My Office Boy

My Office Boy
34. Detektif Gadungan


__ADS_3

" Bu..untuk lembur hari ini kira-kira perlu berapa orang ya? Soalnya masih banyak batch record yang belum selesai di periksa oleh admin dan Training Attandance List yang tadi siang juga belum selesai." ucap Intan sekretaris Kalia.


Kalia mengurut keningnya. Hari ini badannya tidak terlalu fit untuk bekerja lembur tapi pekerjaan masih saja menumpuk di mejanya.


" Tiga orang aja deh, Ntan. Cuma saya gak kuat lembur sebenarnya hari ini. Lagi kurang enak badan." ucap Kalia.


" Iya, Bu. Lebih baik ibu pulang cepat aja. istirahat di rumah. Pucat juga itu muka Bu Lia. Minta dijemput suami aja, Bu. Kan ibu sedang hamil, khawatir ada apa-apa kalau pulang sendiri." saran Intan sambil tersenyum manis.


" Ya." jawab Kalia singkat.


Setelah Intan keluar ruangan, Kalia langsung meraih handphone nya yang sedang di charge di dalam laci meja kerjanya. Kemudian mengetik pesan pada Surya.


Kang, hari ini pulang sama-sama ya. Aku gak enak badan. Badan rasanya ngilu-ngilu, kepala juga berat banget. Nanti tunggu di tempat biasa ya. Motor akang ditinggal aja di sini.


Beberapa menit kemudian, Surya membalas pesannya.


Iya sayang. Nanti akang tunggu di tempat biasa. Jangan terlalu capek ya. Love you so..


Kalia membaca balasan pesan dari Surya kemudian tersenyum. Dia senang kini Surya jauh lebih luwes terhadapnya. Kedekatan mereka memang berubah pesat. Apalagi ditambah adegan nangis-nangis bombay kemarin malam. Semuanya jadi terasa lebih ringan.


Sambil menunggu waktu pulang, Kalia mencoba mengerjakan pekerjaan yang masih mampu dia selesaikan. Kemudian berpesan pada Intan untuk menambah personel yang lembur hari ini.


Sudah pukul 5 sore, setelah selesai shalat ashar Kalia langsung bersiap-siap pulang dan tak lupa pamit pada stafnya yang masih sibuk bekerja.


Setelah mengenal Surya, perangai Kalia memang berubah drastis. Dia menjadi lebih ramah dan mudah tersenyum. Kebaikan hati Surya ternyata sedikit demi sedikit menular padanya.


" Bu Kalia sekarang jadi ramah ya. Pakai pamit segala kalau mau pulang. Biasanya main ngeloyor aja. Orang udah nikah hormonnya tersalurkan kali yak. Jadi gak cepet naik darah sekarang." ucap Intan pada rekan-rekan kerjanya yang masih ada di kubikel.

__ADS_1


" Iya juga sih..tapi penasaran banget aku tuh sama suaminya. Kira-kira kayak apa ya? tertutup banget soalnya. Ah..aku mau pulang sekarang deh. Mau buntutin Bu Kalia, penasaran banget sumpah sama tampang suaminya." Sri yang terkenal tukang gosip langsung membereskan tasnya dengan cepat dan segera menghambur keluar ruangan.


Semua teman-temannya hanya bisa saling pandang dengan heran melihat Sri yang seantusias itu ingin mengetahui suami Kalia.


***


Kalia melajukan mobilnya keluar dari kantor tempatnya bekerja. Di pertigaan jalan menuju jalan raya, dlihatnya Surya sudah berdiri menunggunya sambil memasukkan tangannya kedalam saku celana.


Kalia memberhentikan mobilnya. Surya segera menyambut kedatangan mobil Kalia sambil tersenyum manis dan membukakan pintu mobil kemudian mencium kening Kalia.


" Iih..jangan cium disini akang. Malu dilihat orang." ucap Kalia, wajahnya bersemu merah.


" Hehehe...kelepasan sayang. Kamu tuh gemesin sih. Bikin akang pengen cium-cium terus."


" Gombaaalllll..." ucap Kalia dan mendaratkan cubitannya di perut Surya. Surya meringis kesakitan.


Surya dan Kalia asyik saja bermesra-mesra ria di pinggir jalan. Sampai tak menyadari ada Sri yang melihat adegan unyu-unyu mereka sedari tadi.


Sri si tukang gosip itu benar-benar syok. Tak percaya dengan yang baru saja dilihatnya. Masa iya suami managernya adalah seorang OB??? Atau jangan-jangan Kalia berselingkuh di belakang suaminya dengan si OB itu? Tapi masa iya managernya yang terkenal killer itu bisa takluk hanya oleh seorang OB yang notabene jauh derajatnya dibawah dia. Jika benar begitu adanya, waaah ini bisa jadi berita besar pikirnya.


Sri yang masih penasaran dengan Surya dan Kalia terus saja membuntuti mereka hingga memasuki kota Cimahi. Layaknya detektif gadungan, Sri melajukan motornya dan menguntit mobil Kalia. Dia sengaja memakai masker dan kaca mata hitam yang biasa dia bawa dalam tas nya kalau matahari terlalu terik dan membuatnya kesulitan mengendarai motor.


Keyakinannya semakin tebal ketika melihat Surya dan Kalia turun di sebuah restoran cepat saji kemudian makan disana. Bahkan mereka tak pernah lepas berpegangan tangan. Pasti ada sesuatu diantara Surya dan Kalia. Kalau bukan suaminya ya berarti selingkuhannya. Fix..


Sementara Sri sedang sibuk mengikuti mereka. Surya dan Kalia asyik saja menikmati makanan yang kini tersaji di depan mata.


" Makan junk food gini jangan sering-sering yah yang. Sekali-kali aja." ucap Surya sambil membersihkan remah roti yang tertempel di bibir Kalia.

__ADS_1


" Iya kang..gak akan sering-sering makan burger kok. Paling pizza aja deh..hehehe."


" Yee...nya sami wae atuh (ya sama aja dong) cintaaa. Kalau gak akang turutin takutnya si cantik nanti ileran. Serba salah jadinya." ucap Surya dan mengelus perut Kalia.


" Iya nih..si cantik yang minta. Tapi beneran kok, Lia gak akan sering makan junk food gini. Selama hamil kan baru sekarang ini Lia minta makan beginian. Biasanya banyak makan sayur dan buah-buahan. Mumpung udah enak sekarang tuh perutnya kang. Udah gak mual muntah lagi." jelas Kalia kemudian menggigit burgernya dengan gigitan besar sampai kedua pipinya menggembung. Surya tertawa melihatnya, Kalia benar-benar menggemaskan.


" Sayang lucu jadi kayak hamster." ucap Surya sambil merapikan anak rambut Kalia yang sedikit berkeringat.


" Masih pusing gak sekarang?" tanya Surya lagi.


" Nggak dong, udah baikan. Kayaknya pusing tadi tuh karena Lia ngidam makan ini nih. Akang mau gak?" tawar Kalia sambil menyodorkan burger yang sudah hampir habis kehadapan Surya.


" Nggak..sok Lia makan aja semuanya. Akang mah udah seneng banget lihat Lia makan banyak kayak gini." Kalia merengut.


" Tapi nanti Lia jadi gendut. Akang bakalan tetep cinta gak kalau Lia gendut?" tanya Kalia sambil sedikit memajukan wajahnya kearah Surya.


" Ya masih lah..eh tapi kalau gendut banget kayak gulungan kasur mah akang pikir-pikir dulu deh." goda Surya.


" Enak aja..aku gak akan segede gulungan kasur. Lihat aja nanti kalau udah lahiran, badan aku bakalan seksi lagi. Lia gak mau jadi ibu-ibu gembrot."


Surya tertawa.


" Mau kamu gembrot kek atau segede gulungan kasur kek. Akang mah tetep sayang sama Lia. InsyaAllah gak akan berubah. Tapi kalau nambah istri boleh ya?" Kalia langsung menunjukkan tinjunya di depan hidung Surya.


" Mau aku kasih bogem mentah emang? Enak aja nambah istri. Meskipun ikhlas di poligami itu jaminannya surga. Tapi masih banyak jalan lain buat dapetin surga. Gak harus jalan itu jugaa.." Kalia cemberut.


Surya kembali tergelak dan mencubit kedua pipi gembil Kalia saking gemasnya. Semenjak hamil, berat badan Kalia memang mulai naik. Itu normal untuk wanita yang sedang hamil. Tapi bagi Surya, melihat tubuh Kalia yang mulai berisi malah terlihat semakin seksi saja. Ahh..seandainya Kalia sudah siap berhijab, pastinya tubuh seksi Kalia hanya Surya saja yang menikmatinya di rumah dan tidak akan jadi pemandangan indah untuk laki-laki lain.

__ADS_1


__ADS_2