Nona Muda Yang Menyamar

Nona Muda Yang Menyamar
Serum X dan Si Putri Mahkota


__ADS_3

"Tidak biasanya dia seperti itu. Padahal kakak senang karena pembawaannya yang tegas dalam mengajar. Tapi kakak tidak menyangka dia bersikap seperti itu. Sudah pasti karena dendam pribadi. Tapi, dendam seperti apa?" Dalfa berbicara dalam perjalanan mereka menuju ruang guru.


"Tidak biasanya dia seperti itu? Hm... ini benar-benar aneh. Ini pertama kalinya kita bertemu. Jadi... dendam seperti apa yang dia simpan untukku?" Gumam Rhiana ikut berpikir.


"Siapa namanya, Kak?" Tanya Rhiana menatap Dalfi yang sedari tadi diam di sebelahnya.


"Sienna." Dalfi menjawab dengan singkat. Rhiana mengangguk sebagai respon.


"Tapi, Baby... Sejak kapan kamu dekat dengan gadis tomboy itu?" Dalfa bertanya pada Rhiana.


"Alviona?"


"Entah siapa namanya, kakak tidak peduli. Hanya saja kakak baru melihatnya hari ini. Pandangannya terhadapmu mirip dengan Brilyan."


"Huh? Pandangan seperti apa?" Rhiana tentu saja tidak mengerti apa yang dikatakan Dalfa.


"Dia Menyukaimu." Dalfi menjawab cepat. Dia juga menyadarinya.


"Itu tidak mungkin, Kak. Aku hanya membantunya dari beberapa preman di jalan menuju sekolah. Kejadian itu sudah lama. Setahuku, dia menyukai Brilyan. Kelakuannya seperti itu karena ingin berterima kasih. Dia juga pernah memberiku coklat dan bunga."


"Apa? Berani sekali dia." Dalfi tiba-tiba mengeluarkan aura tidak senang.


"Sayangnya, coklat dan bunga itu dibuang semua oleh Brilyan dan diganti dengan pemberian darinya."


"Heh... Pria itu ternyata cukup gentle," Dalfa tersenyum tipis tidak menyangka Brilyan, si pria dingin itu bisa romantis juga.


"Jangan bahas mereka yang tidak penting. Ini ada kiriman email dari orang kepercayaan kakak. Ini tentang Sienna." Dalfi menatap Rhiana dengan serius.


"Jadi... ada apa dengannya, kak?" Tanya Rhiana penasaran.


"Sienna Pheneass Vajiralongkorn. Anak angkat keluarga kerajaan Thailand. Statusnya sekarang adalah Putri mahkota. Dia mendapat posisi itu karena keahliannya. Dia lulusan terbaik universitas bergengsi dunia. Dia diadopsi oleh Raja Thailand saat ibu angkatnya meninggal." Dalfi menjelaskan dengan tenang. Matanya fokus menatap ponselnya.


"Berarti dia sebelumnya juga diadopsi?"


"Ya. Dia memiliki banyak keahlian. Yang paling menonjol di bidang sains, teknologi, politik dan hukum."


"Wajar dia diangkat jadi putri mahkota." Dalfa membuka suara dengan pelan.


"Kakak tahu alasan dia menjadi guru di sini?" Rhiana tentu saja sangat penasaran kenapa wanita itu muncul di sini. Keahliannya pasti dibutuhkan di Thailand, apalagi dengan prestasinya. Jadi, untuk apa dia datang menjadi pengajar di Swiss?


"Mereka belum menemukan alasan jelasnya. Tapi, ibu angkatnya yang sudah meninggal berkewargaan Swiss. Sepertinya kamu membuat masalah dengan orang-orang di Swiss. Makanya dia menargetkanmu.


Putri mahkota Sienna itu dikenal publik, terutama warga Thailand sebagai pribadi yang sangat bijaksana dan tegas. Dia tidak pernah menghukum orang dengan sembarangan. Dia juga tidak pernah semena-mena dengan kekuasaannya. Wajar jika beberapa bangsawan mendukungnya untuk naik tahta meski dia seorang perempuan."

__ADS_1


"Berarti dia punya alasan yang kuat untuk jadi pengajar di sini. Tentu saja pasti bukan karena aku." Gumam Rhiana dalam hati.


"Kak... aku boleh tahu, siapa ibu angkatnya yang sudah meninggal?" Rhiana ingin tahu siapa ibu angkat Sienna. Dengan begitu, Rhiana mungkin menemukan hubungannya dengan Putri mahkota Thailand itu.


***


"Wah... sepertinya kekuasaan putri mahkota Thailand sangat besar. Kepala sekolah elit Swiss yang tidak pernah berlaku sekena-mena dan selalu jujur, ternyata mendengar perintahnya. Ini benar-benar aneh." Gumam Rhiana setelah memasuki laboratorium yang jarang dipakai yang ukurannya juga cukup besar.


Ruangan ini diberikan pada Rhiana untuk dibersihkan sendiri sebagai hukuman. Sedangkan Dalfa dan Dalfi membersihkan satu ruangan. Bukankah terlihat jelas target si putri mahkota itu?


"Keluar, Gledy! Bantu aku bersihkan ruangan ini. Aku sedang sibuk." Rhiana kemudian membersihkan satu kursi di pojok ruangan tempatnya duduk untuk membaca hasil penyelidikan Gledy terhadap Annalisha.


"Serum X? Ini sangat berguna untuk mencuci otak manusia. Organisasi bawah tanah yang memproduksinya. Organisasi itu pasti sudah gila."


Rhiana menghela nafas sebentar sebelum mengambil ponselnya dan menghubungi Marrie.


"Kenapa?"


^^^"Aku ingin tahu tentang serum X yang diproduksi oleh organisasi itu. Lebih detail lebih baik."^^^


"Serum X, setahuku sudah diproduksi 5 tahun lalu, tapi baru didistribusikan setengah tahun belakangan ini. Fungsinya yang paling utama adalah mencuci otak manusia. Cara kerjanya sangat mudah. Hanya perlu memberikan beberapa tetes pada air, kemudian dikonsumsi.


Orang yang meminumnya pikirannya akan kosong. Tinggal kekosongan itu diisi dengan pembicaraan yang tidak masuk akal, pikiran target seketika tercuci bersih.


Yang aku dengar, serum X baru dijual dua botol. Tapi aku tidak tahu siapa saja pembelinya. Meski sebotol hanya 10 ml, tapi harganya juga tidak main-main untuk sejenis cairan berbahaya."


"Serum X, waktu kerjanya hanya sebulan penuh dan pemakainya akan kembali normal. Jika pemakaiannya sudah lama, itu akan menjadi ketergantungan. Kondisi tubuh si pemakai mungkin sudah tidak bisa ditolong lagi."


^^^"Bagaimana dengan penawarnya?"^^^


"Jika itu diproduksi, sudah pasti ada penawarnya. Sayangnya, orang yang sudah kecanduan tidak lagi membutuhkan penawar. Hanya itu yang aku tahu."


^^^"Aku mengerti. Bisa bantu aku mencari siapa saja pembelinya?"^^^


"Hm. Jika dalam dua hari kamu tidak mendapat kabar dariku, periksa email xx. Dan... jangan lupa menjaga keluargaku sesuai janjimu padaku."


Panggilan terputus seketika. Rhiana menatap ponselnya cukup tercengang. Bukankah perkataan Marrie terdengar seperti wasiat? Apa mencari tahu pembeli serum X seberbahaya itu?


"Huffff... organiasi ini sungguh keterlaluan. Entah siapa otak dibalik senjata berbahaya mereka." Rhiana tiba-tiba pusing memikirkan kejahatan yang sudah dilakukan organiasi bawah tanah sejak dulu.


Berdasarkan hasil pemeriksaan Gledy, Annalisha sudah mengkonsumsi serum X sejak dua tahun lalu. Bukankah itu berarti dia sudah kecanduan? Rhiana tiba-tiba penasaran seperti apa respon Yeandre jika tahu kondisi Annalisha saat ini.


...

__ADS_1


"Saya dengar dari kepala sekolah, Rhiana adalah siswa peringkat pertama dengan nilai paling tinggi sejak 10 tahun terakhir. Sepertinya kamu cukup pintar,"


Sienna yang sudah sebulan menjadi wali kelas Rhiana dan menjadi guru matematika paling ditakuti di sekolah elit Swiss, saat ini sedang mengajar. Yang paling membuat Rhiana kesal, wanita ini selalu saja menyindirnya selama mengajar.


Selama mengajar, orang yang paling banyak disuruh mengerjakan soal adalah Rhiana. Bahkan Rhiana harus diberi banyak pertanyaan yang tidak masuk akal tentang alasan dia memilih rumus dan cara kerja seperti itu.


Untungnya Rhiana tipe yang sabar, sehingga dengan mudah menjawab semua pertanyaan konyol itu. Tentu saja Rhiana punya kesabaran tinggi, karena dia dikelilingi orang-oramg yang bikin sakit kepala.


Semua teman-teman Rhiana hanya menatapnya dengan ekspresi kasihan. Bahkan ada yang senang dalam hati karena merasa dendam mereka terbalaskan.


Sienna, si putri mahkota Thailand itu akan memberikan waktu yang sangat sedikit pada Rhiana untuk menulis dan menjelaskan jawaban di depan kelas. Meski hanya terlambat satu menit, Rhiana akan diberi hukuman. Dan hukuman itu tentu menguras tenaganya. Untung ada Gledy, sehingga Rhiana tidak perlu membuang tenaganya sia-sia.


Dan hari ini, si guru killer ini mulai berulah lagi.


"Ini harus diakhiri secepatnya," Gumam Rhiana dalam hati.


Rhiana sudah cukup bersabar dengan kelakukan Sienna. Bahyangkan sudah dua minggu berlalu, dan Rhiana masih diperlakukan seperti musuh bebuyutan. Pihak sekolah tidak bisa melakukan apa-apa, membuat Rhiana harus ekstra sabar.


Padahal jika Rhiana mau, ada tiga pelindungnya di dalam kelas yang siap membantu. Tapi Rhiana menolak tawaran mereka dan akan membiarkan si putri mahkota ini terus mengintimidasinya.


"Seorang pengamat berada pada puncak menara dengan ketinggian 120 m. Ia melihat perahu A dengan jarak 130 m dan melihat perahu B dengan jarak 150 m. Jika dasar menara perahu A dan perahu B segaris, maka jarak perahu A ke perahu B berapa meter?"


Kelas seketika berbisik mempertanyakan kesalahan apa yang sudah Rhisna lakukan sehingga dia selalu menjadi target guru Killer ini.


Soal yang dibaca itu sangat cepat dan bahkan tidak diulangi lagi. Mereka bahkan belum selesai mencatat soal itu, apalagi mengingat ini sebenarnya harus dikerjakan dengan rumus apa. Belum lagi, bahasa yang digunakan adalah bahasa mandarin yang baru mereka pelajari.


Bahasa mandarin baru saja dimasukan dalam kurikulum sekolah elit Swiss, sehingga semua siswa begitu kesulitan mempelajarinya. Kepala sekolah menambahkan bahasa mandarin untuk dipelajari, kareka sekolah elit Swiss beberapa bulan lalu bekerja sama dengan sekolah terkemuka di Hongkong untuk pertukaran pelajar dan tenaga pengajar.


Meski mereka selalu berkomunikasi dengan bahasa internasional, tapi kepala sekolah elit Swiss ingin para siswanya mempelajari bahasa mandarin sebagai bentuk penghormatan bagi Hongkong.


Mendengar soal yang dibaca si putri mahkota, Rhiana mengerutkan kening. Kenapa dia diberi soal semudah ini? Ini teorema pythagoras yang diajarkan di tingkat pertama. Apa yang sedang direncanakan wanita ini?


"Waktumu 1 menit untuk menjawabnya."


Satu menit? Bagi Rhiana tidak sulit. Dia sudah tahu jawabannya. Bahasa mandarin sendiri sudah Rhiana pelajari sejak kecil untuk kelancaran misinya di masa depan. Masalahnya, satu menit yang sama dengan 60 detik itu bukan waktu yang cukup baginya untuk menulis jawaban soal itu.


Brilyan di sebelah Rhiana sudah ketar ketir karena dia sendiri belum selesai menerjemahkan soalnya. Bagaimana dia bisa membantu? Pria itu frustasi.


Sedangkan Dalfa dan Dalfi juga sama saja tidak bisa membantu karena jarak tempat duduk mereka. Sudah pasti mereka akan ketahuan jika membantu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like jika kalian suka chapter ini.

__ADS_1


Terima kasih😁


Sampai jumpa di chapter selanjutnya.


__ADS_2