Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
Kelinci putih


__ADS_3

Malam hari adalah di mana klub malam merasa hidup dan meriah.Makin larut makin meriah saja.


Namun tiga sekawan tidak pergi ke sana seperti malam yang telah sudah.Ketiganya sedang terperangkap di apartemen Reno aldelis.


Seharian Reno seperti orang hilang akal.Dia dan Yana masih duduk di kelas yang sama.Sepanjang jam mata kuliah dia hanya melihat ke arah Yana .Entah apa yang aa di pikiran nya saat itu.


Ini berlanjut hingga sekarang.Dia merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya.Mengapa dia bisa memikirkan tentang Yana dalam tampilan vulgar.


Santet,hanya itu saja penjelasan yang terpikirkan oleh nya saat ini.Jika tidak santet apa lagi yang bisa.


"Apa kau yakin ?" itulah pertanyaan pertama yang di tanyakan oleh Feky ketika Reno mengatakan jika dirinya sedang di santet si cupu.


"Ya jika bukan,apa lagi alasannya coba.Aku tidak bisa berhenti berfikir ke arah dia.Yang ajaibnya lagi,aku bisa on terus hanya dengan melihat nya saja,gila nggak tuh?" dia ngeceng terus di kelas hari ini.Memalukan sekali, jika dia ketauan pasti dia akan di permalukan seumur hidup.Tapi dengan dua sahabat itu tidak ada rahasia di antara mereka.


"Yang benar kamu?" Feky dan boy terkejut.Reno aldelis ngeceng sepanjang pagi hanya gara gara melihat si cupu? benarkah?


"Masak aku booong dengan masalah besar seperti ini, nggak lucu kalie!" kata Reno kesal.Dia melempar kan bantalan sofa dengan kesal.Mulutnya cemberut dengan wajah sehitam pantat panci.


"Hem atau jangan jangan kau sedang jatuh cinta sama dia Hem?"feky memandang Reno seraya memainkan alisnya.Boy juga melirik ya dan tersenyum aneh.Dia memikirkan hal yang lain.Cinta, Reno aldelis benar benar sedang jatuh cinta .


"Hei ngga level kali,apa aku udah gila .Masak iya, jatuh cinta sama penampilan seperti itu.Liat saja para mantan pacar ku,semua top markotop.Dari penampilan , latar belakang dan kemampuan ranjang nya.Semua nya di atas rata rata.Nah si cupu ...susah bilang nya guys" keluh nya lagi.Dia ingin mati saja.


"Kau salah bro,kau salah.Cinta adalah sebuah misteri yang sama sekali tidak siapa tau kau sudah bosan dengan tampilan wow.Jadi bengkok kan?" sambung Feky lagi.


"Reno seperti nya kau harus dirukiyah.Coba cek di google siapa tau nemu ustadz yang bagus" boy mengolok olok dirinya, seperti nya Reno selalu bisa menghibur geng dan itu dimulai dari sekarang.


"Sialan kalian,bukan nolongin tapi ketawain.Sahabat gokil kalian berdua" umpat Reno,dia meninju punggung Feky.Yinjunya bukan menimbulkan rasa sakit tapi rasa geli yang membuat Feky berguling guling di sofa.Dia tertawa keras dan Reno makin kesal.


Akkhjjh..


"Jangan marah bro,santai aja lah" kata boy bijak.Dia bisa melihat jika Reno bener bener kesal sekarang.Jangan menertawakan dia lagi,kasian.hehehe.


"Ini semua gara gara kamu,feky, pakai suruh bayangin segala,kan otak ku jadi error gini" kata Reno menyalah kan Feky.Gara gara dia , otak nya yang polos jadi kotor dan sekarang jadi eror.Dia akan gila setelah ini.


"Tapi nggak ada salahnya sih,soal penampilan itu bisa di atur .Yana adalah gadis yang baik.Dia pintar dan yang paling penting nggak suka minum dan ngerokok .Dia juga asli nggak pura pura seperti shiyana kan" Feky membela diri nya.Tapi jika di pikir pikir lagi,Yana nggak jelek jelek amat.Coba saja permak sedikit pasti jadi kinclong.


"Kalau itu aku setuju,dia bahkan suka menyantuni anak yatim di panti asuhan.Hatinya sebening kristal.Oke. aku dukung kue bro,kejar cinta mu ,ubah dia menjadi indah " kata Feky tiba tiba.Dia ingat bagaimana si cupu begitu dekat dengan anak anak di panti asuhan.Mereka bertiga jadi terinspirasi setelah itu mereka datang ke panti asuhan dengan segepok uang di tangan.Hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya.


Makin Feky memikirkan nya makin dia ingat dengan senyum tulus Yana di sana.Senyuman yang tidak pernah dia tunjukkan di kampus.Ada pusaran pir di sudut pipinya setiap kali dia tersenyum.Itu indah sekali.Ini jenis aura kecantikan yang keluar dari dalam.Akan lebih menakjubkan dari yang di poles.Dia..ehh.


Zzxtttttt


Feky tiba tiba tersengat listrik,dia sadar jika dia memikirkan hal yang tidak tidak tadi.Ehh jangan jangan penyakit Reno bisa berjangkit padanya, benarkah?


oooouuu


" Gue dukung,tarik dia dalam geng kita secepatnya,oke bro" suara boy menyadarkan kan Feky,Yana akan jadi bagian dari mereka.Pacar sahabat,jadi jangan jadi pagar yang makan tanaman.


"Hei...aku sudah gila beneran dan sahabat gue mendukung kegilaan gue?" pekik Reno di tengah kebisingan yang dia ciptakan sendiri.Tiga sahabat makin menjadi jadi.Mereka membahas sosok cupu yang berhati malaikat.


Sementara tiga sahabat sedang membicarakan betapa baiknya hariyana Ginanjar, orang yang di sebutkan sedang bersiap siap didalam kamar khusus .


Dia bersiap siap untuk pertunjukan dengan biaya besar.


Untuk bisa memboking pertunjukan Yana, orang itu harus diperiksa apakah dia mampu membayar atau tidak.


Apalagi jika di kali kan tiga.Mereka tidak boleh tertipu dengan begitu banyak uang.


Yana tidak perduli dengan apa yang terjadi di belakang layar.Yang dia tau dirinya di bayar jadi dia harus profesional.


Kali ini dia memakai pakaian anak SMA.Ini yang di minta oleh pelanggan nya.


Ada ada aja ide gila dari mereka.Duit berbicara kan.


Baju putih ketat dengan rok biru di atas paha.Dia memakai dalaman serba putih yang senada dengan warna kulitnya.


Jika di lihat lagi,dia memang gadis SMA yang lugu tapi seksi.Mau tak mau dia mengagumi dirinya sendiri dan ingin mencium cermin.

__ADS_1


"Ckckck..Hari.. hari.. pandai sekali kau.buat anak sampai bisa secantik ini.Ckckck"


Dia memeriksa kan diri nya sekali lagi.Seluruh tubuh sudah di berikan lotion sudah wangi dan nggak malu malui.


Tambahkan lagi lipstik dengan warna merah terang.Hemm..sempurna.


Di ruang ganti,Yana tidak sendirian.Dia tampil dengan tiga teman sesama penari juga.


Mereka di bayar tapi honor nya tidak sama.Setiap orang memiliki no sendiri untuk satu sesi.


Yang Yana tau, antara dia dan gadis lain beda sepuluh kali lipat.Terima kasih pada sertifikat istimewa nya itu.


Tiga gadis lain juga memakai seragam yang sama.Tapi sangat besar jurang antar dia dan yang lain.


Di sinilah kwalitas berbicara.


Rambut mereka sengaja di kuncir agar lebih asli dan rasa anak sekolahan bisa didapatkan.


"Gia.ada job lain hari ini nggak?" tanya selfi serius.Yana menggeleng kan kepala nya.


"Nggak aku bolos dulu, nggak enak badan soalnya"


"Hemm kalau ada job lagi,ajak aku ya?" kata pia.Dia dan yang lain adalah anak anak didik mami ratu juga.Setiap kali ada yang pengen boking ada satu buku penuh dengan foto foto anak didik mami.


Ada juga harga yang jelas di sana.Pelanggan bisa pilih yang mana dia suka.Ini berfungsi sebagai brosur jual beli barang.Hnaya saja nama Yana alias Gia ,tidak akan di tulis di buku.Dia ekslusif dan perlu di utamakan .Hanya pelanggan besar yang mau memanggil Gia.


Buku daftar tetap akan di sodorkan setiap kali Yana tampil sebagai Gia.Dia tidak mungkin pergi ke pertunjukan seorang diri.Jadi gadis gadis ini di pilih sendiri oleh pelanggan, tidak ada hubungannya dengan Yana atau mami ratu.


"Atur aja sama mami,aku nggak bisa jamin" kata Gia alias Yana.


"Gia... tolongin Napa,kita udah kenal lama kan.Aku perlu nabung untuk tebus.Capek kerja kek gini nggak ada masa depan kan?" kata pia.


"Bikin aja pelangganmu klepek klepek,minta dia yang tebus kayak si Mira " se


"Mira tuh beruntung cowok itu suka sama dia.Tapi hanya pergi untuk jadi simpanan doang ya sama aja kan" ejek pia.Apa bedanya di sini atau di luar jika begitu.


"Yahh kerja apa lagi yang bisa kita buat di luar.Jadi simpanan juga enak kok.Hanya perlu simpan duit nya sebelum kena tendang hahaha"


Siapa yang tidak mau keluar dari kubangam dosa Ini.Jika ada jalan mereka semua tetap ingin pergi dari sini . Mereka tidak akan muda selama-lamanya .Suatu hari mereka tetap akan tua dan layu. Siapa yang ingin membeli tanaman lagu yang tidak bisa lagi dimakan.


Tak lama kemudian ada pelayan yang datang mengatakan pertunjukan akan segera di mulai.


Di dalam sebuah ruang remang remang ada sekelompok pria berjas.Sekilas pandang ini adalah orang orang kalangan atas.Milyader muda yang bertalenta di bidang masing-masing.


Sebagai seorang penghibur,Yana tentu saja tidak peduli siapa pelanggan nya.Yang penting bayaran nya sesuai target.


Musik di mulai dengan irama pelan,namun semua lampu terang mengarah ke Arah Yana dan tiga gadis penari lainnya.


Di pintu kamar,dua bodyguard khusus sengaja berdiri di sama untuk mengurus pelanggan yang melangkah terlalu jauh.


Bodyguard yang selalu mengikutinya hanya dua tapi khusus hari ini mami Ratu menambahkan dua lagi untuk di luar ruangan.


Dengan mereka Yana tidak khawatir apa yang dia jaga tercemar.Dua ratus milyaran penuh di tambah biaya kerugian finansial yang keterlaluan.


Sapa yang mau membuang uang untuk seorang pelacur yang pada akhirnya bisa di beli dengan dua lembar uang kertas.


Ini lah pemikiran pelanggan Yana sebenarnya.Mereka hanya menunggu barang turun harga.


Jika proses di situs lelang di selesaikan,harga nya akan segera masuk akal lagi. Untuk sekarang mereka hanya bisa sabar menunggu.


Jadi sampai sekarang tidak ada yang mau melanggar aturan.


Yana menari dengan santai, duduk di kursi dengan tas di meja.Wajah nya memerah di tambah dengan lampu sorot yang hanya fokus padanya.


Siswi nakal tidak pergi belajar,dia hanya naik di atas meja dengan lembut.


Tiduran santai dengan membuka kaki ke arah penonton.Tentu saja beberapa orang ingin mengintip di sisi itu.

__ADS_1


Yana beda dengan penari telanjang lainnya.Mereka sudah mulai acara buka kado.Tapi Yana tidak.


Buka kado nya dia perlu bayar.


Sampai tidak ada yang memintanya Yana hanya duduk manis dengan gaya mengoda.


Sesekali siswi nakal mencoba membersihkan mejanya.Rok di atas paha membuat mata mata cabul segera membelalak


Beberapa orang menelan ludah.


Yana membelakangi penonton nya ,cara dia membersihkan meja menampakan bokong nya yang bulat penuh.


Siapa yang tahan dengan pemandangan di depanmu.Benda bulat itu sangat enak jika bisa di genggam.


Belum mendapatkan tanggapan,Yana pindah posisi lagi,kaki ini dia membersihkan mejanya dari depan.


Sekarang bagian bola kapas yang terlihat mengiurkan.Ukurannya memang besar tapi bentuknya sangat terukur.


Penari yang sudah buka kado, memiliki bentuk seperti jantung pisang.


Bentuk ini tidak populer tapi dia punya pinggang kecil untuk menutupinya.


Siapapun yang pernah melihat Yana tau jika Yana memiliki bentuk apel yang bulat sempurna.Puncak nya berwarna merah muda yang menantang orang untuk singgah sebentar.


Di sini pria pria ini sudah berkeringat dingin.Ada yang tidak tahan, langsung nego halus dengan penari lainnya.


Ini tips yang di tunggu mereka,Yana tidak iri.Dia mendapatkan lebih tanpa perlu melakukan hal itu.


Dari atas pentas Yana melihat seorang pria menambahkan sesuatu ke dalam gelas anggur.


Dalam sekilas pandang dia tau apa Itu.Pria itu menyimpan niat buruk pada temannya.


Seperti nya dia bersiap mengambil foto yang tidak bertanggung jawab.


Yana tidak peduli sama sekali,itu irisan mereka.Dia di sini hanya perlu tampil dengan memuaskan.


Dari sudut pandang nya seorang pria di sudut , tidak memandang nya sedikit pun.Dia hanya fokus dengan hp di tangannya.


Dalam kamus Yana,jika ada pria yang tidak melirik nya,dia kemungkinan besar adalah gay.


Benarkah itu,biarkan sajalah.


"Gia..."


Di panggil Gia datang, dong.Ada aroma tips di sana.


"Gia buka dong sayang, Hem?"kata pria cabul satu seraya mengulurkan uang dua juta di tangan nya.


Dua juta, oke ,siapa malu.


Mulut Yana di monyongkan sedikit,dia menggigit bibitnya menciptakan suasana sensual.Dari perilaku ini dia terlihat berfikir keras, apakah uang nya cukup untuk itu


"Nggak cukup?"


"Mas sendiri tentu cukup tapi,satu..dua..tiga.. empat..lima .nggh.enam.Gia kan malu mass!" katanya genit.


ini benar benar siswi nakal yang maiah polos kan.mereka tertawa mesum.


"Dasar tidak tau umur" pikir Yana di dalam hatinya. dia.masih muda salah sayu dari mereka seumuran dengan hari.


Ada kemungkinan Putri nya seusia Yana.Tapi dia hanya memikirkan nafsu belaka.Tidak ingat dengan putri sendiri.


"Oke...aku nombok lima ratusan hahaha" cabul dua mulai eksis.Panas sshht


"Aku juga tapi boleh pegang kan?" kata cabul tiga.


Yana yang tampil malu malu menarik ujung kuncirnya dan berfikir sebentar sebelum mengangguk-angguk kan kepalanya dengan kedipan mata polos bak kelinci putih.

__ADS_1


Pria muda di sudut tidak tau kenapa ,hujung kupingnya memerah tanpa sebab.


Aucc


__ADS_2