My Office Boy

My Office Boy
23. Dia Menyebalkan part 2


__ADS_3

" Bu..saya sudah ketemu Pak Azzam dan menyerahkan laporannya. Kata beliau mau dibereskan hari ini juga tapi kemungkinan akan sampai lembur." Listi yang sudah kembali dari tugasnya langsung melapor kepada Kalia. Bu manager cantik itu menghela nafas, artinya dia juga harus lembur lagi hari ini menunggu laporan dari pihak produksi masuk untuk kemudian dokumennya dapat dia tanda tangani. Kalia memang sedang menangani beberapa proyek urgent saat ini.


" Kalau begitu kamu dan beberapa staf lembur juga. Termasuk saya. Tolong minta Intan buatkan form lembur dan pesankan makan siang untuk saya. Ada kemungkinan saya tidak bisa makan tepat waktu kalau begini cerita nya."


" Iya, Bu." tanpa berlama-lama, Listi langsung mengerjakan semua yang diperintahkan Kalia.


Dia menghubungi pantry dan menyuruh salah satu OB untuk memesankan makan siang untuk Kalia.


Kalia melirik handphone nya, sampai sekarang belum ada jawaban dari Surya. Kalia kembali kesal. Padahal dia sudah menurunkan harga diri untuk berterima kasih dan mengajaknya pulang bersama, tapi Surya malah mengabaikan pesannya. Benar-benar menyebalkan!


Waktu istirahat sudah lewat, Kalia melirik jam tangannya. Pukul 1 siang, dia ingat belum melaksanakan shalat dzuhur. Akhirnya dia beranjak dari kursi dan berjalan menuju mushola. Selesai shalat, Kalia hendak menuju ruangannya. Tiba-tiba Surya datang dari arah berlawanan sambil membawa tray dan lap tersampir di bahunya. Kalia terhenyak, begitu pun Surya. Mereka berpapasan, Surya membungkukkan badannya tanda hormat karena ada beberapa pegawai yang juga sedang berada di sana. Hati Kalia tiba-tiba saja terasa perih.


Selesai shalat, Kalia kembali ke ruangannya. Hatinya masih terasa tak enak melihat Surya harus menunjukkan hormatnya kepada Kalia karena Kalia adalah atasannya. Tak berapa lama, pintu ruangannya kembali di ketuk oleh seseorang.


" Ya masuk.."


Ternyata Surya yang mengetuk pintu. Dia membawa bungkusan kresek berwarna putih. Kalia kaget.


" Ini pesanan makan siangnya, Bu." ucap Surya. Ternyata OB yang diminta untuk membelikan makan siang oleh Listi untuknya adalah Surya. Sekali lagi hati Kalia mencelos.


" Simpan di meja aja." tunjuk Kalia pada meja tamu di ruangannya. Tanpa mau memandang Surya. Dia hanya membolak-balik dokumen di hadapannya tapi tak bisa berkonsentrasi.


Surya menyimpan pesanan Kalia di meja tersebut dan hendak keluar ruangan. Tapi kemudian..


" Kenapa gak balas whatsapp?" tanya Kalia kemudian dengan jutek. Dia tak bisa hanya diam saja, kekesalannya memuncak karena Surya tak membalas pesannya.


" Hah? Lia, eh..Ibu whatsapp saya? Saya kurang tahu, hape nya sedang dipinjam teman". jelas Surya.

__ADS_1


" Dipinjam gimana sih? itu kan barang pribadi." Kalia langsung sewot.


" Cepet ambil, tadi aku whatsapp dan centangnya berubah biru. Itu artinya pesan aku ada yang baca. Iih..gimana sih main pinjamin barang pribadi sama orang lain." Kalia berubah panik. Dia takut teman Surya mengetahui hubungan mereka setelah membaca pesan yang dia kirim pada Surya.


" Iya ". Surya menjawab pendek dan segera pamit untuk mengambil kembali handphone nya.


Sebelum jam 10 tadi siang, ketika Surya akan shalat dhuha. Memang teman kerjanya, salah satu OG meminjam handphonenya. Alasannya karena handphone dia tertinggal di rumah. Surya tidak tahu kalau temannya itu akan membuka dan membaca pesan masuk di handphonenya. Surya memang tipikal orang yang tidak mau ribet. Dia tidak pernah mengunci handphone nya dan tidak keberatan juga bila sekali-kali temannya meminjam handphone nya. Toh tidak ada yang aneh-aneh di dalamnya.


***


" Ratna, sini kembalikan hape sayah." ucap Surya sambil terengah karena dia baru saja berlari dari ruangan Kalia menuju loker tempat OB dan OG berkumpul.


" Kenapa A Surya? meuni lari-lari gitu. Sini duduk dulu." ucap Ratna tanpa dosa.


" Hape saya mana?" tanya Surya lagi tanpa mengindahkan permintaan Ratna.


Ratna menggelayut manja pada tangan Surya.


" Ih kamu baca pesan whatsapp Aa yah?" tanya Surya sambil mendorong Ratna menjauh. OB dan OG yang sedang berada disana jadi memperhatikan mereka.


" Sedikit Aa..hehehe." Ratna malah cengengesan tanpa dosa.


" Ari kamu gak sopan.." Surya mulai sewot.


" Ya aku kan mau telepon hape aku lewat whatsapp Aa, terus kelihatan ada notif masuk. Jadi weh kepencet A. Maafin atuh ganteng." Ratna masih ngeles.


Ratna adalah fans garis kerasnya Surya. Dari awal gadis ini masuk kerja sebagai office girl di PT. Sumber Farma, dia langsung tertarik pada Surya. Pasalnya, Surya memang nice guy banget. Selalu tersenyum ramah, rajin membantu teman-temannya, enak diajak ngobrol dan tempat meminjam uang paling gampang kalau sedang kepepet dengan pembayaran yang bisa ditangguhkan sesuai keadaan.

__ADS_1


" Ah kamu mah..ngeles aja. Sini kasihin hape saya." Ratna cemberut dan memberikan handphone Surya dengan kesal.


" Siapa sih Arum Daru teh?" tanya Ratna masih cemberut.


" Kerja disini yah? dibagian mana? naha pake dibekelin makan segala sama A Surya?" Ratna masih penasaran.


" Tong sok kepo, budak leutik." (jangan suka kepo, anak kecil) jawab Surya sambil menghambur pergi untuk menghindari interogasi Ratna selanjutnya.


Di luar loker, Surya langsung memblasa whatsapp dari Kalia.


Hape nya udah saya ambil. Maaf jadi gak balas pesannya. Hayu nanti kita pulang sama-sama. Saya tungguin Lia di parkiran.


Kalia mengetik..


Gak usah, gak perlu pulang sama-sama. Udah males. Pulang aja sendiri sana. Lagian aku pulang malem


Surya membaca balasan pesan dari Kalia. Dia menarik nafas dalam. Kemudian membalas pesannya.


Ya udah atuh, akang pulang duluan. Hati-hati pulangnya.


Kalia membaca pesan dari Surya. Dia tambah kesal..


" Iih..kenapa gak maksa sih? Gak khawatir gitu aku pulang malem-malem begitu? Iiissshh ngeselin." Kalia menangkupkan handphonenya dengan kasar.


***


Pukul sembilan malam, Kalia baru bisa pulang. Lelah benar-benar menguasai dirinya. Dia melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil. Sesampainya di pelataran parkir, dia mengelilingkan pandangannya. Tak ada siapapun. Biasanya akan ada seseorang yang tiba-tiba datang menyambutnya kalau Kalia baru keluar dari kantor, tapi hari ini rupanya Surya benar-benar serius dengan ucapannya. Dia pulang lebih dulu dan tidak menunggu sampai Kalia pulang kerja, padahal sudah jam 9 malam. Bisa jadi, dia sampai di rumah sekitar pukul 10 malam. Handphone Kalia pun sepi dari pesan-pesan Surya yang biasanya selalu mengingatkannya untuk makan tepat waktu, minum obat, jangan lupa minum yang banyak, jangan lupa shalat dan berdo'a dan lain-lain. Bahkan Surya tak menanyakan kapan dia pulang. Aah..Kalia semakin kesal dibuatnya. Ingin rasanya dia meninju hidung Surya sekarang juga karena berubah tak perhatian seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2