Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
kilas balik


__ADS_3

Keberadaan tiga serangkai tidak di ketahui oleh Yana yang menjamu anak anak di panti asuhan.


Dia tetap di sama sampai lah jam.makan siang berlalu.Ibu panti asuhan sudah mengenal Yana sejak beberapa tahun yang lalu.


"Nak Yana,apa ku masih kerja di tempat itu?"tanya ibu panti asuhan yang bisa Yana panggil dengan bunda itu.


"Masih Bun"


"Ehh kapan ya kamu bisa pergi?"Kata ibu panti lemah.Dia sengaja berkata pelan takut Yana merasa tidak enak dengan hal ini.


Ibu panti tau apa pekerjaan yang Yana geluti sebenarnya.Tapi jika dia mau pun, dia tidak memiliki uang untuk menebus Yana.


Itu masih lima puluh milyar kala itu.Sekararamg kabar nya meningkat menjdai seratus milyar penuh.Ada waktu lagi untuk peningkatan lainnya.


Sementara itu pihak panti mencari dana besar untuk kegunaan harian di panti asuhan juga .Ini masih lah mengaharap kan uluran tangan para dermawan untuk tetap makan.


Apa yang bisa mereka lakukan.


Yang bisa di lakukan hanyalah berdoa kepada Tuhan agar semua nya baik baik saja di masa depan.Yana anak baik dan tidak bersalah hanya nasib nya saja yang kurang beruntung.


"Ngak tau bun, uang nya belum cukup" Yana mengenang berapa jumlah tabungan yang dia punya sekarang.Masih jauh dari jangkauan.


"Yan Jangan boros begini.Cobalah berhemat.Berapa banyak uang yang kau habiskan hanya untuk membeli mainan anak-anak?" kata ibu panti menasehati Yana.Dia bisa memenuhi target jika dia lebih berhemat lagi.Berapa uang yang dia habiskan untuk merawat tubuh dan membeli pakaian bermerk.Dari sepatu bahkan pakaian dalam nya saja bisa di hitung dengan jutaan.


Ibu panti pernah terkejut mengetahui harga sandal jepit yang dia pakai.Jika di belikan dengan beras,itu lebih baik.


"Nggak banyak Bun, Jangan khawatir " kata Yana.Dia tidak pernah pelit jika itu mengenai anak anak di panti asuhan ini.


"Bunda masih ingat saat itu,kau masih begitu kecil kan.Tapi papa mu itu...


"Stop Bun, jangan sebut dia papa ku.Dia bahkan tidak layak untuk itu,dia tidak layak"kata Yana lagi.


Dia muak dengan itu.Pria yang tidak tau malu dan tidak bertanggung jawab.


"Yana tidak baik kau bicara begitu.Seburuk buruknya, dia juga papa mu kan"ibu panti menatap iba pada Yana.


Masih segera di ingatan.Yana kecil datang dalam keadaan pingsan.Dia di beri obat tidur dengan dosis berlebihan sehingga dia koma selama tiga hari.


Ibu panti bergegas memeluk Yana yang tidak lepas dari emosi masa lalu.


Yana memang tidak menangis tapi matanya masih berkaca kaca.Dia masih ingat dengan jelas kejadian malam itu.


Yana kecil di bujuk dengan penuh kasih sayang.Di bujuk untuk tidur lebih cepat dari biasanya.


Setelah tertidur dia tidak tau apa yang terjadi.Yang jelas ketika dia bangun,itu sudah berada di dalam panti asuhan ini.


"Papa?papa?papa kemana?" Yana kecil sangat ketakutan mendapati tidak ada papa , tidak ada mama di mana mana.Dia histeris kerena nya.


Saat itu lah pertama kalinya dia bertemu dengan ibu panti asuhan.Wanita usia tiga puluhan dengan wajah tersenyum.


"Sayang..sabar ya sayang cup..cup.. cup" ibu panti membujuk Yana kecil tapi di tepis karena Yana pikir ini adalah orang asing.


"Ayo nak diam ya"


"Nggak mau, papa..mama..Takut huwaaaa " jerit Yana kecil terus menerus .Dia juga menolak makan dan itu berlangsung selama seminggu lebih.


Hasilnya Yana menjadi semakin tipis dan kurus.Selama itu ibu panti berjuang keras membujuknya dari hari ke hari.


Sebulan kemudian Yana kecil sudah mulai mau bergabung dengan yang lain di meja makan.


Pertama kali siuman Yana menolak berbicara bahkan mereka tidak tau siapa namanya.Hanya sebulan kemudian dia mau bicara.


Semua informasi yang dia tau dan itu berkisar antara nama dan identitas diri.Yana masih anak anak tapi daya ingat nya sudah begitu baik.


Dia mulai menjawab berbagai pertanyaan yang di lontarkan oleh polisi tapi dengan premis ada ibu panti di sisinya.


Yana tidak tau apa yang terjadi kemudian, yang dia tau sejak dia sadar dia tinggal di panti sampai dua bulan kemudian.


Pada hari itu, kejadian buruk terjadi lagi.Ada pasangan suami-istri yang datang kepanti , rencana nya mereka mencari anak untuk di adopsi.


Hari pertama mereka datang untuk melihat anak anak.Mereka tampil baik dengan datang membawa barang barang.


Sangat ramah dengan anak anak di panti asuhan.Tidak pernah menyangka jika kedatangan mereka sebenarnya ada niat yang bersembunyi.


Yana kecil hanya mengerti dia dipanggil ke sisi mereka tepat ketika mereka akan pergi.


Mana Yana tau jika saat itu lah kejadian itu terjadi.Awalnya pasangan itu mengajaknya naik ke mobil hanya untuk menyerahkan beberapa mainan lagi.

__ADS_1


Nyata nya ketika dia masuk ke mobil, pintu mobil langsung di tutup dan mobil pun bergerak cepat ke jalan raya.


Tentu saja Yana kecil kebingungan,dia memiliki trauma belum lama dan ini terjadi lagi hanya berselang di bulan kemudian


Di sini Yana kecil menangis sejadi jadinya di dalam mobil.Dia pikir pasangan ini mengambil nya dari panti asuhan tanpa izin.


"Omm.. Tante ,Yana nggak mau pergi om huwaaaa.."


"Diam kamu diam, berisik sekali kamu" Yana kecil di tampar di tempat


dia masihlah anak anak yang belum tau dunia .Mendapatkan tamparan ini bukan membuat dia diam malahan dia menangis dengan lebih keras lagi.


"Huwaaaaa Yana mau pulang huwaaaaa, ibu panti Yana takut...hiks.. hiks"


"Diammm!" bentak pria yang katanya Paman yang baik itu. Dia melayang dua tamparan lagi ke pipi kecil Yana.


plakk..


Plakkk


"Ahhh sakit paman sakit huwaaaa"


"Makanya diam jangan berisik , mau lagi hah?"


"Enn..enggak mau paman enggak mau .. sakit.." kata Yana yang mundur menjauhi bibi ini,tapi dia mau lari ke mana.Mereka berdua jelas bukan orang baik,itu penjahat sungguhan


"Bagus ,anak pintar.Oh satu lagi.Mulai sekarang namamu Gia.Lupakan Yana itu tau.Gia hanya gia saja oke"pesan nya serius lagi.


"Tapi... Gimana bisa,Yana...


Plakk


Ahhhkk


"Setiap kali kau menyebutkan namamu, setiap kali itulah kau.akan kena hukuman, mengerti?"bentak bibi ba.. tidak itu jahatt.


Wajah mereka tidak sehangat sebelumnya , mereka buruk sekali.


"Tapi paman gimana kalau papa nyari Yana..." Satu tamparan keras melayang lagi di wajah kecil nya.


Plakk


Salah siapa bilang Yana haha,itu Gia paham"Yana masih menegang pipinya yang merah seperti terbakar.


Dia masih begitu kecil tidak tau apa yang terjadi.Aneh saja jika suatu hari dia bahkan kehilangan jati diri nya.


Tidak ada papa tidak ada mama dan sekarang tidak ada nama juga.Lalu siapa dia?"pikir Yana tidak terima dengan perkataan mereka.


"Kau bilang papa mu akan mencari mu Haha dasar anak kecil.kasian banget hahaha"Bibi baik juga tertawa, sekarang.Mereka adalah iblis besar di mata Yana tidak.mungkin benar,papa paling sayang sekali dengan Yana,kan Yana putri satu-satunya dirumah besar itu.


"Asal kau tau saja ya,papamu,Hary Ginanjar sudah membayar Kami untuk membunuh ,tapi kami masih punya hati nurani.Sebab itulah namamu harus diubah.Jika dia tau masih hidup dan bernafas,kami tidak menjamin kau masih hidup esok hari" kaya paman baik lagi, dia mengejek nya dari sudut matanya.


"Aaaa papa ?"Yana terpikik kecil,dia terkejut besar.Mereka berbohong, ini pastilah bohong kan.begitu saja, paman dan bibi ini bukan orang baik baik.Mereka penipu besar.


Berkali kali Yana kecil mencoba membohongi diri sendiri .Papa ku orang baik,dia orang terbaik di dunia kan.Lalu kenapa begini?'


"Ya papa mu Haha nggak percaya kan hahah" pasangan itu menertawakan dia di sepanjang jalan.Mereka tidak peduli jika Yana sebenarnya masih lah bocah kecil dengan bau susu yang naif.


Seketika kepala Yana kecil segera berdengung.Dia tidak pernah dengan apa yang dia dengar.


"Papa membayar orang untuk membunuh Yana!" pikir nya kala itu.


Dasar anak anak Yana masih tidak percaya dengan kabar itu.Tapi hasilnya dia menjadi muram tidak lagi bergairah.


Dia tidak percaya tapi hidup seperti mengejek nya lagi dan lagi.


Dia di bawa ke sebuah tempat dan di sinilah dia bertemu dengan mami ratu.


Di bawah bimbingan nya dia di latih sebagai penjaja diri sejak muda.bagaimana cara merayu pria dan bagaimana merawat tubuh dari usia dini.


Hanya Tuhan yang tau jika dia masih merindukan kebebasan nya seiring waktu.Di permukaan dia masih belajar dengan tekun berusaha menjadi anak tersayang mami ratu.


Yana kecil memiliki IQ di atas rata rata.Meski masih di bawah sepuluh tahun dia sudah bisa menghasilkan uang dengan cara merayu tamu untuk pergi ke wanita penjaja di tim mami ratu.


Tidak ada yang lebih di sukai oleh mami ratu selain uang dan uang saja.


Untuk makan di rumah mami, setiap pengeluaran akan di tulis meskipun hanya sebungkus cotton Bud.

__ADS_1


Semua nya akan di hitung tiga kali lipat yang perlu di bayar Yana kelak ketika dia bisa menghasilkan nantinya.


Yana waktu itu masih berniat untuk menebus dirinya sendiri tapi suatu hari dai melihat siaran TV yang menampilkan kematian istri dari keluarga kaya yang sebenarnya adalah ibu kandungnya sendiri.


Bagaimana dia bisa lupa dengan ibu yang penuh kasih itu.Yana masih ingat ketika malam terakhir dia di rumah.Mama menangis dan memohon pada papa agar papa tidak melakukan nya.


Tapi mama di bawa pergi oleh paman yang kala itu tiba sebagai tamu.Mama pasti tau niat busuk papa jadi dia jelas marah kan.


Mama adalah harapan terakhir Yana untuk bisa pulang tapi sekarang dia sudah tidak ada lagi.Yana menangis di depan televisi.


Seperti belum cukup,di depan televisi papa menggandeng shiyana Ginanjar dan menangis sedih.


Di sanalah shiyana Ginanjar mulai di kenal sebagai putri satu satunya dari hariyana Ginanjar.


Jika itu adalah putri satu satu nya lalu siapa dia sebenarnya.Siapa juga shiyana Ginanjar itu.


Yang dia tau gadis seusianya itu hanya tamu mereka .Mama bahkan tidak menyukai nya sama sekali.


Lalu sekarang kenapa dia mengambil posisi nya sebagai anak perempuan ?


Siapa shiyana Ginanjar, siapa?


Ketika Yana di rumah , gadis ini tidak dipanggil dengan shi tapi sinar.Dia selalu menangis di rumah.


Untuk membujuk nya papa memberi apa yang dia tunjukkan.Seperti boneka Berbie kesayangan nya atau sepatu yang dia baru pakai dua kali.


Bahkan koki di rumah di minta memasak makanan kesukaan nya alih alih makanan Yana .


Mama sempat marah tapi papa berhasil membuat mama tersenyum lagi entah bagaimana.


Tapi apa itu boneka Berbie,apa itu sepatu dan baju.Sekarang dia juga menempati posisi Yana sepenuhnya di rumah besar itu.


Ini di rampok.


"Pah..aku..aku di sini pah..Li..lihat aku pah hiks...hiks...hiks.."tangis Yana yang berlutut di depan televisi . Kebetulan sekali, kediaman ini kosong jika malam dan ini siaran langsung yang di putra ulang di siaran gosip.


Yana yang satu tahun kemudian tidak lagi ingat dengan namanya sendiri.Dia sudah lama menyebutkan nama nya dengan gia.


Hari ini karena siaran gosip yang menampilkan kematian sang mama.Dia baru ingat masalahnya.


Para penculik pernah bilang jika mereka di bayar oleh papa untuk pekerjaan itu.Dia tidak percaya itu.


Hanya saja papa tidak hanya tidak mencarinya bahkan dia menukarkan dirinya dengan seorang anak perempuan yang lain.


Ini artinya pasangan itu tidak bohong sama sekali.


Yana masih berusia sembilan tahun ketika kabar kematian mama di siarkan di televisi.


Ini sudah tiga tahun kemudian.Tiga tahun sejak dia "pergi" dari rumah besar.Itu bukan pergi tapi di usir.


Yana sakit hati.


Hidup di rumah mami ratu dia tidak kekurangan apapun.Baik itu pakaian atau makan dan minum.


Tapi sebagai seorang anak, keinginan untuk kembali masih besar.Dan itu masih Yana rasakan sampai dia dewasa.


Tapi di hari kematian sang mama,dia tidak hanya menguburkan jasad mama tapi juga mengubur harapan terakhir Yana untuk pulang.


Rasa bencinya para Hary Ginanjar mulai berakar sejak itu juga.


Jika dia memiliki ilmu santet maka Hary lah yang pertama yang dia bunuh.


Tikam.. tikam..tikam...


Tidak sulit untuk mendapatkan foto pengusaha sukses seperti Hary.Banyak majalah bisnis yang terkadang menampilkan dia dan putri nya itu.


Sebuah foto yang akan Yana hancurkan berkeping keping jika dia sedang badmood.


"Aku akan membunuh mu Hary, bunuh" pekik Yana yang terus menerus menikam foto Hary di meja.


Dia akan melakukan hal yang sama jika pria busuk itu ada di depannya sekarang.


Hary adalah sumber dari segala kemalang yang dia punya.


Memisahkan dia dari rumah besar.


Memisahkan dia dari mama tersayang

__ADS_1


Memisahkan dia dari identitas.


tikam..tikam..tikam..


__ADS_2