My Office Boy

My Office Boy
62. Perpisahan


__ADS_3

Keesokan harinya, Surya berangkat bekerja seperti biasa. Hari ini adalah hari terakhir dia bekerja sebagai office boy di perusahaan yang sudah sepuluh tahun menjadi tempatnya mencari nafkah, mendapat pengalaman baik dan buruk, sekaligus mendapat jodoh. Sebenarnya, PT. Sumber Farma benar-benar berarti besar untuknya. Karena disanalah dia banyak belajar,hingga bisa berada di posisinya sekarang ini.


Surya sengaja memesan banyak makanan untuk dia bawa dan bagikan kepada semua rekan kerjanya sebagai ucapan perpisahan dan terimakasih. Sekaligus meminta maaf bila dalam kurun waktu sepuluh tahun dia bekerja di tempat itu, banyak kesalahan yang sudah dia perbuat.


Hari ini Surya membawa mobil Kalia ke tempatnya bekerja karena banyaknya barang yang dia bawa. Ketika sampai di parkiran, semua karyawan yang kebetulan melihatnya langsung memandangnya dengan rasa ingin tahu. Pasalnya mereka hafal mobil siapa yang dibawa Surya. Yaa..hobi mengurusi dan mengomentari hidup orang sepertinya memang menjadi kegiatan yang menarik bagi orang-orang ini. Apalagi Surya yang notabene hanya seorang pegawai di level bawah, bisa mendapatkan istri salah satu staf direksi yang mempunyai karir cemerlang.


Pasti ada saja orang yang nyinyir dengan hal itu. Menganggap Surya cuma aji mumpung, sangat beruntung, atau bahkan yang lebih ekstrim lagi menuduh Surya menggunakan jampi-jampi. Tapi Surya jauh lebih santai menghadapi hal itu sekarang. Selain karena hari ini adalah hari terakhir dia bekerja di perusahaan. Surya juga merasa tak melakukan semua hal yang mereka gosipkan. Jadi tak ada rasa terintimidasi dengan perlakuan orang-orang tersebut terhadapnya.


Sesampainya di loker, Surya melihat Ratna sekilas. Tapi dia tak mau memanggilnya, nanti saja berpamitan dengannya bila sudah selesai bekerja bersamaan dengan rekan kerja lainnya. Janjinya kepada Kalia masih dia pegang teguh bahwa Surya tidak boleh berdekatan dengan Ratna.


Ratna pun sepertinya sudah mulai tahu diri, bahwa sampai kapanpun Surya tak akan pernah memandangnya. Bagi Surya, Ratna hanyalah rekan kerja. Tak lebih dari itu. Meski rasanya hari ini begitu mendung karena Surya akan bekerja untuk terakhir kali. Tapi Ratna juga tak ingin mengucapkan kata perpisahan. Biarlah semuanya berlalu seperti biasanya. Dia yakin, suatu saat nanti hatinya akan sembuh dengan sendirinya.


Hari ini Surya menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat. Dia juga membagikan makanan yang dia bawa kepada semua rekan kerjanya ketika waktu istirahat. Kemudian mengurusi administrasi yang harus diselesaikan sebelum keluar kerja. Mengembalikan ID card, sepatu steril, kunci-kunci yang dia pegang, serta serah terima semua pekerjaannya pada office boy yang akan menggantikannya bekerja di perusahaan tersebut.


Setelah selesai, dia menemui Pak Haris di ruangannya. Untuk berpamitan sekaligus berterimakasih atas semua bantuan yang sudah diberikan atasannya itu pada Surya.


Surya mengetuk pintu ruangan Pak Haris dengan hati-hati. Kemudian terdengar suara Pak Haris mempersilahkannya masuk. Laki-laki paruh baya itu menyambutnya dengan hangat dan mempersilahkan Surya untuk duduk.


" Sebentar, saya akan memanggil teman-teman kamu yang lain untuk berkumpul disini. Jadi berpamitannya bisa sekaligus." ucap Pak Haris, Surya hanya mengangguk sambil mengucapkan terimakasih.


Tak berapa lama, semua office boy dan office girl sudah berkumpul di ruangan Pak Haris. Melihat Surya sudah berada disitu, mereka tahu bahwa Surya akan berpamitan kepada mereka. Pak Haris mengucapkan beberapa kalimat pembukaan untuk memulai acara. Suasana berubah hening.


" Assalamualaikum, rekan-rekan semua.." ucap Pak Haris dan di jawab oleh semua orang yang ada di ruangan tersebut.


" Hari ini adalah hari terakhir Surya bekerja bersama kita. Sebelum dia meninggalkan perusahaan ini, alangkah baiknya kita mengucapkan salam perpisahan dengan layak karena sejatinya perusahaan ini adalah rumah kedua bagi kita semua. Saya selaku manager dari bagian General Affair mengucapkan selamat jalan kepada Surya, semoga lebih sukses di luar sana. Saya juga meminta maaf bila ada hal-hal yang saya lakukan atau saya perintahkan sudah membebani Surya selama ini. Sekali lagi saya ucapkan selamat jalan dan semoga semakin sukses ya..Surya. Sekarang, silahkan Surya untuk menyampaikan kata-kata perpisahan kepada semua rekan kerja disini. Barangkali ada yang ingin disampaikan?". pinta pak Haris. Surya mengiyakan kemudian mulai mengucapkan salam perpisahannya kepada semua rekan kerja yang sudah menjadi keluarga keduanya selama sepuluh tahun ini.


" Assalamualaikum, teman-teman semua." ucap Surya memulai kata-katanyabyang dijawab oleh semua.

__ADS_1


" Pada kesempatan kali ini, Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih sekaligus meminta maaf kepada semuanya. Terimakasih karena sudah menjadi teman sekaligus keluarga yang baik selama ini. Terimakasih sudah membantu saya dalam bekerja, dan terimakasih karena begitu banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan selama bekerja di perusahaan ini. Terutama kepada Pak Haris yang sudah banyak membantu saya dalam segala hal. Terimakasih, Pak.." ucap Surya yang dibalas anggukan oleh Pak Haris. Surya kemudian menghela nafas sebelum melanjutkan perkataannya.


" Saya juga ingin meminta maaf bila selama sepuluh tahun saya bekerja di tempat ini, telah banyak melakukan kesalahan baik ketika bekerja maupun dalam bertingkah laku hingga membuat teman-teman semuanya tak enak hati. Saya minta maaf sekali lagi. Apalagi belakangan ini, saya sudah membuat keadaan di perusahaan ini menjadi rusuh karena pemberitaan yang tidak-tidak mengenai saya. Saya do'akan semoga teman-teman semua selalu diberikan kesehatan dan keselamatan dalam bekerja. Semoga kita bisa bersilaturahim lagi di kesempatan yang lain dan tempat yang lain pula. Terimakasih sekali lagi. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.." ucap Surya sebagai penutup kemudian menyalami rekan-rekannya satu persatu. Setelah itu, semuanya kembali ke tempat kerjanya masing-masing.


Setelah semuanya keluar, Surya memberikan sebuah hadiah untuk Pak Haris sebagai ucapan terimakasih atas bantuannya selama ini. Sebuah ballpoint bermerk Mont Blanc seri mate black. Pak Haris sampai terkejut menerimanya. Pasalnya dia tahu pasaran harga ballpoint tersebut. Satu buah ballpoint saja, harganya bisa melebihi gaji Surya selama satu bulan bekerja di tempat tersebut.


" Ini serius kamu kasih saya hadiah ini? bisa habis gaji kamu untuk beli ini, Sur.." ucap Pak Haris merasa tak enak menerima hadiah yang mahal dari bawahannya.


" Ini ucapan terimakasih saya pada Bapak yang sudah membantu saya menyelesaikan masalah saya dan Kalia di perusahaan ini, Pak. Hadiah ini tidak ada apa-apanya dibanding kondisi psikis istri saya sekarang." ucap Surya sambil meraih tangan Pak Haris untuk bersalaman.


" Terimakasih sekali lagi, Pak. Saya pamit..semoga Bapak selalu sehat dan dilindungi oleh Allah SWT." ucap Surya lagi.


" Aamiin.." balas Pak Haris seraya menepuk pundak Surya halus.


Hari terakhirnya bekerja di PT. Sumber Farma akhirnya terlewati dengan baik. Ada rasa haru juga bahagia terselip dalam hatinya. Dia bahagia karena sudah mengambil keputusan yang tepat untuk istrinya. Pun terharu karena tak bisa dipungkiri, tempat tersebut begitu banyak memberinya kenangan baik manis maupun pahit.


Sesampainya di rumah, dilihatnya sudah ada sebuah mobil terparkir di halaman rumahnya. Surya tahu mobil siapa itu. Surya hanya menggeleng pelan sambil menyunggingkan senyumnya.


" Assalamualaikum.." Surya mengucapkan salam dan dibalas oleh Kalia, Ibu Rani dan uwak Damar. Yaa...wak Damar sudah datang lagi kerumahnya. Sepertinya mau menemui ibu mertuanya lagi.


" Waah..kebetulan kamu udah pulang, Sur. Ada yang mau uwak bicarakan soal bisnis kita." ucap uwak mencoba beralibi. Kalia hanya senyum-senyum saja mendengar ucapan Uwak Damar. Entah bisnis yang mana yang dimaksudkan uwak, bisnis ternak sapi atau bisnis mendekati ibunya?


" Iya wak, sebentar Surya mandi dulu." ucap Surya kemudian masuk kedalam kamar, diikuti Kalia dibelakangnya.


" Sejak kapan uwak datang yang?" tanya Surya pada istrinya setelah sampai di dalam kamar.


" Sekitar satu jam sebelum akan sampai lah. Mau ngomongin bisnis katanya. Emang akang gak dikasih kabar?" tanya Kalia penasaran. Surya lalu meraih handphonemya dan melihat barangkali uwak Damar menghubunginya ketika dia bekerja tadi. Tapi nihil, pesan uwak hanya yang tadi malam saja ketika menyuruh Surya untuk menyampaikan salam pada Bu Rani mertuanya.

__ADS_1


" Bisnis yang lain kayaknya yang, bisnis pdkt sama Mama.." ucap Surya sambil terkekeh.


Kalia tak menyangka, meski baru berkunjung sekali saja ke rumah Surya, pesona Mamanya bisa langsung memikat hati seorang duda keren dalam sekali pertemuan. Perlu diacungi jempol mamanya ini. Ibu Rani memang masih terlihat cantik dan bugar meski usianya sudah hampir kepala enam. Mungkin efek rajin senam bersama ibu-ibu PKK di kompleknya.


" Keren nih Mama. Baru sekali kesini aja udah ada yang terjerat sama pesonanya. Gak tanggung-tanggung lagi. Juragan sapi yang klepek-klepeknya juga." Ucap Kalia sambil tersenyum dan merangkul leher suaminya manja.


" Siap-siap aja punya papa baru, yang.." balas Surya kemudian mengecup bibir Kalia cepat.


" Tapi mama nya gak ada respon tuh, kang. Malah kelihatan sewot waktu uwak Damar datang tadi. Katanya, mau apa aki-aki banyak gaya itu kesini lagi? bilang gitu coba.." Kalia langsung tergelak ketika selesai memperagakan gerakan mamanya waktu melihat uwak Damar datang kembali ke rumahnya.


" Awalnya memang suka jual mahal, jutek-jutek gitu, lama-lama leleh juga. Nih kayak anaknya. Dulu galak banget, sekarang hemmm...nempel banget." goda Surya sambil mengecup pipi Kalia. Yang dicium langsung bersemu merah. Keluarga Surya memang punya pesonanya masing-masing.


Kalia jadi memikirkan bila nanti mama Rani benar menikah lagi. Sepertinya akan seru punya ayah sambung seperti Uwak Damar yang kocak dan energik. Mama Rani tidak akan kesepian dan pasti banyak tertawa. Semoga saja begitu, batinnya.


*


*


*


*


*


Ternyata Mama Rani masih jutek-jutek sama Uwak Damar nih, reader. Kayaknya uwak Damar harus usaha ekstra untuk menarik simpati mama Rani. Nantikan cerita selanjutnya ya.


Jangan lupa like, komen, dan votenya ya. Biar othor makin semangat berkaryanya...

__ADS_1


Sehat selalu yaa


__ADS_2