
Dengan hingar bingar suara musik di klub malam,dunia seorang Gia tidak pernah sepi.
Dia menari tidak kenal lelah,hanya berhenti ketika tamu menutup acara ataupun jam yang di boking sudah kadaluarsa.
Janji temu untuk tamu terakhir adalah jam dua ke atas. Berhubungan tamunya belum tiba ,Yana pergi ke kamar tamu yang di sediakan oleh pihak klub.
Dia harus membersihkan diri sebelum menjamu tamu berikutnya.Dia kelelahan dengan rutinitas seperti ini.Entah kapan semua nya akan berakhir.
Yana berdiri di bawah shower dengan kucuran air yang mengalir deras ke tubuhnya.
Dia membiarkan tubuh polosnya di guyur dengan air yang bahkan tidak bisa mencapai hati nya yang kering kerontang.
Untuk menebus dirinya sendiri dia butuh seratus milyar.Harga yang entah kapan bisa dia tanggung.
Seratus milyar.
Sejak dia di jadikan penghasil uang untuk mami,dia sudah menabung sebisanya.Untuk itu dia sudah bekerja keras melebihi orang lain.
Dia sudah membuat namanya megah di kalangan para pemain.Hanya untuk mendongrak namanya agar harga lelang naik setinggi mungkin.
Mendaftar kan diri di situs lelang hanyalah jalan lain untuk dia bisa bersih dalam beberapa tahun.
Tapi waktu yang bagus hanya bertahan di penghujung tahun saja.Jika dia masih tidak bisa membuat uang seratus milyar maka dia akan dilelang sesuai jadwal.
Yana tidak mau tapi tidak berani menolak nya.Ada kekuatan besar lain di belakang mami yang tidak bisa dia lawan.
bip..bip..bip...
Hp yang dia letak kan di wastafel berdering keras.Yana pikir itu adalah panggilan lain agar dia segera tampil ke depan.
Dia meraihnya dengan malas ,ini adalah jalan dia untuk meraih rupiah.Tapi ini panggilan dari Tito.Yana agak terhibur karenanya.Tito adalah salah satu makelar saham yang dia kenal.
__ADS_1
Yana membeli banyak saham saham yang biasa nya lagi turun.Adakalanya Yana untung besar ada kalanya dia harus merugi.Hal biasa yang berlaku disebut dunia saham.
Yana membeli saham jatuh tapi berniat low profile.Jangan lebih dari tiga persen untuk setiap item..
Tidak ada yang tahu jika sebenarnya yana memiliki banyak saham yang tersebar di berbagai perusahaan besar di seluruh penjuru dunia.
5 tahun yang lalu dia pernah membeli saham perusahaan jatuh hu dengan harga terendah tapi sekarang setelah 5 tahun kemudian harganya naik 10 kali lipat.
Sejak itu dia memiliki lima persen saham di perusahaan itu dengan nama anonim. Dengan saham itu dia memiliki aliran dana tetap per bulan yang tidak diduga.
Sejak merasakan nikmatnya kucuran dana dari saham, yana ketagihan membeli beberapa saham lagi yang terjun bebas.
Hanya saja yana tidak pernah menjual lagi saham yang dia beli.Bagi nya itu adalah uang mati. Sehingga saham yang dia beli sudah menumpuk ke arah yang mengejutkan
Uang yang dia terima dari saham saham itu langsung masuk ke rekening rahasia nya.Dia menolak ide untuk mami Ratu tau jika dia sedang mengupayakan penebusan diri nya sendiri. Mami ratu sendiri sebenarnya bukanlah orang yang baik.
Seandainya dia tahu apa yang dilakukan oleh Yana.Dia pasti akan membuat beberapa trik untuk mengandakan jumlahnya dengan cara yang licik. Jika itu terjadi maka anda tidak akan pernah lepas dari kubangan lumpur ini
"Hai...."kata Yana ketika dia menyambut panggilan itu.
"Lagi mandi, sebentar lagi mau tampil"jawab Yana sekenanya.
"Hehehe kau bikin aku basah nih,nakal.. hahaha.." Tito tidak sopan berbicara dengan Yana yang memang hidup di dunia esek esek.Lansung bilang saja jika sedang on.
"Ohh Tito jangan gila,ada apa?"kata Yana malas.Dia tau apa yang akan di katakan oleh Tito selanjutnya.
"Ada saham jatuh,mau nggak?"
"Berapa ?" Yana sudah menduga ini.
"Hanya dua puluh Jeti satu blok,murah kok.Seminggu yang lalu masih ratusan gitu.Prospeknya bagus menurut ku " kata Tito yang langsung nembak di tempat.
__ADS_1
"Dua puluh juta kah?"
"Hemm"
"Aku mau beli sepuluh blok kalau bisa, tapi lagi kosong" Yana tau uang nya masih ada tapi dia hanya ingin membeli saham dengan uang yang di beri oleh Hary.
" ya ampun sayang,kayak orang lain aja, kalo mau aku talangin dulu ,mau?" tawar Tito.
"Hemm. dua juta perbulan ,aku beli sepuluh ,gimana,aku ada dua puluh untuk uang muka nya?"
"Gila kali aku, dua juta perbulan,mau kredit hp lu.CkCk.ck.Ya nggak bisalah say.Lima kali boleh lah" tito memakai bunga sebanyak 200%. Yang artinya beberapa tahun berlalu untuk Yana membayar semuanya. Siapa yang mau menunggu selama itu hanya untuk uang dua juta saja.
"Hemm ntar aku pinjam mami dulu.Sepuluh blok seratus Jeti ya jangan lebih"Ancam nya lagi.
Siapa pun tahu jika dunia saham adalah dunia abu-abu .Di mana detik ini anda mengatakan harganya sekian namun di detik berikutnya harga nya bisa naik lagi sepuluh kali lipat.
"Oke..deal.Sepuluh blok hahah aku tunggu kabar baik nya ya" katanya tertawa senang seolah olah Yana sudah mengulurkan uang untuk nya.
Yana memang kerap mengambil saham-saham dengan nilai sekecil ini. Tapi dia mengambilnya agak sering sehingga dia salah satu langganan penting bagi orang-orang seperti tito .Kebetulan sekali Yana tidak hanya mengenal tito di lahan ini.
Selain dari tito, dia juga membeli beberapa saham kecil lainnya dengan para makelar saham yang lainnya.
ada satu makelar saham khusus yang yana minta untuk memantau saham perusahaan keluarga ginanjar untuk saham perusahaan ginanjar yana akan membanting tulang dan membelinya habis-habisan.
Setiap kali ada gerakan jual beli saham di perusahaan ginanjar. Makelar saham itu akan langsung mengabarkan bahkan membelinya untuk Yana tanpa diperintahkan.
Saat ini tanpa ada yang curiga sebenarnya yana telah memiliki 8% saham perusahaan ginanjar. Ini masih akan berkembang dari waktu ke waktu.Saham Ginanjar adalah mimpi nya.
Yana tidak diam,.setrakh panggilan do tutup.Dia langsung menelpon mami Ratu untuk bertanya apa dia bisa minjam seratus juta.
Bunga yang di pakai Tito bisa menelan mu sampai mati.
__ADS_1
Berurusan masalah uang dengan mami sangat mudah hanya saja mami akan memasang job lebih banyak yang membuat Yana dengan mami tidak ada bunga uang.
Alasannya Yana kekurangan uang jadi dia mencari lebih banyak panggilan semua orang tau jika itu hanya lah alasannya saja agar Yana lebih aktif lagi di hujung Minggu.