My Office Boy

My Office Boy
29. Pacaran Halal


__ADS_3

Seperti sepasang remaja yang sedang jatuh cinta, Kalia dan Surya jadi malu-malu kucing.


Kejadian semalam benar-benar telah mengubah semuanya. Bahkan tanpa canggung, kini Surya mulai memanggil Kalia dengan panggilan sayang. Pacaran halal memang benar-benar nikmat.


" Sayang mau makan apa buat nanti siang?" tanya Surya ketika sedang menyiapkan bekal cemilan Kalia.


" Makan siang sama-sama yuk, diluar aja." ajak Kalia sambil memiringkan wajahnya melihat ke wajah Surya yang begitu asyik menata kue-kue basah yang dia beli dari pasar selepas shalat subuh di mesjid.


" Gak apa-apa pergi siang-siang? Gak takut ada yang lihat?" Surya bertanya hati-hati sambil menatap istrinya.


" Nanti janjian seperti biasa aja di luar gerbang, akang tunggu aku disitu. Kita makan yang dekat-dekat kantor aja biar bisa cepet balik lagi."


Surya mengangguk bersemangat seraya mengelus rambut Kalia lembut.


" Bekalnya hari ini akang tambahin menu lain ya, biar sayang gak bosan". Surya merogoh sesuatu dari saku celananya.


" Apa? emang enak?"


" Enak dong...niih.." Surya menunjukkan sesuatu. Lambang hati kecil yang dibuat oleh jempol dan telunjuk yang bertaut macam orang-orang Korea itu.


" Iiih...gombal.." Kalia tergelak sambil meninju lengan Surya kencang. Niatnya ingin malu-malu kucing tapi malah kelebihan tenaga. Hahaha


" Waduuuuh..tenaganya super sekali emang Lia nih." Surya tertawa sambil memegangi lengannya yang terasa pegal.


Hari itu mereka benar-benar makan siang bersama. Pertama kali dalam hidupnya Kalia, dia merasa bersemangat untuk bertemu dengan Surya. Mirip main film bertema agen rahasia, mereka keluar dari kantor dan mengendap-endap. Padahal sih, jalan seperti biasa juga tidak akan ada yang curiga.


Kalia mengirimkan pesan kepada Surya.


Aku udah di parkiran kang, sebentar lagi keluar gerbang. Akang dimana?


Surya membalas.


Akang udah tunggu sayang di belokan ini, langsung kesini aja ya.


Kalia menghidupkan mobilnya dan menuju tempat yang disepakati. Tampak Surya sedang menunggu Kalia dan sudah mengganti seragam OB nya dengan kemeja lengan panjang berwarna abu muda. Lengan bajunya dia linting sampai sikut. Terlihat gagah. Sepertinya dia sengaja membawa baju ganti dari rumah agar tak membuat Kalia malu.

__ADS_1


***


Disebuah cafe yang tak jauh dari kantor mereka, Kalia dan Surya tampak sedang duduk nyaman sambil sesekali saling menggenggam tangan.


" Akang sengaja bawa baju ganti dari rumah ya?" tanya Kalia sambil menyesap jus jeruk nya.


" Iya laah..akang gak mau bikin Lia malu. Masa akang nya kucel ari Lia cetar membahana." jawab Surya sambil mencubit hidung Kalia gemas.


" Si Ratna gak nanya-nanya akang mau kemana?" tanya Kalia menyelidik. Rupanya nama Ratna masih mengganggunya.


" Nanya sih, ingin ikut malahan mah. Tapi akang bilang gak bisa, mau ketemu sama orang spesial kata akang teh. Si Ratna langsung cemberut. Udah ah gak usah bahas Ratna sekarang mah, mending bahas tentang kita aja."


Kalia tertawa memamerkan deretan giginya yang rapih bersih.


" Lia jangan kebanyakan ketawa gitu ah. Akang suka gak tahan...gemes. Pengen cium."


" Iiih...jadi berani ya sekarang. Kalau gak aku ijinin, gak boleh cium-cium." jawab Kalia sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Surya tertawa.


" Hahaha..enggak lah, Akang akan tunggu lia sampai benar-benar nyaman sama hubungan kita. Akang kan sayang sama Lia bukan karena ketertarikan fisik aja, tapi lebih dari ituu.." Surya mengacak rambut Kalia lembut.


Kalia tersanjung, laki-laki di depannya ini memang benar-benar bisa menghargainya sebagai pasangan. Kalia merasa beruntung.


Mereka menyantap hidangan sop iga yang sudah ada di hadapan mata. Keduanya saling melempar senyum dan pandang, tak menghiraukan jika dari jauh ada sepasang mata yang memperhatikan kemudian mendekati mereka.


" Liaaa....iiih kamu makan siang disini?"


Ternyata yang sedang memperhatikan mereka sedari tadi adalah sahabat Kalia, Ira.


Kalia terhenyak, dia tak menyangka Ira akan berada di cafe yang sama dengannya.


Dari sebegitu banyaknya cafe yang ada di Bandung. Kenapa temannya ini harus makan siang dengan kliennya disini. Benar-benar kebetulan yang mengagetkan.


" Eh, Ra..lu makan disini juga? kok bisa? kan kantor lu jauh dari sini?" tanya Kalia yang langsung salah tingkah.


" Hehehe...habis ketemu klien nih. Kebetulan cafe ini paling dekat sama tol menuju Jakarta. Jadi ketemuan disini deh. Lagi makan siang bareng... suami?" Ira langsung mengalihkan pandangannya pada Surya yang seketika membeku di tempat. Bingung harus berbuat apa.

__ADS_1


" Eh..oh..iya, kenalin Ra. Ini suami gue."


Ira langsung mengulurkan tangannya pada Surya, disambut oleh Surya yang tersenyum canggung.


" Ira..sahabatnya Kalia dari jaman kuliah dulu." ucap Ira memperkenalkan sambil tersenyum manis.


" Surya.." ucap Surya dengan kalem mencoba menutupi kegugupan.


" Boleh duduk disini gak?" Ira langsung melesakkan dirinya di kursi sebelum dipersilahkan. Sahabat Kalia yang satu ini memang paling kepo dengan hubungan Kalia. Jadilah moment ini bisa membuat Ira meluapkan keingintahuannya. Kalia langsung berkeringat dingin.


" Seneng banget deh lihat kalian mesra-mesraan dari tadi. Pegangan tangan teroooos.." Ira mencoba menggoda. Wajah Surya dan Kalia langsung memerah seperti kepiting rebus.


" Lu merhatiin kita dari tadi, Ra?" tanya Kalia merasa terganggu dengan ucapan Ira.


" Hahaha...iya lah, gue lihat lu dari kursi disana tuh. Jelas banget kelihatan lah, lu kira gue buta? Senyam - senyum aja terus nih pengantin baru. Mata lu kayak ada berliannya tau, Li. Blink-blink gituuu.." Ira terbahak, Kalia sampai harus mencubitnya agar diam.


" Iih..bukannya nyapa dari tadi malah jadi stalker lu ya."


" Urusan gue tadi belum kelar. Terus gue juga gak mau ganggu kalian yang asyik pegang-pegangan tangan kayak mau nyebrang." Ira kembali terkikik. Surya dan Kalia kembali memerah.


" Mas Surya kerja di bagian apa?" Ira tiba-tiba bertanya. Kalia langsung panas dingin. Dia menutupi sebagian wajahnya dengan satu tangan. Takut dengan pengakuan Surya.


" Di bagian General Affair, mbak." jawab Surya. Kalia langsung menatap Surya. Surya balik tersenyum padanya. Surya memang tidak berbohong, Office Boy memang bagian dari departemen GA. Jadi tidak salah kalau Surya bilang begitu, karena begitulah adanya.


Kecemasan dari wajah Kalia berkurang.


" Udah ah, Ra. Kepo banget sih." Ira malah tertawa sambil menjawil pipi sahabatnya.


" Gue baru pertama kali lihat lu salah tingkah begini, beb. Lucu aja lihatnya."


" Oh, iya. Katanya mas Surya juga punya bisnis ya? di bidang agribisnis? beneran?" Ira benar-benar menjengkelkan. Dikira pembicaraan tentang pekerjaan Surya akan berakhir sampai situ, ternyata masih berlanjut. Sekali lagi Kalia terhenyak. Hatinya mencelos.


Surya memandang kearahnya cukup lama, seperti mencari jawaban. Kalia malah membuang muka. Malu sekaligus merasa tidak enak pada Surya. Lama Surya berpikir.


" Tahu dari mana mbak Ira? dari Kalia ya? Hemmm..iya, saya punya usaha di bidang agribisnis." Kalia langsung memandang Surya dengan tatapan penuh tanda tanya.

__ADS_1


" Di bidang apa?" Ira lagi-lagi bertanya.


" Budi daya jamur tiram, tanaman hias, budi daya beberapa jenis bunga tropis dan punya beberapa toko tanaman hias." jawab Surya sambil melirik ke arah Kalia. Kalia tampak sangat kaget. Merasa Surya bisa selancar itu dalam berbohong. Sangat meyakinkan.


__ADS_2