
Mobil yang di kendarai oleh Reno dan kawan-kawan berlari cepat di jalan raya.
Mereka mengendarai mobil masing masing.Karena itu agak sulit untuk berkomunikasi.
Jadi Reno bertanya tanya apakah Shi serius untuk melukai dirinya sendiri.Dia gadis yang sombong dan tinggi hati.
Tidak mungkin rasanya untuk Shi melakukan hal ini.Semakin lama Reno semakin merasa bersalah pada Shi.
Ini semua karena dia yang tidak meladeni Shi yang sedang hamil muda.
Belum satu jam tiga mobil segera tiba di apartemen shi yang ada di lantai tiga.Yang pertama tiba adalah boy.
Dia begitu menghawatirkan kondisi Shi yang dalam keadaan rapuh ini.Dia hamil dia luar nikah tapi pria yang menghamili nya tidak peduli sama sekali.
Kasihan sekali Shi.
"Boy pelan pelan"kata Feky drai belakang.
"Gimana bisa pelan ,bro.Jangan sampai dia berpikir pendek.Reno juga salah kan.Katakan saja jika tidak mau bertanggung jawab.Jangan asal pergi membuat shi jadi stres.Wanita hamil itu kondisi mentalnya agak sensitif.Kita salah memperlakukan Shi "kata boy kesal
Dia seperti terbang dari pada berjalan.Tak lama kemudian dia tiba di depan pintu apartemen Shi di ikuti oleh feky dan Reno yang terengah entah.
Ting Ting..
Ting tong..
Berkali kali boy menekan bel tapi tidak aa reaksi drai dalam.Ini menambah rasa takut di hati boy.Mendapati Shi yang tidak bersuara dari dalam, Reno turut merasakan khawatir juga akhirnya.
"Minggir"Kata feky.
Dia mengambil sesuatu dari dalam kantong celananya.Dengan dua kabel tipis dia membuka paksa pintu apartemen.
Feky sudah memperkirakan jika pintu akan sulit di buka.Jadi dia datang dengan persiapan di tangannya.
Begitu pintu terbuka mereka berlari ke kamar Shi.Kamar shi begitu berantakan sekali.Ada pecahan kaca yang berdarah di mana mana
Shi berbaring lemah di ranjangnya.
Mata nya terbuka sedikit.Dia memang sedikit lemah karena banyak darah yang keluar.
"Ren,kau datang ren?" kata Shi pelan.
Boy buru buru mendekati Shi.Dia segera memeriksa kondisi Shi dengan takut.Untung saja Shi tidak terluka dengan parah.
"Kenapa bodoh Shi, Reno tidak bermaksud untuk mengabaikan mu.kami semua memang agak sibuk kebelakang ini "Kata Feky yang turut gugup melihat kondisi Shi.
Seperti kata boy, Shi memang sedang rapuh saat ini.Dia butuh seorang pendamping sekarang.
Reno memang keras kepala.Dia sendiri melihat kondisi shi yang rapuh dan menyedihkan tapi sama sekali dia tidak merasa kasihan terhadapnya.
"Reno..aku..aku kangen kamu"kata Shi mencoba menggapai Reno yang berdiri di belakang boy.Gerakan Shi ini mengundang rasa kasihan di hati boy.
Hatinya merasa panas , dengan kondisi Shi yang begitu memprihatinkan Reno masih saja tidak mau mengalah.
Sejak mereka berteman baru kali ini boy merasa jijik dengan apa yang dilakukan oleh Reno .
Berani berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab.
Buk..
Boy melayang kan satu bogem mentah di perut Reno.Reno yang tidak siap tentu saja tidak bisa menghindarinya.
Dia mundur dua langkah karena pukulan itu.
"Boy kau gila?"kata Feky
" aku memang sudah gila tapi tidak seperti kalian berdua .lihat kondisi shi sekarang . Apakah kalian tidak punya hati sedikitpun?"bentak boy marah.
Boy tidak berpikir jika shi sedang mengandung anak dari pria lain. Menurutnya anak ini memang milik Reno sendiri. Jika tidak kenapa shi bersikeras sedemikian rupa.
"Boy sabar, jangan impulsif"kata Feky .
Feky tahu bagaimana perasaan Boy sekarang. Boy paling sensitif melihat seorang wanita yang sedang teraniaya . Apalagi jika wanita itu sedang dalam kondisi hamil seperti Shi sekarang.
"Boy " panggil Reno .
" kita memang bersahabat tapi aku tidak mau ikut campur dalam hal seperti ini .Aku bukanlah bajingan seperti kalian yang tahu nya mempermainkan wanita tapi tidak mau bertanggung jawab"Kata boy dengan mata merah.
"Sabar boy jangan marah dulu"kata Feky lagi.Reno mendekat ada shi dan meraih tangan nya .
__ADS_1
Shi tiba tiba menangis sesenggukan dan segera bersandar pada Reno .Dia tidak bersandiwara ,dia benar benar merasa terharu.
"Reno aku.aku kangen hiks..hiks hiks"tangis nya sedih.
"Oke maaf Shi,lain kali kalau kau ingin ku temani katakan saja, oke?"
Bukan Reno ingin menghibur tapi dia tidak mau membuat masalah baru .Boy bicara tanpa berpikir panjang.Dia tidak bisa di bujuk jadi Reno harus mundur sedikit.
Mereka telah berteman lama jadi dia tahu kondisi keluarga Boy. Kejadian yang menimpa dua kakak perempuan nya meninggal kan bekas di hati Boy .
Jika Boy bersimpati dengan shi sekarang , Reno bisa mengerti.Sebab itulah Reno harus berlembut dulu.
"Kau janji Reno,janji untuk selalu menemani aku ren?"kata Shi pelan.
Hati Shi berbunga bunga mendengar nya.Ini lah yang dia harapkan selama ini.Perhatian dari Reno aldelis.
"Oke aku janji.Tapi jangan berbuat bodoh lagi seperti ini, mengerti?"bujuk Reno.
Boy benar, meskipun Shi tidak di sukai tapi dia masih seorang wanita yang lemah.Dia begitu rapuh apa lagi di saat saat seperti ini.
"Oke aku janji Reno aku janji demi anak kita "kata Shi seraya mengusap air mata nya . Dia mencoba tersenyum manis untuk Reno yang dia rindukan.
Sementara feky yang tidak ada hubungannya memilih untuk membersihkan tempat kejadian.Boy juha membantu nya dengan amarah di kepala.Matanya sesekali melirik Reno dengan geram.Dia ingin tau apakah Reno masih keras kepala seperti sebelumnya.
"Bagus lah,tapi kita harus ke rumah sakit dulu .Kau banyak mengeluarkan darah tadi.Jangan sampai berpengaruh pada bayi kita" bujuk Reno dengan tulus.
Walau bagaimanapun ini adalah bayi satu satunya Shi jadi tidak boleh terjadi sesuatu yang salah pada bayi itu. keegoisan Reno hanya akan berdampak buruk pada bayi yang tidak berdosa.Apa salahnya mundur dulu demi jabang bayi .
"Tadi aku menelepon dokter Gita,dia tahu aku akan datang,Ayo pergi" kata Shi buru buru.
Shi sudah memikirkan ini sebelumnya.Dia sudah menghubungi dokter Gita.Dokter Gita sedang menunggu kedatangan Shi di rumah sakit.
"Apa kau masih kuat?"tanya Reno lagi.
Dalam kondisi ini akan aneh jika boy atau Feky yang mengurus Shi.Terlebih lagi dengan Boy yang memandang nya seperti musuh.Jadi Reno bertanya dulu.Jika Shi masih bisa berjalan sendiri dia akan lega.
"Aku kuat tapi... tapi kaki ku sakit ren"kata Shi dengan manja.
Apa yang di katakan oleh Shi adalah kebenaran nya.Dia melukai kakinya dengan pecahan kaca.Tentu akan sulit jika dia memaksa untuk berjalan kaki ke bawah.
Reno mengurut dahi, jika Shi tidak bisa berjalan sendiri dia yang terpaksa mengendong nya.
Mau tak mau Reno mengendong Shi dengan gaya bridal style.Dia keluar dengan Shi dalam gendong nya.
"Reno kau duluan aku akan membersihkan kekacauan ini dulu"kata boy pelan.
Dia sedikit malu menyapa Reno setelah kejadian tadi.Dia tidak berpikir ketika melakukan nya
"Oke pasti kan kalian mengunci pintu lagi sebelum pergi "kata Reno pada boy .
Boy menghangat dia tau Reno tidak akan menyalahkan nya .Meski brengsek Reno masih seorang teman yang bisa di andalkan.
"Ren,maaf "kata boy lagi.
"Tidak masalah, ayo cepat, Shi kurus tapi dia berat hehehe"kata Reno bercanda.
Wajah Shi memerah karena kata kata Reno ini.Dia sendiri tidak tau apakah dia malu atau bahagia dengan ini.
"Reno,kamu ihh"kata Shi dengan manja,dia memajukan bibirnya dengan cantik.
Tapi secantik cantik nya Shi dia tidak bisa menggetarkan hati seorang Reno aldelis.
Reno mengendong Shi ke lift .Dia bahkan tidak berkeringat karena nya.Shi menatap wajah Reno dengan perasaan bangga yang tidak bisa di lukis kan
Wajah tampan dengan alis seperti pedang.Jembatan hidung yang mancung, lengkap nya dia adalah pria yang sempurna.
Semakin lama Shi semakin puas dengan Reno.Dia menyandar kan kepala nya di dada Reno yang bidang.
"Ren aku sungguh beruntung "kata Shi pelan.
Reno mengeryitkan dahi nya sedikit.
"Aku beruntung bisa bersama Reno, memiliki anak dengan Reno.Anak kita pasti akan setampan kamu ren"kata Shi lagi.
Reno lagi lagi hanya diam,dia tidak tau akan menjawab apa.
"Ren, kenapa diam saja,katakan sesuatu"kata Shi yang menatap mata Reno dengan serius.
Reno gugup jadi dia menjawab asal asalan saja."Apa yang harus aku katakan, tentu aja aku beruntung bisa bersama mu.Setelah menikah kita akan bersama sampai tua"
__ADS_1
"Benarkah itu ren,kau..kau serius?"Tanya Shi dengan mata berbinar binar.
Shi tidak pernah berpikir jika Reno akan berjanji seperti ini kepadanya. Bukankah ini sudah melebihi ekspektasi nya sendiri.Ini semua karena bayinya, sungguh anak yang pintar.
Makasih sayang.
Tak lama kemudian mereka tiba ke lantai bawah .Reno Bergegas mencari mobil nya dan langsung masuk bersama Shi.
Karena terluka Shi duduk di belakang , Reno duduk di belakang kemudi.Shi sangat senang sampai lupa dengan rasa sakit di kakinya.Di matanya hanya ada Reno seorang.
Reno segera menginjak gas dan berlari ke rumah sakit. Rumah sakit yang dituju oleh Reno bukanlah rumah sakit dimana dokter Gita berada.
Reno sudah mendapatkan alamat rumah sakit yang disebutkan oleh Jhonatan tadi malam.
Agar Shi tidak curiga, Reno mengirim pesan pada nomor dokter yang terkait dengan tangan kanan nya.Dia mengatakan jika mereka sedang di perjalanan dan akan menuju ke rumah sakit sebentar lagi.
di sisi lain ,dokter yang pernah bertemu dengan jonathan di cafe. Menerima pesan itu, dia tersenyum sebelum bergerak cepat.
Ada beberapa prosedur yang harus di lakukan. Entah bagaimana caranya dua sampel didapat oleh jonathan dan dikirim belum lama.
Dari dua sempel ini ditambah dengan sampel dari shi mereka harus menemukan penelitian silang.
Ada juga sempel dari Reno yang harus di ambil nanti.
Hanya untuk melakukan pekerjaan ini lebih dari sepuluh dokter khusus pekerjakan. Beberapa peralatan khusus dari luar negeri juga dipesan dan dibayar oleh aldelis grup hanya untuk kegiatan yang satu ini.
Jika dengan peralatan yang memadai dan dokter yang banyak belum bisa membuat hasil yang diharapkan oleh jonathan. Ini akan sangat memalukan bagi dunia kedokteran indonesia.
Sebab itu sepuluh orang dokter yang di pekerjakan. Merasakan beban berat di pundak mereka masing-masing.
Seorang perawat laki-laki berdiri di depan pintu UGD dengan ranjang pesakitan untuk menyambut kedatangan shi nantinya.
Dia tidak tahu kejadian apa di balik kehebohan ini .yang dia tahu hanyalah pasien yang akan datang sebentar lagi adalah seorang pasien penting.
Sementara itu shi yang sedang terpesona dengan ketampanan Reno, tidak menyadari apa yang terjadi. Dia hanya melihat ke sisi Reno saja tanpa mengawasi jalan yang mereka lalui.
Di sisi dokter Gita pula ,dia sedang menunggu shi datang di pintu UGD. Namun dia tidak bisa mengetahui ada di mana shi sekarang .Apakah di jalan atau masih bertahan di dalam apartemennya.
Sebab itu dokter Gita menghubungi shi diam-diam. Setelah dokter Gita menghubungi Shi beberapa kali. Tidak ada respon sedikitpun jadi dia kesal . Dokter Gita meninggalkan ruang UGD dengan marah .
" jika shi ingin meminta bantuan lagi jangan harap aku kan melakukannya. Meskipun bayarannya lumayan besar. Selain dia , aku masih memiliki banyak Shi lain yang membutuhkan energi ku"pikir dokter Gita .
Dengan berdiri di pintu ruang UGD ini .Dia sudah membuang-buang banyak waktu berharganya. Seharusnya dia bisa melayani dua orang pasti ingin seperti shi.
Tapi sekarang uang hilang dan pasien pun hilang ,betapa rugi nya Itu.
Namun dokter Gita tidak tau masalahnya .Shi berangkat bersama Reno tidak membawa HP di tangannya.
bagaimana bisa Shi memikirkan soal HP, sementara dia dalam gendongan hangat Reno saat itu.
Setelah mobil berhenti baru lah Shi melihat ada sesuatu yang tidak beres.Ini bukanlah rumah sakit yang dia pikirkan.
"Ren.. Reno ki..kita di mana?" tanya Shi gugup.
"Kita di rumah sakit, bukan kah kau terluka?"kata Reno seraya membuka pintu mobil untuk Shi.Dia langsung mengendong Shi lagi dan pergi ke kamar UGD.
" tidak ren,mari kita pergi ke rumah sakit xxx .Aku sudah hubungi dokter gita tadi . Aku takut dia kan khawatir" Kata Shi dengan suara bergetar .
Dari sini saja , Reno sudah berpikir ada sesuatu yang salah pada dokter Gita.Tapi Reno tidak akan mengungkap kan nya begitu cepatnya. Dia harus bersikap sewajarnya pada Shi .
" maaf Shi, aku lupa tapi kita sudah sampai di sini .Bertahan lah sebentar lagi.Aku khawatir dengan bayi nya" kata Reno beralasan.
"Tapi aku belum pernah ke sini ,aku takut...
" Dengan khawatir semuanya akan beres. Aku memiliki banyak uang tentu saja tidak akan terjadi sesuatu jika ada uang di tangan bukan?" kata Reno.
Semakin lama Shi seperti ini , Reno jadi semakin curiga.Jika kecurigaan ini benar ,maka tidak perlu ada kata-kata baik untukmu shi di masa depan.
Sebelum mereka tiba di pintu ruang UGD . Shi ingin melompat dan ingin pergi dari rumah sakit ini .Dia tidak menyukainya dengan alasan bayi .
"Baiklah ,mari bekerja sama, buatlah sesuatu agar papa mu mau pindah ke rumah sakit yang lama,.Jika kau tidak melakukan sesuatu jangan harap kau bisa membuat nama aldelis di belakang nama mu" ancam Shi pada bayi di dalam rahim nya.
"Jika kau memang anak ajaib lakukan sesuatu, brengsek....!
Shi ingin marah dan memaki seseorang.Tapi dia tidak berani bersuara .Masih ada Reno di sampingnya..
Ada seorang perawat pria di pintu UGD.Dia segera berlari menyambut Reno yang sedang menggendong Shi .
"Bayi sial . cepat lah"
__ADS_1