Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
tiga korban.


__ADS_3

Perubahan yang di terjadi pada tiga sekawan mendapat perhatian dari para gadis gadis di kampus .Mereka umumnya masih menunggu target calon pacar.


Jika perubahan ini terus berlanjut kemungkinan untuk menjadi pacar tiga sekawan tidak akan realistis lagi.


Beberapa dari mereka membicarakan masalah ini di kantin. Beberapa gadis juga tidak kuasa menanggung rasa sedih karena tereliminasi tanpa bertarung.


beberapa juga menyalahkan keberadaan yana yang membuat ketiganya berubah total namun semuanya berpikir perubahan ini tidak akan bertahan lama.


Beberapa kejadian menyebutkan jika Reno dan kawan-kawan .Tidak pernah serius dan bersifat main-main .Contohnya dengan beberapa calon pacar dan beberapa mantan yang mereka punya.


Winda dan kacung nya membenci yana gara gara ini.Andai saja ketiga nya tidak pernah mengenal yana, mungkin dia tidak akan berubah.


winda juga pernah mengikuti kegiatan ketiganya beberapa kali secara diam diam. Sejak itu dia mengetahui tentang hubungan mereka dengan pantai asuhan.


"sayang sekali uang yang segitu banyak diberikan kepada anak-anak nakal di sana. Coba kalau diberi ke kita kita .Bisa beli alat make up dan baju bagus di supermarket kan?" kata Winda mengeluh.


Betapa dia mengidam kan kartu kredit tanpa batas pada Reno.Dari mantan mantan nya dia tahu, Reno akan membelikan apa yang di minta pacar nya saat itu.


Mau baju,sepatu bahkan kalung dengan harga yang tidak murah.Nanti ketika putus seseorang bahkan dapat mobil sport dengan gratis.


Keluarga Winda juga bukan orang yang miskin.Tapi mobil sports itu, orang tua juga akan mikir tiga kali untuk membelikan nya.


Winda juga akan populer di kampus untuk beberapa waktu.Winda bisa melihat jika dia pergi ke kampus dengan mobil sport warna merah darah.


Ada puluhan mata yang akan memandang nya dengan iri.Betapa bergaya dan modis nya dia saat itu.Tapi semua angan nagan nya buyar begitu saja karena Reno dan kawan kawan nya berubah total.


Dia lebih suka melemparkan uang nya kepada panti asuhan yang tidak di kenal .Kepada pengemis kecil yang tidak berguna.


Dan ini semua di mulai dari yana si buruk rupa itu.


Apa hebat nya dia, hanya mengandalkan nilai tinggi sajakan.Jika Winda mau dia bisa minta nilai lebih tinggi pada dekan nanti.


Ini hanya masalah uang.


"Hei lihatlah ke sana" kata lusi.


Di pintu masuk kantin , Yana masuk bersama tiga sekawan. Ini sudah menjadi pemandangan biasa dalam dua bulan terakhir . Winda dan teman teman nya hanya bisa melihat dengan mata merah.


"Lihat si cupu kan, naik daun dia"kata lusi.Dia mengaduk aduk bakso nya dengan kesal.


"Santai aja sis, nggak bakalan lama kok. entar juga ditinggal kayak yang lain"


" iya aku tahu tapi bisa dekat dengan reno aja itu udah hebat lho. Emang kalian bisa begitu ?" Diana secara sengaja menyindir teman teman nya. mereka terlihat menyepelekan sosok yana sejak mula.Tapi mereka tidak sadar jika sebenarnya sosok Yana itu lebih baik dari diri mereka sendiri. Hanya berpikir jika Yana rendah.


"apa maksudmu , Din ,apa kau udah bosan hidup" kata Winda tidak terima.


" sejak kapan sister winda jadi gangster kelas atas. Aku baru tahu hehehe" Dina hanya bercanda tapi candaan ini keterlaluan di telinga winda yang sedang kesal.

__ADS_1


"Uuuh dasar kampret, pergi sana jika bosan idup" jangankan winda, lusi juga merasakan kesal. Karena Dina ini tidak menyebutkan nama seseorang. Secara tidak langsung dia menyangkut pautkannya dengan dirinya sendiri.Ludi makin marah dengan candaan dina yang hambar itu.


"Bercanda sis bercanda, jangan masukin ke hati napa" ujar Dina santai.


" kamu sih din bercandanya keterlaluan, sekarang Winda sama Lusi udah marah kan. Aku aja yang kamu sindir nggak marah marah amat kok "kata dea yang dari tadi diam saja.


"kalian berdebat saja disini, coba lihat di sana,si cupu sedang ketawa ke tiwi dengan reno .Apa kalian tidak marah dengan ini .Daripada marah di sini lebih baik marahnya ke sana ya nggak?" usul Dina.


Mereka sudah saling kenal sejak berapa lama. Jadi dina tahu jika winda sedang marah. Dia perlu sesuatu untuk disalurkan. Tidak mau menjadi kambing hitam ,dia langsung mengusulkan ide gila itu.


Maunya sih, tapi aku tidak mau mengambil resiko di depan reno dan kawan-kawannya .Siapa tahu dia jadi ilfil jika aku ngerjain si cupu sekarang" kata winda lesu dia benar-benar ingin melampiaskan rasa kesal nya ini pada seseorang. Tapi tidak mau melakukannya terang-terangan.


"Hei Dina, kamu kan yang tadi bikin aku kesel gini.Jadi sekarang kamu harus maju jika nggak mau ,awas ya" ancam Winda.


Dina ini keluarganya masih di atas golongan menengah atas. Namun dia rajin menabung dan sedikit hemat.Siapapun tahu jika dina menyukai sesuatu yang gratis.


Terkadang winda dan teman-teman meragukan kekayaan keluarga dina. Jika dina memiliki keluarga yang baik-baik saja. lalu kenapa dia lebih sering menabung dan mengemis di kampus.


Mereka berlima berdebat lagi tapi tidak menemui hasil dari yang mereka debatkan itu .Yiba-tiba segulung uang berwarna merah dilemparkan di pangkuan dina. Tentu saja dina terkejut melihat uang sebegitu banyak yang jatuh begitu saja di roknya.


"Shi?" lima gadis ini terkejut lagi. Shiyana ginanjar adalah bunga kampus.Semua orang mengagumi nya apalagi pribadinya belum cacat di mata orang lain. Siapapun tahu jika shiyana memiliki ayah yang akan menuruti apapun hendaknya dengan mudah. Bagi shi uang hanyalah mirip seperti air keran yang melimpah di baskom. Tidak akan pernah ada habisnya.


"jika kau berani menyiram jus alpukat ini ke kepala Yana, uang itu akan menjadi milik mu" tantang Shi.


Dia juga pernah mendengar tentang dina yang selalu irit dan ingin menabung. Sementara dirinya adalah berasal dari keluarga kaya yang mampu.


Satu set bahan yang di pakai nya ini berkisar puluhan juta.


Dia yakin dina akan mengambil tawaran ini.


Bener saja dina langsung bangkit dengan jus alpukat di tangan. Tangan kanannya menggenggam uang dan memasukkannya di kantong rok .Lalu dia pergi ke arah Yana yang sedang ngobrol santai dengan tiga sekawan.


Tanpa ba..bi.. bu ..lagi .Satu gelas penuh jus alpukat disiram kan ke atas kepala Yana.


Setelah melakukan itu ,dina kembali ke kursinya dengan santai. lalu dia menatap shi dengan senyum di bibirnya. dia berkata "beres ".Semua orang melihat kejadian yang hanya berkisar beberapa detik itu dengan mulut menganga.Sekarang Yana sudah kotor dengan jus alpokat yang kental.


Shi sangat senang dengan hasil kerja di Dina ini .Dia berlalu seraya melambaikan tangan.Seolah-olah berkata uang itu adalah milik dina sekarang.


Lain halnya dengan reno yang terkejut melihat perilaku dina yang tidak wajar itu .Seandainya itu lelaki sudah ditonjok duluan .Tapi dia adalah seorang wanita jadi tidak wajar dia melakukan itu.


Berbeda lagi dengan boy, dia langsung berjalan kemeja dina dengan niat untuk memarahi nya.


Kebetulan sekali bakso Lusi masih ada setengah nya.Boy tanpa berbicara mengambil bakso dan menuangkannya keatas kepala dina.


"Hei..


Boy seolah-olah meniru perilaku dina tadi .Dia berbalik dan duduk ke kursinya semula seperti tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


"Boyyy, kau..


Tidak ada yang pernah menyangka jika boy tega melakukan tindak balas seperti itu pada Dina.hanya karena dina membuat Yana kotor.


"Apa, mau ganti rugi ?"kata-kata boy menyambut kata-kata dina yang mengaum seperti harimau lapar.


jika di waktu lain ,mungkin dina tidak akan marah .tapi saat ini dia benar-benar malu dengan perkataan boy tadi .Sepertinya dina tahu jika boy sangat meremehkan nya sekarang. seolah-olah dia melihat semua orang itu uang dan uang,


"kenapa diam, aku tahu kau melakukannya karena dibayar oleh shi kan .jadi biarkan semua kampus tau jika shi sebenarnya tidak sebaik yang mereka kira "


Jika masalahnya sekecil itu ,dina tidak akan masuk campur .Tapi sekarang reputasi nya bener-bener dilipat oleh boy dengan mudah. Bagaimana dia tahu apa yang dipikirkan oleh dina sebentar tadi.


" kalau kau mau uang aku akan membayar berapa punya dibayarkan oleh shi tadi. Syaratnya mudah kau harus melakukan hal yang sama tapi potret lah sebagai buktinya"


Dina terkejut dengan tawaran ini. Sudah bagus dia mendapat segunung uang dari shi. Sekarang dia juga memiliki misi untuk melakukan hal yang sama pada Shi.


Ini berbayar dan pekerjaan nya mudah di lakukan. Tapi Dina tidak sanggup menolak pesona uang berapa pun itu jumlahnya.


Tanpa menghiraukan kata-kata orang , Dina langsung pergi ke kantin untuk memesan jus alpukat.


Sebenarnya shiyana masih ada di dalam kantin .Dia sedang duduk bersama teman-temannya di posisi lain .Saat itu dia mendengar bisik-bisik aneh dari luar. ini adalah kelompok winda. jadi dia pura-pura lewat untuk mencuri dengar


Sapa tahu dia bisa mendengarkan pembicaraan nyeleneh mereka.


Apa yang dipikirkan oleh nya tidak buruk dan dia benar-benar menebak dengan tepat beberapa kali .Setelah mendengarkan curhatan mereka yang tidak penting itu , shi membuat ide buruk.


Shi merelakan sejumlah uang pada dina demi pelampiasan ke kesalahannya keberadaan yana seperti benjolan di hati shi.


Ketika dia duduk kembali di posisi semula. Shi bisa melihat bagaimana kotornya Yana .Setelah dina benar-benar melakukan apa yang dia minta.


Betapa bahagianya hati shi melihat kejadian itu. Tapi dia tidak menyangka sekarang dia terkena tulah nya .


Shi masih tertawa terbahak-bahak bersama teman-temannya sebelum juz alpukat yang sama menimpa kepalanya dengan lancar.


"Ups .. maaf aku dibayar " kata dina santai .Dina putar arah lagi dan duduk di tempatnya semula tanpa takut.


Hanya dengan perlakuan ini semua orang jadi tahu juga shiyana yang telah membuat kesepakatan pada dina untuk melakukan hal buruk pada Yana.


jika begini reputasi yang dia bangun sama bertahun-tahun jelas sudah tidak bisa dipakai lagi.


"Aaaaaa. Yana,awas kau."pekik shiyana marah.


Sekarang Dina ,shi dan Yana sama-sama kotor. Mereka tidak mungkin masih duduk di kantin ini.


"Ayo ke toilet kak?"kata tertua pads paman ketiga.


"Hrmm toilet kah?"

__ADS_1


__ADS_2