My Office Boy

My Office Boy
39. Selamat Ulang Tahun, Akang


__ADS_3

Saat itu Kalia sedang mencari-cari sertifikat Training untuk memperbaharui Curriculum Vitae nya di kantor. Dia lalu melihat buku nikahnya bersama Surya. Dilihatnya biodata suaminya itu, ternyata Surya lahir pada akhir November, tahun 1990. Dia baru tahu hal itu padahal sudah berbulan-bulan mereka menikah.


Itu artinya besok suaminya akan berulang tahun. Kalia menyadari betapa perhatiannya pada Surya masih seujung kuku. Selama ini, Surya lah yang selalu mengkhawatirkan dan merawatnya. Tapi sebagai istri, dia sadar betul belum melakukan hal yang selayaknya dilakukan seorang istri. Bahkan perihal membereskan rumah atau memasakpun jarang sekali dilakukannya. Dia pernah beberapa kali memasak dulu, itu pun karena Surya mengalami cedera akibat terjatuh. Kalia merasa sedih, ketika Surya sudah melakukan banyak hal untuk membuatnya nyaman dan bahagia selama tinggal di rumah ini, tapi Kalia tak pernah melakukan hal yang sama untuk suaminya.


Akhirnya dia memiliki ide untuk merayakan ulang tahun Surya meskipun sederhana.


Jadilah hari ini Kalia sengaja untuk makan siang di luar dan membeli beberapa perlengkapan serta hadiah untuk merayakan hari lahir suaminya. Dia ingin mulai membiasakan diri untuk melayani Surya selayaknya seorang istri. Sudah cukup rasanya Surya merawatnya selama ini baik di kantor maupun di rumah, sekarang gilirannya untuk memposisikan dirinya sebagai istri Surya yang sebenarnya.


Kalia melajukan mobilnya ke sebuah mall yang dekat dengan tempatnya bekerja, dia ingin membeli sepasang sepatu tadinya, tapi dia sadar dia tak tahu banyak tentang Surya. Ukuran sepatu, baju, bahkan pakaian dalam Surya. Aah..istri macam apa dirinya ini. Kalia mengutuki diri sendiri.


Selama ini Kalia memang tak pernah memperhatikan itu, pun tak pernah bertanya pada Surya. Baju-baju mereka selalu dicuci dan setrika di laundry. Kalia tak pernah susah-susah melakukan itu semua. Setelah selesai di laundry, langsung masuk lemari tanpa punya niat mengetahui juga semua ukuran baju Surya. Dan sekarang, Kalia jadi bingung sendiri. Tidak mungkin juga bertanya pada Surya saat ini, nanti dia akan tahu remcana kejutannya. Akhirnya, Kalia memutuskan untuk membelikan Surya sebuah jam tangan bermerk. Lebih dirasa aman, pikirnya.


Setelah selesai membeli jam tangan, Kalia menyempatkan diri untuk makan di food court yang ada di mall tersebut dan memesan pasta agar tidak membutuhkan effort dan waktu yang lama untuk menghabiskannya. Sebentar lagi jam masuk kantor, dan dia tidak punya waktu banyak karena masih ada beberapa pekerjaan yang menunggu.


Di sela-sela makan, Kalia juga mengecek pesanan cake nya pada Intan. Serta mentransfer sejumlah uang pada penjual cake tersebut. Kemudian memintanya untuk mengirimkan cake pesanannya ke alamat rumahnya nanti sore setelah dia pulang kerja.


Semua persiapan sudah dirasa cukup, rencanya hari ini Kalia juga akan memasakkan sesuatu yang spesial untuk Surya meski sejujurnya Kalia tidak tahu banyak tentang makanan favorit Surya, yang dia lihat selama ini Surya bukanlah tipikal orang yang rewel dan pemilih soal makanan.


Kini kondisi fisik Kalia juga sudah mulai stabil, indera penciumannya tak sesensitif dulu. Kehamilannya lebih bisa dinikmati pada saat sekarang ini. Masa-masa ngidam sudah lewat. Jadi dia merasa sudah cukup kuat untuk bisa memasak makanan dengan beraneka macam bumbu dan rempah.


Setelah selesai membeli hadiah, perlengkapan untuk pesat kecil-kecilan dan makan siang. Kalia kembali menuju kantor untuk membereskan beberapa pekerjaan. Untung saja hari ini jadwalnya tidak terlalu padat. Jadi dia bisa sedikit leluasa untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan nanti.


Sesampainya di kantor, Kalia disambut dengan tatapan ingin tahu dari Sri dan Listi. Setelah mendengar penjelasan dari Ratna, persepsi mereka semakin membulat bahwa Kalia dan Surya memang mempunyai hubungan yang spesial. Pasalnya beberapa kali Kalia menerima bingkisan yang Surya titipkan melalui Intan. Mungkin saja isinya adalah bekal yang tadi sempat disinggung Ratna, pikir mereka.


Intan juga tak kalah penasaran, dan menceritakan pada Sri dan Listi tentang tugas yang diberikan Kalia padanya untuk memesan cake karena suami Kalia berulang tahun hari ini. Dia jadi meminta Listi untuk menanyakan pada Ratna benarkah Surya berulang tahun hari ini untuk mensinkronkan info-info yang mereka peroleh hari ini. Jiwa-jiwa kepo dalan hati mereka benar-benar meronta-ronta. Hingga pekerjaannpun terbengkalai.


Sepulang kerja, Surya mengirim pesan pada Kalia bahwa dia harus segera pergi ke salah satu kumbung karena ada sedikit masalah. Surya juga meminta Kalia agar berhati-hati selama pulang. Dia berjanji untuk pulang secepatnya setelah semua urusannya selesai.


Kalia justru merasa ini adalah kesempatan yang diberikan semesta, sehingga dia bisa dengan leluasa menyiapkan kejutan untuk suami tercintanya. Tanpa berlama-lama Kalia langsung pulang dan mempersiapkan semuanya dengan sempurna. Dihiasnya dinding kamar tidur mereka dengan hiasan bertuliskan selamat ulang tahun. Beberapa balon berwarna merah berbentuk hati juga dia tebarkan di setiap sudut kamar. Tak lupa juga cake yang ternyata tepat sampai ketika dia pulang kerja, dia tempatkan di atas nakas. Kalia juga membuat beberapa origami burung berwarna-warni yang di dalamnya sudah tertulis pesan-pesan cinta untuk Surya. Di tebarnya di atas tempat tidur agar tampak cantik.

__ADS_1


Semua persiapan kejutan sudah siap. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Kalia segera mengambil wudhu untuk shalat maghrib. Selesai shalat, Surya masih belum pulang juga. Dia bilang akan pulang sekitar pukul 8 malam dan menyuruh Kalia agar makan malam terlebih dahulu, tidak perlu menunggunya. Hal itu Kalia gunakan untuk memasak beberapa makanan yang bisa dia hidangkan ketika Surya pulang. Badannya mulai kelelahan tapi tak dihiraukan. Kejutan ini harus berjalan sempurna, itu saja yang dipikirkannya.


Kalia memang pandai memasak, mama Rani sengaja mengajarkan keahliannya pada Kalia agar kelak menjadi anak yang mandiri dan tidak bergantung. Jadi bukan perkara sulit bagi Kalia untuk memasak berbagai makanan kali ini, hanya saja karena kondisi fisiknya yang sedang hamil, membuat Kalia gampang kelelahan dan tidak secekatan dulu.


Sekitar pukul delapan, semua sudah siap. Kalia juga sudah mandi dan memoles wajahnya dengan make up sederhana. Dia ingin tampil perfect di hari lahir suaminya ini. Ketika sedang sibuk mematut-matutkan diri, terdengar suara deruman motor Surya masuk ke halaman. Kalia segera mengakhiri kegiatan mempercantik dirinya dan menghambur pergi menemui Surya.


Surya yang tampak kelelahan langsung mendadak sumringah ketika Kalia melompat ke dalam pelukannya. Istrinya begitu menawan. Wajahnya yang cantik semakin terlihat luar biasa saja. Kalia pun tak lupa menambatkan ciuman manis di pipi Surya yang agak lengket karena keringat.


" Duh..Ini kenapa istrinya akang cantik begini. Mundur sedikit dong sayang.." ucap Surya. Kalia langsung manyun sambil melonggarkan pelukannya di leher Surya kemudian menatap suaminya heran.


" Kenapa mundur? Akang gak mau aku peluk?" ucap Kalia. Surya langsung tertawa.


" Bukan gak mau di peluk, tapi mending kamu munduran sedikit. Cantiknya kelewatan.." goda Surya kemudian mengeratkan pelukannya dan menyenderkan dagunya pada pundak Kalia yang langsung menguarkan bau harum parfum.


" Hiii...gomballl..." Kalia melepaskan pelukan Surya dan menuntunnya memasuki rumah.


" Mau makan dulu apa mau mandi dulu?" tanya Kalia lagi.


" Nunggu akang pulang dulu. Mau makan sama-sama." Surya langsung terharu.


" Ya ampun sayang, gak harus begitu. Kasihan itu si cantiknya jadi nahan lapar. Kenapa gak makan dulu?" Surya mengelus rambut Kalia.


" Gak apa-apa kok, aku tadi sambil ngemil-ngemil juga. Lumayan untuk ganjal sampai akang pulang. Jadi mau makan dulu apa mandi dulu nih?"


" Hemm..makan dulu aja lah biar Lia gak terlalu lama nahan laparnya. Memangnya tadi Lia beli makan sebelum akang pulang?" Surya balik bertanya.


" Nggak, aku masak sendiri tadi."


Mata Surya langsung berbinar.

__ADS_1


" Waah..tumben pisan sayang masak? Ada apa sih?" tanya Surya semakin penasaran dengan perubahan drastis sang isteri.


" Nggak ada apa-apa, karena aku udah gak sensitif aja hidungnya sekarang jadi mending masak aja. Udah bosan beli terus, kadang rasa masakannya gak sesuai sama selera." Surya hanya mengangguk-angguk.


Sesampainya di meja makan, Kalia membuka tudung saji dan memperlihatkan sejumlah masakan Kalia yang teronggok manis di sana. Ada nasi putih, ayam goreng mentega, capcay, dan tempe goreng serta kerupuk sebagai pelengkap. Air liur Surya langsung mengumpul. Masakan Kalia memang sederhana tapi menggiurkan.


" Banyak banget yang masaknya? Kamu gak kecapean siapin ini semua?" Kalia menggeleng sambil tersenyum manis.


" Yuk makan..akang udah gak sabar ini mah. Sampai mau ngeces." Surya langsung menyendok sepiring nasi dan lauk pauknya kemudian makan dengan lahap. Hidupnya terasa begitu sempurna. Dihadapannya kini ada seorang perempuan cantik yang berstatus sebagai istrinya, yang jago masak, pintar, dan juga mencintainya. Ahh..betapa surga dunia ini begitu indah.


Selesai makan dan membantu Kalia membersihkan peralatan makan. Kalia kemudian kembali menggamit tangannya lagi. Entah apa yang terjadi dengan isterinya, kenapa bisa begitu manis hari ini, pikir Surya.


" Close your eyes.." ucap Kalia sambil senyum-senyum.


" Kenapa tutup mata segala? Lia nih aneh-aneh aja. Nanti akang kejedot kalau tutup mata mah."


" Udah iih..tutup ajaaa. Nanti aku papah jalannya." Kalia langsung mendaratkan cubitannya pada perut Surya yang ngeyel. Mau tak mau, Surya menutup matanya kemudian dipapah Kalia untuk memasuki kamar. Dan beberapa detik kemudian..


" Buka matanya, kang. Selamat ulang tahun.." ucap Kalia berbarengan dengan Surya yang membuka mata dan melihat pemandangan yang tak biasa di hadapannya. Surya lalu memalingkan wajahnya pada Kalia. Mencari jawaban dari pemandangan yang dilihatnya saat ini. Sebuah tulisan Happy Birthday terpampang di hadapannya, kamarnya dipenuhi balon-balon hati berwarna merah, dan Kalia langsung menyodorkan sebuah cake bertuliskan happy birthday akang dengan lilin menyala diatasnya.


Surya masih kebingungan, terharu pun merasa bahagia atas kejutan yang diberikan Kalia terhadapnya. Dia tak menyangka Kalia akan menyiapkan ini semua. Baru pertama dalam hidupnya, ada seseorang yang merayakan ulang tahunnya.


" Akang sampai speechless ini. Makasih banyak sayang. Ini pertama dalam hidup akang ada yang memberikan kejutan ulang tahun. Karena dalam keluarga akang, tidak pernah ada yang namanya ulang tahun itu dirayakan. Ketika kami ingat, kami hanya berdoa saja.." ucap Surya penuh haru. Kalia hanya tersenyum


" Saat ini boleh kan aku merayakannya? Berterimakasih pada Allah karena sudah mengirimkan suami yang baik untukku." ucap Kalia dengan nada haru. Surya mengangguk lemah, air mata mengembang di matanya. Betapa kata-kata itu begitu terdengar indah di telinganya hingga rasanya dia ingin berucap syukur ribuan kali karena telah diberikan isteri seperti Kalia.


" Ditiup dong sayang kue nya. Aku berat inii.." ucap Kalia lagi sambil pura-pura meringis kesakitan.


Surya langsung meniupnya dan lilin padam seketika. Kemudian Surya menambatkan ciumannya di kening Kalia seraya berdoa semoga rumah tangganya akan selalu indah seperti ini.

__ADS_1


Kalia menyimpan cake yang dari tadi di pegangnya. Kemudian meminta Surya untuk membuka setiap origami burung yang tersebar di atas tempat tidur mereka. Ada tulisan di setiap kertas origami itu.


" Selamat ulang tahun, akang. Terima kasih sudah hadir di dunia ini untuk menjadi imam bagi dunia dan akhiratku." begitulah tulisannya setelah semua origami terbuka, dan lagi-lagi Surya merasa begitu terharu kemudian memeluk istrinya dengan erat.


__ADS_2