.
__ADS_1
Lima orang diantaranya adalah anak-anak engineering. Laki-laki semua. Tidak mungkin pikir Surya. Surya tidak mengenali satu pun diantara mereka, dan Kalia juga pasti tidak mengenalinya. Dari keterangan di buku catatan juga dituliskan, bahwa kelima orang itu ijin keluar bukan untuk makan siang, tapi ijin mau pergi ke bank dan mengantarkan paket. Surya mem-blacklist semuanya.
Tujuh orang lagi, dari empat departemen berbeda. PPIC, acounting, penerimaan barang, dan QA. Surya mengamatinya satu persatu. Meminta secarik kertas pada Pak Rahmat kemudian menuliskan semua namanya. Diantara ketujuh orang itu, ada empat orang perempuan dan tiga orang laki-laki. Kebanyakan dari mereka adalah staf yang kerja di lantai tiga. Satu lantai dengan ruangan Kalia. Dan bisa jadi, Kalia mengenali mereka. Apalagi ada tiga orang dari departemen yang sama dengan Kalia, yaitu departemen QA. Staf nya barangkali.
Keempat orang lainnya, Surya mengenali mereka karena sering kebagian tugas membersihkan ruangan dan menyajikan minum untuk staf disana. Tapi sepertinya mereka tidak akan melakukan apa-apa. Karena dari keempatnya tak pernah sekalipun bersinggungan secara langsung dengan Surya maupun Kalia. Biasanya koordinasi antar bagian hanya sering dilakukan sesama manager saja.
Kecurigaan Surya mengerucut pada ketiga orang tersebut. Staf nya Kalia di departemen QA. Ada, Listi, Sri, dan Intan. Mereka bertiga memiliki kemungkinan terbesar untuk dapat melakukan ini semua. Pasalnya, mereka yang paling sering melihat Surya wara-wiri ke ruangan Kalia bila ingin mengantarkan bekal atau minuman untuk istrinya. Bahkan beberapa kali, Surya pernah menitipkan bekal makan Kalia kepada sekretarisnya bila kebetulan tertinggal.
Tapi apa motifnya bila memang mereka benar-benar melakukannya? Apakah Kalia terlibat masalah dengan stafnya hingga mereka tega melakukan hal rendahan seperti itu? Atau hanya ingin mencari keuntungan sendiri? Yang jelas, Surya benar-benar tak habis pikir bila memang mereka pelakunya.
Seharusnya sebagai bawahan, seperti apapun atasan kita. Tidak sepatutnya mencampur adukkan urusan pribadi dalam pekerjaan. Apalagi sampai menyebarkan rumor-rumor yang tidak benar.
Setelah Surya mendapatkan apa yang sedang dia cari. Surya berterima kasih pada Pak Rahmat dan memberikan sebungkus rokok sebagai tanda terimakasih kemudian berjanji akan menceritakan semuanya bila masalah ini sudah jelas.
Dengan tergesa, Surya melangkahkan kakinya menuju ruangan Kalia. Dia ingin mengabari istrinya tentang temuan yang dia dapatkan. Mungkin saja hal tersebut dapat mengurai masalah yang sedang mereka hadapi kini.
Surya membuka sepatu luarnya dan menggantinya dengan sepatu steril di dalam loker, karena perusahaan tempatnya bekerja adalah perusahaan dibidang kesehatan. Jadi segala yang dikenakan dari luar seperti sepatu yang dipakai dari rumah harus diganti dengan sepatu steril yang khusus disiapkan oleh pihak perusahaan untuk semua karyawan.
Belum juga selesai mengganti sepatu, Surya mendengar suara keributan dari koridor di dalam kantor. Semua orang yang hendak menuju kantin ataupun mushola tampak berkerumun. Saat itu memang sudah menunjukkan pukul 12 siang. Waktunya makan siang dan sholat. Kantin serta mushola terletak di lantai satu. Jadi sebagian besar karyawan memang selalu menuju dua tempat tersebut untuk menghabiskan waktu istirahat yang hanya satu jam.
__ADS_1
Tapi siang ini sedikit berbeda, banyak orang seperti berkumpul di dekat tangga yang bersebelahan dengan mushola. Karena merasa penasaran, Surya yang telah mengenakan sepatu sterilnya pun langsung menuju kesana. Dan betapa kagetnya dia ketika yang sedang dikerumuni oleh orang banyak itu adalah Kalia, istrinya. Kalia tampak tertelungkup tak sadarkan diri dengan pelipis yang robek dan mengeluarkan darah..