My Office Boy

My Office Boy
68. Merancang Pernikahan


__ADS_3

Ide gila yang dilontarkan uwak Damar kepada Ibu Rani ternyata di sambut baik oleh Surya. Dia sangat senang mendengarnya, terbayang bahwa dia bisa melangsungkan pesta pernikahan dan mengenalkan pada seluruh kenalannya bahwa dia sekarang memiliki seorang istri cantik yang amat sangat dicintainya. Meski begitu, Kalia dan Ibu Rani sedikit terbebani dengan hal itu.


" Kang, serius akang mau buat resepsi pernikahan kita?" tanya Kalia mencoba memastikan keputusan suaminya.


" Iya sayang, akang ingin buat resepsi pernikahan kita. Akang ingin tunjukkan sama seluruh dunia, kalau akang punya istri cantik banget." jawab Surya sambil cengengesan. Kalia hanya tersenyum simpul mendengar pujian suaminya.


" Itu kan pemborosan kang, lagian kita udah nikah mau tujuh bulan gini. Udah lah, gak usah aja. Sayang uangnya." Kalia kembali membujuk.


" Resepsi akan bernilai pemborosan dan mudharat kalau kita gak punya uangnya. Sampai harus minjam sana sini dan setelahnya malah memberatkan karena jadi berhutang kemana-mana. Itu yang tidak dianjurkan. Tapi InsyaAllah akang punya biaya untuk itu, akang sudah menabung lama, sudah punya anggaran khusus juga. InsyaAllah tidak akan menyusahkan oramg tua. Ditambah usaha akang makin berkembang. Semuanya sukses dan berhasil, gak ada salahnya kalau kita menggelar resepsi sebagai ucapan rasa syukur dan berniat untuk berbagi pada sesama. Lagi pula, akang tuh ingiiiin sekali membahagiakan Lia. Membuat Lia jadi ratu dalam sehari, memakai baju pengantin yang indah, mempunya banyak kenangan tentang pernikahan kita." jelas Surya panjang lebar, membuat Kalia tak percaya bahwa suaminya akan sangat bersemangat karena hal itu. Akhirnya Kalia menyerah juga dan memasrahkan semuanya pada Surya.


" Tapi Mama gak mau lho kang, malu katanya. Masa iya nanti ada dua pengantin dalam satu waktu dan yang lebih aneh nya lagi, ini pernikahan ibu dan juga anak perempuannya. Apa gak bakal heboh tuh?" jawab Kalia lagi. Surya malah tertawa.


" Justru itu seru nya. Kita yang mencetak rekor pertama kalau begitu. Jangan-jangan nanti malah jadi viral. Iya nggak?" jawab Surya lagi masih dengan senyum riang yang terpampang jelas di wajahnya.


" Bulan depan kan Lia udah tiga bulan tuh cutinya. Jadi bisa mulai masuk kerja lagi. Nah sekalian aja undang teman-teman kerja Lia. Akang janji gak akan bikin Lia malu lagi. Akang akan lebih memantaskan diri untuk Lia." ucap Surya lagi sambil merapihkan rambut istrinya kemudian menyelipkannya ke belakang telinga. Kalia tampak berpikir lama.


" Aku sebenarnya udah gak masalah dengan penilaian orang tentang kita, kang. Biar aku aja yang tahu semua kelebihan akang. Mereka mau bergosip apapun, aku udah gak ambil pusing. Toh yang jalani pernikahan ini adalah aku, mereka gak punya hak apa-apa atas diriku. Kejadian kemarin benar-benar sudah mendewasakan aku. Betapa picik bila kita menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya aja." jelas Kalia panjang lebar sambil menatap suaminya intens. Surya sampai terharu mendengarnya, ternyata dia sudah memiliki Kalia seutuhnya. Bukan hanya raga, tetapi hatinya juga.


" Justru itu, biarkan akang membahagiakan Lia dengan cara akang. Lia mau ya kalau akang adakan acara resepsi untuk pernikahan kita. Anggap saja mensyukuri apa yang sudah Allah beri untuk kita dengan cara berbagi kebahagiaan pada sesama." ucap Surya lagi sambil menangkup wajah istrinya dan mengecup kening Kalia perlahan. Akhirnya Kalia tak bisa menolak permintaan suaminya dan hanya bisa mengangguk pasrah, kemudian membenamkan wajahnya di dada bidang Surya.


***


" Jadi gimana? Bulan depan mau ya, Rani nikah sama akang. Anak-anak akang sudah setuju semua, mereka sangat bahagia seperti Kalia. Mereka juga berjanji akan datang ketika abahnya ini menikah. Apalagi Surya juga setuju bila resepsi pernikahan kita dan Surya digabung saja, biar hemat waktu dan tenaga." ucap Wak Damar suatu sore ketika dia kembali berkunjung ke rumah Surya.


" Serius akan menikah secepat itu kang?" tanya Ibu Rani cemas.


" Akang mah justru inginnya lebih cepat dari itu. Kalau bisa sih minggu depan kita udah nikah. Tapi kan Rani mau kalau Lia sehat dulu. Nah kalau bulan depan sih, akang yakin Lia udah sehat."

__ADS_1


" Waktu sebulan memang bisa persiapkan semua perlengkapannya? Lagian malu saya teh kang, masa resepsinya bareng sama anak sendiri. Apa kata orang atuh, nini-nini teh keganjenan ceunah." Ibu Rani masih menyangsikan rencana penggabungan resepsi itu.


" Kalau mau mah, biar anak-anak aja yang resepsi. Kita nikahnya biasa aja, di KUA." ucap Ibu Rani beralasan lagi.


" Waah..malu atuh, sayang. Akang ini saudagar sapi disini, pengusaha sukses, koleganya banyak dimana-mana, kenalan akang juga kebanyakan orang penting semua. Kalau akang nikahnya diam-diam malah akan mengundang kecurigaan." jelas Uwak Damar yang sudah berani mengubah panggilan kepada Ibu Rani menjadi 'sayang'. Ibu Rani sampai bergidik mendengarnya. Tapi tak ada yang bisa dia lakukan, hanya pasrah saja.


" Malu ih saya teh, kayak anak muda aja pake gagayaan resepsi mewah segala." Ibu Rani masih bersikeras menolak.


" Yayang Rani itu calon istrinya kang Damar Wiguna. Maenya atuh resepsinya gak mewah?" ucap wak Damar songong.


" Hush..jangan sombong gitu. Harta mah cuma titipan. Nanti Allah ambil lagi semuanya, mau?" ucap Ibu Rani sambil melotot. Yang dipelototi malah nyengir saja.


Tadinya, Ibu Rani berencana akan pulang ke rumahnya di daerah cimahi dua hari kemarin. Tapi setelah menerima lamaran uwak Damar, semua rencananya berubah seketika. Ibu Rani malah sibuk membicarakan tentang rencana pernikahannya dengan uwak Damar dan anak-anaknya. Apalagi penggabungan dua resepsi sekaligus itu sama sekali tidak bisa diganggu gugat. Sudah keputusan mutlak dari pihak Uwak Damar dan keluarga Surya. Mereka justru sangat antusias dengan hal tersebut.


Jadilah Ibu Rani menunda kepulangannya sampai sebulan kedepan. Kedua Ibu dan anak ini jadi sibuk mengurusi resepsi pernikahan mereka berdua. Merasa lucu karena mereka jadi semakin kompak dan merasa seperti dua sahabat yang sedang antusias merancang resepsi pernikahan impian.


Mereka juga mencari gaun pernikahan yang sesuai dengan selera masing-masing. Tidak terlalu glamour, tapi lebih mengusung tema tradisional agar sesuai dengan Ibu Rani tapi juga tidak kolot bila dipakai Kalia. Begitupun dengan design undangan dan semua perintilan yang diperlukan nanti, Kalia dan mamanya kompak menyatukan ide berdua.


Sedangkan para calon mempelai pria, mereka sibuk mencari wedding organizer yang bisa di booking dalam waktu dekat, mengurusi gedung pernikahan yang sesuai dengan tema outdoor yang diinginkan para mempelai wanita, dan juga catering mewah yang akan mereka sewa untuk acara spesialnya.


Akhirnya sebuah villa mewah dengan pekarangan yang luas menjadi pilihan mereka. Selain karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari rumah Surya dan uwak Damar, tempat tersebut juga memiliki halaman dan pendopo yang luas untuk menggelar acara resepsi mereka berdua.


Semua biaya ditanggung oleh uwak Damar tanpa terkecuali. Benar-benar sultan memang calon ayah baru Kalia ini. Bahkan rencananya, dia ingin memberi hadiah bulan madu yang mewah untuk Surya dan Kalia. Sedangkan dirinya dan Ibu Rani akan berbulan madu di tempat yang berbeda agar tak terganggu privasinya.


***


Sebulan berlalu dengan cepat, semua persiapan sudah hampir rampung. Tinggal souvenir saja yang masih dalam perbincangan. Tak terasa tinggal dua hari lagi, Kalia akan mulai masuk kerja. Sebetulnya hatinya masih sedikit was-was dengan semua rentetan kejadian yang pernah menimpanya beberapa bulan lalu. Tapi sebisa mungkin dia harus menghadapinya. Tidak boleh menghindar, karena siapa tahu ketakutannya justru tak terjadi.

__ADS_1


" Besok lusa Lia mulai masuk kerja ya?" tanya Surya sambil merebahkan dirinya diatas paha istrinya. Kalia lalu membelai rambut Surya halus dan mengangguk lemah.


" Kenapa? masih cemas?" tanya Surya seperti tahu apa yang sedang Kalia pikirkan.


" Sedikit..tapi bisa aku atasi kok kang. Tenang aja." Jawab Kalia sambil menyunggingkan senyum manisnya.


" Kalau Lia merasa berat hati, bilang aja sama akang. Lia boleh berubah pikiran." ucap Surya lagi sambil memeluk dan mencium perut Kalia.


" Aku bisa, kang. InsyaAllah.." jawab Kalia lagi.


Surya kemudian duduk dan melabuhkan ciuman lembutnya di bibir Kalia. Lama, hingga mereka sesak nafas.


" Akang gak akan membuat Lia memilih, kalau Lia merasa mampu menjadi ibu rumah tangga sekaligus wanita karir, maka lakukan saja keduanya. Akang ikhlas kok..asal Lia bahagia." ucap Surya lembut sambil mengelus rambut istrinya kemudian mendekap istrinya dengan hangat


*


*


*


*


*


Kadang seorang wanita yang bekerja memang selalu dibenturkan pada dua pilihan ini. Menjadi ibu rumah tangga? atau wanita karir? Menurut saya, bila seorang wanita bisa melakukan keduanya? kenapa tidak? selama suami ridho dan ikhlas. Bagaimana menurut reader semua?


Oh ya, Maaf untuk keterlambatan up nya beberapa hari kemarin ya. Semoga senang dengan lima chapter yang up hari ini.

__ADS_1


Selalu dukung othor dengan vote, like, dan komennya ya reader semua. Happy New Year gaesss....!! Selamat liburan dan tetap di rumah aja yaa..!!!


__ADS_2