
Suasana malam itu begitu hangat, semua saling bertukar cerita. Membuat Surya dan juga Kalia semakin ceria. Kejadian pahit yang sudah mereka lalui satu bulan lalu telah memberikan keakraban yang lebih erat diantara kedua keluarga ini. Mereka semakin yakin akan bisa melewati liku-liku kehidupan yang mungkin saja akan menyergap mereka kembali, karena mereka tahu ada banyak orang yang mencintai mereka berdua juga membuat hubungan Surya dan Kalia semakin hangat dan kuat.
Sekitar pukul 9 malam, Uwak Damar, Bu Ati dan Pak Asep pamit pulang. Tinggal Bu Rani dan mereka berdua saja. Keadaan rumah langsung terasa hening karena tidak ada celotehan uwak Damar yang meramaikan suasana. Malam ini ibu Rani dan Kalia jadi banyak tertawa karena lelucon-lelucon konyol yang diucapkan uwak Damar.
" Uwak Damar itu lucu banget ya, kang. Energik gitu udah tua juga. Pasti istrinya ketawa terus tiap hari dengerin dia." ucap Kalia ketika ketiganya kini sedang asyik menyaksikan acara di televisi. Bukan benar-benar menonton tapi agar terdengar ada suara lain saja selain mereka bertiga.
" Uwak Damar mah duda, yang. Istrinya meninggal waktu melahirkan anak bungsu mereka. Kelima anaknya tuh perempuan semua dan sudah berumah tangga. Semua ikut suaminya, pada jauh-jauh lagi. Bahkan ada yang tinggal di luar negeri. Dapat jodoh orang Malaysia waktu lagi kerja disana. Eeeh..malah tinggal disana sekarang." jelas Surya.
" Uwak Damar tinggal sendiri dong?" tanya Kalia lagi.
" Sendiri sih nggak..ada beberapa orang yang tinggal sama uwak, pekerjanya dia. Cuma ya tetep aja kesepian kalau gak ada keluarga mah." Kalia mengangguk-angguk tanda mengerti.
" Anak-anaknya gak pernah nengokin?" tanya Kalia lagi, entah kenapa Kalia merasa penasaran dengan uwaknya Surya ini. Dia merasa bahwa uwak Damar menaruh perhatian khusus pada mamanya, terlihat dari tatapan uwak Damar ketika memandang Ibu Rani waktu mengobrol tadi. Dan buat Kalia, tidak masalah bila memang ada orang yang ingin mendekati ibunya.
Terkadang Kalia sering sedih ketika mengingat bahwa mamanya telah banyak menghabiskan seluruh hidupnya untuk merawat Kalia. Dia tak pernah punya waktu untuk dirinya sendiri, semenjak ayahnya meninggal otomatis kehidupan keluarganya menurun drastis dari berbagai segi terutama ekonomi. Semenjak itu, Ibu Rani banting tulang seorang diri untuk membesarkannya. Jadi jika ada seseorang yang ingin berhubungan serius dengan mamanya, apalagi bertanggung jawab dan bisa menyayangi mamanya setulus hati, Kalia tidak akan keberatan. Dia justru akan merasa lebih tenang karena Ibu Rani tidak akan merasa kesepian di masa tuanya. Tinggal seorang diri di rumah besarnya dan jauh dari Kalia.
" Jarang sih setau akang mah, soalnya pada jauh semua. Anak pertamanya tinggal di Riau, anak kedua di Malaysia, yang ketiga di Yogyakarta, yang keempat di Kalimantan, dan yang paling bungsu yang baru nikah sekitar satu tahun lalu ikut suaminya dinas di Palembang. Otomatis mereka jarang menjenguk uwak, paling setahun sekali lah ketika idul fitri. Makanya bener juga kata uwak, punya anak juga kalau udah nikah mah bubar semua. Tetap aja sendiri lagi." jelas Surya.
" Kayaknya memang kita harus punya anak lebih banyak dari itu deh. Sebelas lah, cukup kayaknya." goda Surya. Kalia langsung cemberut.
" Dikira ngelahirin anak tuh semudah buang ingus kali. Akang aja sana yang hamil, aku sih ogah banyak-banyak begitu." jawab Kalia ketus. Ibu Rani yang dari tadi hanya diam menyimak obrolan kedua anaknya itu, tiba-tiba ikut tergelak mendengar jawaban Kalia.
" Seenaknya aja nih, Ma kang Surya nya. Dikira Lia ini kucing kali, disuruh hamil melulu." Kalia langsung mengadu pada Ibu Rani yang masih tertawa-tawa.
" Ya udah..enam deh..enam." Surya masih terus menggoda.
__ADS_1
"Gak mau..dua aja udah. Cukup..!" jawab Kalia lagi, bibirnya makin mengerucut.
***
Semua sudah kembali ke kamar masing-masing. Surya dan Kalia tidur di kamar milik Kalia dulu karena tempat tidurnya lebih besar. Sedangkan Ibu Rani tidur di kamar Surya.
Kalia merebahkan dirinya dengan nyaman sambil menikmati elusan halus Surya di anak-anak rambutnya.
" Kang, kok aku ada feeling kalau uwak Damar suka sama mama ya?" ucap Kalia tiba-tiba, memecah keheningan diantara mereka.
" Masa sih? nggak ah, uwak emang gitu orangnya. Bodor..!" jawab Surya.
" Nggak ih..aku bisa lihat dari cara uwak ngelihatin mama. Kayak ngefans gitu." jawab Kalia lagi sambil terkekeh.
" Terus kalau emang bener gimana?" tanya Surya jadi tertarik dengan topik obrolan mereka.
" Kamu gak cemburu kalau ada yang menggantikan posisi ayah kamu di samping mama?" tanya Surya merasa penasaran. Kalia menggeleng.
" Ayah pasti juga bahagia bila melihat mama bahagia. Ayahku kan gak akan berganti, tetap Ayah Adi. Tapi aku gak mau egois. Membayangkan mama sendirian menghabiskan masa tuanya, apalagi aku gak bisa jenguk mama tiap hari. Gimana kalau mama sakit atau perlu sesuatu sedangkan aku jauh. Rasanya kasihan, kang." Surya langsung mencium pucuk kepala Kalia. Dia juga sempat kasihan membayangkan hal itu ketika dia tahu bahwa Ibu Rani tidak memiliki saudara lain. Yang beliau miliki hanya Kalia, sedangkan sekarang Kalia sudah menikah dan tidak tinggal bersamanya lagi. Pasti ibu Rani akan sangat kesepian.
" Ya..kita do'akan yang terbaik aja. Jika nanti mama kesepian, kita harus sering-sering datang." hibur Surya seraya merengkuh tubuh istrinya. Membenamkan kepala Kalia di dada bidangnya.
Sejenak, suasana berubah syahdu. Surya mengangkat dagu Kalia halus kemudian menambatkan ciuman yang dalam di bibir Kalia. Ciuman kerinduan yang selama ini sudah tertahan satu bulan lamanya. Mereka saling mengabsen gigi masing-masing, Kalia membuka mulutnya memberikan akses lebih kepada Surya untuk menjelajah bibirnya. Saling bertukar saliva.
Ketika keadaan semakin terasa menengangkan, Surya langsung menarik diri dengan lembut. Menyisakan rasa sesal di hati Kalia, dia masih haus ciuman suaminya.
__ADS_1
" Lia masih sakit, akang gak tega. Nanti perutnya sakit lagi." Kalia memandang Surya kesal kemudian menggigit hidungnya.
"Ciuman doang gak akan bikin perut aku sakit." jawab Kalia sambil mendengus.
"Tapi ini Surya junior meronta-ronta." ucap Surya sambil menunjuk inti tubuhnya. Kalia langsung tertawa melihat sesuatu yang menjendul disitu.
Tiba-tiba handphone Surya berbunyi. Ada notifikasi pesan masuk dari seseorang. Surya lalu meraih handphonenya dari nakas, takut ada sesuatu yang urgent.
Ketika membaca pesan masuk, Surya langsung tertawa.
" Kenapa kang?" tanya Kalia penasaran melihat ekspresi Surya.
" Feeling kamu bener yang.Nih lihat sendiri.." Surya memberikan handphone nya pada Kalia. Ada pesan dari uwak Damar.
Surya, sampaikan salam uwak buat mamanya Kalia ya. Bilangin uwak ngefans gitu..
*
*
*
*
*
__ADS_1
Hehehe..ternyata feelingnya Kalia so good, reader !! Mama Rani tiba-tiba punya fans si duda keren. So, gimana kelanjutannya yaaa??? ditunggu cerita selanjutnya ya...
Jangan lupa, like, komen dan votenyaaa....tirimikiciih