
Sepanjangan pagi, Yana dan mamanya berdandan untuk pergi ke acara resepsi mantan suami Yana.
Yana sudah hamil bulan ke lima,perut nya sudah begitu terlihat karena hamil dua anak sekaligus.
Awalnya mama Yana ogah ogahan untuk datang ke acara tersebut.Tapi dia juga ingin melihat wajah munafik menantu baru keluarga aldelis.
Allah itu maha melihat dan maha tau.Tidak perlu manusia yang membalas keburukan orang lain.Tapi Allah akan memberi kan balasan dengan cara yang tidak terduga.
"Ma yang ini aja ya,apa nampak jelas?"tanya Yana yang menunjuk kan perut nya yang sudah buncit itu.
Ini sudah baju yang ke seratus yang dia coba hari ini.Mama nya belum juga puas dengan hasilnya.
"Hem gimana ya,bagusan yang tadi kayak nya,sayang"kata liliana.Di mengeleng lagi, seperti nya yang sebelumnya lebih bagus dari yang ini.
Putrinya ini sangat bagus memakai pakaian apapun.Dia hanya ingin Yana tampil cantik dan memikat tapi tetap sopan di saat yang sama.
Maklum aja, pemilik acara orang bercadar.Paling tidak mereka harus mengimbangi sedikit.
"Yang itu agak berat mah,cari yang tipis dikit biar adem" kata Yana.Baju yang mama sebut kan memang bagus tapi bahan nya agak tebal dan banyak Payet di beberapa bagian . Kesannya berat dan dia tidak begitu suka, terlihat tua dari umur yang sebenarnya.
"Hem coba yang ini,nah ini polos tapi ada tenunan nya di bagian bawah ,pasti bagus deh,kalau nggak cocok ,kita shoping aja yuk mumpung ada waktu "
Kali ini warna nya purple dengan tenun ikat di bagian bawah.Jika berjalan , seperti ada kesan ombak di sana.Kesan nya simple tapi menarik perhatian dengan warna dan bahan kain yang jatuh ke kulit.
Yana memutar matanya sedikit capek ganti baju terus terusan, tapi dia tidak bisa menolak mamanya.
"Oke,mama janji ya ini yang terakhir?" kata Yana yang sudah kecapekan.
"Ya sayang,ini yang terakhir" kata lili berjanji.
Yana pergi lagi mengganti pakaiannya.Kali ini kain yang dipilih mamanya lebih adem dan mengikuti lekuk tubuh. Perut buncitnya tidak disembunyikan sama sekali namun begitu rasa elegan dan juga seksi makin jelas.Tiba tiba saja Yana merasa cocok dengan ini.
Yana keluar untuk menunjuk papa mama nya.
"Nah yang ini cocok, kamu cantik sayang hehehe" kali ini mereka sepakat dengan mode ini. Yana kelihatan puas dan mama juga senang.
"sejak kapan aku nggak cantik mama, cantik udah dari lahir kok mah" kata Yana terkikik.
"Ehh mama pilihkan sepatu yang cocok dengan pakaian ini.Ehh pakai perhiasan juga nak,biar nggak polos polos amat" Lili tiba tiba bersemangat menambahkan beberapa perhiasan di tubuh Yana.
Dengan perhiasan ini orang tidak akan berpikir putrinya begitu miskin. Dia punya set permata yang dibeli di Korea bulan lalu.
Perhiasan ini dipakai oleh artis terkenal di sana. Bentuknya cantik dan sangat cocok untuk putri kecilnya.
"Mama, ntar dikirain toko emas berjalan loh mah, males ah pakai perhiasan" kata Yana.
Bukannya Yana menolak tapi jika diterusin pasti pemilihan perhiasan akan memakan waktu lama lagi. Kapan bisa selesai dan mereka bisa pergi ke acara ini sudah hampir jam 11.00 pagi.
"nggak Mama nggak akan pilih-pilih kok ini sudah mama pikirkan sebelumnya tinggal pakai doang"dia bisa membaca kata hati Yana yang tidak ingin lama-lama memilih barang.
Mendengar mamanya tidak akan memilih lagi. Tentu saja dia tidak menolaknya.
Dengan pakaian ini berikut perhiasan nya, Liliana cukup senang dengan hasilnya. di rambut Yana yang panjang sepinggang juga hanya ikat sederhana dengan jepitan bermanik.
Karena dalam kondisi hamil Yana tidak cocok memakai make up yang berlebihan. Tanpa make up tebal pun iana terlihat sederhana dan menarik.
"oke pakai tas ini dan kita siap berangkat" dengan tas warna Hitam yana sudah siap.Sekarang giliran mama nya yang berganti pakaian.
Liliana memerlukan waktu banyak untuk membuat penampilan Yana menarik tapi dirinya hanya memerlukan 10 menit dan itu selesai. Sekarang sudah jam 12,20 wib mereka siap berangkat ke lokasi.
"Yuk sayang, Rudi udah di depan tuh"kata liliana tersenyum. Sejak kembali ke Indonesia, Rudi tidak pernah membiarkan sopir membawa mereka berdua untuk berjalan-jalan.
Rudi juga memiliki kesibukan tersendiri namun dia selalu bertanya. Apa yang mereka lakukan hari ini dan mencocokkan dengan jadwalnya sendiri.
Dia lebih bersedia menjadi sopir daripada membiarkan dua wanita penting ini berkeliaran tanpa pengamanan.
Kejadian waktu itu membuat dirinya jera dan tidak akan melakukan kesalahan yang sama.
"Oke mamaku Sayang" kata Yana yang memeluk lengan mamanya dengan sayang.
"Eh kadonya mana?" tanya Lili,dia ingat kado ini yang di sediakan khusus untuk pengantin baru.
"Eh lupa,ini spesial mah masa bisa ketinggalan sih hahaha" Kata yana.
Dia buru buru kembali ke kamar nya, hampir saja lupa dengan yang satu ini.
"Ahh sayang,kamu menggemaskan sekali. sayang nya Jhonatan memilih batu dari pada intan kan, Ckckck" kata Lili cemberut.
"Mama mereka benar dengan ayat-ayat yang mereka sebut, jadi tidak ada yang bisa di salah kan" kata Yana yang berjalan masuk ke dalam mobil.Liliana juga masuk dan berkata seraya tertawa.
"Hem wanita jahat akan berpasangan dengan laki laki jahat kan, hehehe"
"Udah ah,yuk mah" kata Yana yang tidak berhenti tersenyum.
Rudi memandang ibu dan anak dari kaca spion.Dia juga senang dan berharap kebahagiaan itu juga menjadi miliknya sendiri, sayangnya itu bukan.
__ADS_1
Dia bukanlah siapa-siapa.
Mobil segera melaju, Yana dan liliana masih saja berbicara tentang hal hal kecil.beberapa waktu kemudian mereka tiba di tempat acara.
Sebelum turun Yana merapikan riasannya sedikit.Meresa tidak ada yang kurang baru kah dia dan Mama nya turun.
"Yan, Yana?"
Yana berpaling sedikit dan dia tersenyum lebar melihat siapa yang memanggil nya.Itu boy dan Feky, mereka berdiri di samping Reno.
Mata yana berkabut melihat nya, tiga sahabat pertama nya yang tulus berteman tanpa ada embel embel.
"Kalian datang?"
"Tentu saja, kami dikabari kau datang juga di sini kenapa kami tidak bisa hadir hahaha" kata feky yang tidak menyembunyikan rasa senang nya .
Yana bukan gadis suci ,dia tanpa malu berpelukan dengan dua sahabat yang kama tidak bertemu.
Ketiga nya bercerita dan bertanya kabar tanpa beban apapun.Karena sekarang sedang di sebuah acara, tidak baik berlama lama seperti ini.
Jadi Yana pergi dan berjanji akan bertemu di sebuah cafe di malam hari.
Selagi mereka bercanda dan tertawa. Rupanya pemandangan ini menusuk mata orang-orang yang tidak menyukainya.
Perilaku Yana yang bergerak bebas di antara laki-laki.Membuat Mama Jonathan mencibir dan puas dengan menantu baru yang lebih sopan.
"Ehh jeng, apa itu mantan menantumu?"tanya wanita berhijab pada mama Jhonathan.
"Hem, sebab itu aku nggak suka sama dia. Untung aja Jonathan ini masih mendengarkan nasehat mamanya. jika tidak, bagaimana aku bisa menemukan menantu sebaik Sarah kan" kata Mama Jonathan.
"Jeng syukurlah Jhonatan masih punya mata " kata yang lain.
"His jangan qibah,nggak baik.Ntar pahala jeng lari ke situ, jeng mau"
"Afuh, astaghfirullahaladzim, nauzubillah, jangan sampai ya ustadzah "
"Hem kita tuh jangan menilai orang dari sampulnya. Orang yang kita benci belum tentu buruk dan orang yang kita sukai belum tentu baik. Ingat itu dan jangan mengulangi kesalahan yang sama" kata nya lagi.
Wanita yang disebut ustadzah ini memandang Yana lekat-lekat. menurut penuturan nyonya Wira sosok ini adalah wanita yang tidak baik.
Tapi dari segi wajah dia terlihat lembut dan juga ramah meskipun terhadap lawan jenis.
interaksi antara Yana dan Reno juga lebih transparan dan lebih bebas. Dengan Yana ,Reno terlihat tidak terkekang dan tersenyum lebih lebar.
Apakah ada kesalahan informasi.
"artinya putra tertuamu kenal baik dengan mantan menantu apa benar begitu?"
"sebenarnya mereka itu masih kuliah di tempat yang sama jadi wajar jika mereka berteman" kata mama Jhonathan. Dia pikir tidak ada yang salah dengan ini.
"Ohh gitu"
Jika sudah berteman tentu saja putra bungsu adelis mengetahui tentang latar belakang dan perilaku mantan menantu aldelis ini.
Mereka masih berteman walaupun tidak ada ikatan kekeluargaan lagi. Sepertinya juga tidak ada kebencian yang keterlaluan di sana.
Dengan begitu bisa dilihat tidak ada perilaku buruk yang tidak bisa diterima pada mantan menantu aldelis.
Setidaknya itulah yang dirasakan wanita yang dipanggil ustadzah ini.
setelah berbicara dan berjanji pada tiga sahabat Yana dan mamanya langsung saja naik ke pelaminan.
Mereka datang untuk memberikan Restu agar pernikahan ini langgeng. Tidak datang untuk membuat keributan.
Sejak awal Yana masuk ke lokasi acara. Sebenarnya Jonathan sudah bisa melihat sosoknya yang begitu familiar.
Tidak bisa dipungkiri, rasa itu masih ada dan Jonathan masih saja berdebar-debar setiap kali melihat Yana sama seperti di masa yang lalu.
Sekarang Yana secara bertahap naik ke pelaminan dan berjalan lebih dekat ke arah Jonathan dan pasangan barunya.
Wajah Yana tersenyum secerah matahari. Seperti tidak ada beban, padahal dia sedang menatap mantan pasangannya menikah dengan wanita yang lain.
hal ini juga mendapat perhatian khusus dari para tamu undangan yang berbisik satu sama lain.
Yana belum sempat masuk ke kediaman aldelis sementara dirinya tidak pernah diperkenalkan sebagai menantu dari keluarga ini.
jadi tidak ada yang mengenali dirinya sebagai mantan istri.
Justru dari mulut Mama Jonathan lah orang-orang mengetahui jika ini adalah Yana.Wanita bercerai yang sedang hamil muda.
Tiba di depan Jonathan Yana langsung menyalaminya dan berkata "selamat Jonathan atas pernikahan barumu. Aku turut bahagia dan berdoa agar pernikahan ini langgeng dan kalian bahagia sampai maut memisahkan"
Yana tidak gugup sama sekali sementara yang gugup adalah Jonathan .Dia sama sekali tidak menyangka Yana berani datang dalam situasi mereka yang tidak wajar.
Jhonatan tidak sanggup mengulurkan tangannya tapi Yana bersikeras dan mengambil tangan yang berkeringat itu.
__ADS_1
"Ehhh te ...terimakasih Yana, udah mau datang hehehe"
"Kenapa aku tidak datang jika papa nya anak anak mau menikah lagi Hahaha "
"Ohh begitu?"
"Slamet ya, siapa nama nya?oh Sarah Ayu, Selamat ya dek Sarah. oh iya aku membawakan bingkisan untuk pernikahan kalian semoga diterima"Kata Yana.
Gadis itu masih saja menggunakan cadarnya untuk menutupi wajah. Tidak ada yang melihat bagaimana jeleknya wajah dibalik cadar itu sekarang.
Jonathan mungkin bodoh tapi dia tidak. Yana dengan berani terang-terangan datang dan mengatakan pada semua orang jika dia adalah mantan istri Jonathan yang sedang hamil.
Bukankah dengan ini dia juga justru menyudutkannya karena sudah merampas suami orang lain. Sekarang posisi Sarah Ayu adalah calon ibu tiri bagi anak yang akan dilahirkannya tidak lama lagi.
"Makasih"kata Sarah Ayu yang masih menekankan rasa kesalnya.
Dia ingin tahu kado apa yang diberikan oleh mantan saingannya ini. Ketika dia melihat kado apa yang dibawa Yana matanya melotot dan tidak percaya apa yang dia lihat.
sebuah kado pada umumnya dibungkus dan ditutup ditutupi sehingga isinya tidak terlihat.
Tapi berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yana .Dia tidak membungkusnya tapi membiarkannya dalam keranjang buah. Ditutupi dengan kertas putih transparan yang justru memperlihatkan apa isi di dalamnya.
"aku yakin kau kenal dengan ini jadi aku memberikannya dengan ikhlas. cara mendapatkannya agak sulit loh. Hanya 100 set di dunia kan hehehe " kata Yana yang sengaja berbicara agak keras.
Sarah pernah berpikir jika Yana mencurigainya hanya berdasarkan dengan aroma yang dia pakai hari itu.
Tapi tidak berpikir jika yana seserius ini. Dia bahkan memiliki set lengkap.
Set lengkap artinya 5 set untuk wanita dan 5 set lagi untuk pria.
Bisa saja dia menolak mengakui jika dia memiliki hal yang sama namun Jonathan sudah melihat barang-barang ini ada di kamarnya tadi malam.
Jonathan yang berdiri di samping Sarah Ayu tentu saja mendengar apa yang disebutkan oleh Yana ini.
Dia hanya berpikir hadiah ini sangat cocok untuk sarah Ayu karena set ini memang dimiliki oleh Sarah Ayu sejak awal.
Mendengar kata di dunia Jonathan mau tidak mau mengernitkan dahinya.
Barang-barang unlimited edition seperti ini harganya tidak akan murah. Bagaimana Yana mendapatkan tentu saja Jonathan tidak akan bertanya. Namun bagaimana caranya Sarah Ayu menemukan barang ini.
Apakah Sarah Ayu menyembunyikan sesuatu. Jonathan melirik dengan istri barunya dan dia tidak melihat perubahan apapun karena Sarah Ayu memakai cadar
Tapi dahinya berkeringat dengan matanya yang melotot. melihat kado dari anak Sarah Ayu bahkan tidak tergerak untuk mengambilnya. Seolah-olah barang ini adalah barang yang berbahaya.
karena Sarah Ayu tidak mengambil hal ini diserahkan pada Jonathan dan Yana berkata"aku dengan tulus memberikan kalian hadiah tapi istri barumu tidak menerimanya. jika kalian tidak suka buang saja tapi harganya mahal loh"
"Hem terima kasih, aku menyukainya"kata Jhonathan.
Mama Yana tentu saja belum puas dengan drama ini. dia juga tampil dan menyalami pengantin baru secara bergantian. ini sangat wajar di mata para tamu.
Tapi yang dikatakan oleh Mama Yana ini tidak terdengar oleh tamu yang lain sehingga mereka tidak yakin apa yang terjadi di pelaminan.
"wanita baik-baik memang dipasangkan dengan pria yang baik-baik dan pria yang jahat memang dipasangkan dengan wanita yang jahat, hahaha "
Jonathan mengerutkan dahinya sementara Sarah Ayu langsung mundur 2 langkah. Sehingga dia menyentuh kursi pengantin.
Bruk...
Ehh Sarah, Sarah sayang,ada apa nak?"tanya mama Jhonatan yang berdiri dua meter dari mereka.
Dia ingin menampar Mama Yana ini. Pikirnya mereka melakukan sesuatu yang buruk pada menantu barunya yang baik.
Namun sekarang begitu banyak orang di sini .Tidak mungkin dia merobek wajahnya yang akan menjadi kasus memalukan seumur hidup.
"Nggak apa-apa, aku sedikit pusing mungkin kecapekan "kata Sarah Ayu dengan wajah pucat.
"Benarkah, inem bawa nyonya ke dalam ya biarkan dia istirahat dulu"kata mama Jhonathan panik.
Mungkin capek lebih cocok dengan kondisi Sarah Ayu saat ini. Mereka belum beristirahat dan tadi malam dirinya di gempur Jonathan habis-habisan .Lalu sekarang ,dia masih harus berdiri menyambut para tamu. Tentu saja Sarah Ayu merasa capek.
"kasihan menantuku" pikirnya.
Segera saja Sarah Ayu dibawa ke kamarnya lagi untuk beristirahat. sementara itu Jonathan masih berdiri sendirian di tempatnya. Dia tidak bisa bergerak karena tamu undangan masih banyak untuk bersalaman.
Namun dalam hati dia bertanya apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa Sarah Ayu bertingkah seperti itu hanya karena sebuah kado.
Melihat pengantin di bawa pergi untuk beristirahat Yana dan mamanya merasa tidak ada yang bisa mereka lakukan di sini.
Keduanya langsung mengundurkan diri dan masuk ke mobil di mana Rudi tidak pernah turun sama sekali.
Sampai di dalam mobil keduanya tertawa terbahak-bahak. Rudi yang tidak tahu apa yang terjadi hanya bisa mengurut dadanya dia pikir apa yang lucu sehingga mereka tertawa.
Hahaha...
Hahaha...
__ADS_1