
" Selamat datang di rumah kami, Ma." ucap Surya sambil mempersilahkan Ibu Rani masuk kedalam rumahnya. Dia masih membopong Kalia bersamanya.
Mama Rani langsung merasa betah dengan suasana rumah Surya. Sesuai dengan passionnya yang hobi bercocok tanam.
" Waah..Mama kira gak sebanyak ini tanaman kamu. Ternyata banyak sekali ya." ucap Mama.
" Lia mau istirahat di kamar?" tanya Surya lagi.
" Iya..perut aku agak ngilu karena perjalanan tadi kang." Surya lalu membawa Kalia ke kamarnya diikuti Ibu Rani.
" Kamu istirahat saja dulu, di luruskan kakinya, jangan meringkuk." ucap Ibu Rani pada Kalia.
Kalia bernafas lega ketika telah merebahkan badannya di atas tempat tidur. Rumah Surya terasa lebih nyaman sekarang, dia benar-benar sudah menyatu dengan rumah ini.
Setelah memastikan Kalia beristirahat dengan nyaman, Surya dan Ibu Rani keluar dari kamar kemudian mengobrol santai di teras rumah sambil melihat koleksi tanaman hias milik Surya.
" Surya serius sudah mengajukan resign dari kantor?" tanya Mama Rani pada Surya yang dibalas senyuman.
" Iya, Ma. Surya mau fokus sama usaha Surya aja. Lagi pula kalau Surya masih kerja disana, nanti Lia akan dipindah tugaskan ke kantor cabang lain. Dan setahu Surya, kantor cabangnya ada di luar kota semua. Gak tega kalau Lia harus kerja jauh." jelas Surya, membuat Ibu Rani terharu.
" Makasih ya Surya, karena udah sangat sayang sama Lia. Mama makin yakin kalau Surya dapat menjadi imam yang baik untuk Lia. Mama tenang sekarang." Ibu Rani mengelus pundak Surya, merasa beruntung memiliki menantu yang baik.
" Mama tuh masih penasaran, sebenarnya usaha Surya itu apa sih?" tanya Ibu Rani lagi, dia mencodongkan wajahnya melihat Surya dengan seksama.
" Surya punya usaha di bidang agribisnis, Mah. Dan sekarang sedang merintis usaha peternakan sapi perah dan sapi pedaging. Disini kan lahannya sangat mendukung." jelas Surya.
Ibu Rani begitu terkejut mendengar bahwa menantunya adalah seorang pengusaha di bidang agribisnis. Bidang yang sangat disenanginya. Merasa bersyukur juga bahwa ternyata menantunya adalah seorang pekerja keras. Itu artinya Surya pasti berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan anaknya.
" Waah..mama kagum sama Surya. Sejak kapan Surya mulai punya semua usaha itu?" tanya Ibu Rani lagi.
Akhirnya Surya menceritakan semua perjuangannya ketika memulai bisnis yang tengah ia geluti dari nol hingga maju seperti sekarang. Jadilah sore itu mereka habiskan dengan saling berbagi cerita. Ibu Rani juga menceritakan tentang kehidupannya, kerja kerasnya membesarkan Kalia seorang diri.
Ayah Kalia meninggal karena kecelakaan kerja. Dari perusahaan tempat almarhum bekerja, ibu Rani memperoleh sejumlah uang tunjangan. Uang tersebut dia gunakan untuk membuka usaha catering dari rumah. Untuk membesarkan Kalia dan menyekolahkannya. Itu lah sebabnya Kalia tumbuh menjadi perempuan yang kuat dan mandiri, karena melihat sosok Ibunya sendiri yang begitu gigih membesarkannya tanpa bantuan siapapun.
Ibu Rani baru berhenti menggeluti usaha catering ketika Kalia sudah bekerja dan fisiknya mulai lemah. Sejak saat itu, Kalia lah yang menjadi tulang punggung di keluarga mereka. Itu sebabnya Kalia sangat ngotot ingin tetap bekerja, dia tak mau terlalu bergantung pada suami. Ingin punya penghasilan sendiri karena takut hal yang menimpa ibu nya, terjadi padanya.
Surya semakin paham alasan Kalia tetap ingin bekerja. Pada dasarnya, dia tak masalah dengan hal itu. Alasannya meminta Kalia untuk resign saat itu semata-mata hanya ingin melindungi Kalia dari tekanan masalah yang sedang mereka hadapi. Bila keadaanya sudah kondusif seperti sekarang, tak jadi soal bila Kalia tetap ingin bekerja. Dia ridho dan memberikan ijin kepada Kalia, selama bisa menjaga marwahnya sebagai seorang istri.
" Mama gak ada kepikiran untuk nikah lagi?" Surya iseng bertanya.
__ADS_1
" Ah kamu mah..mana ada yang mau sama mama. Udah nini-nini (nenek-nenek) begini. Mama mah mau menikmati hari tua aja dengan menimang cucu. Anak-anak kalian nanti. Makanya punya anak teh yang banyak, biar gak kesepian. Mama sepi gak punya saudara, Surya sama Lia juga kan ya? Sok bikin yang banyak, tiga, empat, lima..seneng mama kalau banyak cucu." jawab Bu Rani sambil tertawa-tawa.
Surya ikut tertawa mendengarnya. Dia sih mau saja, tapi kan yang hamil itu Kalia.
" Kalau Surya sih gimana Lia nya, Mah. Kan Lia yang hamil, bukan Surya. Kalau Lia mau anak banyak, yaa ayo Surya mah, siap tancap gas..!!" jawab Surya, Ibu Rani makin tergelak mendengar jawaban Surya.
Ketika sedang asyik berbincang dengan Ibu Rani, tiba-tiba sebuah mobil memasuki pekarangan rumahnya. Ternyata keluarga Surya datang menjenguk setelah mengetahui bahwa menantunya sudah pulang dari rumah sakit.
" Assalamualaikum.." salam Pak Asep yang langsung disambut hangat oleh Surya dan Bu Rani.
" Waalaikumsalam..wah Bapak datang kesini kok gak ngabarin Surya?" tanya Surya sambil mencium punggung tangan ayahnya.
" Iya..mendadak ini teh, waktu Surya kasih kabar, mamah sama bapak langsung memutuskan untuk datang kesini saja. Kebetulan ada uwak Damar di rumah, lagi membicarakan soal ternak sapi yang mau kamu buat. Jadi sekalian aja bapak ajak kesini.." jawab Pak Asep, yang tak lama setelahnya Bu Ati dan uwak Damar keluar dari mobil.
Surya menyalami ibu dan uwaknya bergantian. Bu Rani juga menghampiri mereka untuk menyambut kedatangan besannya.
" Wah. Ibu Rani juga disini? Oh iya, kenalkan ini kakak sepupu saya." jelas Pak Asep.
" Assalamualaikum, saya uwaknya Surya. Nama saya Damar. Panggil saja, Kang Damar." Wak Damar mengenalkan dirinya dengan jenaka. Bu Rani langsung menyambut uluran tangannya. Uwak Surya yang satu ini memang sedikit nyentrik, cara berpakaiannya masih trendy dan klimis. Sama sekali tidak terlihat kalau usianya sudah kepala 6.
" Waalaikumsalam, saya mamanya Kalia." jawab Bu Rani sambil tersenyum sopan.
Setelah semuanya masuk dan duduk santai di ruang keluarga, Surya masuk kedalam kamar untuk melihat Kalia. Dilihatnya Kalia masih tertidur pulas. Surya mencium kening istrinya pelan, berniat tak ingin mengganggunya. Tapi ternyata Kalia mengerjapkan mata dan terbangun karena kecupan Surya.
" Cium-cium aja akang nih..aku lagi tidur sampai bangun begini." ucap Kalia sambil menekan kedua pipi Surya hingga bibirnya mengerucut. Kemudian mengecup bibir Surya cepat dan melepaskan lagi tangannya dari pipi Surya.
" Ah..Lia nya aja sensitif sekali. Padahal diciumnya pelan banget itu." jawab Surya sambil tersenyum.
" Lia pusing gak?" tanya Surya lagi. Kalia menggeleng pelan.
" Ada keluarga akang di luar. Mau jenguk Lia. Mau temuin?" Kalia tersenyum kemudian mengangguk.
" Bantu aku duduk..masih sedikit ngilu." pinta Kalia sambil mengangkat kedua tangannya manja. Surya langsung merengkuh tubuh Kalia dan memapahnya untuk keluar Kamar.
Di luar semuanya sudah menunggu Kalia. Bu Ati langsung membantu Surya untuk memapah Kalia dan membantu Kalia duduk di sofa.
" Oh ini yang namanya Lia? bisaan si Surya neangan pamajikan teh. Meuni geulis kieu ( Bisa juga si Surya nyari istri. Cantik begini)." puji Uwak Damar sambil tersenyum riang. Kalia tersipu malu mendengar pujian uwak Damar terhadapnya. Surya langsung memperkenalkan uwaknya pada Kalia.
" Lia, ini kakak sepupunya Bapak. Namanya uwak Damar. Wak Damar juga salah satu investor di bisnis akang." ucap Surya yang langsung dipotong oleh uwak Damar.
__ADS_1
" Eiitss..bukan investor uwak mah. Cuma membantu anak aja biar berkembang. Biar sukses..!" tukas uwak Damar. Senyum jenaka tak pernah lekang dari bibirnya. Uwak Damar memang sangat periang dan energik. Kalia langsung tersenyum mendengar ucapan uwak Damar.
" Saya Kalia, wak. Istrinya kang Surya." ucap Lia kemudian mencium tangan uwak Damar.
" Jadi gimana keadaan Lia sekarang?" tanya Bu Ati sambil mengelus rambut Kalia lembut.
" Udah baikan, Mah. Udah gak terlalu sakit kayak kemarin." jawab Lia.
" Makanya harus dijaga kebersihan lukanya ya, makan protein yang banyak biar cepat kering. Terus jangan sedih terus. Harus semangat, harus ikhlas." ucap Bu Ati bijak. Kalia hanya mengangguk dan menyunggingkan senyum manisnya.
" Iya atuh..harus semangat. Masih muda..masih banyak waktu kalian mah. Langsung tancap gas aja bikin lagi..jangan irit-irit. Bikin yang banyak aja kayak uwak. Uwak juga punya anak lima. Udah pada gede semua sekarang mah tapi masih keren gini ya?" ucap uwak Damar penuh percaya diri. Yang lain langsung tertawa mendengar ucapan uwak Damar. Sedangkan Kalia dan Surya hanya tersenyum jengah mendengar perkataan uwaknya yang blak-blakan dan tanpa di filter ini.
" Kalau Lia berapa bersaudara?" tanya uwak Damar lagi.
" Anak tunggal, wak." jawab Bu Rani.
" Naha meuni irit? sama aja kayak si Asep nih, punya anak teh cuma satu." ucap uwak lagi.
" Iya..suami saya meninggal waktu Kalia masih kecil." jawab Ibu Rani. Uwak Damar langsung mengangguk-angguk.
" Single parent atuh ya?" tanya Uwak Damar kemudian.
" Iya wak, saya single parent." jawab Ibu Rani lagi.
" Jangan panggil uwak atuh, panggil aja kang Damar.." ucap uwak Damar sambil tersenyum penuh arti.
*
*
*
*
*
Apa ya arti senyum uwak Damar? tunggu cerita selanjutnya ya reader. Jangan lupa like, komen dan vote nya....
Stay healthy gaesss...!!!!
__ADS_1