
Sepulang dari rumah sakit, Kalia masih saja cemberut. Rasanya dia masih kesal mendengar Surya membicarakan perempuan lain di depannya.
" Kenapa, neng. Cemberut aja." ucap Surya sambil mengekori Kalia masuk ke dalam rumah.
" Tau ah.." jawab Kalia makin jutek.
" Kalau ada apa-apa itu dibicarakan. Semisal akang ada salah ya ditegur, dikasih tau, jadi akang ngerti harus bagaimana."
" Aku masih kesel sama si Ratna itu, ngapain sih dia kepo banget sama urusan akang? Emang kalian ada hubungan apa?" Kalia menjawab spontan sambil menghadapkan badannya di depan Surya dan menatap tajam laki-laki berbulu mata lentik itu.
" Ya gak ada hubungan apa - apa. Temen kerja aja. Lia cemburu ya sama Ratna?" wajah Kalia mendadak merah mendengar pertanyaan Surya.
" Iih..ogah. Gak ada cemburu - cemburuan. Ini karena apa yang dilakukan Ratna bisa membuat semuanya terbongkar. Kalau dia sampai tahu kita sudah menikah kemudian nyebarin gosip kemana-mana, apa gak berabe?? Udah ah..aku males ngomong sama akang. Aku mau tidur. Gerah, cape.." Kalia langsung menghambur masuk kedalam kamar dan duduk di bibir tempat tidur sambil merutuki diri.
" Kenapa sih Liaa??? kok bisa kesel cuma karena Surya ngomongin cewek laiin? Apa iya, aku udah suka sama Surya??? Aaaah..enggak..enggak boleh suka. Apasih kok levelku jadi menurun gini?? Gak mau, pokoknya gak boleh suka."
***
Keesokan harinya Surya dan Kalia sudah masuk kerja kembali. Seperti biasa mereka berangkat menggunakan kendaraan masing-masing. Tapi kali ini mereka berangkat pada waktu yang bersamaan. Sengaja Kalia berangkat lebih pagi karena kemarin tidak masuk kerja dan ada beberapa pekerjaan yang terbengkalai dan harus segera diselesaikan.
Sesampainya di pelataran parkir, mereka berjalan sambil menjaga jarak. Takut - takut ada yang melihat mereka dan curiga. Tiba - tiba ada suara seorang perempuan yang memanggil Surya dari kejauhan.
Surya dan Kalia menoleh bersamaan dan melihat siapa yang memanggil Surya. Tampak seorang gadis berambut lurus sebahu berlari kearah Surya. Wajahnya cantik meski tanpa riasan make up. Tubuhnya sedikit sintal tapi menarik. Kalia bertanya-tanya dalam hati. Siapa perempuan ini? Kok begitu akrab dengan Surya.
" A Surya udah sembuh? Udah masuk lagi geuning. Kemarin gimana ke rumah sakitnya? Ratna tadinya mau main ke rumah A Surya lho, mau nengokin sambil bawain makanan. Tapi Aa larang, ya udah deh nurut aja. Hehehe.." ucap perempuan yang ternyata adalah Ratna, sambil bergelayut manja pada tangan Surya.
Surya mencuri pandang ke arah Kalia yang tiba-tiba saja cemberut melihat perlakuan Ratna terhadapnya.
__ADS_1
" Ehem..uhuk..uhuk.." Kalia pura-pura batuk agar Surya dan Ratna menyadari keadaannya. Melihat lengan Surya digelayuti perempuan lain, hati Kalia mendadak kesal dan marah.
Ratna menoleh ke arah Kalia kemudian segera melepas pegangannya dari tangan Surya.
" Eh Bu Kalia, datang pagi, Bu?" tanya Ratna sambil tersenyum malu. Persis seperti seorang gadis yang tertangkap basah sedang berduaan dengan pacarnya.
" I..Iya, saya ada banyak kerjaan. Meeting dan lain-lainnya. Kamu gak akan ngerti lah. Udah cepet kamu masuk juga. Cepet kerja, jangan malah gelendotan di tangan laki-laki kayak gitu." dengan muka di tekuk, Kalia langsung meninggalkan mereka. Merasa malu karena marah-marah tak jelas.
Ratna memandang kearah Surya dengan tatapan heran.
" Bu Kalia kenapa sih? Aneh pisan. Hihihi.." ucap Ratna sambil kembali menggelayuti tangan Surya. Dengan cepat Surya melepaskan genggaman tangan Ratna dan berjalan cepat untuk menyusul Kalia. Tapi Kalia sudah lebih dulu masuk kedalam lift dan tidak membiarkan Surya menyusulnya.
Kalia merasa ingin menangis. Hatinya terlalu dongkol terhadap Ratna, tapi juga tak bisa melakukan apa-apa.
***
" Iiiiih..sumpah ya, pengen gue patahin rasanya itu tangan si Surya. Mau - mau nya aja digelayutin sama cewek kayak gitu. Lihat aja nanti di rumah. Bakal abis dia..!!" dengan gemas dia meremas kertas yang ada dihadapannya. Kalia ketika marah memang akan jadi kasar seperti itu. Panggilan aku kamu pun akan berubah menjadi lu gue.
Sementara di pantry, Surya tampak berpikir keras dengan perubahan sikap Kalia. Apa benar Kalia merasa cemburu? ataukah karena takut hubungan mereka terbongkar ke permukaan? Beberapa kali Surya mencoba meneleponnya tapi selalu di tolak. Pesannya pun hanya dibaca tanpa ada balasan. Dia jadi khawatir dengan keadaan Kalia. Kalau mood nya sedang jelek begitu, Kalia biasanya sering tak peduli dengan diri sendiri. Sedangkan kini Kalia tengah berbadan dua. Dia tak bisa egois.
Surya lalu berinisiatif untuk membuatkan air madu dan jahe untuk Kalia sambil memastikan kalau dia baik-baik saja.
Selesai membuat air madu hangat, Surya menuju ruangan Kalia di lantai 3. Dari luar ruangan, dilihatnya muka Kalia masih ditekuk. Asam sekali. Surya harus menyiapkan mental baja bila sudah begini.
Surya mengetuk pintu ruangan Kalia dengan hati-hati. Terdengar Kalia menyuruhnya masuk.
Surya memasuki ruangan Kalia dan diikuti dengan mata Kalia yang tiba - tiba membelalak kesal.
__ADS_1
" Ngapain kesini?" tanya Kalia sinis.
" Mau kasihin ini buat Lia." Surya lalu menyerahkan secangkir air madu hangat di hadapan Kalia.
" Gak mau, lagi malas minum apa - apa."
" Sudah di makan bekalnya?" Surya masih belum menyerah.
" Gak mau makan apa - apa juga. Gak mau minum apapun. Biarin aja aku, gak usah sok peduli. Sana urusin aja si Ratna tuh. Kayaknya khawatir banget sama kamu." Kalia sewot.
" Maafin akang kalau Lia marah karena sikap Ratna. Tapi da akang bisa jamin, Ratna gak akan tahu tentang hubungan kita kok. Akang akan jaga rahasia kita baik-baik. Tenang aja."
" Ini masalah yang lain." jawab Kalia tiba-tiba.
" Masalah lain apa?".
Kalia menyadari dia sudah salah bicara.
" I..Itu, bukan, maksud aku. Ah..udah ah, sana keluar aja. Males aku lihat muka akang. Ngeselin, bikin emosi." Kalia tergagap kemudian menyuruh Surya keluar dari ruangannya.
" Tapi itu diminum dulu air madunya. Kalau Lia udah minum airnya, baru akang akan keluar. Kalau belum mah ya akang duduk disini aja sampai Lia minum."
" Gak usah ngancam gitu deh, aku gak suka." Mendengar jawaban Kalia, Surya mengambil ancang-ancang untuk duduk di sofa yang ada di ruangan Kalia.
" Iiish..iya nih aku minum. Sana cepet keluar." Kalia langsung meraih cangkir di hadapannya dan meminum air madu itu hingga habis.
" Nih..puas??" tanya Kalia sambil menunjukkan cangkirnya yang sudah kosong kemudian mengelap bibir merahnya dengan punggung tangan, masih dengan muka kesal.
__ADS_1
Surya keluar dengan perasaan heran. Kenapa sikap Kalia jadi berubah seperti orang yang cemburu? Tapi Surya tak mau besar hati, mungkin itu hanya karena pengaruh hormon atau memang karena Kalia takut hubungan mereka terbongkar.