My Office Boy

My Office Boy
42. Gosip Merebak Cepat


__ADS_3

Hubungan Kalia dan Surya kembali membaik, Surya sekarang tak lagi mau dimenteli oleh Ratna. Dia sangat menjaga jarak, seperti permintaan Kalia padanya bahwa dia dilarang keras berdekatan dengan Ratna, karena jika tidak..bisa dipastikan bahwa Surya akan mendapatkan hukuman yang sangat pedih dan menyiksa.


Seperti biasa, Kalia dan Surya akan mengendap-endap bila ingin makan siang di luar. Begitupun kalau mereka tak sengaja bertemu di kantor. Kalia akan mengedipkan sebelah matanya diam-diam untuk menggoda Surya dan dibalas ciuman jarak jauh oleh Surya. Mereka persis seperti anak muda yang sedang mengendap-endap berpacaran. Kucing-kucingan agar tidak diketahui orang lain.


Tiga hari berlalu dari terakhir kali Kalia menghardik Sri di depan semua orang karena kerjaannya yang tak becus. Semua berjalan normal saja, tetapi kemudian, ketika pagi itu Kalia sampai di kantor, dia merasa ada yang berbeda dengan suasana orang-orang di kantornya. Banyak orang yang tiba-tiba memandang kearahnya kemudian berbisik mencurigakan. Awalnya Kalia merasa biasa saja, tetapi semakin lama dia semakin terganggu dengan pandangan orang-orang terhadapnya. Dia lalu pergi ke toilet kemudian memandang dirinya di kaca sambil mencuci tangannya, barangkali ada penampilannya yang aneh, atau mungkin ada sesuatu di gigi geliginya. Tapi tak ada yang salah dengan penampilannya, dia tetapi rapi dan juga cantik seperti biasa.


Kalia mencoba menghiraukan semuanya dan hendak kembali ke ruangannya. Tapi kemudian, sayup-sayup Kalia mendengar suara seseorang yang akan memasuki toilet dan seperti menyebut namanya dan juga Surya. Kalia mendengarkan dengan seksama, tetapi yang dia tangkap hanya kalimat 'selingkuh'.


DEG


Dia merasa ada yang tidak beres, sepertinya orang-orang kini sedang bergosip di belakangnya.


Ketika dua orang tersebut masuk ke dalam toilet, Kalia mengenali salah satunya sebagai staf purchasing, dan mereka langsung putar arah tidak jadi masuk toilet setelah sebelumnya gelagapan ketika melihat Kalia sedang berdiri di depan washtafel. Kecurigaannya makin menjadi, ketika staf nya juga jadi berubah air mukanya ketika melihat Kalia. Dia perlu mencari tahu yang terjadi, pikirnya.


Ketika Kalia tengah larut dengan pikirannya, telepon kantor Kalia berdering.


" Ya halo.."


" Bu Kalia bisa ke ruangan saya sebentar?" tanya Pak Bambang, direktur di perusahaannya.

__ADS_1


" Iya, pak. Saya kesana sekarang." jawab Kalia dan telepon di ujung sana langsung dimatikan oleh Pak Bambang.



Kalia mendatangi ruangan atasannya dengan perasaan yang tidak menentu. Tidak biasanya Pak Bambang akan memanggilnya sepagi ini kalau bukan untuk urusan yang urgent.


Kalia langsung mengetuk pintu ruangan atasannya, dirapikan bajunya agar terlihat lebih sopan. Terdengar suara Pak Bambang mempersilahkannya masuk.


" Selamat pagi, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Kalia hati-hati. Pak Bambang kemudian mempersilahkan Kalia duduk di sofa tamu di ruangannya.


" Bu Kalia, bagaimana perkembangan complain dari customer perihal infusan RL yang bermasalah itu? Dan untuk persiapan audit WHO, sudah ada progress? kok saya lambat sekali ya sekarang menerima laporan pekerjaan dari Bu Kalia." tanya Pak Bambang sambil ikut mendudukan dirinya di sofa tak jauh dari posisi Kalia duduk.


" Kalau soal audit WHO, hemm..masih on progress Pak. Ada beberapa laporan yang belum saya selesaikan." Kalia menjawab dengan ragu.


" Saya merasa performa kerja Bu Kalia menurun ya setelah menikah. Apa ada masalah? atau karena Ibu sedang hamil sekarang? Banyak komplain yang saya terima, bahwa pereleasan obat juga banyak yang mandeg sehingga pihak distributor sedikit kewalahan dengan pengiriman produk. Itu bagaimana Bu?" Kalia menunduk, diakuinya bahwa selama kehamilan ini, fisiknya lebih sering lelah dan tak sanggup bekerja secekatan biasanya.


" Maaf, Pak. Saya akan berusaha lebih untuk meningkatkan performa kerja saya. Awal kehamilan memang agak merepotkan karena mornigsicknessnya lumayan parah, tapi sekarang saya sudah lebih stabil jadi bisa bekerja seperti sedia kala." jelas Kalia dengan tenang.


" Sebenarnya alasan seperti itu tidak bisa saya tolerir, karena bekerja membutuhkan keprofesionalan. Jika memang Bu Kalia tidak mampu lagi mengemban tugas karena kondisi Ibu sekarang, saya tidak keberatan kalau Ibu mengambil cuti." ucap Pak Bambang yang terasa menohok hati Kalia.

__ADS_1


" Saya masih mampu, Pak. Saya bisa buktikan kepada Bapak dan juga jajaran direksi lainnya. Maaf bila kinerja saya memburuk beberapa bulan ini."


Pak Bambang kemudian meminta Kalia untuk kembali ke ruangannya dan menyerahkan laporan soal masalah kegagalan produksi secepat mungkin.


Entah kenapa Kalia merasa hari ini akan berlangsung buruk. Dia mendudukan dirinya di kursi kerjanya, kemudian sebuah surel masuk ke alamat emailnya. Dari manager PPIC. Dengan malas Kalia membuka email tersebut. Dan betapa terkejutnya dia ketika yang dia terima adalah foto dirinya sedang bersama Surya, sedang berpegangan tangan dan makan siang bersama.


Kalia langsung panik melihat foto tersebut dan menghubungi Bu Maya, manager PPIC terkait foto tersebut. Sudah dari lama dan menjadi rahasia umum bahwa Bu Maya memang bermasalah dengannya karena karir Kalia yang melejit padahal masih terbilang baru, sementara Bu Maya adalah manager senior yang sudah bekerja cukup lama di perusahaan ini tapi tak pernah sekalipun mendapatkan reward sebagai pegawai teladan.


"Bu ini maksudnya apa ya?" tanya Kalia cemas.


" Justru saya yang mau tanya, foto ini masuk ke email semua manager dan staf di kantor lho, Bu. Heboh banget ini gara-gara foto Bu Kalia. Kok bisa ibu jalan sama office boy?" tanya Maya dari sambungan teleponnya.


" Siapa yang kirim foto ini? lancang banget..!" Kalia mulai emosi.


" Mana saya tahu, Bu. Staf ibu barangkali. Yang jelas sudah tersebar kemana-mana dan akhirnya para staf malah asyik bergosip dari pada menyelesaikan pekerjaan mereka. Ibu bisa kondisikan situasi ini nggak? Biar gak semakin heboh. Apalagi kalau sampai kedengaran Pak Bambang, bisa makin besar masalahnya. Kan ibu tahu sendiri kalau di perusahaan ini dilarang keras ada hubungan sesama pegawai. Salah satunya bisa dipindah tugaskan." Kalia memijat keningnya yang tiba - tiba saja berdenyut menyakitkan.


" Saya harap Ibu bisa mengatasi kekisruhan ini, biar staf saya gak asyik bergunjing masalah ini terus dan jadi gak kerja. Buang-buang waktu banget. Lagipula ibu ini kan pegawai teladan di perusahaan ini. Malu dong Bu, kalau ternyata pegawai teladan tapi malah memberikan contoh yang tidak baik." ucap Bu Maya pedas. Kalia langsung menutup teleponnya, malas mendengar ucapan Bu Maya yang pedasnya mengalahkan bon cabe level 30.


Dia merasa mual, semua masalah ini seperti menghantamnya bertubi-tubi. Siapa orang yang sudah tega menyebarkan fotonya bersama Surya. Pantas saja semua orang memandangnya dengan pandangan yang aneh dari tadi pagi. Rupanya ada yang telah dengan tega ingin menjatuhkannya. Kecurigaannya mengarah pada Ratna. Mungkinkah Ratna yang sudah mengambil fotonya kemudian menyebarkannya pada semua orang? Tapi Ratna tidak memiliki email kantor, dan tidak mungkin juga bisa menyebarkannya ke semua manager bagian dan staf. Kalia benar-benar lupa pada Sri. Dia sama sekali tidak berpikir kalau Sri akan tega melakukan itu semua. Kalia tidak pernah mengira bahwa Sri akan merasa dendam padanya karena telah ditegur dengan keras dihadapan semua orang.

__ADS_1


Kepala Kalia semakin terasa pusing, pandangannya berkunang-kunang. Entah apa yang harus dia lakukan untuk menghentikan rumor yang beredar tentangnya dan Surya. Kalia menemui jalan buntu.


__ADS_2