
Acara barbeque party selesai hampir tengah malam. Semua kembali ke villa setelah kelelahan dan juga kekenyangan. Bahkan saking kelelahannya, agenda pelunasan cicilan pun jadi tertunda. Baik Surya maupun Kalia sudah tak bisa membuka mata lagi ketika selesai bersih-bersih. Mata rasanya terasa berat dan rapat. Pada akhirnya, mereka tertidur pulas hingga subuh menjelang. Selesai shalat subuh karena merasa masih lelah, mereka lanjut tidur hingga siang hari.
Sekitar pukul sembilan, Kalia akhirnya terbangun. Namun Surya sudah tidak ada disampingnya. Sambil mengucek kedua matanya, dia mengelilingkan pandangan mencari dimana Surya berada, kenapa bangun terlebih dahulu dan tidak membangunkannya pikirnya.
Kalia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, untuk cuci muka dan menggosok gigi. Selepas itu, dia kembali ke dalam kamar tidur tapi Surya belum juga kembali.
Dia meraih handphone nya di nakas, guna menghubungi Surya. Pada deringan ketiga, Surya mengangkat teleponnya.
"Akang dimana? kok gak bangunin aku sih?" tanya Kalia.
" Akang lagi di lantai bawah sayang, dipanggil sama abah." jawab Surya. Kalia termenung sejenak, mencoba mencari dalam memorinya siapa abah yang Surya maksud. Kemudian dia ingat, bahwa abah adalah panggilan uwak Damar sekarang karena sudah menjadi ayah sambungnya.
" Emang ada urusan apa?" tanya Kalia lagi.
" Lagi ngomongin soal rencana honeymoon, yang. Abah ingin kita berangkat sama-sama honeymoonnya." ucap Surya lagi.
" Lho, bukannya mau punya acara sendiri-sendiri ya? Abah kan bilang gitu dulu." jawab Kalia merasa heran dengan perubahan rencana yang terkesan dadakan seperti ini.
" Tadinya sih begitu, tapi mama minta barengan aja katanya. Biar lebih seru. Abah ya pasti nurut lah sama titah ibu ratu mah."jawab Surya sambil tertawa.
" Ya ampun, masa mendadak sih? Aku belum siap-siap kang. Baju juga gak bawa banyak. Kan rencananya kita bakal honeymoon minggu depan." jawab Kalia lagi.
" Akang juga sempat bilang gitu, tapi kata abah gak usah ribet-ribet bawa banyak barang. Kalau soal baju mah bawa sedikit aja, kan tinggal pulang dulu, rumah juga deket ini.."
Kalia termenung sejenak, ayah sambungnya memang selalu mengagendakan segala sesuatunya serba dadakan. Sepertinya sifat tak sabarannya benar-benar sangat mendominasi.
__ADS_1
"Tapi aku cuma punya sisa cuti dua hari aja di kantor. Memang cukup dua hari doang?" tanya Kalia lagi.
" Cukup lah yang, kan honeymoon nya juga gak jauh-jauh. Cuma ke Yogyakarta doang. Jadi abah mau hari ini kita swab antigen dulu. Setelah keluar hasilnya, baru deh berangkat." terang Surya lagi.
" Ampun deh..dadakan banget. Gak bisa apa ditunda dulu semingguan gitu. Atau kita biarin aja abah sama mama honeymoon duluan. Baru kita nyusul belakangan." ucap Kalia masih beralasan.
"Akang juga mau jalan-jalan sih sebenernya, soalnya minggu nanti bakalan lebih sibuk lagi karena akang mau buka cabang baru dan peternakan sapi mulai operasi. Gak apa-apa lah kita berangkat sekarang aja, lagian semalam kan gak jadi sesi pelunasannya yang, hehehe." jelas Surya sambil terkekeh karena ingat bahwa kemarin malam mereka malah tertidur sangat pulas hingga lupa dengan adegan pelunasan cicilan.
Akhirnya Kalia menyerah juga dan menyanggupi kegiatan honeymoon dadakan yang di agendakan abah baru nya. Hari itu jadi hari super sibuk kedua setelah acara resepsi. Mereka harus kembali ke rumah dengan cepat untuk packing baju dan barang lainnya, kemudian menjalani tes swab antigen yang hasilnya keluar dua jam kemudian. Syukurlah hasilnya negatif semua.
Sekitar pukul empat sore, selepas shalat ashar semuanya sudah selesai dipersiapkan. Mereka kemudian menuju bandara untuk berangkat ke Yogyakarta. Sengaja memakai pesawat saja agar perjalanannya lebih singkat karena mereka tidak punya waktu banyak untuk menikmati honeymoon dadakan ini.
Hanya perlu waktu setengah jam saja, semuanya sudah sampai di Yogyakarta. Di Bandara Adisudjipto, mereka menunggu mobil jemputan khusus yang disediakan oleh pihak hotel yang sudah di booking abah Damar sebelumnya. Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit, pada akhirnya mereka sampai di sebuah hotel bintang lima yang megah.
Abah Damar membooking dua kamar deluxe king dengan permintaan khusus yaitu didekorasi menjadi kamar pengantin. Surya dan Kalia berpisah dengan abah dan mamanya menuju kamar mereka.
Ketika memasuki kamar tersebut, Surya dan Kalia sangat bahagia, pasalnya kamar tersebut sudah didekorasi dengan indah oleh pihak hotel. Ada tanda hati di tengah tempat tidur mereka yang terbuat dari kelopak bunga mawar segar serta ada kartu ucapan selamat dari pihak hotel atas pernikahan mereka.
Honeymoon dadakan ini ternyata sangat berkesan, beruntung mempunyai abah sambung yang sangat perhatian seperti itu.
" Sayang, bersih-bersih dulu deh. Sebentar lagi mau masuk maghrib. Nanti kita shalat maghrib berjamaah dulu terus kita makan malam." pinta Surya sambil merengkuh pinggang Kalia dari belakang. Kalia mengelus pipi Surya kemudian mengecupnya perlahan.
" Mau mandi sama-sama nggak?" tanya Kalia spontan.
" Mau..!!" jawab Surya cepat bahkan tanpa berpikir.
__ADS_1
" Hayu atuuh.." ucap Kalia lagi, kemudian menarik baju suaminya dengan seksi memasuki kamar mandi.
Di dalam kamar mandi yang luas dan nyaman, Kalia memereteli baju suaminya. Hingga menampakkan keseluruhan pemandangan tubuh Surya. Otot-otot maskulin menyembul disana. Membuat Kalia menggigit bibir bawahnya. Surya memang memiliki postur badan yang bagus dengan perut kotak-kotak mirip roti sobek.
Kini giliran Kalia yang kelabakan, pasalnya Surya mulai membuka bajunya satu persatu. Mengecup lehernya perlahan, kemudian kecupan itu turun dengan teratur dan bermain-main liar dengan buah ranum yang ada di dadanya.
Inti tubuh Surya dan Kalia basah dan menengang, ingin rasanya melampiaskan semua hasratnya di tempat itu. Tapi Surya tahu, tempat tersebut bukanlah tempat yang layak agar nafsu birahinya tersalur. Selain tidak boleh membaca doá. Surya juga tak mau memberikan kenangan yang kurang baik di malam pertama yang mereka lakukan dalam keadaan sadar.
Mereka hanya bermain-main di bawah shower yang membasahi keseluruhan tubuh mereka saja kemudian berendam di dalam bathtub berisikan air hangat yang nyaman dengan aromatheraphy memenuhi kamar mandi. Sesekali Surya meremas buah ranum milik Kalia yang membuat Kalia menggelinjang nikmat, kemudian membantu Kalia menggosok punggungnya dengan lembut. Mereka saling memijat dan merelaksasi tubuh masing-masing hingga satu jam lamanya.
Selesai mandi plus plus, keduanya bersiap-siap untuk turun kebawah dan makan malam di sebuah restoran yang disediakan oleh pihak hotel. Suasananya begitu asri dan menenangkan, dengan cahaya temaram yang berasal dari lampu-lampu tempel di sekitar restoran tersebut.
Kedua pasang pengantin baru itu kini makan dengan lahap sambil sesekali tertawa-tawa membicarakan segala sesuatu yang membahagiakan dalam hidup mereka. Menikmati waktu honeymoon mereka dengan perasaan senang meski semuanya terkesan mendadak. Memang terkadang segala sesuatu yang direncanakan dadakan itu sering kali terasa lebih berkesan, contohnya acara honeymoon ini.
*
*
*
*
*
Selamat menikmati chapter kali ini ya. Stay safe and healthy reader semua. Tetap jaga imun tubunya, dan selamat beraktifitas kembali di tahun baru ini. Semoga tahun ini menjadi tahun yang membahagiakan untuk semuanya.
__ADS_1